Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Gedung Unik Di Spanyol !! Seperti Ombak Laut !! (+pic)

Santiago Calatrava merancang The Hau da Ysios upetegia untuk para Bodegas dan kelompok Bebidas winery di LaGuardia, Spanyol. Proyek itu selesai pada 2000.

Atap dari logam seperti merenggang di cakrawala, memuncak di tengah. Shadow treatment dibutuhkan dalam gerakan ini. Riak berombak-ombak pada bagian belakang gedung. Dinding kayu yang tipis sedikit berombak pada sebagian struktur ini. Proses pembuatan anggur dimulai di salah satu ujung gedung dan berakhir pada yang lain. Pintu masuk pengunjung pada puncak mengarah depan mudah untuk keluar di belakang untuk kebun-kebun anggur.

Struktur ini cocok ditempat yang subur seperti di pegunungan Sierra de Cantabria. Situs perubahan vertikal 10m dari satu ujung ke ujung dalam area gedung ini 8.000 m2.


winery



winery-1


winery-2

winery-3

winery-4

winery-5

winery-6

winery-7

winery-8

winery-9

winery-10

sumber :http://www.natyu.com/interesting/interesenting-buildings-winery-in-laguardia-spain-designed-by-santiago-calatrava.html

Spanyol, Surga Jual Beli Sperma Dan Sel Telur




JAKARTA, KOMPAS.com — Kebanyakan negara melarang penjualan sperma ataupun sel telur. Tapi di Spanyol, transaksi donor sperma dan sel telur merupakan hal yang wajar.
Banyaknya donor sperma dan sel telur di Spanyol tak lepas dari kebijakan pemerintahnya yang menyediakan imbalan bagi pendonor. Seperti yang dilansir surat kabar The Guardian, tiap satu sel telur dihargai 900 euro atau sekitar Rp 10 juta.

Kebijakan ini membuat Spanyol tak pernah kekurangan donor. Malah Spanyol memiliki predikat sebagai tempat wisata kesuburan. Tak hanya surplus donor, Spanyol juga unggul dalam hal teknologi inseminasi buatan.

Dibandingkan dengan Inggris, Spanyol jauh lebih unggul dalam hal ini. Sebagai gambaran, pasangan tak subur di Inggris harus menunggu selama 18 hingga 24 bulan agar mendapat donor untuk inseminasi buatan. Itu pun tingkat keberhasilannya hanya 45 persen.

Sedangkan di Spanyol, pasangan tak subur "hanya" disuruh menunggu selama lima bulan untuk prosedur inseminasi buatan. Tingkat keberhasilannya juga lebih tinggi, sekitar 65 persen.

Soal harga pun bersaing, ini karena banyaknya donor yang tersedia. Kalau dirata-rata, tiap kunjungan hanya memakan biaya 9.000 euro atau sekitar Rp 100 juta. Bandingkan dengan Inggris yang memakan biaya sekitar Rp 200 juta untuk prosedur inseminasi.

Tak heran bila banyak pasangan yang bermasalah dalam memiliki keturunan datang ke Spanyol untuk mendapat donor. Nah, tertarik ke Spanyol?
http://anaxmuda.blogspot.com/2010/08/spanyol-surga-jual-beli-sperma-dan-sel.html

ROAD TO FINAL: Spanyol



Spain, Germany, World Cup 2010 (Getty Images)

Spanyol 0-1 Swiss, Stadion Moses Mabhida

Kutukan juara Piala Eropa sebelum Piala Dunia akan sulit meraih kemenangan di laga pertama menghampiri Spanyol. Secara mengejutkan,
la Furia Roja menelan kekalahan dari Swiss di pertandingan perdana Grup H.

Gelson Fernandes berhasil memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan gawang Spanyol ketika menyambar bola liar saat babak kedua berjalan tujuh menit, sehingga merobek jala Iker Casillas.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 21-David Silva (22-Jesus Navas 62), 14-Xabi Alonso, 8-Xavi, 16-Sergio Busquets (9-Fernando Torres 62), 6-Andres Iniesta (18-Pedro 77); 7-David Villa.

