Tampilkan postingan dengan label Sebab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebab. Tampilkan semua postingan

7 Sebab Tak Kunjung Langsing



Demi tubuh cepat langsing, Anda rela menghapus makanan favorit, juga olahraga sepanjang hari. Yakin akan berhasil? Simak 7 kesalahan upaya penurunan bobot tubuh.



1. Tidak Makan Sama Sekali

Begitu terobsesi dengan diet, melompati jam makan menjadi sebuah kebiasaan baru. Sampai-sampai semua jam makan terlewatkan. Cara ini cukup ampuh menurunkan berat badan. Tapi sayangnya, hal ini malah akan membuat bobot Anda naik. Melompati jam makan membuat sistem metabolisme terganggu. Hasilnya? Anda akan merasa lapar sepanjang hari dan makan lebih banyak. Di samping itu, selain pencernaan terganggu, tubuh Anda menjadi lebih mudah lelah dan tak bergairah karena kekurangan gizi.


2. Makan Banyak dalam Satu Waktu

Ada trik lain selain tak makan sama sekali, yaitu dengan makan yang banyak dalam sekali makan. Pola ini akan membuat tubuh memasok kalori yang lebih besar dan menimbun lemak. Tubuh membutuhkan energi sepanjang hari. Makanan yang Anda makan dengan pola tadi akan mudah dibakar oleh tubuh, jika Anda membaginya dalam tiga waktu makan, dengan porsi yang sama. Lebih efektif jika Anda makan sedikit namun sering dibanding makan banyak hanya satu kali.


3. Percaya Pada Obat Pelangsing

Obat pelangsing mampu menurunkan berat badan secara cepat. Namun perlu Anda ingat, cara mudah ini dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, seperti dehidrasi, gagal ginjal dan kerusakan hati, jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Obat pelangsing biasanya akan membuat Anda ketagihan. Setelah penggunaan dihentikan, tubuh akan kembali gemuk seperti sediakala atau bahkan lebih. Cara ini tidak dapat diandalkan untuk mendapat tubuh sehat dan ideal secara permanen.


4. Banyak Minum untuk Menghilangkan Lapar

Untuk mendapatkan efek kenyang, kebanyakan orang menyiasatinya dengan minum air putih. Minum air putih sesuai kebutuhan memang baik, namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan akan menjadi bumerang untuk diet. Minum banyak sepanjang waktu malah akan memperbesar kapasitas lambung, dan merusak sistem enzim. Kapasitas lambung yang besar akan membuat Anda lebih mudah lapar. Satu buah apel di sore hari bisa menjadi siasat yang baik bagi lambung.


5. Olahraga Berlebihan

Demi menjadi langsing, Anda pun rela mengorbankan waktu dua jam tiap harinya untuk berada di tempat fitnes. Efektifkah? Olahraga yang berlebihan justru membuat Anda kelelahan, di samping dapat membuat otot dan perut cedera. Ingat, tubuh memerlukan istirahat. Untuk menghindari hal ini, pilihlah olahraga tanpa beban, seperti lari-lari kecil, menggerakkan kedua tangan, lompat tali, atau sekadar berjalan kaki selama satu jam. Anda cukup melakukan latihan ini tiga kali seminggu secara rutin.


6. Tidak Makan Daging

Daging mengandung protein dengan kadar asam amino yang paling baik dibandingkan makanan lainnya. Protein merupakan unsur gizi yang sangat penting untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Jadi, jangan sampai Anda meninggalkan makanan penting ini. Kekurangan protein menjadi salah satu alasan timbulnya penyakit seperti kanker payudara, kanker usus besar, penyakit jantung, dan osteoporosis. Selipkan seporsi daging pada menu makan siang, bersama dengan nasi dan sayuran. Makanlah sebanyak setengah porsi dari porsi biasa.


7. Menghindari Makanan Favorit

"Bye-bye" kini tak usah lagi Anda ucapkan kepada makanan favorit Anda seperti pizza, cokelat, dan ice cream. Bisa memakan makanan yang Anda sukai dapat memberikan motivasi dan kepuasan batin. Mengidam-idamkan makanan yang tak bisa dimakan malah akan membuat Anda tak bahagia. Tak ada salahnya memberikan hadiah pada lidah seminggu sekali. Diet yang rasional dan tidak terlalu ekstrem adalah kunci sukses mendapatkan tubuh ideal yang bertahan lama.



Source

10 Sebab Pengeluaran Lebih Besar Dari Pendapatan

http://firstfriday.files.wordpress.com/2007/07/1bag_of_money.jpg

Aturan pertama apabila wikimuers ingin sukses dalam keuangan adalah belanjakan uang lebih sedikit dari pendapatan yang diperoleh. Jika tidak bisa melakukan hal itu, anda tidak akan pernah sukses dalam keuangan, sekeras apa pun usaha anda, berapa pun banyak waktu yang anda habiskan untuk bekerja, berapa pun banyak peluang-peluang yang anda terima, atau berapa pun banyak uang yang berhasil anda hasilkan.

