Tampilkan postingan dengan label Karun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karun. Tampilkan semua postingan

6 Harta Karun Terkenal Yang Belum Ditemukan


The Ark of the Convenant(Tabut Suci)


Tabut suci adalah benda bersejarah bangsa Israel, dan dianggap sbg benda paling sakral di muka bumi. Keberadaan benda ini tertera di kitab suci.
 
Ukurannya: panjang 44 inchi, lebar 26 inchi dan tinggi 26 inchi. Terbuat dari kayu akasia dilapisi emas di bagian luar dan dalamnya, serta dikelilingi oleh ukiran dari emas. Di ujung2nya terdpt ukiran malaikat Serubin (Cherub) yg berhadap2an, yg terbuat dari emas, dengan kepala menyembah dan sayap terbuka ke atas.
 
Tabut suci ini digunakan utk menyimpan benda keramat, termasuk dua batu yg berisi 10 perintah Tuhan kepada Nabi Musa. Baik Tabut suci ataupun isinya nilainya tidak terhingga.Tadinya Tabut suci ini diletakkan di Yerusalem, ibukota Kerajaan Israel, yaitu di Kuil Solomon (Nabi Sulaiman).
Di tahun 607 SM kota Yerusalem diserang oleh kaum Babilonia.
 
70 tahun kemudian bangsa Israel kembali utk membangun kembali kota Yerusalem. Pada saat itulah baru diketahui bahwa Tabut suci telah hilang. Sampai sekrg keberadaan Tabut tsb tidak ada yg mengetahuinya.
 
Banyak yg percaya bahwa Tabut suci sesungguhnya disembunyikan oleh bangsa Yahudi krn takut direbut kembali oleh bangsa Babilonia. Namun ada juga yg percaya bahwa Tabut suci sdh dihancurkan oleh bangsa Babilonia. Ada juga yg percaya bahwa Tuhan sendirilah yg telah menyembunyikan Tabut tsb.

The Amber Room (Ruangan Amber)


Digambarkan sebagai keajaiban dunia ke-8 oleh orang2 yg pernah melihatnya. Amber Room merupakan harta karun paling unik sepanjang sejarah.

Merupakan sebuah ruangan berukuran 11 kaki persegi, terdiri dari panel2 dinding berukuran besar yg bertatahkan beberapa ton batu Amber yg luar biasa, cermin2 besar yg di sisi2nya terdpt dedaunan yg terbuat dari emas, serta empat buah mozaic Florentine yg luar biasa indahnya. Tersusun dalam 3 tingkat, ruangan tsb bertatahkan permata2 yg tak ternilai harganya. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi benda seni buatan Prusia dan Rusia yg paling berharga.
 
Dibuat oleh Raja Friedrich I dari Prusia utk diberikan kpd. Czar Rusia, Peter yang Agung pd tahun 1716. Ruangan Amber terletak di Istana Katherine, dekat St. Petersburg. Saat ini mungkin nilai dari ruangan ini lebih dari US$142 juta (sekitar lebih dari Rp 1,5 triliun).
 
Saat Hitler dgn Nazi-nya menyerang Rusia, penjaga Ruangan Amber was-was. Mrk mencoba utk memindahkannya, namun dinding2nya mulai remuk shg mustahil memindahkan dinding2 tsb. Akhirnya mrk menutupinya dengan wallpaper.
 
Usaha tsb gagal utk menyembunyikan Ruangan Amber. Saat Nazi meluluhlantakkan Leningrad (saat ini bernama St. Petersburg) pada bulan Oktober 1941, mrk merebutnya serta memindahkannya ke Istana Königsberg selama masa perang.
 
Ketika Königsberg menyerah bulan April 1945, Ruangan Amber menghilang, dan sampai sekrg tak pernah diketemukan kembali. Apakah sudah hancur oleh bom Soviet sendiri? Apakah tersembunyi di salah satu bunker yg terletak di luar kota? Tak ada yg tahu pasti mengenai nasib ruangan tsb.
 
Saat ini telah diciptakan replika dari Ruangan Amber, yg dibuat dgn sangat teliti, di Istana Catherine.

