Tampilkan postingan dengan label Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanda. Tampilkan semua postingan

Foto Detik-Detik Hukuman Gantung Jaman Hindia Belanda







Balaikota batavia atau stadhuis, di depan balaikota inilah para penjahat kelas kakap jaman hindia belanda di eksekusi gantung. Menara diatas balaikota itu di dalam ada lonceng yang bernama Soli Deo Gloria, jadi setiap mau ada eksekusi lonceng tersebut selalu dibunyikan untuk memanggil para penduduk disekitar batavia untuk menyaksikan hukuman gantung. Eksekusi terakhir yang mengikutsertakan lonceng kematian terjadi pada 1896 dengan tereksekusi Tjoen Boen Tjeng yang dihukum gantung karena terlibat dalam penjarahan.




Foto ini di ambil sekitar tahun 1869-1870, sayang tidak menyebutkan tempat. namun dapat terlihat jelas bahwa telah dilaksanakan hukuman gantung dan tampaknya orang disekitarnya yg sedang memegang benda berwarna putih (mungkin papan nama) juga menunggu untuk di eksekusi. eksekusi ini di jaga oleh pasukan berkuda hindia belanda.


Sedagkan yang ini diambil sekitar tahun 1890-1910 bertempat di jambi, yang dieksekusi merupakan para terdakwa pembunuhan

 
sumber: http://terselubung.blogspot.com/2010/08/foto-detik-detik-hukuman-gantung-jaman.html

ROAD TO FINAL : Belanda



Wesley Sneijder, Dirk Kuyt, Arjen Robben - Belanda (Getty Images)

BABAK PENYISIHAN GRUP


14 Juni, Stadion Soccer City, JohannesburgBelanda 2-0 Denmark
(Agger 46' bunuh diri, Kuyt 85')

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen; 6-Mark van Bommel, 8-Nigel de Jong / 14-Demy de Zeeuw (88'); 10-Wesley Sneijder, 23-Rafael van der Vaart / 17-Eljero Elia (67'), 7-Dirk Kuyt; 9-Robin van Persie / 20-Ibrahim Afellay (77').

19 Juni, Stadion Moses Mabhida, DurbanBelanda 1-0 Jepang
(Sneijder 53')

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen; 6-Mark van Bommel, 8-Nigel de Jong; 10-Wesley Sneijder / 20-Ibrahim Afellay (83'), 23-Rafael van der Vaart / 17-Eljero Elia (72'), 7-Dirk Kuyt; 9-Robin van Persie / 21-Klaas-Jan Huntelaar (88').

24 Juni, Stadion Green Point, Cape TownKamerun 1-2 Belanda
(Eto'o 65' pen.; Van Persie 36', Huntelaar 83')

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 12-Khalid Boulahrouz, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen; 6-Mark van Bommel, 8-Nigel de Jong; 10-Wesley Sneijder, 23-Rafael van der Vaart / 11-Arjen Robben (73'), 7-Dirk Kuyt / 17-Eljero Elia (66'); 9-Robin van Persie / 21-Klaas-Jan Huntelaar (73').


BABAK 16 BESAR

28 Juni, Stadion Moses Mabhida, Durban
Belanda 2-1 Slowakia
(Robben 18', Sneijder 84'; Vittek 90'+ pen.)

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen; 6-Mark van Bommel, 8-Nigel de Jong; 10-Wesley Sneijder / 20-Ibrahim Afellay (90'+), 11-Arjen Robben / 17-Eljero Elia (71'), 7-Dirk Kuyt; 9-Robin van Persie / 21-Klaas-Jan Huntelaar (80').


PEREMPAT-FINAL

2 Juli, Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth
Belanda 2-1 Brasil
(Sneijder 53', 68'; Robinho 10')

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 13-Andre Ooijer; 6-Mark van Bommel, 8-Nigel de Jong; 10-Wesley Sneijder, 11-Arjen Robben (73'), 7-Dirk Kuyt; 9-Robin van Persie / 21-Klaas-Jan Huntelaar (85').


SEMI-FINAL

6 Juli, Stadion Green Point, Cape Town
Uruguay 2-3 Belanda
(Forlan 41', M. Pereira 90'+; Van Bronckhorst 17', Sneijder 70', Robben 73')

Susunan pemain:
1- Maarten Stekelenburg; 5-Giovanni van Bronchkorst, 12-Khalid Boulahrouz, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen; 6-Mark van Bommel, 8-Demy de Zeeuw / 23-Rafael van der Vaart (46'); 10-Wesley Sneijder, 11-Arjen Robben / 17-Eljero Elia (89'), 7-Dirk Kuyt; 9-Robin van Persie.



Source

Fakta Fakta Menarik Seputar Belanda VS Spanyol

Blogs4funny - Sebelaum menyaksikan laga final piala dunia antara belanda vs Spanyol sebentar lagi ada baiknya kita tahu tentang fakta menarik antara Belanda vs Spanyol,apasajakah fakta menarik tesebut,berikut saya kutip dari vivanews.com


1. Untuk pertama kalinya setelah 32 tahun, final Piala Dunia mementaskan dua tim yang belum pernah menjadi juara. Uniknya, hal itu terakhir terjadi saat Belanda masuk final 1978 menghadapi tuan rumah Argentina.

2. Keberhasilan Spanyol dan Belanda masuk final, membuat total ada 12 negara yang pernah berlaga di pertandingan final Piala Dunia.