Spanyol 2-0 Honduras, Stadion Ellis Park

Tim Matador berhasil bangkit dari hasil buruk yang mereka dapatkan di laga perdana. Kemenangan atas Honduras membuat Spanyol menghidupkan peluang lolos ke babak 16 Besar.

Pahlawan kemenangan Spanyol di pertandingan ini jatuh kepada David Villa. Striker Matador tersebut mencetak dua gol pada menit ke-17 dan 51. Villa sebetulnya bisa mencetak hat-trick, namun ia gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-62.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos (17-Alvaro Arbeloa 77), 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 22-Jesus Navas, 14-Xabi Alonso, 8-Xavi (10-Cesc Fabregas 66), 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres (13-Juan Mata 70), 7-David Villa.

Cili 1-2 Spanyol, Stadion Loftus Versfeld

Spanyol akhirnya memastikan tiket ke babak 16 Besar usai menundukkan Cili pada laga terakhir penyisihan Grup H. Spanyol pun tampil sebagai pemuncak klasemen dengan nilai enam. Walau mengoleksi poin sama dengan Cili, Spanyol unggul selisih gol.

Spanyol mengawali penampilannya dengan sebuah ambisi besar untuk memenangkan pertandingan. David Villa mengawali kemenangan Spanyol pada menit ke-24. Andres Iniesta memperbesar keunggulan di menit ke-37. Cili, yang kehilangan Marco Estrada akibat diganjar kartu merah pada menit ke-37, mampu memperkecil kekalahan melalui Rodirigo Millar di menit ke-47.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (20-Javi Martinez 73), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres (10-Cesc Fabregas 55), 7-David Villa.

Spanyol 1-0 Portugal, Stadion Green Point

Spanyol langsung bertemu lawan tangguh pada laga perdana di babak
knock-out. Portugal yang menjadi runner-up Grup G memberikan kesulitan bagi Spanyol di sepanjang pertandingan. Meratanya materi pemain kedua tim membuat laga berjalan imbang.

David Villa kembali menjadi pahlawan bagi Spanyol, karena menjadi penentu kemenangan dengan gol yang dicetaknya di menit ke-63 lewat sebuah tendangan keras melalui jarak sangat dekat. Gol itu tercipta setelah Iniesta memberikan sodoran kepada Xavi yang diteruskan dengan umpan
back heel yang sangat manis.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (4-Carlos Marchena 90+3), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres (19-Fernando Llorente 58), 7-David Villa (18-Pedro 88).

Paraguay 0-1 Spanyol, Stadion Ellis Park

Diunggulkan memenangi laga perempat-final ini dengan mudah, Spanyol terpaksa harus bekerja keras untuyk menyingkirkan Paraguay. Tim Amerika Latin tersebut memberikan perlawanan sengit kepada la Furia Roja yang memiliki kualitas materi pemain lebih baik.

Kembali David Villa tampil sebagai penyelamat Spanyol lewat gol yang dilesakkannya tujuh menit sebelum laga berakhir. Pertandingan ini juga diwarnai peristiwa menarik dengan gagalnya dua tendangan penalti yang didapat masing-masing tim. Oscar Cardozo mengawalinya bagi Paraguay di menit ke-59, dan tiga menit kemudian Xabi Alonso melakukan hal yang sama.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol (4-Carlos Marchena 84), 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (18-Pedro 75), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 9-Fernando Torres (10-Cesc Fabregas 56), 7-David Villa.

Jerman 0-1 Spanyol, Stadion Moses Mabhida

Laga semi-final ini diperkirakan berlangsung menarik, karena Spanyol menghadapi tim produktif di Piala Dunia 2010. Namun, penguasaan permainan membuat Spanyol membuat Jerman tidak berdaya. Jerman pun dipaksa hanya mendapat dua tendangan ke gawang, catatan terburuk yang diperoleh sebuah tim sepanjang Piala Dunia 2010.

Kali ini, pahlawan kemenangan Spanyol jatuh kepada Carles Puyol. Sundulan pemain belakang ini memanfaatkan umpan pojok telah merobek jala Manuel Neuer pada menit ke-73. Spanyol pun mencatat sejarah untuk kali pertama tampil di Piala Dunia.
Susunan tim
1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (4-Carlos Marchena 90+3), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 18-Pedro (21-David Silva 86), 7-David Villa (9-Fernando Torres 81)



Source

Spanyol Juara Dunia




Kesebelasan nasional Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 Afrika Selatan setelah mengalahkan Belanda 1-0 pada babak final Piala Dunia, Minggu (11/7/2010). Kemenangan Spanyol ditentukan oleh gol Andres Iniesta pada menit ke-116.