Blackbeard's Treasure (Harta Karun Jenggot Hitam)

Perompak termasyur, si Jenggot Hitam alias Blackbeard, sebenarnya hanya selama dua tahun melanglang buana (1716-1718). Namun selama masa itu konon dia telah mengumpulkan banyak sekali barang jarahan. Ketika Spanyol sdg sibuk mencari emas dan perak di kawasan Mexico dan Amerika Selatan, Blackbeard dan komplotannya menunggu dgn sabar dan kemudian merompak kapal2 yg membawa emas dan perak tsb. di saat mrk kembali ke Spanyol.

Blackbeard dikenal sbg perompak kejam yg pintar mengambil keuntungan. Wilayah operasinya ialah di sekitar Hindia Barat dan pantai Atlantis di Amerika Utara, dgn markas utamanya di kepulauan Bahama dan Carolina Utara. Riwayatnya tamat di bulan November 1718, saat Letnan Inggris Robert Maynard berhasil menangkapnya serta menggantungnya. Namun harta jarahannya tidak diketemukan hingga sekrg.
 
Konon, kapalnya yg tenggelam, Queen Anne’s Revenge, telah diketemukan pd thn 1996 di dekat Beaufort, Carolina Utara. Tapi di kapal tsb tdk diketemukan harta karunnya. Banyak orang percaya bahwa harta karun si Jenggot Hitam ini tersembunyi di Kepulauan Karibia, teluk Chesapeake, dan di gua-gua yg terdpt di Kepulauan Cayman.

Treasures of Lima (harta Karun Lima)

Di tahun 1820, di Lima (ibukota Peru) sedang terjadi perang revolusi. Untuk berjaga-jaga, pemerintah kota Lima memutuskan utk memindahkan harta kekayaan kota tsb ke Mexico, supaya aman. Harta benda tsb meliputi batu2 permata berharga, tempat2 lilin dan dua buah patung Maria sedang menggendong Yesus seukuran manusia. Secara keseluruhan, harta senilai U$60 juta tsb terbagi atas 11 kapal dan dikomandani oleh Kapten William Thompson, yg menahkodai Kapal Mary Dear. 

Namun sayangnya pemerintah kota Lima tdk mengetahui bahwa William Thompson sejatinya adalah mantan perompak. Begitu harta benda itu sudah naik ke kapal, dia segera membunuh orang2 Peruvian yg menjaga harta tsb serta melemparkan tubuhnya ke laut.

Pharaos' Missing Treasures (Harta Karun Fira'un)


Ketika thn 1922 Howard Carter menemukan makam Tutankhamen di Lembah Para Raja (Valley of the Kings), Mesir, dia terpesona oleh kemegahan artefak2 yg terdpt di makam raja muda tsb.
 
Di sekitar makan tsb terdapat banyak sekali batu2 permata serta artefak2. Saking banyaknya, sampai2 Carter membutuhkan waktu 10 tahun utk membuat katalognya.
 
Namun, saat penggalian makam2 Fir'aun lainnya di akhir abad ke 19 ditemukan kenyataan bahwa makam2 tsb dlm keadaan kosong.
 
Hampir semua orang sdh tahu bahwa para perompak makam (utk menyebutkan orang2 yg mencuri harta benda di dalam makam) telah menjalankan aksinya selama berabad-abad yg lalu. Namun apabila mrk sampai menggasak habis harta para Fir-aun tsb, maka hal itu sangat keterlaluan. Pertanyaan selanjutnya: di manakah harta para Fir'aun tsb disembunyikan? Beberapa ahli percaya bahwa harta tsb sebenarnya sengaja diambil oleh para pendeta yg melakukan pemakaman atas dinasti Raja-Raja Mesir yg ke 20 dan ke 21 (thn 425-343 SM) di Lembah Para Raja.
 
Fir'aun-Fir'aun di masa itu konon tidak melarang utk mengambil harta yg ada di makam nenek moyang mrk utk digunakan kembali pada saat pemakaman mrk.
 
