Tampilkan postingan dengan label Profesor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesor. Tampilkan semua postingan

Profesor Wanita Mengamuk, Tiga Profesor Lain Tewas


Seorang profesor wanita melepaskan tembakan dalam sebuah rapat staf pengajar di University of Alabama's Huntsville, yang menewaskan tiga profesor biologi dan melukai tiga karyawan sekolah lainnya.

Juru bicara universitas, Ray Garner, mengatakan penembak tertangkap di luar gedung tanpa insiden, dan tidak ada siswa yang jadi korban dalam penembakan hari Jumat itu.

Beberapa siswa mengidentifikasi wanita yang sedang ditahan sebagai Amy Bishop, seorang instruktur dan peneliti di universitas. Dia ditangkap Jumat malam dan saat dibawa dari kantor polisi ke penjara terdengar mengatakan, "Itu tidak terjadi. Tak ada jalan .... mereka masih hidup."

Media lokal mengidentifikasi penembak sebagai profesor biologi, walaupun Garner mengatakan dia tidak bisa mengidentifikasi dirinya.

Polisi mengatakan mereka mewawancarai tersangka wanita dan seorang pria yang diidentifikasi sebagai "orang yang mengetahui."

Garner mengatakan ketiga orang yang terbunuh adalah Gopi K. Podila, Ketua Department of Biological Sciences, dan dua lainnya anggota fakultas, Maria Ragland Davis dan Adriel Johnson.

Dua lain berada dalam kondisi kritis, dan yang ketiga dalam kondisi membaik. Korban terluka diidentifikasi sebagai anggota departemen Luis Cruz-Vera, yang dalam kondisi membaik, dan Joseph Leahy, dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif, serta staf Stephanie Monticello, juga dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif.

Sammie Lee Davis mengatakan istrinya, Maria Ragland Davis, adalah seorang peneliti tetap di universitas itu.

Dalam wawancara telepon singkat, ia mengatakan ia diberitahu istrinya sedang melakukan pertemuan untuk membahas status masa jabatan anggota staf pengajar lain yang menjadi marah dan mulai menembak.

Dia mengatakan istrinya memberitahu si penembak sebelumnya, bahwa perempuan itu sebagai "tidak mampu menghadapi kenyataan" dan "tidak sebagus yang dia pikir."

Bishop, neurobiologist dari Harvard University, bergabung dengan fakultas biologi UAH sebagai asisten profesor pada musim gugur 2003.

Bishop dan suaminya menempati posisi ketiga dalam persaingan rencana bisnis universitas pada bulan Juli 2007, dengan mempresentasikan inkubator sel portabel yang mereka ciptakan. Mereka memenangkan US$ 25 ribu untuk membantu memulai sebuah perusahaan untuk memasarkan perangkat itu.

Amanda Tucker, seorang perawat junior dari Alabaster, diajar Amy Bishop untuk anatomi sekitar setahun yang lalu. Tucker mengatakan sekelompok mahasiswa pergi ke dekan mengeluh tentang kinerja Bishop di kelas, dan Tucker menandatangani petisi keluhan tentang Bishop.

"Ketika sampai pada tes, dan orang-orang bertanya padanya apa cara terbaik untuk belajar, ia hanya mengatakan kepada Anda, Baca buku. Ketika ujian datang, hanya ada pertanyaan-pertanyaan konyol. Tidak ada seorang pun tahu apa yang dia tanyakan,'" kata Tucker. 

Seorang Profesor Fisika Berhasil Membuat Mesin Waktu

Ronald Mallett
Seorang ahli fisika bernama Ronald Mallett percaya bahwa dalam tempo sepuluh tahun mesin waktu sudah dapat diciptakan dan beroperasi. Dan saat ini, ia mengaku telah siap untuk mewujudkan sebuah mesin waktu tersebut setelah dana yang dibutuhkan terkumpul.
Time travel (perjalanan lintas waktu) telah menimbulkan fantasi luar biasa di seluruh dunia. Sejak trilogi Back to the Future, semakin banyak orang yang percaya bahwa hal itu dapat diwujudkan. Termasuk dalam diri seorang ahli fisika dan profesor dari universitas Connecticut bernama Ronald Mallett.
Prof.  Mallett menciptakan mesin waktu untuk satu tujuan. Untuk mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Cinta terhadap ayahnya ini membuat ia bertekad untuk membengkokkan ruang dan waktu. Ia menyebutnya “Misi seumur hidup”. “Saya pikir jika saya dapat membuat sebuah mesin waktu, maka saya dapat kembali ke masa lalu dan menolong nyawa ayah saya.” Kata Mallett. Ayahnya meninggal pada saat ia berumur 10 tahun.
Sebelumnya, Mallett tidak pernah menceritakan rencananya untuk membuat mesin waktu kepada orang lain. Ia tidak ingin orang-orang menganggapnya gila. Walaupun sepertinya mustahil, ia tetap percaya bahwa suatu hari ia akan punya cara untuk mewujudkannya.
“Sangat rumit, tapi tidak gila”, Itulah pendapat beberapa ilmuwan yang mempelajari ide Mallett. Albert Einstein pernah berteori bahwa ruang dan waktu saling berhubungan dan gravitasi dapat membengkokkan waktu sama seperti ia dapat membengkokkan ruang.
Menurut Mallett, ia akan menciptakan putaran gravitasi yang cukup kuat untuk membengkokkan ruang dan waktu. “Jika saya membengkokkan ruang dengan kekuatan yang cukup, maka waktu akan membengkok membentuk lingkaran.” Lanjutnya.

Lingkaran waktu itu seperti sebuah lorong waktu. Mallett percaya ia dapat bergerak maju dan mundur lewat lingkaran itu. Dan untuk membentuk lorong waktu itu, ia akan menggunakan laser yang bersilangan.
Namun mesin waktu ini punya satu kelemahan. Bahkan walaupun mesin ini berhasil bekerja dan membuktikan kebenaran teori Mallett, Mesin ini hanya dapat membawa seseorang kembali ke masa sejak mesin ini dinyalakan. Jadi apabila mesin ini mulai dinyalakan pada tanggal 10 Juli 2009, maka seseorang tidak akan dapat kembali ke waktu sebelum tanggal tersebut. Jadi, Mallett tidak akan pernah punya kesempatan mengunjungi ayahnya yang sudah tiada. Menurut Mallett, paling tidak ini adalah sebuah langkah awal.
Mesin waktu atau time travel sendiri hingga saat ini masih dianggap sebagai fantasi belaka. Terutama dengan adanya teori “grandfather paradox”. Teori ini mengatakan jika anda kembali ke masa lalu dan membunuh kakek anda, maka tentu anda akan menghilang dari dunia. Mengubah garis waktu itulah yang disebut paradox. Akibat mengubah susunan waktu, maka dunia akan terbagi kedalam milyaran kemungkinan. Kedengarannya mustahil.
Lagipula, sebagian berpendapat, apabila mesin waktu memang bisa diciptakan, seharusnya dunia ini sudah dipenuhi dengan para time traveler.
Namun seorang astronom ternama benama Dr David Whitehouse berkata bahwa dunia sains memerlukan orang seperti Mallett. “Saya tidak menganggap dia gila. Mungkin teorinya salah, mungkin dia menyimpang. Tapi bukanlah sesuatu yang memalukan bila kita salah. Mengalami kesalahan adalah langkah awal dalam penyelidikan alam semesta”.
Apakah ini sebuah rekayasa dan lelucon yang terencana? Biarlah para ahli fisika yang menentukannya.
Sumber : xfile-enigma.blogspot.com