Tampilkan postingan dengan label Proses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proses. Tampilkan semua postingan

LANGKAH !!! Foto Proses Menetasnya Semut Dari Telur

Kehidupan semut dimulai dari telur. Jika telur dibuahi, progeni akan perempuan (diploid), jika tidak, maka akan laki-laki (haploid). Semut berkembang dengan metamorfosis lengkap dengan tahap-tahap larva melewati tahap pupa sebelum muncul sebagai orang dewasa. larva ini secara umum bergerak dan diberi makan dan dirawat oleh pekerja. Makanan diberikan kepada larva dengan trophallaxis, sebuah proses di mana semut regurgitates makanan cair yang diadakan di tanaman tersebut. Seorang pekerja baru menghabiskan beberapa hari pertama dalam merawat kehidupan dewasa untuk ratu dan muda. Kemudian setelah dewasa semut bertugas untuk menggali dan bekerja sarang lain, dan kemudian untuk mempertahankan sarang dan mencari makan.

Mulai mendekati telur...

Pertama, ia memotong melalui lubang-lubang

Di sini, kita melihat mata seorang semut baru. Sekarang, tepatnya ketika jelas bahwa pada sisi kepalanya, seorang pekerja membuat irisan dalam lingkaran

Bagian atas dari kokon akan dihapus sebagai topi sekarang, dan pekerja lain untuk membantu

Dan akhirnya semuanya harus diangkut.

Tapi itu tidak semua semut baru lahir masih belum bisa bergerak sendiri, kaki kumal dan antena

Sekarang saatnya meluruskan kaki dan menjilat.

Akhirnya semua kaki diluruskan. Dia duduk diam beberapa menit, mungkin terbiasa dengan sensasi baru.

Dan, lihatlah, ia pergi! semut baru lahir tidak mampu  berjalan, mereka terhuyung-huyung, terjerat pada kaki dan terus jatuh, seperti . tapi setelah beberapa jam baru akan mampu mengontrol kakinya dengan baik.

Masih akan beberapa hari sampai semut kecil belajar merawat, gulung menjilati induk, dan pakan larva, dan mungkin ada beberapa bulan sampai akhirnya dia bisa meninggalkan sarang untuk susu kutu daun dan berburu . dan sementara ia duduk di sarang dan belajar.

http://catatanlaci.blogspot.com/2010/11/photo-proses-menetasnya-semut-dari.html

Proses Lumba-Lumba Melahirkan Anak

gambar lumba lumba melahirkan merupakan peristiwa alami yang jarang sekali tertangkap kamera dan lumba-lumba hidung botol ini melahirkan anaknya dengan mengeluarkan ekor anaknya terlebih dahulu .. sang induk kemudian membimbing bayinya dengan lembut ke permukaan dan mereka berdua berenang untuk pertama kalinya

foto yang sangat langka, lumba2 melahirkan bisa tertangkap kamera



melahirkan dengan ekor keluar terlebih dahulu


sang anak lahir masih berlumuran darah

gambar-gambar ini diambil di wildlife park pool Rimini, Italy, potograpernya,Mr. Stanzani, bilang, "mengambil foto dengan sudut yang baik sangat sulit."
Stanzani sendiri telah mengumpulkan foto lumba-lumba hampir selama 14 tahun dan ia berkata biasanya lumba-lumba melahirkan di malam hari sehingga kualitas cahayanya sangat buruk dan sulit diabadikan


berenang berdampingan berdua bersama ibunda tercinta

lumba2 yang sedang melahirkan biasanya menjauh dari jendela kolam saat melahirkan dan meskipun dekat dengan jendela, kadang kualitas airnya yang kotor. saat itu saya sungguh sangat beruntung." pada saat pengambilan gambar ada tiga orang photographer dan tiap photographer berada di masing-masing jendela kolam bawah air dan Mr. Stanzani berada di jendela yang tepat.. "jangankan mengambil gambar, photographer yang lain malah tidak bisa melihat kejadian ini," kenang Mr. Stanzani


induk lumba2 yang untuk pertama kalinya mengajarkan anaknya beraksi


saat sang induk membantu anaknya berenang untuk pertama kalinya

http://unikboss.blogspot.com/2010/10/proses-lumba-lumba-melahirkan-anak.html

Sejarah dan Proses Pembuatan Kiswah (Kain Penutup Ka'bah)

Pada ka'bah kita sering melihat adanya Kiswah (kain/selimut hitam penutup ka’bah). Tujuan dari pemasangan kain itu adalah untuk melindungi dinding ka’bah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Selain itu kiswah juga berfungsi sebagai hiasan ka’bah.