Spanyol pantas berlega hati atas hasil itu. Mendominasi pertandingan sejak awal, mereka terus mengalami kesulitan mencetak gol.

Pada menit kelima, Spanyol menciptakan peluang emas melalui Sergio Ramos. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Xavi tepat ke tengah gawang, yang sayangnya berhasil digagalkan Maarten Stekelenburg.

Belanda sempat membalas ancaman itu dengan sebuah tembakan akurat yang dilepaskan Dirk Kuyt dari luar kotak penalti. Namun, tembakan itu begitu lemah sehingga mudah diantisipasi Iker Casillas.

Pada menit ke-11, Ramos kembali membahayakan gawang Belanda. Dari sektor kiri pertahanan Belanda, ia mengirim bola ke tengah gawang. Namun, bola berhasil diblok John Heitinga.

Semenit berselang, David Villa menguasai umpan Xabi Alonson di sisi kiri dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang juga melenceng dari sasaran.

Tak mau terus tertekan, Belanda mencoba bergerak maju pada menit ke-15. Selain agresif dalam merebut bola, mereka juga lugas dalam melakukan serangan ketika berhasil menguasainya.

Sayang, meski mampu mengurangi dominasi Spanyol, Belanda masih kerap melakukan kesalahan umpan sehingga usaha mereka kerap patah di tengah jalan.

Di tengah kesulitan itu, Belanda mendapat tendangan bebas, menyusul pelanggaran Carles Puyol kepada Arjen Robben. Wesley Sneijder yang dipercaya mengeksekusi hadiah mengirim tendangan langsung ke gawang Casillas. Namun, Casillas berhasil mengamankan bola.

Meski gagal, ancaman itu semakin melambungkan kepercayaan diri Belanda. Mengandalkan permainan sayap, mereka mencoba menembus benteng Spanyol.

Spanyol yang sempat solid dalam melakukan pressing di menit-menit awal agak kerepotan, terutama menghadapi pergerakan Arjen Robben di sisi kiri pertahanan mereka.

Untungnya, koordinasi permainan Belanda kurang kompak. Robben beberapa terlihat kesulitan menemukan rekan untuk diumpan. Bola pun kerap hilang akibat jatuh di kaki lawan atau direbut mereka.

Belanda yang tak mau tertekan berusaha melakukan pressing kepada Spanyol. Usaha ini cukup efektif meredakan alur serangan Spanyol yang menggelora di menit-menit awal.

Pertandingan kemudian berlangsung alot dan nyaris tanpa peluang berarti. Aksi perebutan bola pun berlangsung semakin panas dan keras. Pelanggaran demi pelanggaran berujung kartu kuning semakin sering terjadi.

Situasi terus berlangsung tanpa solusi, sampai pada menit ke-37, Belanda mendapat hadiah sepak pojok. Sneijder yang melakukan eksekusi mengirim bola kepada Mark van Bommel yang meneruskannya kepada Joris Mathijsen di tengah kotak penalti Spanyol.

Sayang, Joris Mathijsen yang berada dalam posisi nyaris tak terkawal gagal menjangkau bola sehingga keluar lapangan.

Spanyol membalas ancaman itu melalui Pedro Rodriguez pada menit ke-38. Namun, tendangannya dari luar kotak penalti juga meleset dari sasaran.

Menjelang akhir babak pertama, Robben melepaskan tendangan keras dari tengah kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang Spanyol. Namun, bola berhasil ditepis Casillas. Itu merupakan peluang terakhir di babak pertama.

Pada menit ke-48, Spanyol berhasil membahayakan gawang Belanda. Ancaman bermula dari sepak pojok Xavi ke kotak penalti, yang ditanduk Puyol. Bola kemudian bergulir ke dekat Joan Capdevilla.

Namun, Capdevilla yang berdiri nyaris tanpa kawalan gagal menjangkau bola sehingga bola keluar lapangan.

