Tampilkan postingan dengan label Larang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Larang. Tampilkan semua postingan

Restoran Ini Larang Anak Menangis



Larangan dibuat demi kepentingan bisnis untuk memberi kenyamanan kepada pelanggan.
Sebuah restoran di Carolina Utara menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan aturan yang melarang tangis histeris anak-anak saat makan. Larangan ini jelas menuai kritik tajam dari sejumlah komunitas orangtua yang memiliki balita.

Brenda Armes, pemilik restoran bernama Olde Salty, itu mengatakan, larangan itu dibuat demi memberi kenyamanan kepada pelanggan. "Ini demi kelangsungan bisnis, agar lebih banyak mendatangkan pelanggan," katanya kepada jaringan NBC, seperti dikutip dari laman Shine.

Armes menambahkan, bagaimanapun setiap orangtua pasti memiliki kemampuan untuk mengontrol prilaku anak-anak mereka yang masih balita. Menurutnya, ada batas-batas toleransi terkait anak rewel, menangis, berisik. Tak hanya di restoran, tapi juga area publik lainnya seperti pesawat.

Lain lagi di Brooklyn, New York. Sebuah restoran bernama Union Hall membuat berang sejumlah orang yang memiliki anak kecil lantaran melarang adanya kereta bayi masuk ke dalam.

Sementara bar Double Windsor memberi larangan membawa bayi setelah jam 5 sore. Kali ini cukup masuk akal karena memang bayi tak cukup umur untuk menikmati suasana tempat rekreasi yang menyajikan minuman beralkohol.

Sebuah jajak pendapat yang baru-baru ini dirilis Skyscanner menunjukkan, hampir 60 persen penumpang pesawat setuju jika maskapai menyediakan zona khusus bagi keluarga yang membawa anak kecil. Hampir 20 persen bahkan berharap terbang tanpa ada gangguan suara anak kecil.
http://feedproxy.google.com/~r/Blak-Blakan/~3/NN3IYCon_98/restoran-ini-larang-anak-menangis.html

Di China Sumpit Sudah Mulai Di Larang Gan... Indonesia Gimana ??


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/02/20/1146206p.jpg

Pemerintah China sedang pusing gara-gara sumpit. Negara yang memiliki kebiasaan makan dengan sumpit itu rupanya sudah gencar mengampanyekan pelarangan sumpit sekali pakai yang terbuat dari bambu dan kayu karena dinilai merusak lingkungan.

China telah berkali-kali mengalami banjir besar dan tanah longsor. Soal sumpit ini menjadi urusan Kementerian Perdagangan China bersama dengan enam kementerian lainnya. Perusahaan yang masih memproduksi sumpit sekali pakai akan mendapatkan hambatan dan larangan dari pemerintah setempat.

http://i462.photobucket.com/albums/qq344/rentco/sumpit014.jpg

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,3 miliar jiwa, China setiap tahun membuang 45 miliar pasang sumpit atau sekitar 130 juta pasang sumpit per hari. Pegiat lingkungan, Greenpeace China, memperkirakan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, harus tersedia 100 are lahan pohon bambu yang harus diperbarui setiap 24 jam. Bayangkan saja, hutan yang lebih luas dari lapangan Tiananmen atau setara 100 lapangan sepak bola harus dikorbankan setiap hari hanya untuk menyediakan sumpit.

http://w14.itrademarket.com/pdimage/55/481255_sumpit.jpg

Penggundulan hutan merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi Pemerintah China saat ini. Pemerintah telah meluncurkan kampanye ”Bawa Sendiri Sumpitmu”. Namun, tampaknya sungguh sulit menghilangkan kebiasaan menggunakan sumpit sekali pakai ini antara lain karena lebih murah dibandingkan biaya pencucian untuk sumpit besi atau plastik yang dapat digunakan berulang kali.
 
kaskus

Gabon Larang PNS Pamer Payudara


Pakaian tradisional Afrika untuk pria

LIBREVILLE
- Negara bagian di Afrika, Gabon, melarang pegawai negeri (PNS) wanitanya untuk mempertunjukkan belahan payudaranya.

Pemerintah setempat juga meminta para pria untuk berprilaku lebih cerdas lagi, sebagai langkah perubahan oleh negara yang berada di Afrika Tengah itu untuk merubah administrasi publiknya.

Peraturan mengenai cara berpakaian untuk para wanita adalah dengan mengenakan pakaian panjang yang sering digunakan oleh tradisi orang Afrika, setelan celana atau rok polos, blus berleher tinggi dan menggunakan sepatu formal.

Para pria harus mengenakan kemeja, jaket atau pakaian tradisi Afrika seperti jubah upacara "bou bou." Sedangkan penggunaan dasi tidak diharuskan.

Peraturan tersebut dilakukan setelah Uskup Agung Ibu Kota Libreville, Basile Engone marah besar. Dia menuduh para petugas itu berperilaku menyimpang dengan menggunakan pakaian yang ketat dalam melayani administrasi publik.

Para peserta yang berpartisipasi dalam acara debat yang ditayangkan oleh televisi nasional mengeluhkan budaya kerja yang ada bahwa para wanita didorong untuk berpakaian lebih baik hanya untuk promosi, sementara bagi para pria meributkan bahwa mereka tidak dibayar dengan layak untuk berpakaian lebih baik.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/6/2010), di bawah kepemimpinan Omar Bongo, gaji para pegawai negeri membengkak menjadi 55 ribu karena adanya sistem yang kronis dan terjadi kecurangan, pembayaran gaji yang membengkak tersebut ternyata dibayarkan kepada posisi tidak pernah ada.

Putra Bongo, Ali, setelah memenangkan pemilihan pada Agustus lalu langsung memerintahkan untuk melakukan sensus bagi para pegawai negeri dengan harapan dapat melakukan pemangkasan keuangannya hingga Rp9,4 triliun.