3. Spanyol bisa menjadi negara pertama yang menjadi kampiun Piala Dunia yang kalah di pertandingan perdana.

4. Belanda berpeluang menyamai rekor Brasil di Piala Dunia 1970 dan 2002 yang selalu memetik kemenangan dalam semua pertandingan.

5. Belanda membuat rekor dengan mencetak 14 kemenangan, mulai dari babak kualifikasi, penyisihan grup sampai dengan semifinal. Ini merupakan rekor terbaru dan bisa menjadi 15 kalau mereka berhasil menang di partai final.

6. Untuk pertama kali setelah 28 tahun, tim juara Eropa (Spanyol) melaju ke partai final Piala Dunia. Prestasi terakhir diukir Jerman Barat yang menjuarai Piala Eropa 1972 dan kemudian masuk final dan memuncaki Piala Dunia 1974.



Keindahan Kota Sungai di Belanda


Kita mungkin tidak asing dengan salah satu kota di Italy yaitu Venice yang sering disebut sebagai 'kota air', dan yang akan kita bahas disini adalah tentang salah satu daerah perkampungan di holland yang sangat mirip dengan bentuk dan tata kota seperti Venice-Italy, bolehlah kita sebut pemukiman ini sebagai 'perkampungan air'.

Daerah yang tergolong sebagai dataran rendah ini begitu sedap dipandang mata, aroma wangi surgawi tersibak diantara pepohonan yang teduh. Jauh dari kebisingan jauh dari polusi, sekelilingnya dialiri sungai kecil yang jernih.
Kehidupan di daerah ini begitu nyaman sehingga wajah-wajah penduduknya dapat dilihat tersenyum ramah berseri-seri, bisa jadi akibat pemukiman mereka yang dapat dikatakan surga dunia, masyarakatnya begitu kompak untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor, sehingga kita disini tidak akan melihat adanya mobil dan sepeda motor, sarana transportasi mereka adalah perahu-perahu kecil yang sederhana, apabila menempuh jalan setapak di darat maka akan tampak beberapa orang hanya berjalan kaki ataupun menaiki sepeda.

Menurut beberapa informasi masyarakat di perkampungan ini sebisa mungkin memakai perabotan rumah tangga yang sangat minimal dari penyebab polusi, maka dari itu sempurnalah pemukiman ini dikatakan asri dan bersih.



evolusi-apa-aja.blogspot.com

Prediksi Paul Gurita Belanda Vs Spanyol

Prediksi ramalan Paul si Gurita pertandingan Belanda vs Spanyol dalam Final Piala Dunia 2010. Paul dikenal karena ramalan-ramalan pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang jitu. Namun, tak banyak orang tahu siapa Paul sesungguhnya. Dan pastinya saat ini yang paling ditunggu-tunggu adalah ramalan paul gurita belanda vs spanyol dalam final world cup 2010 kira-kira siapa yang akan diramalkan oleh paul untuk menjadi pemenang dan membawa pulang tropi paling dahsyat dalam dunia persebak bolaan ini.

Namun sampai detik ini paul belum mempublish hasil ramalannya untuk memilih spanyol atau belanda yang akan keluar sebagai pemenang fifa world cup 2010 ini, kita tunggu sajah ramalan paul gurita dalam pertandingan final spanyol vs belanda



evolusi-apa-aja.blogspot.com

Foto-Foto Terlarang dari Hindia Belanda


Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang dibuat di Hindia-Belanda - nama Indonesia di zaman kolonial - antara tahun 1945 hingga akhir 1949.

Foto-foto dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka tembakan, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland berbincang dengan Erik Somers, salah satu penulisnya.

René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai Perang Dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang dipakai oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat kepada pemerintah Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda.

Disensor

Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, atau tawanan perang, tidak pernah ditampilkan di media.

Sebenarnya periode 1945, setelah 17 Agustus dan 1949, dikenal dengan periode Bersiap, dan setelah itu dimulai aksi agresi I dan II oleh Belanda, dan berakhir dengan penyerahan kedaulatan Desember 1949. Istilah Belanda 'Politionele Actie' memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini digunakan pemerintah Belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu.

Setelah menyelidiki ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini perang kolonial.

Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. Jadi foto-foto yang tidak membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 tentara Belanda dikirim ke Indonesia.

Keadaan sesungguhnya
Foto-foto yang diterbitkan sekarang, justru foto yang dilarang atau ditolak oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya.

Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu dianggap sebagai 'pembebas'.

Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat fotografer embedded, dan dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer.

Foto-foto ini bertolak belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi berdarah.

Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik.

Reaksi
Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Dengan kata lain buku ini menceritakan sisi negatif dari perang.
Koloniale Oorlog: 1945-1949
René Kok, Erik Somers, Louis Zweers
Penerbit Carrera
ISBN: 978 90 488 0320 0
Terbit mulai 8 Desember 2009


Seorang pemuda yang terluka diberi pertolongan medis oleh anggota


Operasi Quantico. Seorang serdadu marinir terlihat mengancam


Operasi Quantico. Seorang pemuda ditarik rambutnya agar keluar dari tempat persembunyian


Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati dielu-elukan oleh warga Indonesia, setelah berpidato di Yogyakarta, November 1949


Warga Belanda di kamp internering di batavia, September 1945


Fotografer dan pembuat film Belanda di Batavia