Nia Ramadhani dengan Ardie Bakrie siap menggelar pernikahan. Dikabarkan menjadi pernikahan termahal, proses resepsi pernikahan akan digelar selama tiga hari. “31 Maret ada siraman, 1 April akan nikah sekaligus resepsi dan jam 7 malam untuk keluarga Bakrie,” jelas Canty, Jakarta Selatan, Sabtu (27/3). Itu resepsi pernikahan pertama. Sementara resepsi kedua, akan berlangsung satu hari sesudahnya, khusus untuk keluarga dan kerabat Nia Ramadhani. “Tanggal 2 April resepsi untuk keluarga dan kerabat Nia. Ini dilakukan karena banyak yang diundang,” imbuh Cathy. Sebelumnya, pernikahan Nia dan Ardie dikabarkan sebagai yang termahal karena menghabiskan biaya lebih dari Rp100 miliar. Namun soal besarnya biaya itu, Ardie dan Nia membantahnya.
Sembilan pakaian tersebut, menurut Canty, akan dikenakan oleh Nia pada acara-acara pernikahan itu. “Hari ini (ketika pengajian), mengenakan tiga baju,” terang Canty lagi. Jika tiga busana sudah dikenakan Nia untuk pengajian, enam pakaian lainnya akan dikenakannya dalam acara-acara siraman, akad nikah, dan dua resepsi pernikahan tersebut. “Tanggal 31 (Maret) siraman, tanggal 1 (April) akad nikah sekaligus resepsi pukul tujuh malam untuk keluarga Bakrie, dan tanggal 2 (April) resepsi lagi untuk keluarga Nia,” jabar Canty. Ia juga mengatakan, pemeran Bawang Merah dalam sinetron seri Bawang Merah Bawang Putih itu harus mengenakan sembilan busana karena panjangnya prosesi pernikahan dan banyaknya jumlah orang yang diundang.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir sebagai saksi dalam pernikahan yang cukup megah antara Ardie Bakrie dan pesinetron Nia Ramadhani di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/4/2010). SBY hadir sebagai saksi untuk mempelai pria, sedangkan mantan Menko Kesra Alwi Shihab bertindak sebagai saksi mempelai wanita.
Hari yang paling dinanti oleh pemain sinetron dan film Priyanti Nur Ramadhania alias Nia Ramadhani telah tiba. Kamis (1/4/2010) tepat pukul 13.14 WIB, putra konglomerat Aburizal Bakrie, pengusaha muda Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardie Bakrie, menikah dengan Nia dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang Rp 2.015.
Mengambil tempat di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, detik-detik paling bersejarah dalam hidup Nia dan Ardie pun dimulai. Mengenakan beskap putih dan blangkon, didampingi oleh pengiring pengantin, Ardie dengan mantap berjalan menuju ruang berdaya tampung 8.000 orang itu. Sesampainya di dalam ballroom, Ardie beserta rombongan calon mempelai pria langsung disongsong dengan upacara penyambutan Parahiyangan dari Griya Seni Ekayana, yang menyuguhkan tari jaipong dan pencak silat beriringan musik degung Wilujeung Sumping (selamat datang). Selanjutnya, sesuai adat Sunda, Ardie dipandu untuk membasuh kedua telapak tangannya dengan air dalam sebuah bejana emas sebelum seremoni penyerahan calon pengantin lelaki kepada keluarga calon mempelai perempuan.
Sebagai wakil dari Keluarga Bakrie, BS Koes Mulyono menyampaikan maksud kehadiran Ardie pada hari ini. “Sesuai dengan janji dan kesepakatan kita, calon mempelai pria, Anindra Ardiansyah Bakrie, putra Aburizal Bakrie, akan dinikahkan dengan Priyanti Nur Ramadhania, putri Priya Ramadhani. Semoga Keluarga Bapak Martoyo (kerabat keluarga Nia) bisa menerima Saudara Anindra,” tutur Koes.Membalas pengutaraan maksud dari Keluarga Bakrie, Martoyo Wiranata Kusumah, sebagai wakil dari Keluarga Ramadhani, pun menerimanya dengan baik. “Saya mewakili Bapak Priya Ramadhani dan Ibu Canty Mercia. Kami, keluarga, sudah mendengar dengan seksama apa yang diutarakan. Karena itu, kami menerima dengan penuh rasa bahagia Anindra Ardiansyah Bakrie untuk dinikahkan,” ucap Martoyo.