Belanda membalas ancaman itu dengan tembakan jarak jauh Arjen Robben pada menit ke-52. Sayang, tembakannya melenceng dari sasaran.

Setelah itu, tak ada serangan berbahaya sampai pada menit ke-62, Robben berhasil menjangkau umpan terobosan Sneijder, menggiringnya sendirian sampai berhadapan dengan Casillas, sebelum melepaskan tendangan, yang sayangnya mengenai kaki Casilla sehingga bola keluar lapangan.

Spanyol baru bisa membalas ancaman itu pada menit ke-68 melalui David Villa. Memanfaatkan bola yang lepas dari kontrol John Heitinga, ia melepaskan tembakan dari depan mulut gawang, yang sayangnya masih bisa diblok oleh Heitinga.

Belanda belum menciptakan ancaman ketika pada menit ke-77, Sergio Ramos berhasil menanduk bola sepak pojok Xavi dari tengah kotak penalti, tetapi bola meluncur ke atas mistar gawang.

Selanjutnya, Spanyol tampak kembali memainkan penguasaan bola dan perlahan mendominasi permainan Belanda. Namun, Belanda dengan tenanga meredamnya dan pada menit ke-82, mereka menyelipkan serangan balik yang dipimpin Robben.

Saat itu, ia sendirian mencoba mengejar umpan Robin van Persie. Setelah berebut bola dengan Puyol, Robben berhasil menguasai bola. Namun, belum sempat melepaskan tembakan, Casillas keburu merangsek mengamankan bola.

Walau gagal, serangan itu memacu kembali semangat Belanda. Kedua kubu pun kembali saling rebut bola dan bertukar serangan. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, tak ada gol tercipta dan babak tambahan pun terpaksa dimainkan.

Dua menit babak tambahan berjalan, Spanyol memberikan tekanan yang berujung jatuhnya Fabregas di kotak penalti. Namun, Howard Webb menyatakan tak ada pelanggaran.

Memendam kecewa, Spanyol melanjutkan tekanan mereka sampai pada menit ke-95, Fabregas melepaskan tembakan akurat, yang masih bisa diblok Stekelenburg.

Belanda membalas ancaman itu dengan sebuah serangan balik yang dipimpin Arjen Robben. Namun, bek Spanyol berhasil membuang bola keluar lapangan.

Belanda belum menciptakan ancaman baru ketika Spanyol kembali menggebrak melalui Andres Iniesta pada menit ke-99. Ia masuk kotak penalti, tetapi belum sempat melepaskan tembakan, Van Bronckhorst berhasil menyontek bola.

Tak mau kehilangan momen, Spanyol melanjutkan tekanan mereka yang berujung tembakan Jesus Navas, yang melenceng ke sisi kiri gawang Belanda.

Meski gagal, Spanyol tak menurunkan intensitas serangannya. Nyaris tak terancam, mereka menciptakan sejumlah ancaman yang tak membuahkan gol samppai akhir babak tambahan pertama.

Di awal babak tambahan kedua, Belanda kembali dipaksa bertahan. Belum sempat bangkit, mereka terkena bencana kartu kuning kedua John Heitinga akibat melanggar Andres Iniesta pada menit ke-110.

Meski begitu, Belanda masih berusaha memberi perlawanan. Sayang, belum menciptakan ancaman berarti, mereka malah kecolongan gol Iniesta pada menit ke-116. Memanfaatkan umpan terobosan Cesc Fabregas, ia mengirim bola masuk dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Stekelenburg.
Meski terpukul, Belanda masih mencoba bangkit. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan gol balasan sampai peluit berbunyi panjang.
Selama pertandingan, Spanyol menguasai bola sebanyak 56 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 18 percobaan. Adapun, Belanda melepaskan lima tembakan akurat dari 13 usaha.



Source

Spanyol: Melanjutkan Euforia "El Matador"



SPANYOL mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih trofi bergengsi di ajang sepak bola dunia. Setelah menunggu 44 tahun, "El Matador" bisa tersenyum puas dan bangga, karena akhirnya menjadi juara Piala Eropa 2008, usai mengalahkan Jerman 1-0 di babak final. Skill individu yang mumpuni plus gaya sepak bola yang diperagakan membuat Spanyol layak menjadi jawara di turnamen antara negara-negara Eropa tersebut.


