Foto: Courtesy Holy Land Experience
Di taman ini, mulai tengah hari hingga sebelum tutup, pengunjung berkumpul untuk menyaksikan ulang-grafis peristiwa penyaliban Yesus Kristus.
Menggunakan jubah lusuh dan wajah dengan noda darah, seorang pria yang digambarkan sebagai Yesus, memikul salib di punggungnya.
“Dan pada hari Natal, pertunjukan berjalan seperti biasa,” ujar juru bicara taman Holy Land Experience, John Casoria, seperti dikutip dari MSNBC, Jumat (24/12/2010).
“Tujuan kami adalah menyajikan kehidupan Kristus secara nyata untuk para pengunjung. Kami ingin menginjili dengan cara positif, untuk menunjukkan kasih Tuhan Allah melalui kehidupan Kristus dan berbagai cerita yang muncul dalam Alkitab,” ujar Casoria.
Taman yang dimiliki Trinity Broadcasting Network (TBN) ini luasnya 37 hektare. Taman berbasis Kristen ini dikemas dengan penyanyi, teater jalanan dan toko-toko suvenir, yang berkapasitas 2.000 orang.
Menyentuh hati
Dengan latar belakang batu dan dihiasi Alkitab, tempat ini bertujuan untuk melihat dan mendengar.
“Kami tidak punya roller coaster dan wahana air. Yang Holy Land coba lakukan adalah memperluas nilai hiburan dengan membawa elemen berbasis agama. Hal ini menyentuh hati,” tambah Casoria.
Hal ini juga menyentuh emosi wisatawan dan penduduk setempat.
“Terus terang saja, tempat itu membuatku takut,” kata Terry Ward, warga yang pernah tinggal cukup dekat taman dan melihat rangkaian lampu Natal yang cerah di malam hari.
“Untuk melihat Holy Land dalam semua kemuliaannya, seperti serangan lain dari orang-orang yang menafsirkan sebagai firman Tuhan. Maksudku, jika Anda ingin melihat Holy Land, lakukan seperti jutaan peziarah lainnya. Pergilah ke Yerusalem, tidak ke Orlando,” tambah Ward.
Beberapa pendukung pariwisata Orlando menggerakkan kenikmatan pesan taman dan menu hiburan dengan sedikit lebih halus, namun juga memberikan isyarat agar wisatawan hati-hati ditarik ke tempat yang melakukan pertunjukan langsung bernama “Heaven’s Gate-Hell’s Flames” dan “Celebrate Jesus-Karaoke”.
Alkitab di Luar Teks
“Orang-orang cenderung menghindar dari hal semacam ini, baik yang terpikat atau tidak suka, tergantung iman mereka,” kata penulis kisah religius, Menachem Wecker.
Wecker tidak pernah ke Holy Land Experience. “Jika kita melangkah mundur secara obyektif, saya pikir bagus untuk memiliki tempat semacam ini, untuk alasan yang sama penting memiliki produksi teater agama dan seni keagamaan,” urainya.
Taman ini mengalami bisnis yang berliku. Dibuka pada 2001, awalnya taman ini bernama “Zion’s Hope, doing business as Holy Land Experience”. Sang pendiri, Rev Marvin Rosenthal, dilaporkan ingin menggunakan tempat ini untuk mengubah iman umat Yahudi ke Kristen sebagai bagian dari teologi pengangkatan.
“Itulah pemahaman saya akan visi Rosenthal untuk taman ini ketika dia membangunnya,” kata Casoria.
Pada 2007, bangunan ini berpindah tangan beberapa kali dan tenggelam secara finansial. TBN, yang mencari studio TV untuk dibangun di Orlando, melihat taman ini dan "cocok" dengan misinya. Kemudian, TBN membeli tempat tersebut dan dengan kekuatan penyiaran globalnya mempromosikan Holy Land Experience.
“Dalam waktu enam bulan, daya tarik nirlaba menjadi positif,” ujar Casoria.
Merasakan Hadirat Allah
Seorang menteri di Philadelphia, Kevin Benton mengaku meneteskan air mata ketika dia dan istrinya mengunjungi Holy Land Experience pada bulan Agustus.
“Segera setelah kami masuk, kami berdua mulai menangis karena kehadiran Allah yang meresap di seluruh tempat,” ujar Benton.
“Hal pertama yang kita lihat ketika berjalan dalam adalah berlakunya kembali kematian Yesus di kayu salib.”
Kerumunan orang di Holy Land membuat usaha bisnis Kristen lainnya bertanya kepada TBN kemungkinan untuk membangun replikanya di Pantai Barat Amerika.
Untuk saat ini, TBN sepakat memberikan lisensi kepada investor untuk mulai menjajaki pembukaan Holy Land Experience di luar Kota Seoul, Korea Selatan.
Bisnis taman hiburan bertema Kristen, mulai lebih ramai. Awal bulan ini, dilaporkan bahwa investor berencana membangun replika Bahtera Nuh dengan skala penuh di Williamstown, bagian utara Kentucky. Tempat wisata ini menargetkan pengunjung sebanyak 1,6 juta orang setiap tahun.
“Keyakinan kami bahwa pasar Kristen adalah salah satu demografi yang belum tersentuh,” pungkas Casoria.
Follow @Sahabat_Apa_Aja untuk update seputar Natal, Ucapan Natal & SMS Natal
http://feriandyundercover.blogspot.com/2010/12/holy-land-experience-sajikan-cerita.html
