Tampilkan postingan dengan label Mana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mana. Tampilkan semua postingan

Mana Lebih Sehat, Diet Lemak Atau Nasi

Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak menjadi pilihan jamak untuk memiliki tubuh langsing ideal. Tapi, mana lebih efektif, membatasi asupan karbohidrat atau lemak?

Menurut penelitian tim Temple University di Philadelphia, Amerika Serikat, dua jenis diet itu memiliki efektivitas sama dalam perannya mengurangi lingkar pinggang.

Hanya, penelitian yang dilakukan selama dua tahun itu menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat memiliki efek samping lebih buruk dibandingkan diet rendah lemak. Selain memicu bau mulut tidak enak, diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan kerontokan rambut, dan mulut kering selama 6-12 bulan pertama.

"Diet rendah karbohidrat memiliki efek lebih buruk karena adanya kecenderungan kurang gizi dalam asupan makanan," kata Christy Maskeroni, MS RD, ahli nutrisi dari CLAY, New York, seperti dikutip dari Lemon Drop. Selain nasi, karbohidrat banyak terkandung dalam gandum, dan umbi-umbian.

Sementara nutrisi untuk diet rendah lemak memiliki konfigurasi asupan, yaitu 55 persen karbohidrat, 15 persen protein dan 30 persen lemak. "Ini lebih baik dan seimbang untuk seseorang yang mencoba menurunkan berat badan," Maskeroni menambahkan. (pet)

VIVAnews

Tahukah Dari Mana Air Yang Kita Minum ?


Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Lebih dari 80% tubuh mereka terdiri dari air. Air kita butuhkan untuk minum, makan, membersihkan diri, beternak, bertani, serta menyelenggarakan industri. Air berada dimana- mana.

Sebagai lautan, ia menempati hampir 2/3 dari luas permukaan bumi, dan memberi warna biru ketika bumi dipandang dari ruang angkasa.

Volume air laut lebih-kurang 97,2%, dan air tawar hanya sekitar 2,8 %. Dari jumlah air tawar yang ada di bumi, 2,41% di antaranya berupa es di kutub, dan 0,61% berupa airtanah. Sisanya dibagi menjadi air permukaan, air pelembab tanah, dan air yang terdapat di dalam atmosfer.

Lalu, dari berbagai macam air tersebut, yang manakah yang kita minum. Air yang dapat diminum, tentu saja yang bersih, yang berkualitas, dan yang memenuhi persyaratan bagi kesehatan.

Begitu eratnya hubungan antara kehidupan manusia dengan air, sehingga ketika manusia berulah, lingkungan air pun turut terusik.
Sejak terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke 14, jumlah penduduk dunia melonjak pesat seolah tak terkendali. Kini jumlah penduduk dunia mencapai lebih dari 6 milyar. Mereka semua memerlukan air bersih. Padahal jumlah air yang terdapat di bumi tidak bertambah.

Dahulu air bersih mudah didapatkan dari genangan-genangan dan aliran-aliran di permukaan, seperti danau dan sungai. Ketika itu air sungai yang jernih tidaklah sulit dijumpai.

Sungai memiliki potensi untuk membersihkan dirinya sendiri secara alamiah melalui siklus hidrologi. Pada masa itu air permukaan masih banyak digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia.

Namun sekarang kemampuan sungai untruk membersihkan dirinya sendiri sudah tidak ada lagi sejak menjamurnya industri yang membuang limbahnya ke sungai.

Ditambah pengetahuan bahwa air permukaan tidak memenuhi semua yang dibutuhkan dari air minum. Maka sejak itu berpalinglah manusia dari sumber air permukaan ke sumber di bawah permukaan, ialah airtanah atau groundwater.

Airtanah menempati ruang-ruang kosong yang ada di dalam tanah atau batuan. Pada tanah dan batuan yang berpori-pori, airtanah dapat berada di ruang antar butir. Tetapi pada batuan yang pejal dan keras, pada umumnya airtanah sulit menempati ruang antar butir. Hal ini disebabkan diameter pori-pori batuan yang pejal lebih kecil dari diameter molekul air, sehingga air tidak dapat memasukinya.

Namun demikian, jika batuan yang pejal tadi mempunyai retakan-retakan atau berongga-rongga, maka airtanah akan menempati celah-celah dan rongga-rongga tersebut.

Airtanah, meskipun jumlahnya tidak sebanyak es dan air laut, pada saat ini merupakan sumber air bersih yang dianggap paling potensial. Sebagian besar penduduk dunia meminum airtanah. Kita dapat memperoleh airtanah dengan cara mudah dan relatif murah. Tentu saja dari pada mencairkan es di kutub, atau menyuling air asin di lautan yang membutuhkan biaya mahal.

Terbentuknya airtanah bermula dari air hujan yang jatuh ke bumi meresap ke bawah permukaan, kemudian karena pengaruh gaya gravitasi bergerak secara vertikal menembus lapisan-lapisan tanah
menuju zona jenuh. Ketika air tersrebut masih berada di zona tak jenuh disebut air meteorik, namun setelah mencapai zona jenuh, namanya berubah menjadi airtanah.

