KUTA - Para pemain dalam film dokumenter gigolo Kuta, 'Cowboys in Paradise' mengaku ditipu oleh Amit Virani, sutradara sekaligus produser film ini.Para pemain yang ada di film ini merasa wawancara mereka dimanipulasi dan disalahgunakan oleh pembuat film. Mereka juga menolak tegas disebut gigolo karena itu bukan pekerjaan mereka. Setelah wajah mereka sering muncul di media televisi, para pemain di film dokumenter itu resah. Akibat film ini, aktivitas mereka sehari-hari sebagai instruktur surfing atau selancar di Pantai Kuta terganggu.
Salah satu anak pantai atau 'beach boys' yang wajahnya muncul di film dokumenter ini mengaku tertipu. Wawancara yang mereka berikan pada saat pembuatan film sekitar 2 tahun lalu, ternyata dimanipulasi oleh sutradara asal India, Amit Virani, menjadi sebuah film dokumenter tentang gigolo.
"Kita merasa tertipu. Ini benar-benar mengganggu kita, kita ini sebenarnya korban. Kalau dia bilang waktu itu lagi bikin film gigolo, ya tentu saja kita tidak mau, kita bukan orang bodoh pak," kata Warno, yang wajahnya muncul di film itu sebagai pria berkaca mata hitam berambut panjang dan mengucapkan kata 'I love you'.
Warno yang biasa dipanggil Arnold, sehari-harinya merupakan instruktur surfing bagi turis asing yang berkunjung ke Pantai Kuta, dengan bayaran 25 dollar per 2 jam. Pasca kejadian ini, ia yang sudah mempunyai istri merasa sangat terganggu.
"Terus terang saya stress, sekarang tidak bisa mencari nafkah dengan tenang, kita kan perlu uang untuk hidup pak," jelasnya, di Pantai Kuta, Rabu (28/4).
Pasca kejadian ini, para pemain film yang merasa tertipu berniat akan menuntut sang sutradara. Namun keinginan ini terhalang karena mereka mengaku tak punya biaya untuk menyewa pengacara. [*/mut]
http://radarngguonline.blogspot.com/2010/04/pemain-film-gigolo-kuta-ngaku-ditipu.html
