Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fosil. Tampilkan semua postingan

Ditemukan, Fosil Tertua di Dunia




Peneliti berhasil menemukan fosil udang di Oklahoma. Fosil ini diduga fosil tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Fosil ini diperkirakan berasal dari 360 juta tahun silam dan kondisinya terawat baik. Profesor Rodney Feldmann dan Carrie Schweitzer dari Jurusan Geologi Kent State University mengatakan fosil udang ini memiliki panjang 3 inci.

Paleontolog Royal Mapes dari Ohio University bersama mahasiswanya adalah yang menemukan fosil ini. Feldmann dan Schweitzer menamakan fosil tersebut dengan nama belakang Royal Mapes, Aciculopoda Mapesi.

Temuan ini merupakan salah satu dari dua dekapoda (hewan berkaki sepuluh seperti udang, kepiting dan lobster) tertua yang pernah ditemukan. Dekapoda serupa lainnya, Palaeopalaemon Newberryi ditemukan di Ohio dan Iowa.

Udang dari Oklahoma ini merupakan dekapoda tertua di bumi, jelas Feldmann. Sebelumnya, udang tertua terkenal berasal dari Madagascar, namun udang ini ternyata lebih muda (245 juta tahun) dan membuat udang dari Oklahoma 125 tahun lebih tua.

Fosil Oklahoma tak hanya menakjubkan, namun juga terawat baik. Hal ini sangat jarang dijumpai pada fosil.
 
http://yasirmaster.blogspot.com/2010/11/ditemukan-fosil-tertua-di-dunia.html

Fosil Ikan Mega Piranha Ditemukan


090627berita_piranha

Liputan6.com, New York: Jika Anda berpikir ikan piranha sangat menakutkan, Anda akan senang mengetahui megapiranha tidak lagi ada. Pasalnya, piranha purba itu sangat menakutkan. Ikan tersebut mempunyai panjang tiga kaki atau sekitar satu meter. Jika dibanding dengan piranha modern, megapiranha empat kali lebih besar. Selain itu, megapiranha memiliki tiga gigi yang sangat besar. Diperkirakan piranha ini hidup sekitar 8 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.

Fosil yang diberi nama megapiranha paranensis ini sebelumnya tidak diketahui sebagai fosil yang menghubungkan evolusi kesenjangan antara ikan pemakan daging dan pemakan tanaman.

“Dalam piranha modern, gigi tersebut diatur dalam satu file,” kata Wasila Dahdul, ilmuwan National Evolutionary Synthesis Center, Carolina Utara.

090626-02-mega-piranha-teeth-fossils_big

Fosil ini menunjukkan pola gigi baris selang-seling. Hal ini menunjukkan bahwa dua baris gigi dikompresi untuk membentuk satu baris dalam piranha. “Ini hampir mirip gigi yang bermigrasi dari kedua baris ke baris pertama,” kata John Lundberg, kurator di Akademi Ilmu Pengetahuan Alam di Philadelphia.

Jika analisa ini benar, megapiranha merupakan proses panjang yang menghasilkan piranha dari gigitan khusus. Pada awalnya fosil megapiranha dikumpulkan di tepi sungai jurang di timur laut Argentina pada awal 1900-an. Namun, fosil tersebut sempat terlupakan hingga paleontologis Alberto Cione dari Museum La Plata Argentina kembali menunjukkan sebuah rahang atas fosil dengan tiga gigi besar yang luar biasa.(AND/LiveScience.com)

Fosil Tikus Pra-Sejarah Sebesar Mobil Ditemukan di Uruguay

Fosil Tikus Pra-sejarah Sebesar Mobil Ditemukan di Uruguay

Beijing (ANTARA News) – Beberapa ilmuwan telah menemukan tengkorak tikus raksasa pra-sejarah, hewan raksasa sebesar mobil yang berkeliaran di Amerika Selatan empat juta tahun silam, demikian menurut studi yang disiarkan dalam Proceedings of the Royal Society B, Rabu.
Hewan yang baru diidentifikasi tersebut, yang dipercaya sebagai hewan pengerat terbesar yang pernah hidup di Bumi, memiliki panjang sekitar tiga meter dan tinggi 1,5 meter, dan berat dari 468 kilogram hingga 2,5 ton, kata para peneliti itu.
Tulang tengkorak tersebut ditemukan di batu besar yang pecah di Pantai Kiyu di pantai wilayah River Plate, Uruguay. Tengkorak itu, yang berukuran 53 sentimeter, memiliki gigi sangat besar dengan panjang beberap sentimeter.
Kendati memiliki penampilan yang menakutkan, hewan tersebut bukan pemakan daging dan kelihatan lebih mirip badak dibandingkan dengan tikus. Hewan itu sangat besar sehingga mungkin melewati kebanyakan hidupnya di tempat yang separuh tergenang air, untuk mengurangi tekanan akibat ukurannya.
Spesies itu telah disebut “Josephoartigasia monesi”, untuk menghormati Alvaro Mones, ahli palaentologi Uruguay yang mengkhususkan diri dalam hewan pengerat Amerika Selatan.
Penghuni lain hutan dan rawa di dunia ini meliputi harimau bergigi pedang, kungkang darat dan hewan mamalia raksasa.
Hewan pengerat terbesar yang pernah hidup adalah “carpincho” atau “capybara”, yang juga hidup di beberapa wilayah Amerika Selatan dan dapat memiliki berat tubuh hingga 60 kilogram, demikian laporan Xinhuanet.
Audi Yudhasmara
KORAN ANAK INDONESIA

Htpp://korananakindonesia.wordpress.com