Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Letusan Gunung Terdahsyat Sepanjang Sejarah
Label:
Gunung,
Letusan,
Sejarah,
sepanjang,
Terdahsyat
/
Gunung berapi telah meletus selama miliaran tahun. Akan tetapi, manusia baru bisa mencatat letusan tersebut dengan berbagai tingkat akurasi sejak letusan yang terjadi sekitar puluhan ribu tahun lalu. Adapun untuk pengukuran dengan akurasi tepat baru bisa dilakukan di abad ke-20.
Meski banyak letusan dahsyat di planet ini terjadi di masa lalu, tetapi para ilmuwan telah mengembangkan berbagai cara untuk memberikan peringkat. Peneliti dari U.S Geological Survey menggunakan Volcano Explosivity Index (VEI) untuk mengukur tingkat letusan gunung api dengan skala 1 sampai 8.
Letusan gunung dengan skala 1 memuntahkan partikel terdiri dari debu dan batuan berjumlah hingga 10 ribu meter kubik. Adapun letusan dengan skala 8 memuntahkan lebih dari 1000 kilometer kubik debu dan batu.
Sebagai gambaran, letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia dan Merapi di Indonesia mencapai skala 4. Gunung St. Helens yang meletus tahun 1980 sendiri tercatat mencapai skala 5 VEI.
Dengan mempelajari sampel batu-batuan, peta geografis, lapisan debu dan es, peneliti berhasil merekonstruksi sebagian dari letusan gunung yang paling besar. Termasuk yang meletus dalam hitungan ratusan juta tahun yang lalu.
Dan ternyata, letusan gunung terdahsyat sepanjang sejarah planet Bumi adalah letusan gunung La Garita di pegunungan San Juan di barat daya Colorado. Gunung tersebut meletus sekitar 27 juta tahun yang lalu. Ketika itu, gunung memuntahkan 5 ribu kilometer kubik lava yang cukup untuk menutup seluruh wilayah California hingga ketebalan 12 meter.
Menurut data USGS, seperti dikutip dari Livescience, 11 November 2010, letusan itu juga merupakan letusan yang terbesar sejak era Ordovician yang berlangsung antara 504 hingga 438 juta tahun lalu. Saking dahsyatnya letusan, pada laporan Bulletin of Volcanology 2004, ilmuwan merekomendasikan angka 9 pada skala VEI dan menyebutkan letusan La Garita mencapai skala 9,2.
Meski masih diperdebatkan, dan mengingat aktivitas vulkanik di masa purba sebagian hanya dalam perkiraan, letusan La Garita merupakan satu-satunya letusan yang bisa mencapai skala 9. La Garita berpotensi menggeser letusan gunung Taupo di Selandia Baru yang meletus sekitar 26 ribu tahun lalu sebagai letusan terhebat sepanjang masa.
Saat ini, sabuk ‘Ring of Fire’ yang mengelilingi Pasifik menjadi tempat berkumpulnya lebih dari separuh gunung berapi aktif di seluruh dunia. Alasannya adalah karena posisi ‘Ring of Fire’ yang berada di perbatasan lempeng benua atau zona subduksi.
Seperti diketahui, di area subduksi lempeng tektonik, di mana satu lempeng dipaksa bergeser ke bawah lempeng lainnya, kerap memproduksi gempa bumi hebat dan aktivitas vulkanik.
• VIVAnews
Heboh !! 5 Al-Quran Muncul Secara Tiba Tiba Saat Letusan Gunung Merapi TERJADI !!!
SLEMAN— Keluarga Ponimin terjebak selama empat jam di dalam rumah saat wedhus gembel Gunung Merapi menyerang.
Kepada Tribunnews.com di lokasi pengungsian, tokoh spiritual Kaliadem sekaligus calon juru kunci Gunung Merapi pengganti almarhum Mbah Maridjan ini menceritakan kisahnya.
Suhu saat itu sudah sangat panas, beberapa bagian rumah keluarga Ponimin rusak setelah genteng kaca pecah terkena awan panas.
“Dari genteng yang pecah itu, pasir dan abu panas masuk ke dalam plafon. Akibatnya, sebagian plafon ambrol,” kata Lilik, anak Ponimin.
Meski pada saat itu suhu diperkirakan sekitar 600 derajat celsius, tiga dus air mineral tidak menguap, begitu pula pakaian, dan tiga sepeda motor yang diparkir dalam rumah.
Keanehan lain yang terjadi saat itu, kata Lilik, anak Ponimin melihat mendadak muncul kitab suci Al Quran di dalam kamar yang mereka pakai.
“Al Quran tersebut biasa tidak ada di kamar itu. Tiba-tiba saat itu ada di dekat kami. Kalau tak salah jumlahnya lima,” katanya meyakinkan.
Tak ingin terus-menerus berada dalam rumah, keluarga Ponimin mencoba meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Toyota Avanza silver yang terparkir di garasi.
Namun, baru berjalan beberapa meter dari halaman rumah, mobil tersebut tidak mampu bergerak lagi.
“Ban depan meleleh kena jalanan dipenuhi abu dan pasir panas. Tak lama kemudian, giliran ban belakang ikut meleleh dan meledak,” kenang Lilik.
Baru beberapa menit berada dalam mobil, keluarga Poniman tak tahan hawa panas yang menyergap. Tak ada jalan lain, mereka harus meninggalkan mobil dan kembali ke rumah.
Bagaimana caranya? Rupanya, ada saat ada akal. Bantal yang ada dalam mobil dipakai sebagai alas tumpuan kaki agar tidak kepanasan.