Setelah diterima oleh Keluarga Ramadhani, Ardie masuk ke ruang akad nikah dengan digandeng oleh orangtua Nia, Priya dan Canty. Sebelumnya, Canty mengalungkan leher Ardie dengan rangkaian melati. Menjalani akad nikah, Ardie dan Nia duduk bersanding. Sebelumnya, Nia, yang mengenakan busana putih, masuk ke ruang akad nikah dengan ditemani oleh Nyonya Agung Laksono dan Nyonya Wiranata Kusumah.Asrof Sachroni bertindak sebagai penghulu, sedangkan Alwie Abdurrahman Shihab sebagai saksi nikah dari pihak Nia dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi saksi dari pihak Ardie.
Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran dan terjemahannya, Nia kemudian dipersilakan meminta restu kepada Priya dan Canty. “Papa dan Mama yang sangat Nia cintai, begitu banyak pengorbanan untuk Nia, begitu besar pengorbanan Mama untuk Nia, dan begitu besar nasihat Papa buat Nia. Pa, Ma, begitu besar dosa dari Nia kepada Papa dan Mama. Untuk itu, dari lubuk hati Nia, maafkanlah Nia, yang sampai sekarang belum bisa menjadi anak yang sempurna,” tutur Nia. Lanjut Nia, “Hari ini Nia meminta restu untuk menikah dengan pria pilihan Nia, yaitu Anindra Ardiansyah Bakrie, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar Rp 2.015.”
Mendengar permintaan putrinya, Priya berujar, “Papa menerima dan mengikhlaskan Nia untuk menikah dengan pria pilihan Nia, Anindra Ardiasyah Bakrie, dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar Rp 2.015. Papa dan Mama senantiasa memaafkan dan senantiasa mendoakan agar kalian mendapat ridho dan menjadi keluarga sakinah, mawadah wa rahmah.”
Didahului istigfar tiga kali dan membaca dua kalimat syahadat, Priya, yang menjabat erat tangan Ardie, lalu membacakan ijab kabulnya. “Saya nikahkan ananda Anindra Ardiansyah Bakrie bin Aburizal Bakrie dan putri saya Priyanti Nur Ramadhania binti Priya Ramadhani dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar Rp 2.015 tunai,” ucap Priya. Ardie menjawabnya. “Saya terima nikahnya Priyanti Nur Ramadhania binti Priya Ramadhani dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang sebesar Rp 2.015 tunai.”
Dengan khidmat SBY mengikuti prosesi akad nikah yang didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran tersebut.Kedua mempelai, yakni Ardie dan Nia, sama-sama mengenakan pakaian pengantin berwarna putih dengan menjalani prosesi adat Sunda. Nia Ramadhani tampak cantik memakai kebaya putih dengan hiasan mahkota bunga melati di kepalanya, terlihat sedikit gugup dan tegang ketika prosesi akad nikah berlangsung.
Seusai akad nikah yang berlangsung khidmat, mereka berdua pun langsung menjalani ritual adat berupa prosesi Huap Lingkung, yang diawali dengan suap-suapan nasi kuning. Yang pertama kedua orangtua mereka melakukan suapan kepada anak dan menantunya, disusul kedua mempelai, Nia dan Ardie, saling menyuapi. Keduanya terlihat begitu mesra.
Nia, yang duduk bersanding dengan Ardie, menyilangkan tangannya ke belakang bahu pria yang baru saja menjadi suaminya itu untuk menyuapkan nasi kuning. Begitu pula sebaliknya, Ardie terlihat antusias memberikan suapan nasi kuning kepada wanita yang saat ini telah sah menjadi istrinya.Dalam adat Sunda, prosesi tersebut sebagai simbol agar kedua mempelai bisa saling menyayangi dan melayani untuk kebahagiaan pernikahan mereka kelak. Nasi kuning kini tersisa satu suapan lagi, tetapi Nia dan Ardie diminta pemandu acara untuk saling berebut. Begitu hitungan ketiga, pasangan pengantin baru itu pun langsung saling berebut. Hasilnya, Nia menjadi pemenang di babak pertama.