Namun kesuksesan Spanyol ini tampaknya belum lengkap, karena mereka belum pernah menjadi juara Piala Dunia. Prestasi terbaik tim ini adalah menjadi peringkat empat, pada tahun 1950. Selebihnya, mereka lebih banyak tersingkir di putaran kedua meskipun menjadi favorit karena tampil memesona di fase penyisihan grup.

Pada Piala Dunia Jerman 2006, Spanyol juga sangat diperhitungkan. Dengan materi yang nyaris tak jauh berbeda dengan di Piala Eropa 2008, tim besutan Luis Aragones ini menampilkan permainan yang impresif dan sangat meyakinkan. Alhasil, mereka melewati babak penyisihan dengan hasil yang sempurna, lantaran selalu menang sehingga lolos ke putaran kedua sebagai juara Grup H.

Namun di babak 16 besar ini, Spanyol tak berkutik menghadapi Perancis. Eforia sempat melanda "El Matador" ketika David Villa membobol gawang Perancis melalui titik penalti pada menit ke-28. Tetapi setelah itu, Perancis mengamuk dan "si Ayam Jantan" mematuk Spanyol lewat tiga gol yang dihasilkan Frank Ribery, Patrick Vieira dan Zinedine Zidane, untuk menang 3-1. Perjalanan Spanyol pun terhenti di putaran kedua.

Kini, Spanyol yang sejak gagal menembus putaran final Piala Dunia Jerman 1974 selalu lolos, datang ke Afrika Selatan dengan kekuatan yang nyaris tak jauh berbeda dengan ketika menjadi juara Piala Eropa 2008. Amunisi ini tentu saja membuat "El Matador" akan meledak-ledak di Afrika Selatan nanti, sehingga harus diwasdapai oleh lawan mana pun.

Hanya saja, sejarah di Piala Dunia tak memihak kepada Xavi Hernandez dan kawan-kawan. Sepanjang keikutsertaannya, "El Matador" yang menjadi anggota FIFA sejak 1904, cuma satu kali masuk semifinal sebelum kalah dan harus puas sebagai runner-up pada tahun 1950. Padahal sepanjang babak kualifikasi dan penyisihan grup, Spanyol selalu tampil memukau. Tak heran jika negara ini mendapat sebutan "spesialis" kualifikasi.

Nah, sekarang tugas Vicente del Bosque untuk mengakhiri penantian Spanyol di turnamen antara negara ini. Setelah menggantikan posisi Luis Aragones di kursi pelatih, Del Bosque sudah menunjukkan kinerja yang bagus dengan membawa Spanyol tidak terkalahkan di babak kualifikasi Grup 5 Zona Eropa. Bagaimana dengan di putaran final nanti?

Hadirnya tiga bintang di lapangan, Cesc Fabregas, Xavi dan Andres Iniesta, serta duet maut di lini depan, Fernando Torres dan David Villa, membuat Spanyol memiliki potensi yang sangat besar untuk melanjutkan eforia di Piala Eropa 2008. Apalagi, mereka juga dihuni sebagian besar pemain muda berpengalaman, yang tentu saja sangat enerjik dan memiliki semangat yang kuat untuk menang.

Melihat peluangnya, Spanyol yang tergabung di Grup H bersama dengan Swiss, Honduras dan Chili, memiliki peluang yang besar untuk melewati babak penyisihan grup. Tapi selanjutnya, calon lawan tangguh sudah menunggu karena "si Merah" berpeluang besar bertemu di Brasil atau Portugal yang berada di Grup G.

