Banjir Lahar Dingin Merapi Yogyakarta: Merapi sudah tidak batuk-batuk lagi. Tetapi bahaya sekunder tak kalah mengancam. Bahaya sekunder itu adalah ancaman banjir lahar dingin. Minggu (9/1/2011) hujan deras di puncak Merapi menyebabkan banjir lahar dingin yang merusak ratusan rumah di Kabupaten Magelang di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman di Provinsi DI Yogyakarta.
Daerah terjangan banjir lahar dinginterus meluas.Di kawasan Sleman,Yogyakarta, wilayah yang tertimbunmaterial pasir dan batu tidak hanya di sisi timur dan tengah,kawasanbarat yang semula aman juga terkena dampaknya. Di bantaran SungaiProgo,tepatnya di Desa Sedang Agung,Kecamatan Minggir, Sleman, materialGunung Merapi telah menimbun lahan di kanan dan kiri sungai tersebut.Selain mengancam pemukiman dan lahan sekitar bantaran sungai yangberhulu di lereng Merapi, banjir lahardinginjuga mengancam keberadaan Candi Prambanan. Wilayah Candi Prambananberjarak sekitar 25 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan sekitar 100meter dari Sungai Opak. Jika kembali terjadi hujan lebat di puncakMerapi, Sungai Opak dipastikan akan mengalirkan material vulkanik.
Daerah terjangan banjir lahar dinginterus meluas.Di kawasan Sleman,Yogyakarta, wilayah yang tertimbunmaterial pasir dan batu tidak hanya di sisi timur dan tengah,kawasanbarat yang semula aman juga terkena dampaknya. Di bantaran SungaiProgo,tepatnya di Desa Sedang Agung,Kecamatan Minggir, Sleman, materialGunung Merapi telah menimbun lahan di kanan dan kiri sungai tersebut.Selain mengancam pemukiman dan lahan sekitar bantaran sungai yangberhulu di lereng Merapi, banjir lahardinginjuga mengancam keberadaan Candi Prambanan. Wilayah Candi Prambananberjarak sekitar 25 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan sekitar 100meter dari Sungai Opak. Jika kembali terjadi hujan lebat di puncakMerapi, Sungai Opak dipastikan akan mengalirkan material vulkanik.
Padahal, saat ini material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan batu-batu besar,masih berada di hulu sungai tersebut. Banjir lahar dinginpada Minggu (9/1/11) lalu telah menghanyutkan puluhan rumah dan memutusakses transportasi dari Magelang ke Yogyakarta. Jalur yangmenghubungkan dua kota itu tertimbun pasir dan bebatuan.Ketebalanmaterial vulkanik Merapi yang dibawa aliran sungai itu diperkirakanmencapai tiga meter dan panjang 700 meter.

Pengerukan pasir dan bebatuan baru terlaksana sekitar 40%. Bahkan, warga Jumoyo yang menjadi korban banjir lahar dingindan mengungsi diharuskan menunjukkan KTP jika ingin menengok rumahnya.Penutupan ini untuk mengamankan barang-barang di rumah milik korban lahar dingin yang ditinggal mengungsi di pengungsian,” paparnya.
Dipuncak Merapi saat ini diperkirakan ada tumpukan 150 juta meter kubikmaterial hasil erupsi tempo hari. Pusat Vulkanologi Badan Meteorologidan Geofisika (PVBMG) memperkirakan, material sebanyak itu tak akanhabis terbawa arus dalam 3-4 kali musim hujan.
Banjir lahar dinginkemarin menyebabkan sejumlah daerah terkena dampaknya. Daerah terparahada di Jumoyo, Sirahan, Prumpung, Adikarto di Kabupaten Magelang dan diArgomulyo Cangkringan Sleman.
Di Muntilan, empat sungai yang berhulu di Merapi meluap. Empat sungai itu meliputi Putih, Lamat, Blongkeng dan Belan. Lahar dingin yang meluap di Putih bahkan kembali memutus jalan Yogya-Magelang akibat tinggi timbunan mencapai dua meter.
Jalurutama yang menghubungkan DIY-Jawa Tengah, yang sebelumnya telahdibersihkan dari tumpukan material, seperti pasir, lumpur dan batu-batubesar, kini putus lagi sepanjang 800 meter. Luapan Putih juga membuat70-an rumah di Dusun Gempol tertimbun material setinggi lima meter.
Warga Gempol, Yusuf, mengungkapkan banjir lahar dingin yang lebih ganas dibanding banjir-banjirsebelumnya membuat sejumlah kendaraan roda dua dan empat terjebak dijalan Jogja-Magelang. “Ada bus juga yang terjebak,” ungkapnya kepadaHarian Jogja.
Relawan Merapi di Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Ahmad Muslim, mengatakan banjir datang mulai pukul 18.00 WIB sampai sekitar pukul 20.30 WIB. Saat banjir, semua jembatan yang melintasi Pabelan dan Putih ditutup.
Putihjuga meluap di Desa Sirahan, Kecamatan Salam. Di desa itu ada puluhanorang yang terjebak di lantai dua rumah Endang di Dusun Salakan.Seorang nenek dilaporkan tewas terkena dampak banjir lahar dingin di rumahya. Selain itu, Puskesmas Sirahan hancur diterjang banjir,satu sapi hanyut dan tujuh rumah di Dusun Sudisardi, Desa Adikarto,Kecamatan Muntilan, hanyut. Tujuh rumah itu berada di tepian Pabelan.
Para pengungsi Banjir lahar dinginkini butuh makanan siap santap (bukan mi instan), selimut, kebutuhanperempuan, bayi, balita dan perlengkapan kebersihan. Jangan kirimpakaian bekas. Kirimkanlah yang terbaik yang kita bisa untuk merekayang terkena musibah.
Dapatkan Berita-Berita TERBARU Hanya Dengan Mem-Follow @Sahabat_Apa_Aja .
http://topnews89.blogspot.com/2011/01/banjir-lahar-dingin-merapi-yogyakarta.html
