Tampilkan postingan dengan label Stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stress. Tampilkan semua postingan

Tips Menghilangkan Stress


Jangan biarkan stress dan pikiran negatif mengubah anda menjadi murung, tetaplah gembira dengan latihan kepribadian berikut ini:

Tetap tersenyum

Usahakan tetap tersenyum betapapun anda memiliki hari-hari yang tidak menyenangkan. Hal ini mungkin terasa seperti terpaksa saat itu tapi anda kemudian akan terheran-heran begitu besar senyum dapat meningkatkan spirit anda.

Pandai mengontrol diri

Ekspresi wajah merupakan salah satu tanda yang menggambarkan perasaan anda yang paling mudah dikenali. Usahan ekspresi mimik muka anda netral sekalipun ketika anda tengah marah atau stress dan jangan biarkan dahi berkerut karena kerutan itu perlahan-lahan akan membuat anda nampak lebih tua.

Tetap berkomunikasi

Menutup dan menolak berkomunikasi secara emosio hanya bakal membuat masalah lebih runyam jika hari-hari anda telah penuh dengan kegelisahan dan ketegangan. Tidak masalah apapun situasinya, cobalah membuat segala sesuatu mudah dan teratur dengan membiarkan berkomunikasi kepada teman atau rekan kerja anda.

Rasakan perasaan orang

Pikirkan bagaimana anda ingin diperlakukan orang lain sebelum anda memuntahkan perasan kesal pada orang lain. Tak ada seorangpun di sekitar anda yang ingin menjadi objek cemberut anda. Jika anda tidak ingin diperlakukan seperti itu, jangan memperlakukan orang lain seperti itu.

Miliki rasa humor

Seberapapun beratnya hari-hari anda, cobalah untuk tidak menghilangkan perasaan humor. Tertawa itu baik bagi jiwa dan membantu membuat orang di sekitar anda merasa lebih baik dan tujukan anda memiliki kpribadian baik.

Palagi stresnyya gara-gara ini:

http://bloggue-blog.blogspot.com/2010/09/tips-menghilangkan-stress.html

Mengapa Banyak Orang Stress Gara Gara Uang


Masalah finansial adalah salah satu sumber gangguan kesehatan bagi sebagian besar orang dewasa. Sebanyak 9 dari 10 orang mengaku problema finansial mempengaruhi kondisi mental dan fisik mereka.

Gejala-gejala yang diderita semua kelompok umur dan sosial ekonomi menunjukkan persamaan, mulai dari kecemasan, kenaikan berat badan, depresi, insomnia, palpitasi, hilangnya rasa humor, penurunan gairah seks, hingga gangguan pencernaan.

Survei perusahaan asuransi AXA mengungkapkan, 63 persen orang yang mengalami kesulitan keuangan menjadi stres selama 12 bulan terakhir. Bahkan, orang yang bekerja di puncak karier, seperti manajer, mengalaminya. Sebanyak 21 persen top manajer tertekan akibat finansial daripada pekerja (9 persen).

Pakar kesehatan mental Dr Roger Henderson mengidentifikasi hal ini sebagai sindrom Money Sickness Syndrom (MMS). "Hampir dua pertiga orang mengalami stres dengan kondisi keuangan mereka, terutama akibat biaya hidup tinggi, tagihan dan pembayaran utang," katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

Untuk mengatasi stres, banyak penderita yang kemudian beralih menjadi pecandu minuman, merokok, atau makan berlebihan. Sebanyak 18 persen orang makan berlebih untuk mengatasi rasa frustasi, sedangkan hanya empat persen yang mencari pertolongan dokter.

Studi menemukan, tingkat stres yang dialami wanita lebih berat daripada yang dirasakan pria.
Beberapa akibat masalah keuangan di antaranya:
- Kecemasan: 47 persen wanita dan 29 persen pria
- Kelebihan berat badan: 28 persen wanita, 19 persen pria
- Kehilangan konsentrasi: 25 persen wanita, 16 persen pria
- Depresi: 25 persen wanita, 19 persen pria
- Insomnia: 24 persen wanita, 16 persen pria
- Kelelahan terus menerus: 23 persen wanita, 13 persen pria
- Merasa tak dapat mengendalikan diri: 19 persen wanita, 10 persen pria

Dr Henderson memperingatkan, mengontrol gejala stres dan mencari pemecahannya akan berdampak lebih baik bagi kesehatan. Penanganan keuangan yang lebih rasional dan akses dari konsultan dapat mencegah kekhawatiran karena tidak mampu mengendalikan kondisi finansial pribadi.



