Tampilkan postingan dengan label SINGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINGA. Tampilkan semua postingan

Singa VS Hyena : Persaingan Sengit Di Alam Liar Afrika

VS

Di benua Afrika, sebagian besar daerahnya merupakan gurun pasir dan padang rumput yang luas, bahkan gurun terluas di dunia pun terdapat di Afrika. Selain itu, Afrika merupakan salah satu benua yang kaya ragam akan flora dan fauna, tetapi kehidupan alam liar di Afrika sangatlah sulit; hanya yang kuat saja yang mampu bertahan hidup. Musim kering sangat sering terjadi di Afrika, sehingga membuat mata air dan sungai pun hanya menghasilkan sedikit sekali air untuk banyak fauna. Maka, menjadi hewan yang kuat di Afrika merupakan salah satu hal yang terpenting untuk dapat bertahan hidup di alam liar.

Kita semua tentu sudah tidak asing lagi dengan singa, terutama singa yang hidup di Afrika. Singa biasa hidup di dalam kelompok besar yang terdiri dari satu jantan dan banyak betina serta anak-anaknya. Banyak kelompok singa yang hidup di dalam satu daerah yang bersebelahan di Afrika, sehingga para pejantan biasanya menandai daerah kekuasaan mereka agar singa dari kelompok lain tidak memasuki wilayah kekuasaannya. Para betina biasanya merupakan kelompok yang bertugas untuk mencari dan membunuh mangsa untuk makanan kawanannya. Mereka berburu siang dan malam, serta terkoordinasi dengan baik dan memiliki strategi yang baik pula, sehingga mereka bahkan dapat menjatuhkan seekor kerbau dengan berat satu ton. Gigitan pejantan merupakan yang paling fatal, sehingga biasanya si pejantan yang mengigit leher mangsanya hingga mati. Singa terdiri dari 250 kg otot murni dan mampu berlari hingga 60 km per jam. Populasi singa di Afrika terdapat pada Mali, Somalia, Kenya, dan Namibia.

Salah satu pesaing singa dalam memperoleh buruan adalah hyena. Di Afrika ada tiga jenis hyena, yaitu yang bergaris-garis, coklat, dan bertutul. Hyena bertutul merupakan pemakan daging terbesar di Afrika. Hyena hidup dalam kelompok besar, di dalam satu kelompok dapat berisi hingga 80 ekor hyena. Walaupun ukuran hyena biasanya lebih kecil dari singa, tetapi hyena memiliki rahang yang lebih kuat dari singa sehingga ia mampu untuk memakan tulang mangsanya. Hyena pun sangat ketat dalam menjaga daerah kekuasaannya, sehingga bila ada yang mengganggunya diintimidasi sebagai pemakan daging saingannya. Sayangnya, hyena kurang mampu untuk berburu mangsa dengan koordinasi baik dan rencana baik seperti singa.

Terkadang, sekelompok singa tidak mampu menghabiskan mangsa yang diburunya, kemudian hal ini pun mengundang perhatian hyena untuk mendekat. Salah satu kebiasaan hyena adalah mencuri mangsa yang telah diburu oleh singa, terlebih bila sekelompok singa yang kekenyangan sudah tidak mampu untuk menghabiskan sisa-sisa mangsanya. Maka, hyena akan merebut bangkai mangsa hasil buruan para singa. Hal ini seringkali menimbulkan konflik antara singa dan hyena. Singa masih ingin menyimpan sisa-sisa mangsanya untuk dimakan kemudian tetapi sekelompok hyena datang dan merebutnya. Bila sang singa menginginkan untuk tetap mempertahankan hasil buruannya, ia dapat mengalahkan hyena dalam sekejap, tetapi bila sang singa merasa bahwa mereka sudah tidak menginginkannya lagi, ia merelakan sisa hasil buruannya disantap oleh hyena.


Berikut potret keributan mereka:









http://zonapencarian.blogspot.com/2010/12/singa-vs-hyena-persaingan-sengit-di.html

Mengapa Singa Mengaum dan Kucing Mengeong ?

“Pernah bertanya-tanya mengapa singa mengaum dan kucing liar mengeong? Ternyata hal ini dipengaruhi oleh tempat tinggal mereka dan bukan ukurannya."