Salah satu petinggi masa itu yg bernama Herihor menjadi contohnya. Herihor adalah seorang petugas mahkamah tinggi di jaman Ramses XI. Pada saat Ramses meninggal, Herihor merebut kekuasaan kemudian kerajaan tsb dibagi dua dengan menantunya, Piankh. Herihor kemudian menempatkan dirinya sbg penanggungjawab upacara pemakaman di Lembah Para Raja, shg dia punya banyak kesempatan utk merampok makam raja-raja terdahulu. Makam Herihor sendiri sampai sekrg tidak diketemukan. Namun, para ahli yakin bahwa suatu ketika misteri hilangnya harta di makam para Fir'aun akan terkuak seiring dengan waktu yg berjalan.

Montezuma's Treasures (Harta Karun Montezuma)

Pembantaian atas suku Aztec di Mexico yg dilakukan oleh orang2 Spanyol menjadi perhatian di tgl 1 Juli 1520. Setlh membunuh Kaisar Montezuma, Hernando Cortés dan pasukannya dikepung oleh para ksatria Aztec yg marah, di ibukota Tenochtitlán. Setelah pertempuran sengit selama beberapa hari, Cortés memerintahkan pasukannya utk mengumpulkan harta Montezuma yg paling berharga lalu membawanya kabur. Namun belum begitu jauh mrk melarikan diri, pasukan Aztec berhasil mengejarnya serta membantai pasukan Spanyol di danau Tezcuco. 

Sisa pasukan yg tersisa segera membuang harta rampasan mrk kemudian langsung kabur. Setahun kemudian Cortés datang lagi dengan pasukannya utk mengambil kembali harta yg dulu gagal mrk rampas. Namun penduduk Tenochtitlán telah menyembunyikan harta tsb, shg tumpukan emas, permata serta berbagai batu berharga tsb. tidak pernah diketemukan lagi hingga sekarang. Sampai sekrg para pencari harta karun masih sibuk mencari peninggalan suku Aztec tsb di sekitar kota Tenochtitlán yg sekrg telah berganti nama menjadi Mexico City.
 
 
 
 only-top-artikel.blogspot.com

KAPAL HARTA KARUN (Karam di Zona Terlarang)


Lima abad silam, sebuah kapal sarat emas karam di lepas pantai bertabur berlian.

Kisah mustahil ini mungkin akan terkubur selamanya seandainya tidak terjadi penemuan mencengangkan pada April 2008, yakni penemuan kapal karam di pesisir pantai Sperrgebiet—sebuah daerah sewa-pakai tambang berlian De Beers yang luar biasa kaya dan dikenal amat terlarang bagi umum di dekat muara Sungai Jingga di pesisir Namibia sebelah selatan. Geolog perusahaan yang bekerja di daerah pertambangan U-60 secara tak sengaja menemukan sesuatu yang semula ia kira adalah sebongkah batu berbentuk setengah bulatan yang mulus. Karena penasaran, dia memungutnya dan langsung menyadari bahwa benda itu adalah inggot tembaga. Tanda berbentuk trisula di permukaannya yang sudah lapuk ternyata adalah tanda resmi Anton Fugger, salah seorang taipan terkaya era Renaisance di Eropa. Inggot tembaga itu adalah inggot yang ditukar dengan rempah-rempah di kawasan Hindia pada separuh pertama abad ke-16.
Para arkeolog kemudian secara mencengangkan menemukan 22 ton inggot tembaga di bawah pasir, bersama dengan meriam dan pedang, gading dan astrolab, musket (jenis senapan kuno) dan rompi dari jalinan mata rantai—seluruhnya ada ribuan artefak. Juga emas, tentu saja, dalam jumlah berlimpah: lebih dari 2.000 koin indah yang berat—sebagian besar berupa excelente Spanyol berukir gambar Ferdinand dan Isabella. Terdapat pula sedikit koin Venesia, Moor, Prancis, dan koin lainnya selain koin Portugal yang sangat elok dengan lambang kebesaran Raja João III.
Ini adalah kapal karam tertua yang pernah ditemukan di pantai Afrika sub-Sahara, juga yang paling berharga. Nilainya dalam dolar tak terkira. Namun, yang mengobarkan gairah para arkeolog dunia bukanlah harta karunnya, melainkan kapal karam itu sendiri: Sebuah East Indiaman Portugal dari tahun 1530an, tahun yang merupakan jantung masa penemuan, dengan muatan harta dan barang dagang yang masih utuh, terkubur tak terjamah dan tak terduga di dalam hamparan pasir ini selama hampir 500 tahun.
Para peneliti pastilah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengkaji barang yang berlimpah ruah yang didapatkan sedikit demi sedikit dari Kapal Karam Berlian itu, begitu julukannya sekarang. “Begitu banyak yang tidak diketahui,” kata Filipe Vieira de Castro, koordinator kelahiran Portugal yang memimpin program arkeologi kelautan di Texas A&M University. Castro menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun mengkaji beberapa kapal dagang Portugal atau nau, dan belakangan ini mengembangkan model komputer berdasarkan sekelumit bukti arkeologi yang ada. “Kapal karam ini memberi kami wawasan baru tentang banyak hal, mulai dari rancangan badan kapal, tali-temali, dan bagaimana kapal-kapal ini berevolusi, hingga kegiatan sehari-hari seperti cara awak kapal memasak di kapal dan barang apa saja yang dibawa orang ketika melakukan perjalanan panjang ini.”

