Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan

Salam Dari Kami, Pelajar Indonesia Yang Menuntut Ilmu Di Malaysia

Ditulis oleh : Wening Gemi Nastiti


Sebelumnya perkenalkan, saya adalah salah satu dari belasan ribu anak bangsa yang sedang menuntut ilmu di negeri sebrang yaitu Malaysia. Sudah hampir 3tahun saya belajar di Malaysia, tahun depan adalah tahun terakhir saya menuntut ilmu disini. Saya hanya sekedar ingin berbagi cerita kepada rekan-rekan sekalian tentang bagaimana kami disini.
Sejak pertama saya datang ke Malaysia, saya tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari teman-teman disini, baik itu oleh sesama warga Negara Indonesia, warga Negara Malaysia ataupun oleh warga Negara Asing lainnya. Atas kejadian yang sedang terjadi saat ini terhadap Indonesia dan Malaysia, saya merasa prihatin. Mengapa? Karena banyak orang yang berkomentar di media dengan mempertanyakan kami para pelajar Indonesia di sini. Bukan mempertanyakan keselamatan kami melainkan mereka mempertanyakan dimana rasa Nasionalis kami dan rasa peduli kami terhadap Bangsa Indonesia. Mereka bertanya “Mengapa kami memilih Malaysia untuk tempat kami belajar disaat masih banyak Universitas berkualitas di Indonesia yang dapat memberikan banyak ilmu kepada kami?”
Jawaban dari saya pribadi adalah, memang benar masih banyak Universitas terkemuka di Indonesia yg menjanjikan untuk kita. Tapi sekarang, apalah arti dari sebuah nama Universitas terkemuka itu. Mungkin dulu, kalau kita bisa diterima menjadi salah seorang mahasiswa disana, perasaan bangga akan muncul karena kita dapat dikategorikan kedalam jajaran mahasiswa-mahasiswa dengan prestasi yang tinggi. Tapi sekarang? Dengan semakin banyaknya Ujian Saringan Masuk yang mengharuskan kita untuk memberikan Dana Sumbangan Pembangunan sebesar mungkin agar menjamin kita untuk dapat diterima di universitas tersebut, apalah arti dari prestasi kita? Banyak pelajar berprestasi tapi dia tidak bisa diterima oleh Universitas terkemuka hanya karena dia tidak dapat memenuhi standar Dana Sumbangan Pembangunan. Sungguh disayangkan sekali. Karena itu saya memutuskan untuk mengambil pendidikan diluar Indonesia.
Tapi mengapa harus Malaysia? Karena letak geografis Malaysia masih dekat dengan Indonesia, dan dengan budaya yang hampir sama akan memudahkan saya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada salah satu komentar di salah satu artikel yang mengatakan bahwa kami pelajar-pelajar Indonesia di Malaysia itu adalah pelajar-pelajar yang hanya sok ingin menuntut ilmu di luar negeri tapi dengan modal nanggung tidak seperti mereka-mereka yang belajar sampai ke Eropa. YA! Memang benar biaya juga menjadi salah satu alasan saya dan keluarga saya memilih Malaysia. Dengan biaya yang hampir sama dengan “Dana Sumbangan Pembangunan” Universitas terkemuka di Indonesia, saya bisa sekolah disini dengan mendapatkan poin plus yaitu belajar lebih mandiri dan mendapat banyak teman baru dari mancanegara. Dan saya pun bisa mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia lebih jauh lagi. Sungguh disayangkan mengapa mereka-mereka yang mengaku sedang menuntut Ilmu di Eropa malah mempunyai pikiran sedangkal itu. Apalah gunanya anda berbangga hati dengan apa yg sedang anda lakukan skrg di Eropa tapi tidak dibarengi dengan pola pikir yang baik?
Ada lagi yang mengatakan, bahwa kami tidak mempunyai rasa Nasionalis karena kami hanya berdiam diri tidak memberikan pembelaan terhadap petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia. Mereka menanyakan, mengapa kami diam saja? Mengapa kami tidak berdemo ke Polisi Diraja Malaysia untuk segera membebaskan 3 petugas DKP yg ditahan? Saya menjadi bingung. Itukah yang orang-orang Indonesia harapkan dari kami yg sedang berada disini? Apakah berdemo akan menyelesaikan masalah? Masalah perbatasan laut Indonesia dan Malaysia itu sudah cukup lama terjadi dan sampai sekarang belum juga menemui penyelesaian yg jelas. Biarlah para petinggi-petinggi dari kedua negara yang meyelesaikan masalah itu. Janganlah kita mudah terprovokasi oleh keadaan tanpa mengetahui seluk beluk permasalahan secara jelas. Berpikir pintar dan bertindak bijak akan sangat membantu kita semua untuk keluar dari semua permasalahan ini dibandingkan dengan hanya adu otot.
Belum sampai disitu, hujatan masih terus menghampiri kami pelajar Indonesia yang ada di Malaysia. Di salah satu artikel ada yang mengatakan “Kalian gak usah pulang aja! Kita-kita di Indonesia nggak butuh kalian yang tidak mempunyai rasa bangga terhadap Negara sendiri” begitulah kira-kira kalimatnya. Itu semua salah besar! Dari mana mereka bisa berpendapat seperti itu tanpa mengetahui apa yg telah kami lakukan disini? Sekedar informasi, saya dan teman-teman saya yg berada di Malaysia baru saja melaksanakan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 65 di kampus saya. Kami diberikan izin untuk mengibarkan sang saka Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak hanya warga Indonesia yg kami undang untuk merayakan kemerdekaan kita, kami juga mengundang teman-teman kami yg berasal dari berbagai macam Negara,termasuk rekan-rekan kami dari Malaysia. Sekarang saya berani bertanya kepada anda pelajar Indonesia yang sedang berada di Tanah Air. Dimana kalian pada saat tanggal 17 Agustus kemarin? Apa yang anda lakukan untuk mengisi peringatan kemerdekaan kita kemarin? Menikmati “tanggal merah” dengan jalan-jalan ke Mall? Atau menikmati “tanggal merah” dengan bersantai dirumah? Sekarang masih maukah anda mengatakan bahwa kami tidak mempunyai rasa bangga terhadap negeri kami sendiri?
Jika saya harus menjelaskan satu-satu disini apa saja yang telah saya dan teman-teman saya lakukan di Malaysia untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia, mungkin tidak akan cukup berpuluh-puluh ribu karakter lagi untuk saya agar dapat menjelaskan semuanya. Jadi saya mohon kepada teman-teman semua yang berada di Indonesia, tolong janganlah anda semua dengan mudahnya menuding kami dengan pernyataan yang anda pun belum tentu tahu akan kebenarannya. Juga terhadap media yang ada di Indonesia agar lebih selektif lagi dalam menyaring berita yang akan dikonsumsi oleh publik. Janganlah kalian membuat berita yang hanya dapat menyulut amarah dan menjadikan provokasi diantara kita semua. Kami disini akan terus berusaha semampu kami untuk tetap mengarumkan nama bangsa Indonesia agar kami bisa dengan bangga mengatakan “I am Indonesian!”.
http://bloggue-blog.blogspot.com/2010/09/salam-dari-kami-pelajar-indonesia-yang.html