Kembali ke kamar semula, keluarga abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu lagi-lagi disergap ketidakpastian. Mereka kemudian memutuskan untuk meninggalkan rumah dengan berjalan kaki.
Sebelumnya, ada seorang relawan, Pandu Nugraha, yang mencoba membantu keluarga Ponimin.
“Relawan itu datang ke rumah kami mengendarai sepeda motor trail. Ia membawa oksigen sesuai permintaan kami. Sepatu boot yang dikenakannya meleleh,” ujar Lilik.
Sepada motor ditinggalkan begitu saja di luar rumah sehingga dalam waktu singkat hancur terkena awan panas.
“Relawan tersebut dan seorang tetangga bernama Pak Tris bersama keluarga kami kemudian memutuskan keluar dari rumah dengan berjalan kaki, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa. Ibu terpaksa digendong relawan karena kakinya berdarah,” kata Lilik.
Untuk melawan abu dan pasir panas yang menutup jalan, Lilik mengambil sejumlah batalan kursi sofa sebagai alas.
Keluarga Ponimin, Pak Tris, dan relawan berjalan dengan menginjak bantalan sofa secara estafet sejauh sekitar 500 meter.
Selanjutnya mereka berjalan kaki tanpa alas bantal sekitar 1 km menuju kaki Gunung Merapi.
“Bapak hanya mampu jalan kaki sekitar 500 meter karena kakinya terbakar ketika berjalan di atas pasir panas. Beliau berhenti di sebuah tempat parkir,” kata Lilik.
Keluarga itu kemudian dapat dievakuasi menggunakan mobil jemputan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho di Kecamatan Pakem, Sleman.
Selanjutnya Ponimin yang mengalami luka bakar di kaki dan pantat dirawat di klinik dr Ana Ratih Wardhani, di Kecamatan Ngemplak, Sleman. (Febby Mahendra/Krisna)
http://ruangbacaonline.blogspot.com/2010/11/heboh-5-al-quran-muncul-secara-tiba.html
Keajaiban Tuhan Inilah Gunung Magnet Di Madinah
FENOMENA alam tak kunjung habis di Madinah dan Mekah. Kini, Jabal (Gunung) Magnet menjadi fenomenal dan banyak dibicarakan jemaah umrah.Kelebihannya, mampu mendorong kendaraan dengan kecepatan 120 km per jam dengan posisi persneling netral.
Namanya memang tak setenar dengan tempat bersejarah lainnya yang ada di kota suci Medinah dan Mekah, seperti Jabal Uhud, Baqi’ Jabal Rahmah, dan lainnya. Tapi, belakangan ini, Jabal Magnet mengundang jemaah Arab maupun umrah untuk datang merasakan kelebihannya.
Seorang Wartawan mencoba menelusuri gunung ini dengan merental taksi. Tarif untuk ke tempat ini tergantung dari nego dengan sopir. Biasanya 100 hingga 400 riyal. Lokasinya memang cukup lumayan dari Kota Medinah, sekitar 40 km menuju arah Kota Tabuk. Jabal Magnet berada di luar daerah haram, sehingga bebas dikunjungi warga nonmuslim.
Jika dilihat secara kasat mata, sebetulnya tidak jauh beda dengan daerah lainnya, yakni berupa bukit-bukit batu gersang seperti yang banyak mengelilingi Kota Medinah. Hanya ketika kendaraan sampai di jalan raya di antara perbukitan tersebut, baru akan merasakan ada suatu keanehan.
Sebab jalan sepanjang sekitar 4 km di kawasan perbukitan ini diyakini memiliki daya dorong. Mobil akan berjalan dengan kecepatan tinggi menjauhi Jabal Magnet, meskipun persneling mobil dalam posisi netral.
Hal itu dirasakan penulis bersama dua jemaah lainnya, Nursan dan Rusli Rasyid. Saat taksi yang kami tumpangi menuju arah selatan, Jawahir, 42, sopir taksi asal Kerawang, Jawa Barat ini mengaku kendaraan menjadi sangat berat meskipun medan jalan tidak begitu menanjak.
Makin lama bahkan ia terpaksa memindahkan persneling mobil ke posisi satu, karena kesulitan bergerak hingga kecepatannya hanya 15 hingga 20 km per jam. Padahal, dengan kondisi jalan yang tidak terlalu menanjak, seharusnya dengan persneling dua, taksi masih kuat.
Persneling Netral, Mobil ‘Didorong’ Menjauhi Jabal Magnet:
Dengan laju yang berat itu, Jawahir yakin ada pengaruh magnet yang menahan gerakan mobil. Sebaliknya, ketika mobil berbalik arah menuju Medinah, sopir yang sudah enam tahun tinggal di kota ini mengaku taksinya melaju dengan kecepatan tinggi, meskipun persneling dalam posisi netral. Kian lama kecepatan kendaraan makin tinggi. Bahkan, baru sekitar 3 km, kecepatan taksi ini sudah menunjukkan angka 120 km per jam.
Bisa Mencapai 120 Km per Jam :
Karena penasaran, penulis maupun Nursan, jemaah dari Maros itu bergantian menyetir kendaraan tersebut. “Ternyata benar, ini suatu keajaiban. Masa dalam posisi netral, kecepatan mobil bisa sampai 120 km per jam. Ini pasti ada daya dorong dari gunung tersebut,” tunjuk Nursan ke arah gunung di sekitar jalan tersebut.
Rusli Rasyid juga tak mau ketinggalan. Mantan pembalap drag race di Makassar ini, mengaku banyak tahu tentang kecepatan kendaraan. Saat mobil tersebut disetir ke arah Kota Tabuk, yaitu arah ke Jabal Magnt, dia hanya mampu menginjak gas sampai kecepatan 50 km per jam. “Ini saya injak sudah full, bunyi lagi di bagian bawah.
