
Pemlokiran BlackBerry Kenapa? - Mungkin itu salah satu pertanyaan yang diacungkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. pemblokiran layanan BlackBerry di Indonesia kembali marak dibicarakan di Internet, khususnya di situs microblogging populer, Twitter maupun Facebook.
Rencana pemblokiran layanan BlackBerrydi Indonesia kembali marak dibicarakan di Internet, khususnya di situsmicroblogging populer, Twitter. Pelanggan Research In Motionramai-ramai menyatakan protes terhadap rencana Menteri Komunikasi danInformatika Tifatul Sembiring memblokir layanan itu.
Pemblokiran layanan RIM tersebut terkait dengan konten pornografi yang bisa diakses oleh pengguna lewat ponsel BlackBerry mereka.
Terhadap berbagai protes dan kecaman pedas yang ditujukan ke arahnya itu, berikut berbagai respons Tifatul.
“Sekedarbertanya, gimana komentar rekan-rekan jika sebuah lembaga berusaha dinegeri ini tapi tak mau ikuti secara utuh peraturan yang ada,” tweetMenteri Tifatul pada 9 Januari 2011.
Sejak Ramadhan lalu,Kementerian Komunikasi telah menguji coba sistem pemblokiran kontenpornografi di Internet yang dapat diakses lewat berbagai media yangterhubung ke Internet. Ketika itu, enam operator seluler terbesar diIndonesia yang menguasai hampir 87 persen pangsa pasar pengksesinternet di tanah air sudah siap melakukan penyensoran.
Langkahini didukung Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) yangmenghimbau para penyedia jasa Internet (ISP) untuk menyediakan layananInternet terfilter untuk menangkal situs-situs porno.
Tifatulmenyatakan kebijakannya itu didasarkan pada UU No. 11 Tahun 2008tentang UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Misalnya, pasal 34UU ITE yang melarang orang untuk mendistribusikan, menyediakanperangkat keras maupun perangkat lunak untuk memfasilitasiperbuatan-perbuatan yang mendistribusikan konten yang bermuatanmelanggar kesusilaan.
Selain itu, juga pada UU 44/2008tentang Pornografi. “Harap baca pelan-pelan UU 44/2008, pasal 17.Pemerintah/pemda wajib mencegah penyebaran pornografi di masyarakat,”ucapnya. “Saya hanya menjalankan undang-undang, kok disebut pembodohan.
Ada Apa di Balik Pemblokiran BlackBerry di negara lain?
Ternyata BlackBerry tak benar-benar aman dari penyadapan. Pemerintah AS bisa menyadapnya.
Rencana berbagai negara di Timur Tengah dan Asia memblokir layanan BlackBerry kian hari kian meluas.
UniEmirat Arab (UEA) pertama kali mengumumkan penutupan layanan ini mulaiOktober mendatang, kemudian menyusul Arab Saudi yang mengumumkan untukmemblokir layanan BlackBerry Messenger Jumat ini.
Kemudianisu ini terus bergulir ke negara-negara lainnya seperti India,Indonesia, Bahrain, Libanon dan Aljazair. Namun tak begitu banyak yangmengetahui cerita yang melatari awal rencana pemblokiran ini.
Sepertidilansir oleh situs berita AlJazeera, sebelum isu ini muncul, UniEmirat Arab memang telah berusaha untuk menyadap layanan BlackBerrydi negara itu. Seperti halnya negara-negara lain di dunia, UEA jugaingin bisa memonitor semua trafik komunikasi yang ada di wilayahmereka, termasuk yang menyebar melalui jaringan BlackBerry.
Menurutketerangan Thomas Shambler, seorang Editor Majalah Stuff di Dubai,pemerintah UEA pertama kali berusaha menjerat para pengguna BlackBerry dengan mengirimkan pesan SMS yang berbahaya di jaringan BlackBerry.
"Tahunlalu, Etislat (operator penyedia ponsel di UEA) mengirim pesan kebanyak pelanggan," kata Shambler. Teks pesan yang menjanjikanpeningkatan layanan, namun ternyata mengarahkan pelanggan untukmengunduh software mata-mata alias spyware.