Membanggakan, Pelajar Indonesia Berhasil Masuk MotoGP

Membanggakan banget nih. Pelajar Indonesia berhasil masuk kompetisi MOTOGP nih.. Silahkan di cek!
Hihihihi.. Just For Fun :D



sumber gambar: kaskus.us

Pelajar SMA Mesum di Atas Sprei Bendera Amerika



Sebuah video mesum yang melibatkan pelajar salah satu sekolah swasta ternama beredar di Bandung. Video tersebut berdurasi sekitar 24 menit. Dilihat dari pakaian seragamnya, diduga siswi yang ada dalam video tersebut berasal dari SMA Pasundan.

Dalam video tersebut, sang siswi berambut sebahu tampak datang dengan mengenakan seragam batik biru-putih, yang biasa dipakai siswa SMA Pasundan. Sebelumnya, seorang pria berambut cepak sudah menunggu di atas kasur.

Layaknya pasangan suami istri, mereka langsung bergumul di atas kasur bersprei bendera Amerika, tanpa mengenakan busana.

Dalam video itu terlihat sebuah tato menghiasi punggung sang pria. Adegan itu diduga dilakukan di sebuah tempat kos.

Selama sekira 20 menit mereka bergumul dengan bermacam gaya. Sayup-sayup terdengar suara musik yang diduga berasal dari radio swasta di Bandung.

Empat menit terakhir, kedua pelajar itu sudah beranjak dari kasur.Adegan tersebut diduga direkam dengan menggunakan handycam

Bukan Pelajar Kalo GaK Nyontek

BUKAN PELAJAR
KALO GAG NYONTEK




Setelah sekian lama duduk di bangku sekolah dan bertransformasi dari bangku SD sampe SMA,
Ck,ck,ck Ternyata budaya Cheating ato mencontek itu slalu ada yak!
Berdasarkan pengamatanku slama ini,Ada beberapa tipe Menyontek saat ujian. Jangan Ditiru!
  • Tipe Individual
Trik individual yaitu mencontek dengan cara membuat mini resume ato catatan-catatan kecil pada kertas, kartu ujian,Uniform,telapak tangan,dan anggota tubuh. Okelah,Tipe ini mank sering dipake tuk mendongkrak nilai ujian supaya lebih unggul dari pada yang lainnya. But,harus hati-hati,soalnya kalo ketauan ma pengawas,reputasi kamu bakalan hancur.
  • Tipe Sosial
Yaitu Mencontek dengan cara menjalin kerjasama antar teman.
Tipe sosial ni dilakukan dengan cara :
smile Kode Layang-layang : saling melempar kertassmile Kode Whisper Voice : dengan berbisiksmile Kode body language : dengan bahasa tubuhsmile Asking Teacher : langsung tanya ma gurunya!
  • Tipe Multimedia
Kalo yang ni adalah tipe mencontek dengan menggunakan media elektronik. Medianya bisa berupa HP dan juga alat penyadap. And Do u know... Tipe yang satu ni sering dipake waktu Ujian Nasional. Wilayah kerjasamanya gag cuma dalam ruang lingkup kelas aja,tapi juga melingkupi satu sekolahan,sekolah tetangga,nasional bahkan internasional waduh! lebay!

Ni himbauan buat para guru-guru,
semoga mereka bisa lebih hati-hati terhadap kelicikan para pelajar masa kini! kecuali pelajar seperti saiia. hhe