Setelah menjalani prosesi tersebut, kini tiba giliran menjalani prosesi adat yang paling ditunggu, yakni berebut atau tarik-tarikan satu ekor ayam (ayam bakakak). Dalam tahapan ini, ayam panggang merupakan simbolisasi dari suatu bentuk kenikmatan, rezeki, kebahagiaan. Siapa pun yang mendapatkannya di antara mereka berdua, wajib baginya untuk saling berbagi. Di sini tidak berlaku sifat mementingkan diri sendiri, tetapi berapa pun yang didapat seharusnya dibagi dan dinikmati secara bersama-sama. “Selanjutnya tarik-tarikan paha,” kata si pemandu acara.
Mendegar ucapan tersebut, Ardie dan Nia spontan terkaget-kaget. “Paha ayam maksudnya,” tekan si pemandu acara itu melanjutkan ucapannya. Ardie pun terlihat tersenyum simpul. Seiring dengan komando dari pemandu acara, Nia dan Ardie yang sudah memegang paha ayam bakakak langsung saling menarik dan berebut untuk mendapatkan potongan ayam yang paling besar.
Ardie menarik paha ayam dengan sekuat tenaga, sedangkan Nia cenderung bertahan. Hasilnya? Lagi-lagi Ardie kurang beruntung. Ia hanya mendapatkan ceker (kaki) ayamnya, sedangkan Nia justru mendapatkan hampir seluruh ayamnya. Nia kembali jadi pemenang di babak kedua. “Enggak apa-apa kalau istri ayamnya lebih besar berarti nanti ikut bantu suami cari uang,” kata si pemandu acaranya
Pernikahan Ratusan miliar
Nia dan Adri menggelar pesta pernikahan sebanyak dua kali, yaitu pada Kamis (1/4/2010) malam ini dan Jumat (2/4/2010) malam besok. Tempatnya sama, di Hotel Mulia. Pesta resepsi digelar hingga dua kali karena takut keluarga dan kerabat dari kedua mempelai tidak tertampung jika resepsi hanya digelar sekali.
Bagi Anindya, ayahnya, Aburizal Bakrie, memang ingin menggelar pesta sebagus mungkin sebagai hadiah perkawinan untuk Ardi dan Nia. Biaya pesta besar dianggap wajar karena tamu yang diundang juga tidak sedikit. “Ya kurang lebih persis seperti itu. Jadi memang cukup besar karena pengunjungnya juga banyak,” kata putra sulung Aburizal Bakrie itu. Pesta pernikahan mewah yang didominasi berwarna putih itu dihadiri lebih dari 2.000 undangan. Keluarga merasa senang dengan banyaknya tamu yang datang dari berbagai kalangan.
Sebelum pesta pernikahan, Nia dan Ardi melakukan prosesi siraman yang dananya menghabiskan ratusan juta. Kemudian resepsi pernikahan mereka dilakukan 2 kali di Hotel Mulia. Tidak cuma itu, usai resepsi juga ada wayangan. Untuk wayangan dana yang terkucur mencapai Rp 300 juta. Sebelumnya Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara membantah isu dana perkawinan Nia-ardi mencapai Rp 100 miliar.
Pernikahan mewah dianggap wajar
Artis Inggrid Kansil dan suaminya, Syarif Hasan, menganggap wajar pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dirayakan secara mewah. Hajatan itu dibuat mewah, menurut mereka karena terjadi sekali seumur hidup. “Biasa saja. Orang kan kawin itu cuma sekali, kalau mengeluarkan (uang) sedikit lebih, itu sesuatu yang wajar,” kata Syarif Hasan saat ditemui di resepsi pernikahan Nia dan Ardi di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2010).
