Tampilkan postingan dengan label Aliran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran. Tampilkan semua postingan

Inilah Penerus Mbah Surip Yang Akan Mengangkat Aliran Musik Reggae



VIVAnews - Mbah Surip, penyanyi nyentrik pengusung aliran reggae telah lama berpulang.

Namun, penerusnya terus bermunculan. Salah satunya, Boys n Roots, band reggae yang asli Bandung. Tadi malam mereka meluncurkan album perdana.

"Kami cukup bangga dan senang dengan album perdana kami, Kami pilih launching di Kapal Phinisi karena kami cinta pantai dan laut " ujar Joko Wage Triyono alias Joe Dread, vokalis Boys n Roots kepada sejumlah wartawan di Kawasan Kemang, Rabu 28 Juli 2010.

Band reggae yang digawangi oleh Joko Wage Triyono (Joe) Vokal, Donny Surawijaya (Donee) Bass, Mario Marlius (Mario) Gitar, Mulsahyani (Imul) Gitar, Henry Gunawan (Henrik) Drum dan Ahmad Khairi (perkusi) ini akan serius mempromosikan lagu lagu reggae yang dinamis di beebrapa kota besar.

"Jadwal tur yang mulai padat bulan depan, adalah strategi kami untuk bisa masuk ke industri musik saat ini" ujar Joe.

Dari sisi komposisi lagu – lagu Boys n Roots termasuk ke dalam kategori easy listening yang sarat pesan moral. Tengok saja lagu andalan mereka yang berjudul 'Ngaku – ngaku' yang sarat dengan kritik

"Lagu Ngaku Ngaku ini menceritakan tentang seseorang yang mengaku dirinya hebat, kaya, dan pintar padahal kenyataannya hanya bualan belaka” jelas Mario.

Beraliran reggae, Boys n Roots ini adalah ternyata salah satu pengagum Mbah Surip. "Mbah Surip walau sudah tidak ada, tapi dia adalah inspirasi terbesar kami, gaya dan lirik musiknya akan kami tiru dengan positif" ujar Joe.

Album pertama Sakai Vibration ini diselesaikan dalam waktu hanya dua bulan. Proses rekaman mulai dari 2 Februari hingga 18 Maret 2010.


* Foto kenangan Mbah Surip




sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4838072

Pemerintah Akan Tertibkan Aliran Yang Lebarannya Tak Seragam

Walaupun lebaran tahun ini serentak yaitu 10 September, namun juga ada beberapa kumpulan umat yang berlebaran di tanggal 9 bahkan 8 September, sehingga masih terdapat perbedaan penetapan 1 Syawal,  walau jumlah mereka tidak banyak namun bisa jadi menjadi terlihat tidak harmonis. oleh karena itu pemerintah mulai memperhatian khusus kondisi tersebut. Kementerian Agama (Kemenag) sebagai otoritas keagamaan tertinggi di Indonesia akan mengundang wakil kelompok masyarakat Islam tersebut untuk menyamakan kriteria dan cara pandang. Terutama dalam hal menentukan hari besar Islam yakni awal Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.
Salah satu aliran yang setiap tahun lebarannya tidak pernah sama, bahkan terkesan memang membedakan diri untuk eksistensinyaSalah satu aliran yang setiap tahun lebarannya tidak pernah sama, bahkan terkesan memang membedakan diri untuk eksistensinya
“Banyak hal yang membedakan kriteria dan cara pandang. Ada yang pakai pasang surutnya air laut, ada yang langsung melihat hilal. Mereka harus diingatkan lagi,” kata Suryadharma. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meyakini ada keinginan kelompok tersebut untuk duduk bersama sekaligus menyamakan persepsi. Secara perlahan persamaan harus dicapai, karena itu Kemenag akan memfasilitasi semua secara intensif setelah Lebaran ini. “Diharapkan, semakin menipis perbedaan di antara ormas Islamm;” kata dia.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Nasaruddin Umar menyatakan saat ini kelompok yang berbeda sudah berkurang. Tahun lalu ada tujuh kelompok yang berbeda, sedangkan tahun ini berkurang tinggal dua kelompok. Namun, menurut Nasaruddin, kelompok yang terlebih dahulu melaksanakan 1 Syawal 1431 H ini melakukan kegiatan tidak mengganggu masyakat. “Mereka melakukannya di tengah perkebunan luas. Jadi, tidak kelihatan oleh publik. Mereka tidak menggunakan takbir dengan sound system,” ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan bahwa dari pertemuan Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag pada 2 September 2010, kelompok mayoritas masih menjalankan puasa. “Mereka hari ini melaksanakan 1 Syawal, tetapi mayoritas ada yang puasa dan sekaligus menunda Lebaran dan memilih merayakan bersama umat Islam mayoritas,” ujarnya.

Source: JPNN