Pada zona tak jenuh, sebagian ruang poripori terisi air, sedangkan sebagian lainnya berisi udara. Di bawah zona tak jenuh, terdapat Zona Jenuh, yaitu zona yang seluruh pori-pori dan rongga- rongganya sepenuhnya terisi air.

Di antara zona jenuh dan zona tak jenuh terdapat zona kapiler, yaitu suatu zona dimana molekul-molekul air merambat naik melalui pipa-pipa kapiler. Zona jenuh dan zona tak jenuh dibatasi oleh sebuah bidang imajiner yang disebut bidang permukaan airtanah (groundwater table).

Ketika kita menggali lubang untuk membuat sumur, sebelum lubang galian kita menembus groundwater table, kita tidak akan mendapatkan air. Permukaan air sumur akan sama dengan muka airtanah di sekitarnya.

Anda pasti pernah mendengar berita tentang semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur. Air yang bercampur dengan lempung dan panas tersebut berasal dari batuan yang sangat dalam. Air ini berumur tua, ia terjebak di dalam sedimen bersamaan dengan proses pembentukan batuan tersebut.

Air dalam lumpur Lapindo dan sejenisnya disebut sebagai air formasi, atau air fosil. Disebut air fosil, karena umurnya tua dan terbentuknya mirip dengan pembentukan fosil. Air seperti ini banyak terdapat di  lapangan minyak bumi.

Air fosil pada umumnya mempunyai kandungan garam yang sangat tinggi. Apabila air formasi keluar ke permukaan dan selanjutnya terlibat kembali di dalam daur hidrologi, berarti ia mengalami permudaan, atau peremajaan, atau rejuvenasi.

Keluarnya air fosil ke permukaan dapat melalui proses semburan, karena air formasi seringkali mengandung gas dengan tekanan
cukup tinggi. Air fosil sebaiknya tidak diminum, karena selain mengandung garam dan unsur-unsur yang konsentrasinya melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Depkes, KLH, maupun WHO, air ini juga acap kali beracun.

Di alam banyak dijumpai keluarnya air formasi ke permukaan, biasanya dibawa oleh tekanan gas. Masyarakat Jawa menyebutnya “air bleng”. Air bleng sering digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat kerupuk atau makanan lainnya. Hati-hati, seharusnya dilakukan penelitian terlebih dahulu terhadap komposisinya, jangan-jangan air tersebut beracun.

Dari Mana Asal Air Minum?

Pada saat kita pergi ke pegunungan, di lereng bukit dan kaki gunung sering dijumpai mata air, yaitu terturapnya airtanah ke permukaan.

Mata air dapat terbentuk melalui berbagai cara, antara lain bila bidang permukaan airtanah teriris oleh topografi atau oleh retakan dan patahan (sesar).

Di daerah berbatu gamping, apabila saluran sungai bawah tanah memotong lereng, akan terjadi pula mata air.

Air yang berasal dari mata air pada umumnya bersih, jernih dan segar. Secara fisik maupun kimiawi, rata- rata berkualitas baik. Hal ini disebabkan air tersebut telah mengalami penyaringan cukup intensif oleh butiran-butiran tanah dan batuan, bahkan menyerap mineral alami dari batuan-batuan tersebut.

Karena itulah, maka air dari mata-air banyak digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air domestiknya.
Lingkungan kehidupan manusia terus berubah, air alami mengalami tekanan. Akibatnya keberadaan sumber air bersih semakin berkurang. Sebagaimana diketahui, persoalan air bersih dapat menimbulkan permasalahan kesehatan.

Menurut WHO (2006), dalam satu dekade terakhir, rata-rata 50.000 orang meninggal per hari karena penyakit yang berkaitan dengan air tak bersih. Agar alam tetap memberikan air bersihnya kepada manusia, maka jangan sekali-kali kita mendhalimi alam, justru mestinya melakukan pengelolaan yang baik dan pelestarian untuk menjaga ketersediaan air demi kelangsungan hidup manusia.

Penulis: Prof  Dr  Ir  Sari Bahagiarti Kusumayudha MSc
Ahli hidrogeologi dari  UPN  Veteran, Yogyakarta
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg

Cameron Diaz Kejar Seks ke Mana Saja !



Los Angeles - Seks bagi aktris Cameron Diaz sama pentingnya dengan cinta. Cameron pun tidak pernah keberatan harus terbang ke mana saja untuk mendapatkannya.

Bagaimana tidak, pria yang dikencani Cameron rata-rata juga berasal dari dunia hiburan juga bisnis. Hal tersebut kerap membuat Cameron berjauhan dengan prianya.

"Gaya hidup saya menyebabkan ini terjadi. Saya selalu bepergian demi seks. Kamu harus pergi ke manapun dia ada," ujar Cameron dilansir Female First, Sabtu (19/6/2010).

Mantan kekasih Justin Timberlake itu pun tidak masalah dengan rutinitasnya tersebut. Menurut Cameron, cinta memang harus dikejar.