Addie MS : Salut Nia-Ardie Tidak Foya-foya
Pernah berhembus kabar kalau pernikahan bintang sinetron ‘Bawang Merah Bawang Putih’ itu seharga Rp 100 miliar. Namun kabar itu cepat dibantah keluarga Bakrie. Bagi Syarif, yang kini menjabat Menteri Koperasi dan UKM itu, kalau pun keluarga Bakrie merogoh kocek hingga Rp 100 miliar, semata-mata itu untuk berbagi kebahagiaan kepada teman-teman Nia dan Adri yang menyaksikan pernikahan mereka. “Kan memang untuk berbagi kebahagiaan. Kalau menurut saya tidak terlalu belebihan. Tidak seperti yang digembar-gemborkan,” lanjut Syarif yang saat itu didampingi istrinya, Inggrid. Untuk merayakan pernikahannya, Ardi dan Nia tidak hanya menggelar resepsi satu kali. Resepsi digelar 2 kali, yaitu pada Kamis (1/4/2010) malam ini dan Jumat (2/4/2010) malam besok. Tempatnya sama, di Hotel Mulia.
Tidak cuma selesai sampai di situ, Ardi dan Nia juga akan menggelar pertunjukkan wayang di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/4/2010). Untuk wayangan itu konon Aburizal Bakrie merogoh kocek hingga Rp 300 juta. Belum selesai sampai di situ, Ardi dan Nia juga akan menggelar pertunjukkan wayang di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/4/2010) yang konon merogoh kocek hingga Rp 300 juta
Para tamu undangan harus berdiri dan mengantre bersama ratusan tamu lain yang hendak masuk ruang resepsi pernikahan putra bungsu Aburizal Bakrie tersebut. Antrean mengular sepanjang 100 meter terjadi karena panitia pernikahan berkali-kali menghentikan arus tamu yang hendak bersalaman dengan sang empunya hajat. Dekorasi nan mewah berkonsep Eropa dan tata cahaya kuning keemasan menyambut sekitar 3 ribu undangan yang memenuhi ballroom Kamis malam lalu (1/4). Sejak di pintu masuk, para tamu memang sudah dimanjakan dengan nuansa mewah. Di lorong masuk ballroom terdapat ruangan yang ditata layaknya ruang tunggu. Beberapa sofa kulit berwarna putih gading ditata berjajar di kanan kiri tamu yang mengantre masuk. Di dinding tergantung foto pre-wedding Nia dan Ardie dengan ukuran besar. Dua di antara belasan foto itu terlihat Ardi Bakrie berpose dengan mengenakan kostum FC Barcelona lengkap dengan sepatu bola. Di sisinya, berdiri Nia Ramadhani dengan gaun merah menyala. Foto dengan tata cahaya yang spektakuler itu dibuat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Timur. ”Ardi memang gibol alias penggila bola. Itu kostum klub favoritnya,” ujar Anindya Bakrie, kaka kandung Ardi yang juga anak sulung Aburizal Bakrie.
Setelah melewati lorong, para tamu disuguhi alunan musik klasik dengan iringan Twilite Orchestra pimpinan Addie M.S. yang bermain di panggung kecil di kiri antrean. Twilite Orchestra bermain dengan background rangkaian dedaunan segar yang disusun menyerupai permadani dinding warna hijau berukuran 20×20 meter dan tergantung cantik.
Tepuk tangan membahana memenuhi ruangan ketika penyanyi Yuni Shara tampil membawakan lagu Barry Manilow berjudul Can’t Smile Without You. Yuni yang tampil dengan gaun hitam tampak menyita perhatian para tamu dalam standing party tersebut. Penampilan Yuni lalu dilengkapi dengan Mike Idol yang juga didaulat menjadi pengisi acara. Acara resepsi pernikahan yang menyedot perhatian luas itu memang digelar dengan cukup mewah untuk ukuran orang biasa. Namun, pesta itu agaknya boleh dibilang ‘’sederhana” jika dibandingkan dengan pernikahan keponakan Aburizal Bakrie, yakni Adinda Bakrie, dengan pengusaha asal Singapura, Seng-Hoo Ong, dua tahun lalu. Adinda merupakan putri Indra Usmansyah Bakrie, adik Aburizal Bakrie.