Ilmuwan menganalisa suara 27 spesies kucing mulai dari yang habitatnya di padang pasir hingga hutan.
Kucing yang hidup di alam terbuka memiliki suara yang lebih dalam. Padahal riset sebelumnya menyebutkan ukuran kucing tidak menentukan nada suaranya.
Dr Gustav dan Dr Marcell Peters dari Alexander Koenig Zoological Research Museum di Bonn Jerman menganalisa panjang frekuensi rata-rata suara 27 spesies kucing.
Kemudian mereka mencari hubungan antara suara kucing, ukuran serta habitatnya. Kucing yang hidup di habitat lebat seperti kucing liar, leopard dan kucing marble berkomunikasi menggunakan nada tinggi.
Hasil yang diperoleh sangat tak terduga. "Karena sebagian besar studi transmisi suara sinyal akustik hewan menunjukkan hewan yang berada di habitat lebat ternyata suaranya lebih rendah, kata Dr Peters.
Menurut riset sebelumnya, suara bernada tinggi dipengaruhi oleh lebatnya vegetasi, dan suara bernada rendah dipengaruhi oleh pergolakan udara di alam bebas.
Namun hal tersebut belum bisa digunakan menjelaskan mengapa singa mengaum.
Teori lainnya menyebutkan kucing besar secara alami memang menghasilkan suara berfrekuensi lebih rendah.
Temuan ini diterbitkan pada Biological Journal of Linnean Society.

sumber: inilah.com

[HATI-HATI !!!!]Singa Tahu Cara Buka Pintu Mobil.....


Singa Tahu Cara Buka Pintu Mobil

Hati-hatilah jika mengunjungi taman hewan seperti Taman Safari. Baru-baru ini satu keluarga di dalam sebuah mobil sedan hampir celaka saat mereka mengunjungi Lion Safari Park di Johannesburg. Di tempat wisata seperti ini mobil memang diijinkan untuk mendekat ke hewan-hewan yang ada di situ. Tanpa disadari oleh keluarga ini seekor singa mendekati mobil sedan Toyota mereka dan meski semua pintu mobil ditutup, sepertinya mereka lupa menguncinya.


Yang terjadi kemudian sungguh mengejutkan. Singa ini tidak hanya mendekati mobil, tapi bahkan menggigit handle pintu belakang mobil dan kemudian membukanya.





Beruntung, sang sopir menyadarinya dan segera melarikan mobilnya dari situ. Sang singa sempat mengejar meski kemudian berhenti. Petugas setempat menjamin bahwa meski singa itu bisa melakukan hal tersebut, para petugas yang berjaga akan selalu mengawasi dan bertindak cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

gan klo kita lagi di taman safari tuh singanya buka pintu..
hati2 yah agan2..

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3419078

Ketika KERBAU Liar Afrika BERTARUNG Lawan SINGA

KOMPAS.com — Sebuah pertarungan sengit antara seekor singa betina dan seekor kerbau liar Afrika (buffalo bull) di tengah jalan raya yang sibuk terekam kamera turis.



Orang-orang yang berkendara ketika melewati Kruger National Park, di Afrika Selatan, menyaksikan seekor singa betina yang berupaya keras memangsa seekor kerbau liar. Dua binatang itu begitu gigih dalam pertarungan yang berlangsung delapan jam dan mengabaikan kendaraan para pelintas yang hanya berjarak beberapa kaki dari mereka.

Singa betina sudah terkenal paling banyak melakukan perburuan. Saat pertarungan berlangsung, seekor singa jantan besar hanya menonton dan tidak melakukan apa pun untuk membantu singa betina itu.

Pemandangan itu difilmkan oleh seorang turis, Muhammed Patel. Pengusaha berusia 24 tahun itu mengatakan, "Itu seperti menonton film dokumentasi alam liar di depan mata Anda, hanya saja kali ini kita juga ada di dalamnya."

"Mereka hanya beberapa kaki dari mobil-mobil yang lewat, tetapi tampaknya tak satu pun dari binatang memperhatikan orang. Mereka hanya bertekad untuk saling mengalahkan. Saya tidak pernah melihat seekor singa betina begitu bernafsu untuk membunuh kerbau, padahal singa itu sendirian, dan singa jantan angkuh yang tidak tahu diri hanya menonton dari rerumputan," kata Patel seperti dikutip Telegraph, Kamis (14/1/2010).

Menurut sejumlah saksi mata, kerbau itu telah menjadi target sekelompok singa betina, tetapi semuanya kemudian mundur satu per satu. Drama itu terjadi di Orpen Road yang merupakan rute utama menuju taman yang terkenal di seantero dunia itu.