Menurut sejarah, Kabah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS, putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa. Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka’bah terbuat dari kain tenun.
http://winsanews.files.wordpress.com/2008/11/saudi-arabia-mecca-ka-bah-11.jpg
Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail as diikuti oleh para penerusnya. Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kabah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.
Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.
Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.
Pada era keemasan Islam , tanggung jawab pembuatan maupun pengadaan kiswah selalu dipikul oleh setiap khalifah yang sedang berkuasa di Hijaz, Arab Saudi pada setiap masanya. Meskipun kiswah selalu menjadi tanggung jawab para khalifah, beberapa raja di luar tanah Hijaz pernah menghadiahkan kiswah kepada pemerintah Hijaz.
Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.
http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2008/umroh2008/ka%27bah-tanpa-kiswah.jpg
Ka'bah tanpa kiswah

Setiap tahun, kiswah-kiswah indah yang dibuat di Mesir itu diantar ke Makkah melewati jalan darat menggunakan tandu indah yang disebut mahmal. Kiswah beserta hadiah-hadiah lain di dalam mahmal datang bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dikepalai oleh seorang amirul hajj.
Amirul hajj itu ditunjuk secara resmi oleh pemerintah Kerajaan Mesir. Dari Mesir, setelah upacara serah terima, mahmal yang dikawal tentara Mesir berangkat ke terusan Suez dengan kapal khusus hingga ke pelabuhan Jeddah. Setibanya di Hijaz, mahmal tersebut diarak dengan upacara sangat meriah menuju ke Mekkah.
Pengiriman kiswah dari Mesir pernah terlambat hingga awal bulan Dzulhijjah. Hal itu terjadi beberapa waktu setelah meletusnya Perang Dunia I. Keterlambatan pengiriman kiswah terjadi akibat suasana yang tidak aman dan kondusif akibat Perang Dunia I.
Melihat situasi yang kurang baik pada saat itu, Raja Ibnu Saud (pendiri Kerajaan Arab Saudi) mengambil keputusan untuk segera membuat kiswah sendiri mengingat pada tanggal 10 Dzulhijjah, kiswah lama harus diganti dengan kiswah yang baru. Usaha tersebut berhasil dengan pendirian perusahaan tenun yang terdapat di Kampung Jiyad, Mekkah.
Setelah Perang Dunia I berakhir, Raja Farouq I dari Mesir kembali mengirimkan kiswah ke tanah Hijaz. Namun melihat berbagai kondisi pada saat itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi dibawah Raja Abdul Aziz Bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada 1931 di Makkah. Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.
Kain kiswah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan-pintalan benang berwarna emas maupun perak bersatu padu merangkai goresan kalam Ilahi. kiswah menjadi sangat berharga, bukan hanya karena firman-firman Allah SWT yang suci yang dipintal pada kiswah, tetapi juga karena keindahan dan eksotisme pintalan benang berwarna emas dan perak pada permukaannya.
Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tidak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Kiswah merupakan simbol kekuatan, kesederhanaan, juga keagungan.


Proses Pembuatan Kiswah

Kiswah pertama kali dibuat dibuat oleh seorang pengrajin bernama Adnan bin Ad dengan bahan baku kulit unta. Namun dalam perkembangannya, kiswah dibuat dari kain sutera. Untuk membuat sebuah kiswah memerlukan 670 kg bahan sutera atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm.

