Tampilkan postingan dengan label ASTAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTAGA. Tampilkan semua postingan

Astaga !! Remaja 21 Tahun Koleksi 30 Supercar


Anda pasti terheran-heran mendengar koleksi mobil-mobil milik Dhiaa Al-Essa, mahasiswa berusia 21 tahun asal Arab Saudi ini. Bayangkan, di garasinya tersimpan 30 unit supercar di antaranya ada empat Ferrari, lima Porsche, tiga Lamborghini, dua Rolls-Royce dan sebuah Mercedes-Benz SLR McLaren yang menjadi koleksi favoritnya.

Untuk mendapatkan kesenangan mengemudikan koleksinya, saat musim panas Dhiaa biasanya menerbangkan mobil-mobilnya ke penjuru dunia. Jalanan di London, Montreal, Las Vegas hingga New York jadi pilihan bagi Dhiaa bersama teman-temannya bisa merasakan koleksinya.

Dari mana dia mendapatkan uang untuk membeli semua koleksinya? Tak lain dari ayahnya yang seorang Miliuner Arab Saudi. Begitu 'sayangnya' terhadap sang anak, saat ulang tahun ke-22, Dhiaa akan mendapatkan koleksi terbarunya, sebuah Keonigseegg Agera dengan kunci berlapis emas.





Masih ada kado istimewa lainnya. Satu unit Bugatti Veyron juga sedang mengantri untuk masuk ke dalam garasi Dhiaa. "Saya mencintai kecepatan, namun batas kecepatan di Arab Saudi hanya 120 kpj. Saat Bugatti datang nanti, saya berharap dapat membawanya ke Jerman, di mana saya bisa memacunya secepat mungkin," ujar Dhia, seperti yang dikutip metro.co.uk. Harga Agera dan Veyron diperkirakan sedikit di bawah US$ 5 Juta atau Rp 44 milyar.

Dhiaa pernah punya pengalaman kurang mengenakkan, di mana Ferrari 458-nya terbakar di Bandara Herathrow, Inggris belum lama ini. Tapi ia tidak perlu menangisi karena sudah punya calon penggantinya. Apa itu? Memboyong Ferrari 599 Roadster dipamerkan di Peeble Beach, California bulan lalu.
http://anasarema.blogspot.com/2010/09/astaga-remaja-21-tahun-koleksi-30.html

ASTAGA !!! Mobil Melaju Sejauh 8.000 mil Tanpa Pengemudi !!!

Sekilas, mobil berwarna orange dengan berbagai perangkat di dalamnya ini memang seperti mobil biasa, namuan siapa sangka jika mobil ini mempu melaju dari Italia sampai China dengan menempuh perjalanan hingga delapan ribu mil tanpa pengemudi. Lho, kok bisa? tentu saja bisa, karena mobil ini memang bukan mobil biasa. Mobil ini adalah hasil produksi Tim peneliti asal Italia yang memang dilengklapi dengan berbagai perangkat yang memungkinkan untuk dapat membuat mobil ini bisa melaju dari Italia sampai China tanpa pengemudi.

http://media.npr.org/assets/news/2010/07/20/driver1_wide.jpg?t=1279626743&s=4

Mobil canggih ini dilengkapi dengan radar, serta pemindai laser dan kamera yang bekerja secara sinergi untuk mendeteksi dan membantu menghindari rintangan selama dalam perjalanan. Terlebih lagi memang rute yang dilalui bukan rute yang mudah, mobil ini harus melalui jalan dengan suhu extreme di Siberia serta menghadapi jalanan panas yang berada di Gurun Gobi. Jadi jangan heran jika perngkat yang digunakan dalam mobil ini adalah benar-benar alat dengan kualitas nomer wahid.

Alberto Broggi sebagai pemimpin proyek mengatakan bahwa mobil ini memang disiapkan sebagai sarana alternatif kendaraan modern di masa depan yang bisa melaju sendiri tanpa harus dikemudikan.

http://media.npr.org/assets/news/2010/07/20/driver2_custom.jpg?t=1279626743&s=2

Untuk sementara, Kontrol unit kendaraan ini masih dikendalikan dengan sistem remote yang menggunakan tenaga baterai listrik, namun selanjutnya akan dikembangkan perangkat chip tanpa remote yang bisa mengatur sendiri kontrol kendaraan berdasarkan sensor kamera pemindai yang berada di perangkat mobil ini. Untuk masalah kecepatan, saat ini mobil ini hanya bisa melaju dengan kecepatan sekitar 30 sampai 37 mil per jam.

Proyek Vislab ini didanai dengan bantuan dana $ 2.300.000 dari European Commission's European Research Council.Diharapkan mobil seperti ini akan bisa disempurnakan dan bisa digunakan secara massal di masa 20 tahun mendatang.
Source

ASTAGA !!! Kurang Kerjaan, FPI Serang Kontes Waria




Puluhan waria dari 32 Provinsi di Indonesia pagi itu, sekira pukul 10.30 WIB tengah menikmati coffe break di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat. Mereka berkumpul untuk menghadiri seminar hukum dan HAM serta malam harinya akan digelar kontes waria.

Tak lama setelah coffe break, acara dilanjutkan kembali dengan pemaparan dari beberapa nara sumber. Tapi tiba-tiba pintu didobrak paksa oleh sekelompok massa sambil teriak-teriak menyebut nama Tuhan.

"Allahu Akbar.. Allahu Akbar," begitu teriakan salah seorang yang diketahui dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok. Mereka tidak hanya berteriak tetapi melempar gelas, piring dan taplak meja ke arah peserta.

Melihat aksi anarkis tersebut, puluhan peserta panik dan berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, beberapa peserta terkena lemparan gelas dan keseleo.

"posisinya tadi kami sedang mendengarkan narsum berbicara, mereka mendobrak pintu. Kursi, meja, piring dan gelas yang di atas meja berjatuhan. Kita yang di ruangan berusaha melarikan diri. Kita tidak tahu mereka bawa benda apa saja karena kejadiannya begitu cepat. Saya terkena lemparan gelas," cerita salah seorang peserta dari Kalimantan Timur Nadin saat jumpa pers di Kantor Komnas Ham, Jakarta, Jumat (30/4/2010).

Pintu masuk di Ruang Roejito, Hotel Bumi Wiyata hanya satu sehingga menyulitkan para peserta untuk menyelamatkan diri. "Kami sempat dorong-dorongan untuk keluar. Bahkan salah satu nara sumber kami ditampar gara-gara membela kami," tuturnya.

Nadin dan peserta lainnya juga menyesalkan sikap aparat kepolisian yang berada di lokasi yang hanya berdiam diri dan tidak melakukan usaha apapun untuk meredam aksi FPI tersebut. "Mereka (FPI) benar-benar anarkis," cetus Nadin.

Atas peristiwa ini, para peserta tidak akan melanjutkan acara dan akan kembali ke daerah masing-masing. Meski begitu, mereka tidak akan berhenti belajar tentang hukum dan HAM meski hanya melalui internet.

"Melalui pembelajaran ini kita ingin menunjukkan sisi positif kita. Tapi mereka melarang kita, bagaimana kita mau pintar. Selama ini stigma masyarakat tentang waria adalah waria bodoh. Dari sini kan kita mau melakukan perubahan," ujar peserta dari DKI Jakarta Seruni Mahendra.
 
 
 
 
http://fenz-capri.blogspot.com/2010/04/astaga-kurang-kerjaan-fpi-serang-kontes.html