Ini adalah aturan yang sederhana, dan kebanyakan orang menerimanya sebagai aturan yang masuk akal. Namun pada kenyataannya banyak orang tidak mempunyai tabungan dan banyak hutang, berarti aturan masuk akal ini tidak dipatuhi.

Berikut ini adalah 10 sebab yang menjadikan seseorang melakukan pembelanjaan yang berlebihan, dan mungkin saja ini juga terjadi pada saya dan anda.

1. Menjaga status di mata orang lain

Faktor psikologi memainkan peran yang besar di dalam kebiasaan belanja kita. Kita ingin merasa sukses atau lebih sukses dibanding orang-orang di sekitar kita. Kita membelanjakan banyak uang untuk menjaga gambaran itu di mata mereka. Padahal di dalam kenyataannya orang-orang itu juga tidak bisa membeli seperti yang dibeli oleh kita secara habis-habisan.

2. Menghindari kenyataan

Adalah mudah membelanjakan uang secara berlebihan apabila kita melupakan rekening-rekening tagihan kita. Kebanyakan orang tidak acuh pada situasi sesungguhnya dari keuangan mereka karena mereka ketakutan untuk memperhatikan kekacauan yang sebenarnya terjadi. Dan itu menjadi lebih mudah untuk sementara dengan menghindarinya. Mereka akan membayar sejumlah pembayaran minimum dari kartu kredit dan kemudian menambah lagi pemakaiannya atau membuka pinjaman baru lalu mengabaikan jumlah keseluruhan hutang yang terus bertambah.

3. Menghitung uang yang belum pasti akan diterima

Banyak dari kita menghabiskan cadangan uang atau meminjam sejumlah uang dan berharap mendapatkan lain sebagai ganti. Misalnya ada rumor mengenai bonus akhir tahun yang belum pasti kebenarannya, atau THR dengan jumlah tertentu. Kita sering terlalu optimis tentang uang yang akan datang berikutnya. Uang itu dibelanjakan sebelum diterima, dan akhirnya – dan ini sering terjadi – jumlahnya tidak sebanyak yang telah dibelanjakan.

4. Uang plastik tidak sama rasanya dengan uang sebenarnya

Pada umumnya kita akan belanja berlebihan di saat menggunakan kartu kredit dibandingkan dengan uang tunai. Ketika kita menggunakan kartu kredit dan kemudian kartu diserahkan kembali oleh kasir kepada kita setelah digunakan, tidak sama rasanya ketika kita membelanjakan uang tunai dan mendapati uang di dompet kita telah berkurang. Kartu kredit tetap utuh kecuali batas kredit terpenuhi, sedangkan uang tunai bisa lenyap.

5. Kepuasan segera

Semua ini mengenai sifat yang mendasar dari kita. Kita telah dibombardir oleh mentalitas yang ingin puas dengan segera. Seperti misalnya "Obat penghilang rasa sakit dengan cepat", "makanan siap saji", atau ada pesan iklan "beli sekarang, bayar kemudian". Apabila kita masih bersikap mental seperti itu, kita akan terus dimanfaatkan oleh produsen karena kita selalu menginginkan apa yang kita mau sekarang juga, tanpa mau tahu bagaimana nanti kita membayarnya.

6. Gaya hidup yang meningkat

Banyak orang mengalami peningkatan biaya hidup seiring dengan peningkatan pendapatan mereka. Tapi tidak pernah terjadi hal sama apabila terjadi penurunan pendapatan. Apabila kita terbiasa dengan suatu gaya hidup tertentu, maka sangat sulit untuk menurunkannya, sekali pun situasi keuangan kita memburuk.

7. Lemah seperti anak-anak

Barangkali masih ada sifat kekanak-kanakan kita yang tidak pernah bisa memegang uang dalam waktu lama karena tidak tahan dengan godaan dan selalu ingin segera menghabiskannya, atau kurangnya pemahaman keuangan menjadi suatu alasan kita membelanjakan uang secara berlebihan.

8. Perasaan akan kekuasaan

Membelanjakan uang seringkali membuat orang merasa kuat dan berkuasa. Semakin banyak mereka berbelanja, semakin kuat dan berkuasa rasanya, dan satu-satunya cara untuk mendapatan kembali rasa berkuasa tersebut adalah dengan membelanjakan lebih banyak uang lagi.

9. Membuktikan harga diri

Seseorang yang membeli sebuah mobil terbaru idaman banyak orang, misalnya, akan merasa telah membuktikan bahwa dia sudah menjadi orang yang sukses. Karena bagi sebagian orang apa yang dibelinya menjadi ukuran penghargaan orang lain terhadap mereka.

10. Tidak bisa berkata tidak

Sebagian orang merasa gagal ketika mereka tidak bisa memenuhi keinginan orang lain. Misalnya mainan baru yang mahal yang sangat diinginkan anak-anaknya, peralatan rumah baru yang sangat diidamkan istrinya, atau sebuah acara jalan-jalan keluar bersama teman-teman lama. Sebagian orang sulit berkata tidak, bahkan ketika mereka tidak bisa memenuhinya sekali pun.