Ukuran itu sudah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak.



http://www.emel.com/images/makingofkiswah_emel.jpg






Sejak 1931, kiswah untuk menutupi Kabah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam pabrik tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Di pabrik kiswah yang areanya seluas 10 hektare itu dipekerjakan sekitar 240 perajin kiswah.
Dalam pabrik tersebut, kiswah dibuat secara massal. Di sanalah semuanya disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.
Meskipun kiswah tampak hitam jika dilihat dari luar, namun ternyata bagian dalam kiswah itu berwarna putih. Salah satu kalimat yang tertera dalam pintalan emas kiswah adalah kalimah syahadat, Allah Jalla Jalallah, La Ilaha Illallah, dan Muhammad Rasulullah . Surat Ali Imran: 96, Al-Baqarah :144, surat Al-fatihah, surat Al-Ikhlash terpintal indah dalam benang emas untuk menghiasi kiswah.
Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma Allah yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari.

Karena menggunakan bahan baku dari benda-benda yang sangat berharga seperti sutera, emas, maupun perak, harga kiswah ini menjadi sangat mahal sekitar Rp 50 miliar.
Sehingga setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar Rp 50 miliar untuk pembuatan kiswah. Menurut sejarah, tradisi penggantian kiswah yang dilakukan setiap tahunnya sudah ada sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang merupakan penguasa Dinasti Abbasiyah ke-IV.
Tradisi tersebut bermula ketika, Khalifah al-Mahdi naik haji kemudian penjaga Kabah melapor kepadanya tentang kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh. Mendengar laporan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi memerintahkan agar setiap tahun kiswah diganti.
Sejak saat itu, kiswah untuk Ka’bah selalu diganti setiap tahun pada musim haji dan menjadi sebuah tradisi yang harus selalu dijalankan. Dengan demikian tidak ada lagi kiswah yang kondisinya memprihatinkan.

Pasalnya, setiap kiswah hanya memiliki masa pakai Ka’bah selama satu tahun. Bahkan, kiswah bekas dipakai Ka’bah ada yang dipotong-potong kemudian potongan tersebut dijual sebagai penghias rumah maupun kantor.

http://strano66.blogspot.com/2010/09/sejarah-dan-proses-pembuatan-kiswah.html

Proses PENYELAMATAN Mobil Dari Sumur seDalam 60 Meter Gan !!! (PIC)

There is not so much water in Saudi Arabia, so people are digging special wells that can be up to 320 ft (100 m) deep. This one was built near the city of Ryad and it was 200 ft (60 m) deep. An unfortunate Toyota Land Cruiser driver fall down in the well while he was drifting in the desert with his friends. The rescuers were able to get the man and his car out of the well.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghdgIgIIA4Rs_FJGFAVmROxjerbpmz4EHeMNdQaDSTnqRrBb7pkvNj8PEQkfsZkljNB5yg3PkXsJmMq4-nVnX-MZpKeMDvyBQrAQMLTUf8npmGFWIjP8cb_kIC5jX03HRambro6l54MgU/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_01.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfG5P4gHXGfYXZvtisjbhjj7twPVOR8QvN6191n8Y5voERv2hDdlR19U7PZLszrjkoy_HPt78MrAxEFpqlmYhTr_2-dsRzFdFjQB9-hw84vly2MSB7v-seP9_LZSUsYqeAU8ElPAtR3y8/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_02.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgacndSLMEHYjU9RnlwtPd-t0G7QZWb4Zju5E-S9u78tWGJTOkHXMa5j_fZdai-AiryAV8A7aSVl8gDFuHMTjJmWNxYQUsgUZAaHd3NWwmAH7fcy8FYY7fCjoSs6EUfuSKdATCOwVcaUFE/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_04.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiGrljEJ3_OFbFUGFZEpzvjnWPfHb0PNNpFZzkm64cTpNmeo9iud-ZCATpIzsaiYyCuFeEAGwHSIwicKEXvNcJ6xIjNhxvXnr1BFMmZZgJ8HMu8KxgXAQ_-9KyJcFIoIE7rCETalQpiQ0/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_06.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimuxx-ufADx1TPxBYJ45nOmJoSpqHbK3O3hYbucqp2kKzn_FpslSZ8jxD3glkrUhDM_IJAbsR_gJqjHm8ta8tKzAtuMHVyOBjHiUQkOxCKOluXAhRXoaeobQaiORxYtCSUDu7N5diMlaE/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_08.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRdtyur9FwFDkzpjxMfhFblHRV3-K7Qg4ulFpS_UQnWQ-1dVuBmNb09cVVnD1-BhvM5RwmiyrA0mJA-SxIwuQ7WMqg1sh2igglHARrbA2Lzdgek9TkAROv1zrxUwSdXirKp1KSexVrTpw/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_11.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVAHHDOmG1T04Cuvkwnl0ptiRHGFl5BG9Jf5J8egW7kygs5q6e4wjN540X85Udgvd9bO1ZB67ZWxEiWFgVspcnpl9C-fwojmrVM_L2ZGM9HJWxUV_w_Sj-K8ni_SwMgz6EP0kBm0JYx5k/s1600/car_fall_into_well_in_saudi_arabia_12.jpg