Berarti kita tidak bisa paksa,” ujarnya. Saat persneling dikembalikan ke posisi netral, perlahan-lahan mobil tersebut berhenti. Sebaliknya, saat Rusli mencoba ke arah Medinah dengan posisi persneling netral, jarum kilometer mobil malah memutar sampai ke titik 120 km per jam.
Memang medan jalan menuju Kota Medinah agak menurun, namun dengan kondisi demikian tidak wajar akselerasi mobil begitu cepat. Bahkan, sebetulnya laju kendaraan bisa lebih tinggi lagi, tapi Nursan maupun Rusli tidak berani lalu mengeremnya karena tidak mampu mengendalikannya.
Rusli Rasyid juga tak mau ketinggalan. Mantan pembalap drag race di Makassar ini, mengaku banyak tahu tentang kecepatan kendaraan. Saat mobil tersebut disetir ke arah Kota Tabuk, yaitu arah ke Jabal Magnt, dia hanya mampu menginjak gas sampai kecepatan 50 km per jam. “Ini saya injak sudah full, bunyi lagi di bagian bawah.
Berarti kita tidak bisa paksa,” ujarnya. Saat persneling dikembalikan ke posisi netral, perlahan-lahan mobil tersebut berhenti. Sebaliknya, saat Rusli mencoba ke arah Medinah dengan posisi persneling netral, jarum kilometer mobil malah memutar sampai ke titik 120 km per jam.
Memang medan jalan menuju Kota Medinah agak menurun, namun dengan kondisi demikian tidak wajar akselerasi mobil begitu cepat. Bahkan, sebetulnya laju kendaraan bisa lebih tinggi lagi, tapi Nursan maupun Rusli tidak berani lalu mengeremnya karena tidak mampu mengendalikannya.
Bisa Mencapai 120 Km per Jam:
Tidak ada batasan yang jelas, mulai dari mana jalan yang memiliki daya magnet itu. Tapi jika dirasakan, pengaruh magnet itu mulai bila kendaraan melaju dari bendungan air yang letaknya tak jauh dari putaran hingga bukit menjelang belokan ke Medinah. Setelah sekitar melaju lima km, kecepatan mobil mulai berkurang sedikit demi sedikit, padahal jalan masih menurun. Akhirnya, mobil memiliki kecepatan lambat saat berada di depan bendungan air.
Hal yang sama dirasakan ketika Koordinator Kopertis Wilayah IX Prof Aminuddin Salle yang juga menyambangi tempat ini. Ia mengaku membayar taksi sampai 400 riyal hanya karena penasaran ingin mengetahui tempat yang unik itu. “Saya hanya pernah dengar, makanya kesempatan ini saya manfaatkan untuk merasakan daya dorong dari gunung magnet itu. Ternyata betul. Subhanallah,” ujar Aminuddin Salle.
Belum diketahui secara jelas apa hubungan antara magnet dengan laju kendaraan. Sampai saat ini juga belum ada penelitian tentang daya dorong magnet itu oleh dari ahli. “Tidak ada penelitian. Ini juga sekadar informasi dari mulut ke mulut hingga banyak orang yang tertarik main ke sini,” cerita Jawahir.
Namun, dari sejumlah informasi yang berkembang di Medinah, menyebutkan, dulunya Jabal Magnet ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang Arab Baduy. Saat itu si Arab ini menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Namun karena sudah kebelet, ia mematikan mesin mobil, tapi tidak memasang rem tangan.
Ketika sedang enak-enaknya pipis, ia kaget bukan kepalang, mobilnya berjalan sendiri dan makin lama makin kencang. “Ia berusaha mengejar, tapi tentu saja tidak berhasil. Dan menurut kisahnya, mobilnya tersebut baru berhenti setelah melenceng ke tumpukan pasir di samping jalan,” ungkap Jawahir.
Hal yang sama dirasakan ketika Koordinator Kopertis Wilayah IX Prof Aminuddin Salle yang juga menyambangi tempat ini. Ia mengaku membayar taksi sampai 400 riyal hanya karena penasaran ingin mengetahui tempat yang unik itu. “Saya hanya pernah dengar, makanya kesempatan ini saya manfaatkan untuk merasakan daya dorong dari gunung magnet itu. Ternyata betul. Subhanallah,” ujar Aminuddin Salle.
Belum diketahui secara jelas apa hubungan antara magnet dengan laju kendaraan. Sampai saat ini juga belum ada penelitian tentang daya dorong magnet itu oleh dari ahli. “Tidak ada penelitian. Ini juga sekadar informasi dari mulut ke mulut hingga banyak orang yang tertarik main ke sini,” cerita Jawahir.
Namun, dari sejumlah informasi yang berkembang di Medinah, menyebutkan, dulunya Jabal Magnet ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang Arab Baduy. Saat itu si Arab ini menghentikan mobilnya karena ingin buang air kecil. Namun karena sudah kebelet, ia mematikan mesin mobil, tapi tidak memasang rem tangan.
Ketika sedang enak-enaknya pipis, ia kaget bukan kepalang, mobilnya berjalan sendiri dan makin lama makin kencang. “Ia berusaha mengejar, tapi tentu saja tidak berhasil. Dan menurut kisahnya, mobilnya tersebut baru berhenti setelah melenceng ke tumpukan pasir di samping jalan,” ungkap Jawahir.
Foto-Foto Keindahan Letusan Gunung Sinabung Dilihat Dari Jarak Dekat