MENYEMATKAN NAMA dan kisah pada kapal karam tanpa nama berusia lima abad, yang ditemukan secara tak sengaja di pesisir yang begitu luas, memerlukan pengkajian cermat. Bukan sekadar mengandalkan nasib baik—terutama jika diperkirakan kapal karam itu adalah kapal karam di masa awal Kerajaan Portugal. Meskipun setelah itu Kerajaan Spanyol meninggalkan arsip yang menggunung, namun gempa bumi, tsunami, dan kebakaran yang hebat pada November 1755 bisa dikatakan menghilangkan Lisbon dari peta. Hal ini juga menyebabkan Casa da India, gedung yang menyimpan sejumlah besar peta, bagan, dan catatan pelayaran yang berharga, runtuh ke dalam Sungai Tagus.

LIMA ABAD kemudian, di situs arkeologi kelautan yang suasananya ganjil, sekelompok peneliti bertopi dengan kulit terlindung tabir surya tampak sedang melakukan ekskavasi kapal karam yang tergeletak sekitar enam meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, Samudra Atlantik dihalangi oleh dinding penahan ombak dari tanah yang kokoh dan besar dengan sedikit kebocoran di sepanjang dasarnya. Kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) yang dipasang di sekeliling batas situs mengawasi gerakan setiap orang—yang mengingatkan bahwa di tengah kehebohan penemuan ini, kawasan tersebut tetap sebuah tambang berlian. Di tambang yang kaya, butiran berlian mungkin saja tercampur dengan pasir yang dibersihkan dengan sikat oleh para arkeolog.

Bagaimana pun nasib akhir mereka, penumpang Bom Jesus yang selamat tidak pernah mengira ironi indah yang mereka utarakan dalam doa sekian waktu yang silam di Lisbon ternyata dikabulkan. Mereka bertolak menempuh perjalanan panjang untuk mencari kekayaan, bersumpah di altar dan ikon untuk mencapai kebaikan dan kesuksesan. Dan di sinilah mereka sekarang, terdampar di pantai yang memberikan harta yang tak terbayangkan—bentangan gurun sepanjang 300 kilometer yang kekayaannya sungguh menakjubkan, yaitu berlian bermutu tinggi. Di awal tahun 1900an seorang penjelajah bernama Ernst Reuning bahkan bertaruh dengan temannya tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk memenuhi cangkir kaleng dengan permata yang ditemukan berserakan di pasir. Pekerjaan itu hanya memerlukan waktu sepuluh menit saja.