Tetapi semua itu baru prediksi karena kenyataan baru akan terjadi di Afrika Selatan nanti. So, mari kita tunggu sampai di mana langkah "La Furia Roja" di Piala Dunia 2010 ini. (Aloysius Gonzaga Anggi Ebo)


Catatan sejarah Spanyol di Piala Dunia

1930 - Tidak berpartisipasi
1934 - Tersingkir di putaran kedua
1938 - Tidak berpartisipasi
1950 - Peringkat empat
1954 - Tidak lolos kualifikasi
1958 - Tidak lolos kualifikasi
1962 - Tersingkir di putaran pertama
1966 - Tersingkir di putaran pertama
1970 - Tidak lolos kualifikasi
1974 - Tidak lolos kualifikasi
1978 - Tersingkir di putaran pertama
1982 - Tersingkir di putaran kedua
1986 - Tersingkir di perempat final
1990 - Tersingkir di putaran kedua
1994 - Tersingkir di perempat final
1998 - Tersingkir di putaran pertama
2002 - Tersingkir di perempat final
2006 - Tersingkir di putaran kedua


Rekor tim di Piala Dunia
Kemenangan terbesar: 6-1 vs Bulgaria pada 1998.

Kekalahan terbesar: 1-6 vs Brasil pada 1950.

Top skorer sepanjang masa: Raul, Estanislao Basora, Emilio Butragueno, Fernando Morientes dan Fernando Hierro (5 gol).

Penampilan terbanyak: Andoni Zubizarreta (16 pertandingan).

Tuan rumah Piala Dunia: 1982



Statistik
Top skorer: David Villa (7 gol)



Skuad Spanyol

Kiper: Iker Casillas (Real Madrid), Jose Manuel Reina (Liverpool), Victor Valdes (Barcelona)



Belakang: Raul Albiol (Real Madrid), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Joan Capdevila (Villarreal), Carlos Marchena (Valencia), Gerard Pique (Barcelona), Carles Puyol (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid)



Tengah: Xavi Alonso (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Arsenal), Andres Iniesta (Barcelona), Javi Martinez (Athletic Club), Xavi Hernandez (Barcelona)



Depan: David Jimenez Silva (Valencia), Jesus Navas Gonzalez (Sevilla), Juan Manuel Mata (Valencia), Pedro Rodriguez (Barcelona), Fernando Llorente (Athletic Club), Fernando Torres (Liverpool), David Villa (Valencia)



Source

JUARA PIALA DUNIA 2010 SPANYOL (La Furia Roja Paling Miskin Gol) STATISTIK GOAL


FOTO JUARA PIALA DUNIA 2010 SPANYOL STATISTIK GOAL | La Furia Roja Paling Miskin Gol | Spanyol vs Belanda JUARA PIALA DUNIA 2010 SPANYOL STATISTIK GOAL | La Furia Roja Paling Miskin Gol.

Jakarta - Meski sukses menyabet trofi Piala Dunia 2010, Spanyol ternyata juga memiliki rekor buruk. Tim Matador tercatat sebagai juara dunia yang paling sedikit membuat gol di sepanjang sejarah turnamen ini.

La Furia Roja kini tengah berada di pucuk dunia setelah menjadi juara dunia untuk kali pertama. Keberhasilan ini jelas terasa jauh lebih indah lantaran Xavi dkk. berhasil mengawinkan gelar ini dengan trofi Piala Eropa yang telah direbut mereka dua tahun silam.

Sebelum itu, Spanyol tercatat berhasil memecahkan rekor di kalangannya sendiri dalam turnamen Piala Dunia. Pasukan yang dibesut Vicente del Bosque ini lebih dahulu berhasil mematahkan 'kutukan' perempatfinal yang selama ini menghantui mereka. Langkah gemilang Spanyol tidak terhenti sehingga akhirnya mereka juara.

Tapi bukan berarti Spanyol tidak punya 'cacat' kendati Tim 'Merah Membara' itu juga menjadi tim juara dunia pertama yang berhasil menjaga rekor clean-sheet alias tidak kebobolan. Namun, Spanyol juga menjadi tim juara yang paling miskin gol.

Tercatat sepanjang turnamen yang diselenggarakan di Afrika Selatan itu, Spanyol cuma berhasil bikin delapan gol di mana Spanyol paling banter hanya menang selisih dua gol di setiap laganya.

Torehan delapan gol ini dicatat statistik Opta, merupakan produktivitas gol yang paling rendah di antara tim-tim lain yang sudah menjadi juara dunia. Sementara itu, Jerman (yang masih bernama Jerman Barat) masih menjadi tim yang paling subur dengan membukukan 25 gol yang dibuat di Piala Dunia 1954.