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, mulai Jumat malam . Sejak saat itu pula PMI Sumatera Utara telah mengerahkan lima personil Satgananya (Satuan Penanganan Bencana) ke lokasi . Muhammad Irsal merupakan salah satu personil Satgana yang saat ini bertugas siaga di lokasi Desa Sigaranggarang, Gunung Sinabung.



“Tengah malam tadi(Sabtu, red) , terasa ada guncangan yang cukup kuat. Itu adalah gempa vulkanik. Setelahnya, tampak puncak Gunung Sinabung mengeluarkan lava pijar. Api mulai membakar hutan di kaki gunung. Tak lama, turun asap tebal, dan membuat jarak pandang hanya lima meter. Penduduk segera kami bantu evakuasi ke lokasi aman,” kata Irsal..
Sejak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, PMI Sumatera Utara telah mengerahkan lima personil Satgananya ke lokasi di Gunung Sinabung, mulai Jumat malam (27/8). Kemudian secara berkala mereka memantau beberapa desa yang letaknya di kaki Gunung Sinabung. Pada Sabtu malam (28/8), seusai PMI membagikan 500 masker,kemudian tiga personil Satgana PMI Sumatera Utara beserta satu ambulansnya melakukan penyisiran dan berkeliling desa memantau kondisi terakhir.