Namun, software ituketahuan. Sehari setelah kejadian itu, RIM langsung mengeluarkanprogram tambalan yang bisa menghapus software mata-mata tadi. Upayapemerintah UEA untuk memonitor para pengguna BlackBerry di UEA, langsung kandas.
Akhirnya,pemerintah UEA meminta RIM untuk menyediakan server lokal danmemberikan kendali yang lebih luas agar mereka bisa mengaksesinformasi-informasi, yang dienkripsi di jaringannya. Langkah itukemudian diikuti oleh banyak negara lain.
Selama ini, trafik layanan ponsel BlackBerrydi seluruh dunia memang langsung ditarik ke server RIM di Kanada atauInggris. Pemerintah-pemerintah di negara yang mengijinkan layanan BlackBerry, tak bisa menyadap jaringan ini karena mereka tak memiliki server pengontrol di masing-masing negara.
Namun, menurut RIM, informasi yang ditransmisikan melalui layanan BlackBerry memang dienkripsi sedemikian rupa sehingga RIM sendiri tak mampu mendekrip (memecahkan kode enkripsi) dan membacanya.
Tak heran bila kemudian layanan BlackBerrymenjadi pilihan komunikasi bagi banyak lembaga pemerintahan di seluruhdunia, termasuk Federal Bureau of Investigation (FBI) di AS.
Selain itu, pemerintah AS juga merupakan salah satu pihak pengguna BlackBerry terbesar. Pada 2005 saja, pemerintah AS menggunakan 100 ribu perangkat BlackBerry untuk staf-stafnya. Tak hanya itu, BlackBerry juga menjadi andalan bagi para wartawan dan para aktivis hak asasi manusia di berbagai negara.
Tapi, benarkah konsumen benar-benar dapat mengandalkan keamanan data pribadi mereka di layanan BlackBerry.Ternyata, tidak juga. Menurut laporan AlJazeera, RIM membolehkanbeberapa negara untuk bisa melihat trafik informasi yang mengalir dilayanan itu. Beda kasus dengan negara-negara Arab yang siap memboikotRIM.
"Sepertinya negara-negara kecil seperti UEA tak akandiberikan kemampuan untuk melakukan hal yang sama," kata Ian Brown,Senior Fellow di Oxford Internet Institute.
Oleh karenanya,pemerintah UEA juga menuduh RIM tidak adil, karena menganggap RIM tidakmemberikan hak penyadapan kepada negaranya, sebagaimana RIMmemberikannya kepada pemerintah AS.
Di lain pihak, kepadaReuters, Mark Rasch, bekas Kepala Unit Kejahatan Komputer di DepartemenKehakiman AS, mengatakan bahwa pemerintah AS memang mampu menyadapinformasi yang berseliweran di BlackBerry karena pemerintah AS memang memiliki teknologi yang memungkinkan hal itu.
"Kemampuanuntuk menyadap berbagai alat komunikasi adalah bagian dari kegiatanpengawasan dan intelijen serta penegakkan hukum di seluruh dunia,"katanya.
Oleh karenanya, pelanggan BlackBerry tak bisa lagi menganggap bahwa layanan ini 100 persen aman. Tapi, apakah mayoritas pelanggan BlackBerry begitu peduli tentang masalah penyadapan? Boleh jadi mereka tak beda dengan para pelanggan BlackBerry di UEA.
"Para pelanggan BlackBerry di sana tak begitu ambil pusing dengan masalah penyadapan," kata Thomas Shambler.
Mereka lebih khawatir kalau layanan BlackBerrymereka diblokir, bagaimana nantinya mereka bisa mengirim email,mengirim pesan instan ke orang-orang yang mereka kenal, atau bagaimanamereka bisa terus terhubung dengan rekan-rekan mereka.
Follow @Sahabat_Apa_Aja Untuk info lebih lanjut Mengenai Pemblokiran Blackberry
http://feedproxy.google.com/~r/Blak-Blakan/~3/TrXyevuQkUA/alasan-kenapa-pemblokiran-blackberry-di.html
