Tampilkan postingan dengan label Gunakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunakan. Tampilkan semua postingan

Tumbuhan Yang Digunakan Untuk Menyembuhkan Santet

Tulisan ini saya tulis untuk melestarikan budaya-budaya kuno singkep yang sekarang mulai memudar di telah arus modernisasi, semoga anak-anak cucu kelak masih terus mengingat tradisi-tradisi kuno yang pernah jadi trend orang tua-tua kita dulu. Okelah, Mengenai Tumbuhan yang biasanya di gunakan untuk menyembuhkan santet atau guna-guna berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari para tetua diantaranya :

perencanaan masa depanTanaman sirih , pinang , gambir . Biasanya di campur jadi satu dengan di beri sedikit kapur dan di kunyah-kunyah menjadi halus dan memerah oleh si "orang pintar" dengan sedikit "komat- kamit" lalu di semburkan kepada yang terkena santet , biasanya ritual ini di lakukan pada sore hari . Penyembuhan seperti ini biasa jika seseorang mengalami pusing-pusing, akibat guna-guna, atau sakit perut , atau juga terkena gangguan dari yang gaib.

Jeruk nipis, jeruk purut , biasanya di gunakan untuk memandikan orang-orang yang terkena guna-guna dari kekasihnya (pelet) atau namanya "pelalawaw" suatu ilmu santet yang bisa buat seseorang tidak bisa dapat-dapat jodoh walaupun udah beragam cara di lakukan seperti ikut take me out, kontak jodoh, rubrik ketemu jodoh dll he..he...

Akar bahar yang biasanya di gunakan untuk penangkal dan penyembuhan santet.

Namun tanaman-tanaman diatas hanya berkhasiat untuk menyembuhkan guna-guna yang ringan-ringan saja yang hanya bisa dilakukan oleh orang pintar dan khasiatnya hanya berada di daerah melayu , untuk yang sifatnya berat harus di gunakan beragam cara dan melalui orang-orang pintar yang memang berilmu tinggi.

Nb. mohon ingat tiap daerah punya cara-cara tersendiri .

sumber gambar :www.ceritakudanduniaku.wordpress.com

Pencipta WWW Mengaku Khilaf Gunakan //


WASHINGTON - Sir Tim Berners Lee meminta maaf atas kekhilafannya karena telah menggunakan karakter yang sama sekali tidak penting dalam penulisan alamat web.

Karakter penting itu adalah // atau yang biasa disebut dengan double backslash (dua garis miring). Biasanya dituliskan setelah titik dua di depan http. Menurut Sir Tim, karakter tersebut sebenarnya tidak memiliki arti sama sekali dalam pengkodean nama situs.

"Jika anda berpikir tanda double backslash itu tidak diperlukan dalam penulisan URL, saya bisa saja menghilangkan karakter tersebut dalam sejarah awal penciptaan www. Jika waktu bisa saya putar kembali, saya akan mengubahnya," papar Sir Tim dalam sebuah simposium di Washington DC, seperti dikutip melalui Australian IT News, Rabu (14/10/2009).

Sir Tim mengaku tidak pernah membayangkan betapa karakter tersebut sebenarnya sangat mengganggu belakangan ini. Baik dari segi penulisan, pengucapan maupun pencetakkannya.

"Betapa sulitnya bagi kita belakangan ini untuk mengucapkan 'backslash backslash', 'double slash', atau 'forward slash'. Bahkan untuk memeragakannya dengan tangan pun tidak mudah," papar Sir Tim.

Meski web browser yang ada saat ini secara inisiatif memunculkan double backslash itu setelah penulisan www, namun Sir Tim tetap saja membayangkan berapa banyak tinta dan ruang dalam kertas yang habis sia-sia hanya untuk mencetak dua karakter yang tidak penting itu.

Namun begitu, kekhilafan Sir Tim ini tetap saja dimaklumi. Pasalnya, kesalahan itu tidaklah seberapa dibanding apa yang telah ia ciptakan untuk kemaslahatan umat, menciptakan internet untuk menghubungkan semua orang di dunia dan seluruh informasi yang ada. Hal yang tidak pernah terpikirkan selama 30 tahun lalu, sebelum ia menciptakan WWW.

Penciptaan karakter ini hanyalah sebuah kesalahan kecil yang dilakukan oleh seorang kreator yang ingin mengimplementasikan ciptaannya secepat mungkin.