sumber :http://ruanghati.com/2010/08/31/foto-foto-keindahan-letusan-gunung-sinabung-dilihat-dari-jarak-dekat/
34 Desa Berada Dalam Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung

Data yang diperoleh dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Hingga Minggu (29/8/2010) malam, menyebutkan, keseluruhan desa tersebut terbagi dalam tiga zona bahaya letusan.
Zona pertama disebut sebagai Siaga I. Kawasan ini berada dalam radius enam kilometer dari pusat letusan Gunung Sinabung. Terdapat 12 desa dalam zona tersebut. Yakni Desa Sigarang-garang, Sukanalu, Bekerah, Simacem, Gamber, Sukameriah, Kutarakyat, Kutagunggung, Naman, Kutambelin, Kebayaken dan Desa Guru Kinayan.
Sementara zona kedua disebut daerah rawan I, yang lokasinya sudah lebih dari enam kilometer. Terdapat 10 desa yang masuk zona ini. Yakni Desa Silandi, Berastepu, Kuta Tengah, Sukandebi, Sukatepu, Ndeskati, Gungpinto, Payung, Perbaji dan Desa Nardinding.
Sementara zona ketiga disebut Rawan II. Terdapat 12 desa yang masuk dalam zona tersebut. Yakni Desa Ujung Teran, Cinta Rakyat, Torong, Ujung Payung, Rimo Kayu, Batukarang, Kuta Tonggal, Cimbang, Temburun Tiganderet, Tanjung Morawa dan Desa Kutambaru.
Sebagian besar penduduk desa-desa tersebut, sudah dievakuasi dan ditempatkan pada lokasi-lokasi penampungan pengungsian yang terdapat di Kecamatan Kabanjahe, Berastagi dan beberapa daerah lainnya.
Hingga saat ini jmumlah warga yang mengungsi akibat meletusnya gunung Sinabung tersebut mencapai 18.665 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus naik jika situasi tidak kunjung membaik.
Sumber : Detik.com
Korban Letusan Gunung Sinabung Butuh Makanan Untuk Balita
Korban Letusan Gunung Sinabung Butuh Makanan untuk Balita ; Pascameletusnya Gunung Sinabung, di Kabupaten Tanah Karo, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Minggu (29/8), menggelar pertemuan Musyawarah Pimpinan Daerah Plus. Pertemuan tersebut dihadiri Pangdam I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Leonardus JP Siegers dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono.
Dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Rustam Effendy Nainggolan, kata Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Eddy Syofian, Surono mengakui penjelasan Gunung Sinabung tidak meletus penjelasan dari mereka. “Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono mengakui penjelasan itu dari mereka,” kata Eddy kepada Tempo, Minggu.
Pada pertemuan itu, lanjut Eddy, pemerintah Sumatera Utara telah menyiapkan bantuan makanan, 50 ton beras, tenda dapur umum, dan tenaga relawan 900 personel dari TNI dan Polri.
Informasi yang diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Eddy menjelaskan, hingga kini jumlah pengungsi mencapai lebih dari 10 ribu jiwa. Para pengungsi, lanjut dia, berasal dari 20 desa dari empat kecamatan yang berada di dekat Gunung Sinabung.
Eddy memperkirakan, para pengungsi akan rentan terserang infeksi saluran pernafasan akut. Pemerintah Sumatera Utara juga menyediakan bantuan 17 ribu masker. “Juga tim medis,” katanya.
Hanya saja, menurut Eddy, bantuan yang telah dikerahkan menuju lokasi pengungsian belum mencakup keperluan untuk anak-anak yang turut menjadi korban pengungsian. “Kita membutuhkan susu dan makanan kering untuk anak-anak balita,” kata dia.
Dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Rustam Effendy Nainggolan, kata Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Eddy Syofian, Surono mengakui penjelasan Gunung Sinabung tidak meletus penjelasan dari mereka. “Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono mengakui penjelasan itu dari mereka,” kata Eddy kepada Tempo, Minggu.
Pada pertemuan itu, lanjut Eddy, pemerintah Sumatera Utara telah menyiapkan bantuan makanan, 50 ton beras, tenda dapur umum, dan tenaga relawan 900 personel dari TNI dan Polri.
Informasi yang diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Eddy menjelaskan, hingga kini jumlah pengungsi mencapai lebih dari 10 ribu jiwa. Para pengungsi, lanjut dia, berasal dari 20 desa dari empat kecamatan yang berada di dekat Gunung Sinabung.
Eddy memperkirakan, para pengungsi akan rentan terserang infeksi saluran pernafasan akut. Pemerintah Sumatera Utara juga menyediakan bantuan 17 ribu masker. “Juga tim medis,” katanya.
Hanya saja, menurut Eddy, bantuan yang telah dikerahkan menuju lokasi pengungsian belum mencakup keperluan untuk anak-anak yang turut menjadi korban pengungsian. “Kita membutuhkan susu dan makanan kering untuk anak-anak balita,” kata dia.
http://berita-lampung.blogspot.com/2010/08/korban-letusan-gunung-sinabung-butuh.html
Gunung Sinabung Kembali Aktif
Gunung Sinabung Kembali Aktif. Aktivitas vulkanik kembali ditunjukan gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sejak sore kemarin. Gunung dengan ketinggian 2.460 meter dari permukaan laut mengeluarkan asap tebal. Letusan lava pijar bahkan sudah terlihat oleh Warga Desa Kutakepar, Kecamatan Tigapanah, yang berjarak sekira 15 Km dari gunung tersebut.