Berbagai rumor, seperti diberitakan infotainment dan tabloid hiburan, menyebutkan bahwa keluarga Bakrie membelanjakan Rp 100 miliar untuk pesta dan perayaan pernikahan Ardi-Nia Ramadhani. Tetapi, Lalu Mara yang menjadi penanggung jawab acara itu menyatakan bahwa berita tersebut berlebihan. ”(Rp 100 miliar) itu uang banyak lho. Memangnya kami menghidangkan emas sebagai makanan penutup,” ujarnya, lantas tersenyum. Anindya yang kini menjabat presiden direktur PT Bakrie Telecom juga senada dengan Lalu Mara. Menurut dia, berita yang ditulis media berlebihan. Dia memang menolak mengungkapkan total biaya untuk pernikahan adiknya. Tetapi, Anindya menyebut biaya yang dihabiskan di kisaran ”belasan”. Kata belasan itu, tampaknya, mengarah kepada uang dalam nominal miliar rupiah. ”Kayaknya terlalu bombastis (berita media dan infotainment). Biaya sebenarnya jauh dari angka Rp 100 miliar. Yang penting bisa menjamu tamu yang hadir dengan hormat,” tutur Anindya.
Resepsi pernikahan Ardi dan Nia adalah hadiah dari sang ayah, Aburizal Bakrie. Artinya, semua biaya dan tim (panitia) pelaksana bersifat kejutan dan dadakan tanpa sepengetahuan kedua mempelai. Lantas, Lalu Mara mengutip pernyataan Aburizal Bakrie bahwa resepsi kali ini berkonsep keragaman budaya dengan perpaduan beberapa tradisi. Yakni, Lampung, Sunda, Jawa, dan sedikit Eropa. Berbeda dengan perayaan pernikahan keluarga miliarder lain yang lazimnya diperuntukkan bagi undangan, acara resepsi Ardi-Nia juga dibungkus dalam konsep lain yang bisa dinikmati publik secara umum. ”Ada persembahan wayang yang mengundang semua warga dengan lakon Lahirnya Wisanggeni dengan dalang Ki Anom Suroto di Senayan,” terang Ical, panggilan Aburizal Bakrie. ”Ini adalah sedikit dari persembahan keluarga kami pada upaya menjaga kelestarian budaya Indonesia,” lanjutnya. Perpaduan budaya itu juga tampak dari dekorasi ruangan yang cukup istimewa. Lampu-lampu kristal yang berjumlah puluhan tampak menggantung di seantero ruangan. Bias cahaya kristal mempercantik tata cahaya di dalam Ballroom Hotel Mulia.
Tiga pohon setinggi lima meter tampak berdiri dengan untaian bunga melati putih menggantikan daun. Harumnya merebak memenuhi ruangan. Para tamu juga mendapat sajian fruits fountain, yakni buah-buahan berbagai jenis yang dirangkai seperti air mancur ukuran besar. Para tamu berebut mengambil buah yang dipercaya bisa membawa keberuntungan itu. Sampai-sampai ada ibu yang saling tarik dengan temannya untuk berebut anggur. Nia yang terlihat lelah pun berdiri dan tertawa kecil saat menyaksikan adegan tersebut.
Secara umum, makanan yang disajikan beragam. Ada makanan lokal, Asia, hingga Eropa. Beberapa yang sempat tercatat, antara lain, chicken fajitas, chrispy french apple tart, cassata ice cream, thai cendol, salmon en crote, sapi guling with lontong, dan soto surabaya. Malam itu keluarga Bakrie juga terlihat full team menyambut tamu. Di barisan keluarga yang pernah diberitakan memiliki kekayaan USD 5,4 miliar (sekitar Rp 54 triliun) itu terlihat juga Nirwan Bakrie, Indra Bakrie, sanak saudara, serta cucu dan cicit.
Para undangan tampak semua tokoh, pejabat, dan pengusaha kelas atas hadir di antara undangan. Antara lain, Ketua Umum Partai Hanura yang juga mantan Menhankam dan Panglima TNI Wiranto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Prabowo Subianto (ketua umum HKTI dan mantan Danjen Kopassus), Menko Kesra Agung Laksono, Ginanjar Kartasamita (anggota Wantimpres yang juga mantan ketua DPD), Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Titiek Soeharto, Hanafi Rais (putra Amien Rais), dan para gubernur dari Partai Golkar. Beberapa tokoh penting di DPP Golkar didaulat menjadi penerima tamu. Di antaranya, Yorrys Raweyay (ketua bidang pemuda) dan Idrus Marham (Sekjen DPP Golkar dan ketua Pansus Century DPR). Ada pula Nurdin Halid (ketua PSSI dan pengurus Golkar periode sebelumnya). Di antara undangan, salah seorang yang menjadi perhatian adalah Ruhut Poltak Sitompul. Anggota DPR dari Partai Demokrat yang pernah main dalam sejumlah sinetron itu datang dengan seorang wanita muda. Mereka kompak mengenakan setelan kuning kehijauan. ”Ini keponakan saya,” ujarnya, lantas tertawa ketika melewati rombongan tamu.
