Show room yang berada di Sugih Waras, Temanggung itu cukup besar dan mudah diidentifikasi sebab banyak bahan bedug memenuhi sho room tersebut. Kayu dengan ukuran besar dan memiliki lubang ditengah serta beberapa helai kulit sapi berserakan di ruang berukuran 15 X 7 meter tersebut.
Menurut penuturan Yono, seorang karyawan kerajinan bedug milik H Masduki tersebut kayu-kayu berukuran raksasa sebagai bahan pembuatan bedug itu berasal dari kayu winong yang diambil dari hutan-hutan di wilayah Jawa Timur.
Kerajinan ini masuk dalam kategori unik sebab bedug produksi Masduki ini terbuat dari satu batang kayu utuh, meski ada beberapa prngrajin membuat bedug dari kayu tatal namun usaha yang sudah dijalankan puluhan tahun ini lebih memilih menggunakan batang kayu gelondong utuh.
Tentunya pembuatan bedug ini memiliki tingkat kesulitan tinggi, serta para karyawan Masduki harus menatah serta menggergaji kayu hingga memiliki lubang yang tepat. Tingkat kesulitan ini tidak hanya untuk pembuatan batang bedugnya saja, untuk pemasangan kulit bedug paling tidak dibutuhkan dua orang yang berpengalaman untuk memasangnya.
Bedug buatan Masduki ini ternyata begitu mashyur di luar negeri, bahkan beberapa masjid di Malaysia, Brunei dan Turki menggunakan bedug hasil karya Masduki ini.
Masduki pun memasang harga jual untuk bedugnya tergantung besar kecilnya ukuran batang bedug yang digunakan, untuk ukuran kecil dihargai Rp 3,5 juta sedangkan untuk bedug ukuran besar bisa mencapai Rp 35 juta.
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg
