Tampilkan postingan dengan label Hilang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hilang. Tampilkan semua postingan

Bahasa yang Hilang Sejak Abad 16 Ditemukan dalam Surat



Sebuah tim arkeolog internasional mengatakan tulisan mirip ceker ayam di belakang sebuah surat yang ditemukan dari penggalian situs abad ke-17 merupakan bahasa yang digunakan masyarakat asli di sebelah utara Peru.

Tim arkeolog tersebut menemukan surat tersebut di bawah gunungan batako dalam sebuah kompleks gereja yang telah roboh di dekat Kota Trujillo. Kompleks tersebut dihuni biarawan Dominika selama dua abad.

“Penyelidikan kami menyimpulkan kertas tersebut menunjukkan sistem angka dalam sebuah bahasa yang hilang ratusan tahun lalu,” ujar Jeffrey Quilter, arkeolog dari Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Harvard, kepada Reuters.

Sebuah foto surat tersebut yang belum lama ini dirilis tim arkeolog menunjukkan satu kolom tulisan tangan dalam bahasa Spanyol dan diterjemahkan ke dalam sebuah bahasa yang menurut para ilmuwan saat ini sudah punah.

“Kami menemukan sebuah bahasa yang belum pernah dilihat atau didengar sejak abad 16 atau 17,” ujar Quilter. Bahasa tersebut diduga terpengaruh Quechua, bahasa kuno yang masih digunakan beberapa orang di Andes.

Surat yang dikubur di reruntuhan Gereja Magdalena de Cao Viejo di Kompleks El Brujo Archaeological tersebut ditemukan pada 2008. Namun, menurut Quilter, para arkeolog memutuskan untuk merahasiakan penemuannya sampai penelitian menunjukkan bukti bahasa yang hilang tersebut dipublikasikan bulan ini di jurnal American Anthropologist.

“Saya rasa banyak orang tidak menyadari berapa banyak bahasa yang digunakan pada masa pra-kontak,” tambah Quilter. “Secara linguistic, hubungan antara penakluk dari Spanyol dan warga local sangat kompleks.”
sumber :http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/09/bahasa-yang-hilang-sejak-abad-16.html

Anggrek Terbaik di Dunia Itu Hilang


Anggrek terbaik di dunia jenis anggrek bulan lokal (Phalaenopsis amabilis) dari Kabupaten Tanah Laut kini tidak bisa ditemukan lagi di hutan Kabupaten Tanah Laut ataupun di kawasan hutan Kalimantan Selatan lainnya.
Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan Aida Muslimah di Banjarmasin, Sabtu (4/9/2010), mengatakan, anggrek lokal Phalaenopsis amabilis di dunia ini hanya ada di tiga tempat, yaitu dua tempat di Indonesia, di Bogor dan Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut; dan di Filipina.
Dari tiga tempat tersebut, kata Aida, yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus dijadikan sebagai inti silang. Hal ini disebabkan ada beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.
Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida, yang didampingi Sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga dan enam bulan, sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.
Selain itu, katanya, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai 25-50 buah, sedangkan anggrek biasa hanya 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.
Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal, bisa mencapai Rp 5 juta untuk satu pohon.
Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut kini tidak ditemukan lagi di habitatnya karena kesalahan kebijakan pemerintah pada masa lalu.
"Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke beberapa negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan, bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.
http://fenz-capri.blogspot.com/2010/09/anggrek-terbaik-di-dunia-itu-hilang.html

Anggrek Terbaik Dunia Hilang !!


Anggrek terbaik dunia jenis anggrek bulan lokal (Phalaenopsis amabilis) dari Kabupaten Tanah Laut kini tidak bisa ditemukan lagi di hutan Kabupaten Tanah Laut maupun di kawasan hutan Kalimantan Selatan lainnya.Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Aida Muslimah, di Banjarmasin Sabtu mengatakan, anggrek lokal yang terkenal di dunia ini hanya ada pada tiga tempat.

Ketiga tempat tersebut, yaitu di Filipina dan di Indonesia yaitu di Bogor dan di Tanah Laut atau di Pelaihari ibukota kabupaten tersebut.

Dari tiga tempat tersebut, kata Aida yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus untuk dijadikan sebagai inti silang karena adanya berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain.

Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida yang didampingi sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga sampai enam bulan sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Selain itu, kata dia, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai antara 25-50 buah sedangkan anggrek biasa hanya sekitar 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.

Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal bisa mencapai Rp5 juta satu pohon.

Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut, kini tidak ditemukan lagi di habitatnya, karena kesalahan kebijakan pemerintah masa lalu.

"Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan, sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke berbagai negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.

Beruntung, kata dia, beberapa penghobi di Pelaihari maupun di daerah Kalsel lainnya, masih menyimpan dan berhasil mengembangbiakkan bunga langka tersebut, kendati jumlahnya tidak sebanyak yang diharapkan.

Menurut Yulianto, saat ini penghobi hanya mengembangbiakkan tanaman langka tersebut dengan mengandalkan proses alam, antara lain yaitu penyebaran biji yang masak melalui angin.

Pengembangbiakan cara tersebut, kata dia, tingkat keberhasilannya hanya sekitar satu persen dari ribuan serbuk biji anggrek tersebut.

Selain itu, pengembangbiakan juga melalui anakan yang tumbuh disamping induk dan juga pengembangbiakan anakan yang tumbuh ditangkai.

Cara-cara tersebut diatas, kata dia, tingkat keberhasilannya sangat sedikit, karena hanya mengandalkan faktor alam atau alamiah tanpa media apa pun.

"Sebenarnya ada media lain yang tingkat keberhasilannya tinggi dan cepat yaitu dengan media adar(persemaian) , namun biayanya cukup tinggi, sehingga jarang penghobi yang memanfaatkan media tersebut," katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah daerah dan provinsi Kalsel bisa peduli dengan hal tersebut, karena anggrek langka tersebut bisa menjadi salah satu kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga dan akan sangat diburu oleh pecinta anggrek dari belahan dunia.

Jangan sampai, kata Yulianto, Kalsel kembali kehilangan tiga jenis anggrek khas Kalsel seperti, "dendrobium lowii", "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan anggrek jenis "denbrobium" lainnya, yang kini tidak bisa lagi ditemukan baik di hutan maupun di penghobi.

Ketua Komunitas jurnalis "Pena Hijau" Denny Susanto mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian anggrek Pelaihari maupun anggrek lokal Kalsel lainnya.

"Kita akan mendorong pemerintah untuk lebih peduli dengan kekayaan alam Kalsel yang tidak terhingga ini," kata Denny usai acara buka bersama dengan anggota Pena Hijau, PAI dan PT Adaro Indonesia.



Langka

Secara nasional kata Sekretaris PAI Yulianto, terdapat sekitar 4000 jenis anggrek, yang 1000 di antaranya berada di Kalsel serta 3000 lainnya hidup di provinsi-provinsi lainnya di Kalimantan.

Dari 1000 jenis anggrek Kalsel tersebut, tujuh di antaranya merupakan anggrek langka yang dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak bisa diperjualbelikan.

Ketujuh jenis anggrek yang dilindungi tersebut yaitu "paraphalaenopsis laycocki", "paraphalaenopsis labukensis" dan "paraphalaenopsis serpentilingua", ketiganya merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit didapat.

Selanjutnya, "phalaenopsis gigantea" atau anggrek bulan gajah, "coelogyne pandurata" atau anggrek hitam, "spathoglottis aurea" atau anggrek tanah kuning dan "grammatophylium speciosum".
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg

Inilah Daftar Empat Kota Hilang Di Eropa


SISA-sisa peradaban manusia di masa lalu selalu menjadi objek wisata yang menarik untuk disaksikan. Nah, bila Anda bepergian ke daratan Eropa, berikut ini sisa-sisa 4 kota hilang yang masih menarik untuk dikunjungi.

1. Kourion, Siprus
Kourion atau Kurium adalah sebuah kota di Siprus, yang bertahan dari zaman kuno sampai Abad Pertengahan awal. Kourion terletak di pantai Selatan pulau di sebelah Barat sungai Lycus.

Reruntuhan Kourion, dekat kota modern Episkopi, terletak di salah satu tempat paling subur di pulau ini. Yang juga menarik adalah pemandian publik, Nymphaeum, pekuburan, rumah air mancur, rumah gladiator dan rumah Achilles.

Situs yang paling spektakuler di Kourion adalah teater Yunani-Romawi yang sekarang digunakan untuk pertunjukan musik dan teater.

Berdasarkan sejarah, Kourion dikatakan telah didirikan oleh Argives. Di dekat kota itu juga ada tanjung dimana pelanggar asusila yang berani menyentuh mezbah Apollo akan dilemparkan ke laut. Kota ini telah melewati fase berbeda dalam periode Helenistik, Romawi, dan Kristen.

2. Old Sarum, Inggris
Old Sarum adalah sitsu penduduk pertama di Salisbury, Inggris. Situs ini berisi bukti bahwa kawasan ini telah dihuni sejak awal 3.000 SM. Old Sarum disebutkan dalam beberapa catatan paling awal di negara Inggris.

Situs ini berada di sebuah bukit, sekitar dua mil Utara Salisbury modern. Old Sarum awalnya benteng bukit strategis yang ditempatkan pada gabungan dari dua rute perdagangan dan Sungai Avon, Hampshire.

Benteng bukit ini secara luas berbentuk oval dengan panjang 400 meter dan lebar 360 meter yang terdiri dari tumpukan dan selokan dengan pintu masuk di sisi Timur.

3. Paestum, Italia
Paestum adalah nama sebuah kota klasik Graeco-Romawi di wilayah Campania, Italia. Terletak di bagian utara Cilento, dekat pantai sekitar 85 kilometer dari Napoli di Provinsi Salerno, kota klasik ini dimilik komune Capaccio.

Paestum terletak di dekat pantai Tirrhenia di jalan yang menghubungkan Agropoli menuju Battipaglia. Populasinya terutama terletak di sekitar reruntuhan kuno Graeco-Romawi sepert Santa Venere, Andreoli dan Torre di Paestum .

Kota ini juga memiliki stasiun kereta api di garis Calabria yaitu Napoli-Salerno-Reggio yang didirikan sekitar akhir abad ke-7 SM oleh kolonis dari kota Sybaris (Yunani) dimana awalnya dikenal sebagai Poseidonia.

4. Pompeii, Italia
Pompeii adalah sisa-sisa kota Romawi yang hancur dan sebagiannya terkubur. Kota hilang ini terletak di dekat Napoli modern di wilayah Campania, Italia.

Pompeii hancur dan sepenuhnya terkubur selama bencana letusan gunung berapi Vesuvius yang panjang pada 79 AD. Akibat letusan ini, Pompeii terkubur sedalam 4-6 meter oleh abu dan batu apung.

Setelah hilang selama hampir 1.600 tahun, tanpa sengaja kota ini ditemukan sekitar 1592. Sejak itu, penggalian yang dilakukan telah memberikan wawasan rinci yang luar biasa dalam kehidupan sebuah kota di puncak Kekaisaran Romawi.

Saat ini, situs warisan dunia UNESCO ini adalah salah satu tempat wisata paling populer di Italia, dengan sekitar 2,5 juta pengunjung setiap tahunnya
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg

10 Kota Hilang Paling Terkenal

Sebuah kota akan menjadi kota hilang saat ditinggalkan oleh penduduknya dan dibiarkan begitu saja, sehingga meninggalkan banyak peradaban yang kemudian hilang begitu saja. Hal ini bisa terjadi karena perang, bencana alam, dan masih banyak lagi sebab-sebab lain. Namun seiring dengan perkembangan zaman, legenda kota hilang itu mulai muncul kembali ke permukaan. Banyak para ahli yang kemudian menemukan reruntuhan-reruntuhan bekas kota. sehingga kemudian mula banyak muncul legenda kota yang hilang.

Terlepas dari mitos kenyataan, disini saya akan memamparkan 10 kota hilang yang paling terkenal, memang sih di dunia ini sebenarnya ada banyak kota hilang, tapi menurut saya 10 daftar kota hilang yang saya paparkan ini adalah yang paling terkenal dan banyak menyedot perhatian publik.

Berikut adalah daftar 10 kota hilang paling terkenal :

10. Atlantis
Atlantis digambarkan oleh Plato sebagai peradaban maju dan kekuatan laut yang tangguh, Atlantis dikatakan telah menaklukkan sebagian besar wilayah Eropa sebelum tenggelam ke laut. Menurut mitos tradisional, kota ini tenggelam karena murka para dewa atas kelakuan para penghuni kota ini, tapi menurut penelitian Ilmiah, kota ini mungkin tenggelam karena gejala geologis.

9. The City of Caesars
Juga dikenal sebagai Kota Berkelana dan Kota Patagonia, The City of Caesars adalah kota mitos yang diyakini terletak di ujung selatan Amerika Selatan. Kota ini belum pernah ditemukan, dan pada saat ini dianggap legenda.



8. Troy
Troy adalah kota legendaris yang terletak di Turki modern. Troy sudah lama dianggap oleh banyak orang sebagai mitos biasa, sampai akhirnya digali pada 1870-an. Dan kemudian Ditemukan banyak reruntuhan reruntuhan bangunan yang dianggap sebagai arsitektur modern di jamannya.



7. The Lost city of Z
The lost city of Z adalah peradaban hilang yang terletak jauh di pedalaman hutan Brazil (hutan Amazon). Kota hilang ini dikatakan sebagai peradaban maju dengan jaringan canggih dari jembatan, jalan, dan kuil-kuil. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan banyak peninggalan alat-alat canggih di pedalaman hutan amazon.


6. Petra
Petra dianggap sebagai kota paling indah dari semua kota pada daftar ini, Petra terletak di Jordon. Ciri yang paling menonjol adalah arsitektur indah batu, yang diukir dari batuan pegunungan di sekitarnya yang mulai dieksplorasi sejak abad 18, hingga kini, keindahan arsitektur bangunan batu petra masih tetap bisa kalian nikmati jika kalian berlibur ke Jordania.


5. El Dorado
Inilah kota hilang yang paling dicari, karena kota ini dikenal sebagai kota emas. Diperkirakan banyak sekali emas yang ada di kota ini. El Dorado adalah sebuah kerajaan mistis konon ditemukan di hutan Amerika Selatan. Kota ini dikatakan dipimpin oleh seorang raja yang kuat dan dengan kekayaan emas yang tak terhingga.



4. Memphis
Didirikan pada tahun 3100 SM, Memphis adalah ibu kota Mesir kuno, dan menjadi pusat administrasi peradaban yang selama ratusan tahun sebelum akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya seiring dengan munculnya Thebes dan Alexandria. Di bekas wilayah kota ini, banyak ditemukan reruntuhan bangunan-bangunan mesir kuno.



3. Angkor
Daerah Angkor di Kamboja dan sekitarnya dikenal sebagai salah satu pusat industri di asia bahkan dunia, dan salah satu peninggalan paling terkenal adalah kuil Angkor Wat yang umumnya dianggap sebagai monumen keagamaan.



2. Pompeii
Kota Romawi Pompeii hancur dalam AD 79 setelah Gunung Vesuvius meletus di dekatnya dan mengubur seluruh komunitas di bawah 60 kaki abu dan batu. Kota ini diperkirakan memiliki sekitar 20.000 penduduk pada saat itu, dan itu dianggap sebagai salah satu tempat liburan utama untuk kelas atas masyarakat Roma.


1. Machu Pichu
Kota ini terletak di dekat Lembah Urubamba di Peru, kota ini pernah ditemukan dan dijarah oleh conquistador, Machu pichu menyimpan banyak peninggalan reruntuhan kuno yang sering disebut sebagai kuil machu pichu. Arsitektur bangunan yang sangat indah pada kuil machu pichu membuktikan betapa tingginya peradaban machu pichu saat masa jayanya.



evolusi-apa-aja.blogspot.com

Jempol Tangan Yang Hilang Diganti Dengan Jempol Kaki, Kok Bisa ?

New York, Seorang wanita di Long Island kehilangan jempol kiri setelah petasan yang digenggamnya meledak. Agar fungsi tangannya kembali normal, tim dokter berhasil mengganti jempol yang hilang dengan jari kaki.

Ledakan itu tak diduga oleh Shannon Elliott, wanita yang kini punya jari kaki di tangan kirinya. Seseorang melemparkannya dari mobil yang melintas pada bulan November 2009, lalu Elliott memungutnya karena penasaran sebelum akhirnya meledak dan melenyapkan jempol serta 2 jari di tangan kirinya.


'Rasanya hancur sekali melihat jari saya lenyap dari tangan kiri. Rasanya saya rela kehilangan satu jari kaki agar tangan saya normal lagi,' ungkap Elliott seperti dikutip dari NYdailynews, Rabu (23/6/2010).

Harapan itu akhirnya terwujud, setelah tim dokter dari Stony Brook University menawarkan amputasi jari kaki untuk dicangkokkan ke tangan kiri. Hanya saja kondisi lukanya saat itu belum memungkinkan untuk dilakukan transpantasi.

Operasi tersebut akhirnya dilakukan pada 7 Juni 2010, setelah Elliott memantapkan lagi keinginannya. Karena belum punya pengalaman melakukan prosedur serupa, tim dokter membutuhkan waktu 11 jam untuk menuntaskannya.

Kehilangan satu jari kaki membuat wanita berusia 25 tahun itu sedikit kesulitan untuk berjalan dan mengenakan sandal jepit. Namun baginya, tidak memiliki jempol tangan akan lebih menyulitkannya untuk memegang sesuatu serta menyuapi anaknya.

Sementara itu Dr. Jason Ganz yang memimpin operasi tersebut mengatakan, Elliott butuh waktu 6-9 bulan agar jempol barunya berfungsi dengan baik. Bahkan dalam 1-3 tahun, ukurannya akan menyesuaikan diri agar sesuai dengan telapak tangan Elliott.

Operasi toe to thumb semacam itu juga pernah dilakukan pada tahun 2007 oleh tim dari St. Mary's Hospital, San Francisco. Pasiennya saat itu adalah Garrett La Fever, seorang tukang kayu yang kehilangan jempol tangan dalam sebuah kecelakaan kerja.


evolusi-apa-aja.blogspot.com

Benarkah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang ?


Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
http://jelajahunik.blogspot.com/2010/05/benarkah-indonesia-adalah-benua.html

Chachapoyas, Misteri Peradaban yang Hilang di Puncak Amazon Peru

Kota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan "masyarakat awan" mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan "catatan".



Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. 

Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan "prajurit awan" tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.  

Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi.

 

Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu. 

 

Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang ini, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.

Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh.

 

Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.

Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi.

Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.

 

Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putih dan tampan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca ingin menjadikan mereka istri.

Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash. Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.

 

Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa.

 

Siapa yang tahu, apalagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas. Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah "orang-orang awan" ini.

Ternyata Dunia Hilang Itu Ada Di Papua

Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan 'dunia yang hilang' dimana beberapa spesies hewan yang belum ditemukan terdapat di sana termasuk diantaranya adalah katak dan tikus raksasa dengan ukuran tubuh sebesar kucing. Ekspedisi yang dilakukan oleh BBC menjelajahi kawah raksasa sebuah gunung berapi yang terletak di dataran tinggi Papua Nugini untuk membuat film dokumenter Lost Land of the Volcano.



http://news.nationalgeographic.com/news/2006/02/images/060207_lost_world.jpg



Didampingi oleh ahli biologi pertama yang pernah menginjakkan kaki di kawah, tim peneliti itu memfilmkan labah-labah aneh, ulat raksasa dan kanguru yang hidup di pohon. Sementara itu tikus yang berada di pulau itu panjangnya mencapai 81cm dari hidung ke ekor dan beratnya mencapai 1,3kg.


http://open.live.bbc.co.uk/dynamic_images/naturelibrary_626/www.bbc.co.uk/earth/expeditions/images/newguineasforestsecrets/newguineasforestsecrets.jpg



Kawah Gunung Bosawi dengan kedalaman beberapa meter hampir-hampir tak pernah tersentuh oleh tangan manusia semenjak meletus 200,000 tahun silam. Tim peneliti yang termasuk diantaranya berasal dari London Zoo dan Oxford University diperkirakan adalah orang-orang pertama yang memasuki kawah tersebut.

http://www.ecotourdirectory.com/ecotours/lost-world-waterfall.jpg

http://pics.hi5.com/userpics/612/136/1368702612.img.jpg

Pemimpin ekspedisi, Dr George McGavin mengatakan, "Ini luar biasa mengejutkan. Sudah waktunya kita menurunkan tangan dan memutuskan habitat ini layak diselamatkan." Di kawah tersebut mereka menemukan 40 spesies baru diantaranya 16 spesies katak, satu spesies tokek, 3 spesies ikan, 20 spesies serangga dan labah-labah dan satu spesies kelelawar.

42 Tahun Hilang, Jasad Seorang Wanita Ditemukan Duduk Di Depan TV

The door of Hedviga Golik, who was found dead in her bed after 41 years.
The door of Hedviga Golik, who was found dead in her bed after 41 years.

Jasad seorang wanita Kroasia bernama Hedviga Golik ditemukan sudah menjadi mumi, duduk di depan TV hitam-putih rumahnya setelah 42 tahun lalu dilaporkan menghilang.

Pihak kepolisian Kroasia mengatakan bahwa wanita yang lahir pada tahun 1924 itu, sepertinya membuat secangkir teh dan duduk menonton televisi yang pada waktu itu merupakan sebuah barang mewah.

Para tetangga terakhir kali melihat Hedviga pada tahun 1966. Menurut mereka, di suatu hari ia seperti hilang begitu saja dan mereka kira Hedviga pindah ke rumah susun miliknya di Zagreb.

Namun ketika polisi mendobrak masuk setelah pemerintah daerah ingin mengecek status kepemilikan rumah susun milik Hedviga, jasad wanita itu ditemukan dalam keadaan duduk.

Seorang juru bicara pihak kepolisian berkata, “Hingga saat ini kami masih belum mengerti bagaimana mungkin seseorang yang telah dilaporkan menghilang beberapa puluh tahun lalu dan tidak ditemukan, bisa ditemukan di rumah susun yang ditinggalinya dulu.” [anv/mel]