"Sementara ini, dari alat pemantau tidak ada gempa," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Medan Hendra Suwarta mengatakan pihaknya memang mendapat informasi dari warga mengenai adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Hendra menambahkan, hingga tadi malam, alat yang dimiliki BMKG tidak ada mencatat adanya gempa di Gunung Sinabung.
"Jika gunung meletus, pasti akan menimbulkan getaran berupa gempa, namun hal itu tidak terdeteksi," lanjutnya.
Gunung Sinabung berada di propinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten karo dekat kota Brastagi.
Gunung yang letaknya tidak jauh dari Gunung Sibayak ini mempunyai ketinggian 2.412m dpl, dan merupakan sebuah guung api yang sudah tidak aktif lagi. Namun mulai sore tadi, gunung ini kembali menimbulkan aktivitas vulkanik lagi.

Gunung Sinabung
Meskipun demikian, aktivitas gunung Sinabung tidak sampai menyebabkan gempa bumi."Sementara ini, dari alat pemantau tidak ada gempa," kata Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I, Medan Hendra Suwarta mengatakan pihaknya memang mendapat informasi dari warga mengenai adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Hendra menambahkan, hingga tadi malam, alat yang dimiliki BMKG tidak ada mencatat adanya gempa di Gunung Sinabung.
"Jika gunung meletus, pasti akan menimbulkan getaran berupa gempa, namun hal itu tidak terdeteksi," lanjutnya.
Gunung Sinabung berada di propinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten karo dekat kota Brastagi.
Gunung yang letaknya tidak jauh dari Gunung Sibayak ini mempunyai ketinggian 2.412m dpl, dan merupakan sebuah guung api yang sudah tidak aktif lagi. Namun mulai sore tadi, gunung ini kembali menimbulkan aktivitas vulkanik lagi.
http://ndyteen.com/2010/08/gunung-sinabung-akan-meletus.html
Gunung Sinabung Meletus : Empat Kecamatan Masuk Kategori Rawan

Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), masih mengupayakan proses evakuasi warga yang bermukim di sekitar Gunung Sinabung. Warga yang bermukim di empat kecamatan menjadi prioritas utama.
Kepala Bidang Humas Kabupaten Karo, Jhonson Tarigan menyatakan, dari 17 kecamatan yang ada di kabupaten Karo, empat kecamatan lokasinya berada di sekitar Gunung Sinabung. Yakni Kecamatan Naman teran, Payung, Simpang Empat dan Tiganderket.
"Kita mengupayakan agar warga dari keempat kecamatan ini, terutama yang desanya ada persis di bawah Gunung Sinabung, untuk dapat dievakuasi. Baik ke Brastagi, ke Kabanjahe, atau tempat lainnya," kata Jhonson Tarigan kepada wartawan di Posko Penanggulangan Bencana Jl Veteran, Kabanjahe, Karo, Minggu (29/8/2010).
Mengenai lokasi-lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan, kata Tarigan, pemerintah kabupaten mengupayakan agar dapat memberikan tempat yang representatif. Ada delapan lokasi yang sudah ditetapkan sebagai pos penampungan pengungsi.
Di Kabanjahe antara lain Jambur (gedung pertemuan) Dalihan Na Tolu di Jl. Kartini, Jambur Tuah Loh Pati Jl. Samura, Jambur Sempakata Jl. Jamin Ginting, Jambur Lige Jl. Jamin Ginting, Jambur Adil Makmur dan juga di Gedung Serbaguna.
Sementara di Brastagi, ada beberapa jambur yang juga difungsikan sebagai lokasi pengungsian. Di antaranya Jambur Taras di Jl. Jamin Ginting. Di masing-masing lokasi pengungsian ini, jumlah pengungsi bisa mencapai ribaun.
(rul/anw)
Gunung Sinabung Meletus
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus, Minggu (29/8/2010). Warga yang berada di radius 6 Km dari puncak gunung tersebut diungsikan.
Saat letusan terjadi, material pijar keluar dari gunung berketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut itu.

Warga di sekitar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dievakuasi menyusul terjadinya letusan di gunung tersebut.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus, Minggu (29/8/2010). Hujan debu dari Gunung Sinabung pun telah menyebar ke kabupaten tetangganya.

Gunung yang memili ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut itu meletus pada pukul 00.08 WIB. Gunung itu kini telah berstatus awas.

Rumah-rumah di sekitar Gunung Sinabung tampak sepi. Warga memutuskan untuk mengungsi menyusul letusan yang diiringi pijaran api.

Debu yang bersumber dari Gunung Sinabung telah menyebar di desa Rumah Pilpil, Bandar Baru dan Bukum, Kecamatan Sibolangit yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Gunung Sinabung.

Beberapa warga menyaksikan asap tebal disertai debu berbau belerang yang keluar dari kawah gunung.

Suasana di sekitar Gunung Sinabung lengang. Warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe.
sumber :http://www.detiknews.com/read/2010/08/29/124101/1430415/10/empat-kecamatan-masuk-kategori-rawan?991102605
Foto Detik-Detik Meletusnya Gunung Sinabung
Label:
Detik,
Foto,
Gunung,
Meletusnya,
Sinabung
/
Gunung Sinabung akhirnya meletus, Minggu (29/8/2010) pukul 00.15 WIB. Inilah gambar yang terekam oleh fotografer Tribun Medan yang langsung terjun ke kawasan Gunung Sinabung sejak Jumat (27/8/2010) malam.
Terlihat muntahan larva pijar menyembur dari kawah Gunung Sinabung. Sekitar dua ribuan warga di kaki Gunung Sinabung mengungsi.Terlihat dalam gambar yang direkam fotografer Tribun Medan, ribuan warga menembus kegelapan malam sembari membekap tubuhnya dengan kain sarung seadanya demi menghindari larva pijar yang masih terus menyembur dari kawah Gunung Sinabung.
Terlihat muntahan larva pijar menyembur dari kawah Gunung Sinabung. Sekitar dua ribuan warga di kaki Gunung Sinabung mengungsi.Terlihat dalam gambar yang direkam fotografer Tribun Medan, ribuan warga menembus kegelapan malam sembari membekap tubuhnya dengan kain sarung seadanya demi menghindari larva pijar yang masih terus menyembur dari kawah Gunung Sinabung.
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg
HEBOH !! Gunung Sinabung Di Medan Keluarkan Asap
Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 meter dari permukaan laut yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengeluarkan asap tebal. Aktivitas vulkanik gunung yang berjarak 86 kilo meter dari Medan ini meningkat sejak sore tadi.
Gunung yang berada di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu, sedang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta mengatakan, pihaknya memang mendapat informasi dari warga mengenai adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Tetapi, BMKG tidak bisa memantau aktivitas vulaknik karena alat yang dimiliki hanya memantau gempa. Alat itu dipasang di Gunung Sibayak yang juga berada di Kabupaten Karo.
"Sementara ini, dari alat pemantau tidak ada gempa," kata Hendra. Berdasarkan informasi yang didapat BMKG, Gunung Sinabung mengeluarkan asap tebal sejak pukul 18.00 WIB.
Selain itu, berdasarkan informasi dari warga, tanah di kawasan itu juga ditutupi serbuk putih yang diduga berasal dari gunung. Hendra kembali memastikan, jika Gunung meletus akan menimbulkan getaran berupa gempa. Namun, hingga tadi malam, alat yang dimiliki BMKG tidak ada mencatat adanya gempa di Gunung Sinabung.
http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/heboh-gunung-sinabung-di-medan.html
Rencananya Jerman Akan Membangun Sebuah Gunung Buatan Manusia Yang Tertinggi
Jakob Tigges, seorang arsitek jerman tengan memproyeksikan Sebuah ikon baru dan visioner di Berlin. Ia berencana untuk membangun sebuah gunung dengan tinggi sekitar 1000m yang disebut "The Berg". Gunung ini nantinya akan menjadi tujuan wisata utama di Jerman.
Ide ini datang dari penutupan bandara Tempelhof di Berlin, yang akhirnya ditutup Oktober lalu. Pemerintah dengan segera mempromosikan pembangunan perumahan yang terbagi dalam 5 blok dan membuka tendernya. Tigges kemudian muncul, alih - alih dengan ide membangun rumah, Ia membawa rancangann sebuah gunung. Bisa ditebak, proyek ini dianggap sebagai omong kosong dan dieliminasi dari 12 proposal akhir.
Yang tidak disadari para pejabat adalah ini ternyata adalah sebuah protes terhadap rencana pemerintah yang akan membangun apartemen, yang menurut para ahli, sudah terlalu banyak apartemen dibangun. Namun demikian, The Berg mulai dianggap serius oleh para penduduk Berlin, yang mulai membayangkan akan ada gunung setinggi 1000m di tengah kota. Selain sebagai tujuan wisata, gunung ini dimaksudkan untuk menciptakan habitat alami bagi satwa liar.
Banyak pihak yang mendukung Tigges, dan bahkan perusahaan Australia mengatakan proyek ini akan dapat selesai dalam 10 tahun.
Jika kota - kota lain yang besar dan kaya bermimpi untuk membangun gedung pencakar langit, maka Berlin bermimpi untuk membangun sebuah gunung dengan tinggi 1000m dan dengan puncak yang tertutup salju pada bulan September hingga Maret.
Source
13 Gunung Berwajah Manusia di Dunia
Alam sungguh luar biasa. Bukan saja mampu menghadirkan sebuah keindahan yang tak terperi tapi juga misteri yang menyelimutinya. Di antara misteri yang sampai berabad-abad belum terpecahkan adalah gunung-gunung yang menyerupai wajah manusia.

