Seorang penumpang perempuan dalam keadaan hamil sempat terjepit di tengah badan Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya yang menabrak Kereta Api Senja Utama, Sabtu (2/10/2010) dini hari. Beruntung, setelah berusaha keras lebih dari 2 jam, ia berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup meskipun kedua kakinya patah.
1. Yeni (25 tahun) Ungaran, Kab Semarang
2. Haryono Gayamsari, Wonodri, Semarang
3. Andre Salatiga
4. Fikri Handika Khoirun Perum. Bintaro Jakarta
5. Bahtiar Cempaka Baru Kemayoran Jakarta
6. Hana Adi warsito Kampung Ngrembel, Semarang
7. Yulianto Blora
8. Fredi Adopa Sihombing Padang, Sumbar
9. Eko Setiawan Desa Kebumen, Kabupaten Kendal
10. Budi Setiawan
11. Tohirin
12. Bayu
Sementara itu, jumlah korban tewas di RS Santa Maria Pemalang tercatat 12 orang, namun baru enam yang teridentifikasi. Selain itu, 10 korban mengalami luka berat dan lima luka ringan tengah menjalani perawatan di RS Santa Maria. Nama korban meninggal dunia yang berada di RS Santa Maria:
1. Bayuj Sakti (33) Ungaran Timur, Kab Semarang
2. Ismail Anwar (38) Jakarta Utara
3. Hari Purnomo (36) Pandeglang
4. Maryono (30) Duren Jaya Bekasi
5. Budi Suyanto (46) Kepala Dua Tangerang
6. Eko Suwondo (35) Semarang
Sebanyak 12 jenazah di RS Santa Maria sejak pukul 08.45 dipindahkan ke RS Ashari untuk proses indentifikasi oleh petugas forensik. Dengan demikian, sampai berita ini ditulis, jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Pemalang, Sabtu dini hari itu yang tercatat di dua rumah sakit tersebut adalah 30 orang meninggal dunia, 19 luka berat, dan tujuh luka ringan.
Semoga Mereka yang meninggal diberi tempat yang layak disisi Yang Maha Kuasa, sedangkan para keluarga dan handai taulan diberi ketabahan dan kesabaran untuk menerima kenyataan serta musibah ini
(Sumber: Kompas, TribunNews dan Antara)