evolusi-apa-aja.blogspot.com

Cara Ampuh Mehilangkan Rasa Stress Di Kantor


Masalah Awal
Kejenuhan dan stres terhadap pekerjaan bisa mencengkeram benak setiap orang, tak terkecuali Anda. Tentu saja tak semudah itu untuk menyatakan resign saat rasa bosan mulai menyergap, apalagi bila Anda memang harus bertahan pada pekerjaan yang ada. Bila Anda akhir-akhir ini merasa stres saat menghadapi pekerjaan, maka mari lengkapi diri dengan beberapa senjata pemadamnya berikut ini, silahkan disimak dan semoga bermanfaat yaa gan




Tarik nafas dalam - dalam
Quote:

Cara sederhana ini selalu berhasil, Lakukan di mana saja saat Anda membutuhkan nafas penghilang stres darurat, jangan lupa satu lagi, terus lakukan ini berulang - ulang sampai diri anda benar2 merasa tenang.


Bercanda dengan rekan
Tak dapat dipungkiri gelak tawa merupakan penangkal stres yang cukup manjur. Oleh sebab itu, jangan hanya berfokus pada kerjaan saja, bergaul dan bercanda dengan rekan juga perlu untuk menjaga stamina pikiran tetap produktif.


Tanggalkan formalitas sejenak
Quote:
Katakanlah kantor tempat Anda berkarya menetapkan para karyawannya memakai seragam resmi tertentu. Pada saat 'longgar' atau istirahat, tak ada salahnya bila Anda pun membebaskan tubuh dari beban formalitas tersebut. Lepaskan sepatu high heel, istirahatkan kaki. Buka jas, kendurkan dasi, lepas kacamata, dan biarkan diri merasa 'ringan' barang sesaat.


Mengonsumsi makanan kesukaan
Quote:
Jika saat kerja Anda merasa lapar, maka tak ada salahnya jika Anda mengudap sedikit makanan kesukaan untuk mendongkrak mood. Sebab Anda tak mungkin bisa berpikir baik bila perut keroncongan.


Tak boleh makan di dalam ruangan ? Pergilah sejenak ke kantin atau ruang makan untuk sekedar mengunyah cokelat atau penganan kesukaan, tapi jangan lama-lama yah!


Melihat sejenak video lucu
Quote:
Tentu saja ini baru bisa dilakukan pada jam istirahat. Apalagi bila Anda bekerja di depan komputer atau punya ponsel canggih, maka saat bete menyerang, hibur Anda dengan aneka video lucu yang mampu membuat Anda 'bangun' lagi.


Udara segar
Quote:
Jika Anda merasa bete dan tak bisa berpikir, maka keluarlah sejenak dari dalam ruangan. Segarkan diri dengan udara dan pemandangan alam sekitar kantor agar pikiran kembali fresh.


Membantu orang lainApakah ada keuntungan membantu orang lain sementara tugas Anda sendiri sedang menumpuk?! Tentu saja! Melakukan kebaikan tak pernah ada ruginya, termasuk saat membantu rekan lain. Lagipula dengan membantu orang lain, maka otomatis Anda menarik diri keluar dari bidang yang selama ini mengisi pikiran dan mendapat kesempatan emas mencicipi suasana berbeda di bidang lain.




Berdiri dan meregangkan otot
Quote:
Tak bisa ke mana-mana saat jam kerja? Maka Anda bisa melakukan sedikit peregangan otot untuk melancarkan kembali peredaran darah ke otak yang mungkin sedang macet.


Bereskan meja Anda
Quote:
Percaya atau tidak, kerapian meja menentukan tingkat stres yang dialami. Semakin berantakan, semakin sulit menemukan ini dan itu, maka semakin frustrasi diri Anda. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mengatur meja Anda dengan terorganisir dan rapi.


Jangan paksakan diri
Quote:
Anda berkata "ya" untuk tugas A. Belum selesai dengan A, datang tugas B, dan sekali lagi Anda hanya mengangguk. Lalu, datang lagi tugas C. Belum kerja pun, Anda bisa jadi depresi hanya karena melihat tumpukan file yang ada. Ada baiknya Anda belajar untuk berkata "tidak" untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu agar Anda tidak depresi karena diperlakukan seperti mesin pekerja. Bila target yang dibebankan atasan terlalu berat, jangan sungkan untuk bicara. Ingat, bicara blak-blakan pada atasan bisa mengurangi stres!
sumber : kaskus.us