Tampilkan postingan dengan label Puncak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puncak. Tampilkan semua postingan

PUNCAK ARUS BALIK MUDIK LEBARAN Arus Balik 2010 Bis Kereta Api dan Pesawat

ARUS BALIK 2010 BIS KA PESAWAT - Puncak Arus Balik 2010 Mudik Lebaran Tahun 2010. Lebaran telah berlalu beberapa waktu yang lalu namun arus balik lebaran jalur kereta api bus dan pesawat baru akan mencapai puncaknya hingga akhir minggu ini. Arus balik 2010 menarik untuk dicermati karena terdapat perubahan trend pulang kampung yang cukup menarik.

Arus Balik Lebaran 2010 Jalur Udara (Pesawat Terbamg)

Lima hari pascalebaran, jumlah penumpang di Bandara Juanda terus mengalami peningkatan. Bahkan diprediksi akan mencapai puncaknya hari Rabu 15/9/2010.

"Kita prediksi puncak arus balik akan terjadi nanti sore hingga malam hari serta akan mengalami peningkatan penumpang sekitar 3,5 persen untuk jumlah penerbangan," kata Humas PT Angkasa Pura I Juanda, Firtson Mansjur.

Soni sapaan akrabnya mengungkapkan, dari pantuan di lapangan sejumlah penumpang baik domestik maupun internasional memadati terminal keberangkatan. "Dibandingkan hari sebelumnya, Selasa kemarin memang mengalami peningkatan," ujarnya.

Data penumpang pada H+4, pada hari Selasa mencapai 37.040 untuk tujuan domestik baik yang berangkat maupun datang dengan rincian 15.985 penumpang datang dan 17.704 penumpang yang berangkat. Dan jumlah pesawat domestik mencapai 121 pesawat yang berangkat dan 122 pesawat datang.

Sedangkan jumlah untuk internasional mencapai 3.351 penumpang yang datang dan berangkat dengan jumlah pesawat 11 pesawat datang dan 13 pesawat yang berangkat atau mengalami 2 penambahan extra flight untuk penerbangan internasional.

Arus Balik Mudik Lebaran 2010 Jalur Darat Bis

Trend arus balik yang menggunakan moda transportasi bus tampaknya mengalami perubahan tahun ini bila dibandingkan dengan tahun lalu. Perubahan trend ini karena masyarakat kembali ke Kota Pahlawan dalam waktu yang bersamaan.

Berdasarkan pengamatan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, arus balik saat ini jumlah penumpang tidak menumpuk pada satu hari seperti yang terjadi tahun ini. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang datang di Terminal Purabaya-Bungurasih.

"Kalau tahun lalu penumpang yang datang menumpuk pada satu hari. Tahun ini trendnya sudah berubah dan konsentrasi penumpang tidak menumpuk pada satu hari." kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Bungurasih-Purabaya, May Ronald.

Jumlah penumpang yang masuk ke terminal ini sudah mencapai puncaknya pada H+2 yang mencapai 98 ribu penumpang. Biasanya kalau tahun lalu, sehari setelah puncak arus balik, jumlah penumpang langsung terjun bebas namun tahun ini pada H+3 jumlah penumpang masih sebesar 80 ribu orang.

Prediksi Puncak Arus Balik Penumpang Kereta KA Tahun 2010

Puncak arus balik pemudik yang menggunakan kereta api diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran. Meski kantor pemerintah dan juga swasta mulai beroperasi kembali setelah libur panjang.

"Kita prediksi, puncak arus balik pada hari Jumat," kata Humas PT KA Daops VIII Sri Winarto.

Winarto mengatakan pada tanggal 20 September mendatang, aktivitas masyarakat mulai normal. Anak-anak sekolah juga sudah kembali ke bangku sekolahnya masing-masing.

Dengan kondisi tersebut, pemudik tujuan jarak jauh seperti Jakarta, Bandung dan beberapa kota besar lainnya, memilih balik pada hari Jumat. Sedangkan pemudik jarak pendek atau lokal dari beberapa kota di Jawa Timur, arus balik terjadi pada Sabtu dan Minggu.

"Kita juga melihat, pemesanan tiket kelas eksekutif dan bisnis hingga Jumat cukup tinggi. Kelas bisnis sisa 10 persen dan kelas eksekutif hanya Argo Wilis sisa 30 persen," tuturnya.

Ia menambahkan, pada arus balik ini, pihaknya menurunkan beberapa personel security (petugas keamanan internal) dan menggandeng beberapa dari Polisi Militer (Pomal) dan Polri untuk membantu mengamankan penumpang, baik selama perjalanan di atas kereta api maupun di satisun-stasiun.

Untuk Stasiun Pasar Turi, sebanyak 4 personil Pomal yang berjaga. Sedangkan di Stasiun Gubeng, Surabaya Kota (Semut) dan Stasiun Malang, dibantu dari Polri.

"Setiap kereta mendapatkan penjagaan dari pengamanan internal, pengamanan terbuka dan tertutup dari Polri. Selama perjalanan, kita dibantu 3 personel dari Polri untuk kelas eksekutif dan 5 security untuk kelas ekonomi," tandasnya. 
 
detik.com

Chachapoyas, Misteri Peradaban yang Hilang di Puncak Amazon Peru

Kota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu berhasil ditemukan. Sebutan "masyarakat awan" mungkin karena mengacu pada pegunungan andes yang selalu berselimut awan. Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini, sampai sekarang masih misteri dan sulit diungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan "catatan".



Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun, namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. 

Deretan patung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan "prajurit awan" tetap berdiri tegak hingga kini. Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu.  

Situs Karija ini dibangun hampir 1 milenium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yang di makamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi.

 

Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt di mana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoya. Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jaman itu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti, tidak ada jalan yang bisa diakses menuju tempat itu. 

 

Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kota kuno Chachapoyas yang hilang ini, ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, oleh tim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.

Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang, sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang di pahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untuk melindungi dari musuh.

 

Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno ini. Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9. Kenyataannya, kota kuno itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengaja dikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh.

Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketika kekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsa Chachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi.

Keberuntungan datang ketika Spanyol datang pada 1535. Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudian datang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka.

 

Penulis sejarah Cieza Pedro de León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putih dan tampan, kaum wanitanya cantik-cantik, itulah sebabnya banyak orang Inca ingin menjadikan mereka istri.

Makam tokoh orang-orang awan ini di chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yang ditemukan di Revash. Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalah Kuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnya dilindungi oleh batu-batu besar.

 

Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan dengan bangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsa Chachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa.

 

Siapa yang tahu, apalagi yang akan ditemukan di pedalaman andes amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnya Chachapoyas. Minimnya catatan tentang suku ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah "orang-orang awan" ini.