"Saya bahkan tak bisa menghitung berapa kali saya bepergian dengan pesawat untuk cinta," jelas Cameron.

Cameron pernah menjalin kasih dengan aktor Matt Dillon dan Jared Leto. Ia kini digosipkan menjalin hubungan dengan pemain baseball, Alex Rodriguez. Namun ternyata ketika belia, Cameron hanya tergila-gila pada satu aktor saja.

"Ketika saya berusia 9 tahun, dalam pikiran saya, saya mencium Harrison Ford dan dia adalah pencium hebat. Saya ingin menikahinya. Ini bukan rahasia. Dia tahu. Dia telah dimiliki, apa yang bisa saya lakukan?" tutur Cameron.

Harrison baru saja menikahi kekasihnya, Calista Flockhart. Bersama Calista, Harrison telah menjalani hubungan selama 9 tahun dan mereka punya satu anak angkat bersama.



only-top-artikel.blogspot.com

Kejujuran dan Kebenaran , Mana yang Didahulukan ?

Bertindak “jujur” belum tentu benar
Bertindak “benar” belum tentu jujur

Kedua kalimat diatas memang sering terjadi dan hal ini memang mengikuti hukum-hukum tertentu yang satu dengan lainnya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bisnis, etika kedokteran, cara memberi pelajaran pada anak, dan lain-lain semuanya mempunyai dasar hukum tertentu dan bukan berdasarkan kejujuran tetapi berdasarkan kebenaran.

Jujur sifat yang memang harus dimiliki dan boleh dikatakan mutlak harus kita punyai. Sifat jujur boleh dikatakan setara dengan sifat-sifat lainnya seperti sifat berani, belas kasih, dan lain-lainnya.

Kalau seseorang dikatakan harus berani, lalu apakah orang tersebut harus berani dalam segala hal? Tentunya ada batas-batas tertentu dari keberanian orang tersebut, misalnya: orang tersebut berani dalam mengambil keputusan, akan tetapi saat ia diminta untuk mencoba “buggy jumping” atau mungkin diminta untuk menyanyi didepan umum maka orang tersebut akan tidak berani.

Lalu bagaimanakah ini: “Apakah keberanian itu harus bisa dilaksanakan 100%?” Demikian pula halnya dengan “belas kasih”, walaupun harus memiliki namun saat menghadapi ular, harimau ataupun penjahat yang sangat mengancam diri kita, apakah kita harus melaksanakan belas kasih 100%?

Tentunya tidak dan inipun berlaku untuk kejujuran. Dalam berbisnis orang dituntut untuk jujur sehingga dipercaya orang.

Apakah benar kejujuran yang dituntut?, apakah bukan suatu tindakan yang benar yang dituntut?

Mungkin hanya salah kaprah orang meminta pihak lain untuk jujur dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis sendiri ada hukum-hukum tertentu yang dipakai dan kalau dari prinsip “gunakan energi sesedikit mungkin untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya”, hal ini akan sangat bertentangan dengan kejujuran, namun akan tetap dapat diterima bila seseorang menjalankannya dengan benar dan tidak menyakiti pihak-pihak lain.

Seorang anak jatuh dan orang tuanya spontan menyatakan “Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, tidak sakit kok! Jangan nangis, yach!”

Apakah ini kesalahan orang tua dalam menanggapi masalah tersebut, mungkin ada alternatif lain yang bisa kita gunakan misalnya “Oh, jatuh ya, mana yang sakit, sini diberi obat agar tidak sakit”, dengan tanggapan yang demikian kita mendidik anak untuk mengerti suatu permasalahan, bahwa dia jatuh dan sakit dan perlu diobati dan tidak perlu dibohongi.
 
Bagaimana dengan kebenaran?

Kebenaran tidak dapat dibantah, harus dilaksanakan dengan mutlak. Seorang pedagang mengatakan tidak untung menjual barangnya, tentunya bisa dilihat pedagang tersebut tidak jujur karena bisa saja pedagang tersebut telah mendapatkan keuntungan atau mungkin dia telah mendapat bonus dari pabrik tetapi dia tidak mengutarakannya.

Namun hal ini tetap dibenarkan dalam berbisnis, jadi bisa dilaksanakan meskipun pedagang tersebut tidak jujur. Kecuali pedagang tersebut memalsukan barang yang asli dengan yang palsu atau barang lain yang kualitasnya lebih jelek dari barang sebenarnya, hal ini adalah tidak benar, sehingga salah bila dilaksanakan, maka kita harus melakukan sesuatu yang benar. Untuk mengejar kesempurnaan apakah bisa tidak berbohong?.

Bila hal ini disepakati dan dipahaminya, maka apakah tidak masalah berbohong, karena masih berpijak pada kebenaran.

Contoh-contoh konkrit yang kita bisa lihat misalnya:
Saat menyumbang untuk amal, ketika ditanya siapa yang menyumbang, kadang tidak mengaku karena tahu amal tidak perlu di gembar-gemborkan, hal inipun berbohong.
Kedua contoh tersebut diatas adalah tindakan yang benar, maka tidak masalah melakukannya ?.