Anda tahu wajah manusia, kan? Ada mata, mulut dan hidung. Gunung-gunung ini pun memiliki itu semua, setidaknya jika dilihat dari kejauhan dan ketinggian. Seperti halnya legenda Tangkuban Perahu di Jawa Barat, misteri Candi Prambanan dan Loro Jongrang, maka gunung-gunung berwajah manusia ini pun punya cerita (legenda) dan misteri sendiri.
Aneh dan uniknya, beberapa dari gunung-gunung ini benar-benar mirip wajah manusia. Lokasi gunung-gunung aneh ini ada di sejumlah Negara di dunia. Yang jadi pertanyaan, apakah bentuk wajah manusia itu hasil pahatan?? Tentu saja tidak! Kecuali gunung granit Mount Rushmore, yang menmahat sejarah Amerika pada 150 tahun pertama, semua gunung ini adalah asli kreasi alam.
Dan seperti biasa cerita misteri atau legenda yang berkembang, kisah-kisah burung yang menyebut gunung-gunung aneh ini tercipta dari manusia yang dikutuk pada ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu. Benarkah??! Embuh!! Namanya juga legenda, bisa menjadi apa saja.
Namun untuk meyakinkan, silahkan tengok foto-foto ini, dan anda bisa menilainya. Ada yang mirip seperti perwira perang pada masa lalu, ada juga seperti lelaki bertopi, dll. Tapi yang paling menarik adalah wajah seorang pria yang menempel di puncak gunung (see the picture), dan yang juga paling terkenal di dunia adalah gunung berbentuk seperti wajah prajurit indian yang menengadah ke langit. Gunung aneh ini dikenal dengan sebutan Lover’s Rock, terletak di Antequera, Andalusia, Spanyol.
Lalu, adakah cerita menarik seputar gunung-gunung aneh itu, tentu saja. Berikut cuplikan kisah misterinya:
1. Legenda Gunung Berwajah Prajurit Indian
Gunung batu berwajah manusia ini salah satu yang paling terkenal di dunia. Hasil pahatan alam yang sempurna. Wajah keras ini seperti prajurit laki-laki Indian. Gunung aneh ini dikenal sebagai Lover’s Rock, terletak di di Antequera, Andalusia, Spanyol. Legenda yang berkembang seputar terciptanya gunung itu adalah, berawal dari kisah cinta seorang pemuda Kristen dari Antequera dengan wanita Moorish dari Archidona yang berbeda agama. Masyarakat setempat yang sangat fanatic, tidak bisa menerima kisah cinta mereka. Tentangan keras datang dan melarang sang pemuda yang merupakan penduduk setempat, untuk melanjutkan hubungan mereka. Rasa cintanya yang luar biasa membuat si pemuda nekad, mengajar kekasihnya kabur, mereka lari ke hutan untuk menghindari kejaran penduduk.Konon, mereka bunuh diri dengan cara menghempaskan diri dalam kondisi berpelukan ke batu. Itu merupakan pilihan mereka dari pada melewatkan seumur hidup tanpa saling memiliki. Konon katanya, jenazah mereka secara ajaib melebur dalam batu itu dan mengubah wujud bukit batu itu menjadi bentuk yang sekarang ini kita lihat gambarnya.
2. Gunung Berbentuk Wajah Dewa Zeus di Yunani
Ini adalah Mount Yiouktas di Heraklion, Crete, Yunani. Anda tentu pernah dengar atau pernah baca legeda Dewa Zeus. Dalam legenda, Dewa Zeus lahir di Crete dan dia juga wafat di sana. Mitosnya, di gunung itulah ia wafat dan menjadi kuburnya. Tapi tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana sampai profilnya bisa terpahat dan menempel di gunung itu. Siapa yang memahat, bagaimana caranya? Anda tentu bisa melihat gambar ini, adalah sebuah keajaiban kalau manusia bisa menghasilkan pahatan wajah Dewa Zeus seperti ini. Kalau bukan manusia, lalu siapa? Alamkah? Atau adakadabra..sim salabim..jadilah wajah Dewa legendaries itu. Misteri ini yang belum bisa dijelaskan sampai kini sejak berabad abad lalu.
3. Gunung Wajah Tersenyum di Junagadh di Gujarat, India
Wajah tersenyum ini hanya bisa dilihat dari ketinggian). Gunung unik ini berada di Junagadh, Gujarat, India. Gunung ini juga dikenal sebagai Girnar Hill, di sini terdapat Kuil Bhavnath. Sebenarnya hasil gambar luar biasa ini merupakan trik fotografi yang membalikkan gambar 90 drajat, hasilnya seperti yang anda lihat, luar biasa. Seolah ada wajah tersenyum.
Kelima puncak jajaran gunung-gunung masing-masing dihiasi candi batu dengan ukir-ukiran rumit pada sampingnya. Banyak peziarah Hindu dan Jains berusaha mencapai lima puncak yang jika ditotal membutuhkan kira-kira 8000 langkah. Legendanya, dengan mendaki gunung itu dengan bertelanjang kaki, dan jika mencapai kelima puncak, maka si peziarah akan mendapat tempat di surga. Begitulah kepercayaan mereka!
4. Sekarang kita tinggalkan soal legenda, perhatikan wajah gunung dahsyat ini. Formasi Gunung-gunung ini sebenarnya merupakan gunung utuh di mana banyak terdapat pohon firs. Sayangnya fotografer Christopher Fay yang berbasis di Florida, tidak memberikan informasi lokasi pemotretan. Apakah anda mengenalinya, terdapat di manakah ini? ‘Wajah’ gunung ini mengingatkan apa, Yoda atau Gremlins?
5. Gunung ‘Bersungut-sungut’ di Crete, Yunani
Gunung unik ini juga berada di Crete, Yunani, tempat yang sarat akan legenda. Gunung ini juga unik, ada hidung dan dahi yang anggun. Yang menarik ketika salju turun, wajah gunung ini pun ‘berubah’ seperti orang yang tengah bersungut-sungut, agak merengut, seperti tidak suka.
6. Gunung Batu Berbentuk Wajah Raja Lengkap dengan Kumisnya, di California
Gunung batu ini salah satu yang terunik di wilayah Amerika Serikat. Bentuknya aneh dan unik, terkesan seperti wajah seorang raja lengkap dengan kumisnya. Letaknya di King Canyon National Park, California. Ada hidung yang sangat besar, ada pelupuk mata dan seperti ada tiga mata, mata ketiganya terletak di atas kumis (berwarna hijau, mungkin ini kumpulan pohon yang dari kejauhan terlihat seperti kumis). ‘Raja Canyon’ ini terlihat seperti Cyclops.
7. Bucegi Mountains – living legends, Romania
Bucegi adalah gunung paling popular di kalangan para pendaki, terdapat di Romania. Dari bagian utara gunung ini kamu bisa melihat keindahan Bucharest.Ada dua bagian gunung ini yang letaknya di ketinggia 220 meter, paling disukai para turis (pendaki) yakni batuan besar yang berbentuk sphinx yang sepintas mirip wajah manusia. Alamlah yang telah memahat batu ini menjadi seperti itu. Diduga, bentuk itu didapat hasil dari erosi. Bagian lain yang juga unik adalah berbentuk Old Woman (di Romania disebut : Babele).
8. Gunung dengan Wajah Bertopi
Gunung batu berbentuk aneh ini terdapat di Rock City, GA. Uniknya pada bagian puncak ada bagian batu yang menjorok seperti topi yg menutupi separuh wajah.
9. Gunung Berbentuk Beruang yang Melolong di Estes Park, Colorado, AS
Nah, bentuk gunung yang satu ini berbeda dengan yang lain. Kalau gunung-gunung lain berbentuk wajah manusia, kalau gunung yang terdapat di Estes Park Colorado AS, ini, seperti berbentuk beruang yang sedang melolong. Benarkah?
10. Wajah Manusia di Gunung Cook (Aoraki), Australia
Mungkin ini hanya kebetulan atau intepretasi pada foto. Seorang pengunjung, Geoff Olsen, gunung ini mengambil foto dan terkejut ketika mendapati foto tersebut terlihat seperti wajah manusia di gunung.
11. Gunung Batu ‘Sejuta Wajah’ di Mount Rushmore National Memorial, AS
Mungkin anda semua sudah sering melihat gambar ini, gunung batu yang mewakili ‘sejarah amerika’. Di sana sejumlah wajah founding father Amerika dibentuk. Letaknya di Keystone, South Dakota. Ukiran patung para tokoh Amerika ini dibuat Gutzon Borgium, seorang seniman patung, pada bukit granit pada tahun 1867-1941. Patung-patung ini adalah ‘catatan sejarah Amerika’ pada 150 tahun pertama. Tinggi masing-masing kepala patung sekitar 18 meter.
12. Mount Everest
Mungkin ini hanya interpretasi terhadap foto, tapi gunung tertinggi di dunia ini pun dari kejauhan mirip wajah manusia. Terkesan mengada-ngada. Tapi coba perhatikan gambar ini dan ‘mainkan’s edikit imajinasimu..nah..bagaimana??

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3321392






