http://ruang-unikz.blogspot.com/2010/09/proses-penyelamatan-mobil-dari-sumur.html

Proses Pembuatan Camera Digital SAMSUNG


1. Tahap Design dan Konsep

Spoiler for Tahap Designdan Konsep:


Pada tahap awal ini, product planners, designers, programmers dan engineers berdiskusi tentang konsep camdig yang akan dibuat.
Konsep yang dibuat harus bisa mengakomodasikan trend pasar dan kebutuhan
customer dimasa kini.
Adapun trend pasar jaman sekarang adalah camdig yang hemat
batterai dan memiliki kemampuan multishot.



2. Proses Casting Casing

Spoiler for Proses Casting Casing:


Setelah konsep dan design sudah ditentukan, maka selanjutnya engineer dengan bantuan komputer dan robot akan melakukan pembentukan casing yang terbuat dari bahan plastik, alumunium dan titanium.


3. Proses Pembuatan Lensa

Spoiler for Proses Pembuatan Lensa:


Pada tahap ini, lensa dibuat dan disesuaikan dengan jenis camdig yang ada yaitu pocket atau SLR. Adapun lensa dibuat dari kaca yang dipanaskan.


4. Proses Pengepasan Lensa di Kotak Lensa/Barrel

Spoiler for Proses Pengepasan Lensa di Kotak Lensa/Barrel:


Setelah lensa sudah dilapisi pelindung, maka lensa akan dimasukan dan dipaskan ke dalam Kotak Lensa/Barrel yang sudah ditentukan.
Jumlah dan jenis lensa ditentukan berdasarkan kemampuan optical zoom dan jenis kamera (
pocket/SLR).


5. Proses Penyatuan semua Komponen

Spoiler for Proses Penyatuan semua Komponen:


Setelah proses pengepasan lensa selesai, maka kotak lensa/barrel yang sudah berisi lensa akan disatukan dengancircuit board, LCD, panel, image sensor, digital sensor dan chip memori.


6. Proses Penyelesaian Casing

Spoiler for Proses Penyelesaian Casing:


Setelah semua komponen disatukan, maka akan disatukan kembali dengan casing dan dilakukan tahap penyelesaian agar casing terlihat kokoh dan dapat digunakan dengan nyaman.


7. Proses Instalasi Software

Spoiler for Proses Instalasi Software:


Dalam tahap ini, camdig yang sudah selesai akan diinstalasikan software pendukung agar camdig dapat digunakan. Adapun instalasi software dilakukan diruangan yang gelap.


8. Proses Pengetestan Shutter

Spoiler for Proses Pengetestan Shutter:


Disini, camdig akan ditest shutter-nya satu persatu.


9. Proses Pengetestan Primary Color

Spoiler for Proses Pengetestan Primary Color:


Tahap akhir, camdig akan ditest berbagai macam feature-nya antara lain mode shoot, resolution, digital zoom, dancolor test. Agar kualitas camdig terjamin.


10. Hasil Akhir

Spoiler for Hasil Akhir:


Setelah semua proses telah selesai, maka camdig siap dipasarkan dan digunakan..


Proses Tawon Membuat Rumahnya






Source