Sejumlah infotainment juga sempat memberitakan bahwa suvenir yang disediakan bagi tamu bernilai miliaran rupiah. Hal itu membuat beberapa orang terlihat bersemangat. Tak sedikit yang keluar masuk dua kali demi mendapatkan suvenir lebih dari satu. Tak disangka, suvenir bagi tamu umum hanya berupa kotak berpita berisi sepuluh lembar amplop dengan kartu ucapan kosong di dalamnya. Tak banyak yang tahu maksud suvenir itu. ”Lho, katanya didatangkan dari Hongkong, kok amplop kosong ya?” ujar seorang tamu kepada pasangannya. Tetapi, pasangannya langsung memberikan isyarat agar merendahkan suara. Sejumlah penerima tamu yang mendengar celetukan itu hanya tersenyum kecil.
Minta Pernikahannya Tak Dikaitkan dengan Lapindo
Menjelang pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, muncul suara-suara yang memprotes hajatan tersebut. Beberapa pihak menilai keduanya tidak pantas menggelar pesta mewah di saat ribuan orang menderita akibat lumpur Lapindo. Namun Nia Ramadhani berharap kalau pernikahannya tidak dikaitkan dengan lumpur Lapindo. “Tolong yah, ini kan acara keluarga, kami ingin jangan dipolitisasi, jangan dikait-kaitkan dengan lumpur Lapindo. Tidak ada hubungannya,” jelas Priya Ramadhani, ayahanda Nia, ketika berbincang dengan detikhot lewat sambungan telepon, Rabu (31/3/2010).
Priya berharap pernikahan Nia nanti bisa berjalan lancar, tanpa ada hambatan. Mengenai curahan hati para korban lumpur Lapindo, Priya memahaminya.”Saya mengerti, tapi mohon ini semua kan sekali seumur hidup,” imbuhnya. Jika nanti ketika hari H ada aksi demonstrasi yang memprotes pernikahan Nia dan Ardie, Priya dapat memahaminya. Pihak keluarga Nia dan Bakrie pun tidak menyiapkan pengamanan khusus. “Nggak ada, biasa saja kok,” tandasnya.
Reuni politikus
Resepsi pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie memang mirip hajatan politikus. Sederet tokoh politik turut menghadiri acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/4) malam. Mulai dari Agung Laksono, Ginanjar Kartasamita, Priyo Budi Santoso, Titiek Soeharto, Idrus Marham, dan masih banyak tokoh lain. Bisa dimaklumi sebab Ardi dan Nia berasal dari keluarga politikus. Ayah Ardie, Aburizal Bakrie, adalah Ketua Umum Partai Golkar dan mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Sementara ayah Nia, Priya Ramadhani merupakan anggota DPRD DKI yang juga berasal dari Partai Golkar. Menurut Anindya Bakrie, kakak Ardi, resepsi kali ini memang khusus untuk teman-teman dari kalangan bisnis dan politik. Resepsi kedua akan berlangsung hari ini (2/4) di tempat yang sama. “Memang resepsi ini sedikit panjang karena banyak sekali kenalan, teman, kolega, serta saudara. Tapi intinya kami meminta doa restu,” kata direktur utama salah satu perusahaan telekomunikasi itu seperti dilansir tayangan Hot Shot SCTV.
Terlepas dari kehadiran para tokoh-tokoh nasional, resepsi tersebut memang mewah dan meriah. Nuansa warna merah dan emas menghiasi pelaminan serta busana pengantin yang dikenakan Ardi dan Nia. Di salah satu ruangan, sebuah kelompok orkestra siap menghibur tamu. Konon, dana yang dikeluarkan untuk acara pernikahan ini memang besar-besaran, hingga mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, hal itu ditampik sang kakak. “Memang acara ini besar, tapi jauh daripada angka yang disebutkan. Karena intinya kita yang penting bisa menjamu tamu-tamu dengan baik,” jelas Anindya.
http://korananakindonesia.wordpress.com/