Spoiler for for pic 1:

Spoiler for for pic 2:


Spoiler for for pic 3:


Arkeolog Bruno Werz menunggu untuk memandu sepotong balok kayu untuk tali temali ke tangki pengawetan air tawar. Harta yang langka itu menjanjikan sudut pandang baru yang memukau tentang masa keemasan Portugal.
Spoiler for for pic 4:


Spoiler for for pic 5:


Spoiler for for pic 6:


Spoiler for for pic 7:


Spoiler for for pic 8:


Tampak bersahaja dan memilukan, mangkuk dari campuran timah mungkin merupakan tempat makan sehari-hari untuk salah seorang penumpang yang tak beruntung.
Spoiler for for pic 9:


Uang untuk membeli rempah-rempah India yang bernilai tinggi: koin Spanyol dan Portugal bercampur dengan koin Venesia, Florentine, dan Moor dalam peti kapal. Di kapal karam itu terdapat hampir 23 kilogram koin emas.
Spoiler for for pic 10:


Tabung sepanjang 12,5 sentimeter digunakan untuk memberikan air raksa kepada para penumpang yang didera sifilis, yang melanda Eropa pada abad ke-16.
Spoiler for for pic 11:


Astrolab para pelaut membantu para penjelajah menghitung garis lintang dengan mengukur sudut matahari dan bintang yang sudah dikenal di atas cakrawala—di kala langit cukup bersih untuk mengamati.
Spoiler for for pic 12:


Sambil terus-menerus diawasi, para penambang dan arkeolog menyelamatkan sisa-sisa reruntuhan kapal dan harta yang diangkutnya. Selang-selang menyedot pasir yang dihiasi berlian di sekitar kapal karam, yang digali hanya dalam waktu sepuluh minggu.
Spoiler for for pic 13:


Berlian adalah komoditas yang lazim dicari di garis pantai Namibia. Untuk menahan pecahan ombak Samudra Atlantik, dinding penahan ombak setinggi 10 meter menjaga kegiatan operasi penggalian permukaan raksasa, tempat ditemukannya kapal Portugal yang karam pada April 2008. Penambangan di situ dihentikan, dan para arkeolog bergerak cepat untuk memulai ekskavasi.
Spoiler for for pic 14:


Sekeping koin Spanyol excelente yang hilang pada tahun 1533 muncul di sebuah tambang di Namibia.
Spoiler for for pic 15:
 
http://satriasputra.blogspot.com/2010/04/kapal-harta-karun-karam-di-zona.html

Ditemukan Harta Karun Aztec Terbesar

INILAH.COM, Jakarta – Arkeolog yang bekerja di bawah kabut dan cuaca buruk di Mexico City menemukan sesuatu luar biasa. Ilmuwan yakin telah menemukan kuburan penguasa Aztec yang kemungkinan berisi harta kekayaan luar biasa.


Penemuan itu belum ada yang diungkapkan ke publik. Namun Inggris akan menjadi tempat pertama barang temuan itu akan dipamerkan. Empat belas obyek dari emas berasal dari situs itu, akan ditampilkan di British Museum dalam pameran Moctezuma II, penguasa Aztec terbesar.


Tidak ada kesangsian penemuan itu satu-satunya dalam satu generasi,� kata Colin McEwan, kepala British Museum seksi Amerika.


Penggalian dilakukan di pusat ibu kota Aztec Tenochtitlan. Lokasi itu dekat dengan Catedral Metropolitana de la Asuncion de Maria yang dibangun dari batu Moctezuma Templo Mayor yang dihancurkan Spanyol pada 1521.


Sisa candi itu hilang hampir selama lima abad dan ditemukan secara tidak sengaja pada 1978. Bangunan kolonial di sekitarnya membuat eksplorasi sulit dilakukan, tapi gempa pada 1985 menguak tabir untuk penggalian selanjutnya.[ito]


foto-foto :

Moctezuma II, 1715 by Antonio de Solis (Wikipedia)
Moctezuma II, 1715 by Antonio de Solis (Wikipedia)
proyek Templo Mayor 1978 (http://archaeology.asu.edu/tm/pages2/mtm46.htm)
proyek Templo Mayor 1978 (http://archaeology.asu.edu/tm/pages2/mtm02.htm)
Eduardo Matos Moctezuma, Antropolog (http://archaeology.asu.edu/tm/pages2/mtm46.htm)
Eduardo Matos Moctezuma, Antropolog (http://archaeology.asu.edu/tm/pages2/mtm46.htm)