Nuklir di Tangan Teroris, Jadi Seperti Apa Dunia?


Paman Sam rupa-rupanya masih menyimpan mimpi buruk soal tingkah polah terorisme. Kecemasan sama ini terkesan merasuki pula negeri-negeri yang sudah lumayan lama bersahabat dengan nuklir. Maka, pada Pertemuan Tingkat Tinggi Keamanan, agenda yang bertumpu pada pertanyaan andai teroris menguasai nuklir menjadi begitu mengemuka.

Sebagaimana ditulis oleh AP, AFP, maupun Reuters, Selasa (13/4/2010), Washington menanggung beban hingga besok untuk aktif mendiskusikan berikut memutuskan langkah-langkah agar nuklir justru menjadi bermanfaat bagi kemaslahatan rakyat banyak. Ya, sejatinya, Presiden Barack Obama, kini, memang menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. "Ini pertemuan internasional terbesar gelaran AS sejak 1945," begitu komentar kalangan di negeri adidaya itu.

Sayang, dari 50 pemimpin negara yang disambut Obama, tak ada nama orang nomor satu Iran dan Korea Utara. Padahal, justru kedua negara itu tengah jadi omongan. Ternyata, usut punya usut, lantaran dianggap "bengal" soal urusan program pengayaan uranium, Uwak Sam ogah mengundang kedua negara duduk satu meja untuk bicara.

Sementara, tingkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lain lagi. Ia malah membatalkan keikutsertaan Israel dalam pertemuan itu. Alasannya, Israel khawatir ditekan negara-negara Muslim dalam pertemuan itu agar membuka diri bagi penyelidik PBB memeriksa fasilitas nuklir Negeri Zionis tersebut.

Beberapa catatan yang terkumpul, setidaknya sampai sekarang adalah Perancis tetap emoh menanggalkan senjata nuklirnya. Sebaliknya, Ukraina justru kembali menegaskan memusnahkan stok uranium sangat diperkaya paling telat dua tahun lagi.


Peduli

Lalu, suara Pimpinan Badan Energi Atom (IAEA) Ikia Amano menjadi salah satu bahan pertimbangannya juga. Apa lacur? Menurut Amano, banyak negara masih minim melakukan perlindungan terhadap bahan nuklir.

"Rata-rata setiap dua hari kami menerima satu informasi baru mengenai insiden yang melibatkan pencurian atau penyelundupan bahan nuklir," jelasnya tatkala diwawancarai BBC.

Maka dari itu, Amano menekankan agar lebih banyak langkah peduli dari negara-negara terkait untuk melindungi bahan nuklir.

Yang juga mengemuka dalam pertemuan itu adalah pergerakan kelompok Al Qaeda. Dalam perhitungan John Brennan, seorang ahli mengenai kontraterosime, kelompok yang digawangi oleh Osama bin Laden ini sudah begitu kepincut sama bahan pembuat bom nuklir. "Sudah 15 tahun lamanya mereka ingin mempunyai bahan itu," kata Brennan mewanti-wanti.

Jadi, memang belum ada jawaban atas kekhawatiran seluruh peserta soal tadi. Andai, nuklir di tangan teroris, jadi seperti apa dunia?
(kompas)