Berikut Daftarnya:

Tahun-Juara-Jumlah Gol
1.� 1930-Uruguay-15 gol
2.� 1934-Italia-12 gol
3.� 1938-Italia-11 gol
4.� 1950-Uruguay Barat-15 gol
5.� 1954-Jerman-25 gol
6.� 1958-Brasil-16 gol
7.� 1962-Brasil-14 gol
8.� 1966-Inggris-11 gol
9.� 1970-Brasil-19 gol
10. 1974-Jerman Barat-13 gol
11. 1978-Argentina-15 gol
12. 1982-Utalia-12 gol
13. 1986-Argentina-14 gol
14. 1990-Jerman Barat-15 gol
15. 1994-Brasil-11 gol
16. 1998-Prancis-15 gol
17. 2002-Brasil-18 gol
18. 2006-Italia-12 gol
19. 2010-Spanyol-8 gol

Sumber: detik.com

Fakta Fakta Menarik Seputar Belanda VS Spanyol

Blogs4funny - Sebelaum menyaksikan laga final piala dunia antara belanda vs Spanyol sebentar lagi ada baiknya kita tahu tentang fakta menarik antara Belanda vs Spanyol,apasajakah fakta menarik tesebut,berikut saya kutip dari vivanews.com


1. Untuk pertama kalinya setelah 32 tahun, final Piala Dunia mementaskan dua tim yang belum pernah menjadi juara. Uniknya, hal itu terakhir terjadi saat Belanda masuk final 1978 menghadapi tuan rumah Argentina.

2. Keberhasilan Spanyol dan Belanda masuk final, membuat total ada 12 negara yang pernah berlaga di pertandingan final Piala Dunia.

3. Spanyol bisa menjadi negara pertama yang menjadi kampiun Piala Dunia yang kalah di pertandingan perdana.

4. Belanda berpeluang menyamai rekor Brasil di Piala Dunia 1970 dan 2002 yang selalu memetik kemenangan dalam semua pertandingan.

5. Belanda membuat rekor dengan mencetak 14 kemenangan, mulai dari babak kualifikasi, penyisihan grup sampai dengan semifinal. Ini merupakan rekor terbaru dan bisa menjadi 15 kalau mereka berhasil menang di partai final.

6. Untuk pertama kali setelah 28 tahun, tim juara Eropa (Spanyol) melaju ke partai final Piala Dunia. Prestasi terakhir diukir Jerman Barat yang menjuarai Piala Eropa 1972 dan kemudian masuk final dan memuncaki Piala Dunia 1974.



Prediksi Paul Gurita Belanda Vs Spanyol

Prediksi ramalan Paul si Gurita pertandingan Belanda vs Spanyol dalam Final Piala Dunia 2010. Paul dikenal karena ramalan-ramalan pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang jitu. Namun, tak banyak orang tahu siapa Paul sesungguhnya. Dan pastinya saat ini yang paling ditunggu-tunggu adalah ramalan paul gurita belanda vs spanyol dalam final world cup 2010 kira-kira siapa yang akan diramalkan oleh paul untuk menjadi pemenang dan membawa pulang tropi paling dahsyat dalam dunia persebak bolaan ini.

Namun sampai detik ini paul belum mempublish hasil ramalannya untuk memilih spanyol atau belanda yang akan keluar sebagai pemenang fifa world cup 2010 ini, kita tunggu sajah ramalan paul gurita dalam pertandingan final spanyol vs belanda



evolusi-apa-aja.blogspot.com

Gurita Paul Tebak Spanyol Jadi Pemenang Piala Dunia



Final PAULa Dunia 2010:

PAUL dipuji - PAUL dicaci;

terserah tim sPAUL atawa tim PAULanda yang akan PAULang bawa tropi,

dan akan menjadi PAULadan tim lain.

toh PAULa itu bundar.



silakan para petaruh, siapkan angPAULnya, dengan samPAUL khusus...



dan maaf pak PAULIsi,

ini cuma soal bal-balan a.k.a sePAULa,

bukan PAULitik...

toh cuman empat PAUL sekali...



mari berdoa semoga tetep terselenggara lancar, tidak ada gemPA ULkanik...



Sent from my CoolBerry®



evolusi-apa-aja.blogspot.com