Tampilkan postingan dengan label Dicuri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dicuri. Tampilkan semua postingan

KISAH JASAD NABI Muhammad SAW Yang Hendak DICURI


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7CKZwtWMAgvIzhoHXPbDalCqyC4KWUSFcAaRHOVy4VTyI4kjXdE7RkHf8rHuCzTyVHGLfJtExBbeIBuYmbD7wOylmLXEGPobTRD5zmhQUecj-D27f6tUJ-BN8t9RmKkiLtf75QvFRsm8N/s320/Maqam+Nabi+muhammad+zul.JPG



Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu

Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah.

Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.

Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”

Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.

Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.

Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya
.
Sumber:http://indonesiabreakingnewsonline.blogspot.com/2008/07/pencurian-jasad-nabi-muhammad-saw.html

Kuburan Pria Beristri Enam Dibongkar, Kain Kafan Dicuri untuk Ilmu Menghilang

Berita Lampung BINJAI-Kuburan Sayuti Lubis (60) dibongkar, Senin (26/4) sekira pukul 11.00, atau sehari setelah pria beristri 6 ini dimakamkan di TPU Megawati Jl Medan-Binjai, Kec Binjai Timur. Kain kafan yang membalut jasad ayah 11 anak ini dicuri. Untuk apa? Adalah Wagipah (55) penjaga TPU Megawaty orang pertama yang melihat kuburan pria yang semasa hidupnya berprofesi sebagai mantri itu dibongkar.

“Jam 11 ketahuan kuburan ini dibongkar. Mayatnya memang nggak diangkat ke atas. Tapi kain kafannya hilang,” kata kakek warga Gang Rambutan, Kel Sumber Karya, Kec Binjai Timur ini. Sebagai penjaga kuburan atau disebut ‘juru kunci’, Wagipah menduga dibongkarnya kuburan Sayuti untuk kepentingan ilmu gaib.

Di sekitaran kuburan warga Jl Rambutan, Kel Sumber Karya, Kec Binjai Timur yang tewas akibat kecelakaan lalu-lintas itu, ditemukan celana jeans ponggol dan sepatu kats warna putih diduga milik pembongkar kuburan.

Begitu kabar kuburan Sayuti dibongkar, warga dan aparat kepolisian berdatangan ke TKP yang juga diikuti istri dan anak almarhum Sayuti. Bahkan, saat melihat kuburan suaminya telah dibongkar, istri Sayuti sempat pingsan, namun langsung dibawa pihak keluarga.

Salah seorang anak almarhum Sayuti, Arianti (20) yang ditemui di kuburan ayahnya mengatakan, semasa hidup ayahnya yang bekerja di RS Putri Hijau Medan. Arianti juga menyatakan ayahnya beristri dua.

“Ayah memang memiliki dua istri, kalau kerjanya di RS Putri Hijau Medan,” ujarnya singkat sambil menatap kuburan ayahnya yang dibongkar itu.

Tetangga: Beristri 6

Sayuti tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Medan–Binjai Km 15,5 Diski, Kec Sunggal, Minggu (25/4). Ketika itu korban baru pulang dari tempat kerjanya di RS Tembakau Deli, Jl Putri Hijau Medan. Naas mobil kijang yang dikemudikannya bertabrakan dengan truk pembawa CPO.

Menurut para tetangga, Sayuti tak langsung tewas. Korban masih sempat dirawat di RSU Latersia Binjai. Namun kondisi korban sangat memrihatinkan. Kaki kanannya patah dengan dada remuk. Kesulitan bernafas kemudian mengakibatkan suami, yang kata tetangganya punya istri 6 itu, tewas.

“Saat itu korban baru pulang kerja, mengemudikan mobil kijang. Entah bagaimana korban menabrak truk tangki yang melaju dari arah Binjai menuju Medan. Aku sendiri langsung ke TKP. Selanjutnya korban dilarikan ke RSU Latersia. Saat dibawa ke rumah sakit korban masih bicara walau terbata-bata. Tapi saat masih dirawat, aku sudah pulang,” kata seorang pria paruhbaya tetangga korban.

“Kecelakaan itu hari Sabtu sekira pukul 14.30. Aku sendiri ikut beres-beres di rumah duka sambil menunggu kedatangan jenazahnya,” sambungnya.

Masih dari keterangan beberapa tetangga korban yang ditemui POSMETRO MEDAN, korban meninggalkan 6 orang istri dan 11 anak. Ke enam istrinya itu ada di daerah Bangkatan Binjai, Kec Binjai Selatan. Ada di Tandam, Binjai Utara, Stabat–Langkat, Medan, dan Pekan Baru.

Jenazah korban sendiri disemayamkan di rumah istri keenamnya bernama Isu (40) dan telah memiliki 2 orang anak.

“Korban selain bekerja sebagai mantri juga ahli mengobati berbagai jenis penyakit melalui terapi. Pasiennya banyak orang Tionghoa. Anaknya 11 orang dari enam orang istrinya. Di Binjai ada dua, yang di sini di Gang Rambutan istri mudanya dan mempunyai dua orang anak. Istrinya juga ada di Tandam, Stabat, Medan, dan Pekan Baru,” terang warga tadi mengulangi.

Sementara, pihak keluarga yang ditemui usai melaksanakan tahlilan di rumah yang tergolong mewah tersebut enggan dikonfirmasi.

“Maaflah ya belum bisa kalau mau ketemu istrinya, karena sampai saat ini masih sering pingsan, nantilah ya karena suasana masih berduka,” ujar pihak keluarga yang juga mengatakan tak menyimpan foto korban semasa hidup.

Sementara itu, Kapolsek Binjai Timur AKP A Robert Sembiring SH mengatakan pihaknya tengah menyelidiki siapa pembongkar kuburan almarhum Sayuti.

“Kita masih mencari orang yang membongkar kuburan itu sekalian mencari tahu apa motifnya. Kita juga sudah amankan barang bukti berupa celana jeans pendek serta sepatu yang diduga milik pelaku pembongkaran,” katanya melaui HP. (aswin)

Diambil untuk Ilmu Menghilang

UMUMNYA, pelaku pembongkar kuburan yang mencuri kain kafan mayat bertujuan magis. Salah satu tujuannya untuk memperoleh ilmu menghilang. Nantinya, kain kafan itu dijadikan jimat setelah melakukan ritual-ritual seperti yang diperintahkan jin yang dipuja.

“Kain kafan merupakan sarana atau persyaratan. Biasanya, perilaku itu dilakukan oleh orang yang memuja jin,” kata Ki Jamaluddin Hadi Wijoyo, praktisi supranatural asal Tanjung Morawa.

Diakuinya, bagi orang yang berhasil mendapatkan kain kafan mayat, mampu membuat orang tak bisa melihatnya.

“Tapi persyaratan dan resikonya cukup berat. Bukan hanya berhadapan dengan warga, namun juga dengan mahluk gaib lain. Waktu untuk mengambilnya juga pada hari tertentu, seperti hari kelahiran si pencuri,” tukas Ki Jamaluddin.

Selain itu, lanjutnya, kain kafan mayat juga banyak digunakan oleh orang-orang yang melakukan pesugihan, seperti orang yang ingin kaya dengan jalan singkat. Kain kafan yang biasa dijadikan jimat, mampu menarik harta orang lain.

“Saat yang memuja jin itu mampu memenuhi permintaan jin tersebut, maka jin itu akan mengerjakan apa yang diinginkan manusia yang memujanya. Tapi ingat, setiap pekerjaan yang memuja jin, akan tertimpa sial. Dan itu sulit dielakkan,” kata Ki Jamaluddin mengingatkan.