Tampilkan postingan dengan label Meminjam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meminjam. Tampilkan semua postingan

Tips Bijak Meminjam Uang

SITUASI darurat tertentu dikombinasikan dengan minimnya simpanan di bank, bisa memaksa seseorang untuk meminjam sejumlah uang dari perusahaan pemberi kredit. Jika suatu saat nanti Anda perlu meminjam uang, pastikan untuk meminjamnya hanya ketika benar-benar dibutuhkan.
Akan tetapi, jika tidak berhati-hati dan jeli dalam meminjam, Anda bisa-bisa terjerat dalam belitan utang yang tidak ada habisnya. Oleh karena itu, pastikan untuk memperhatikan sejumlah tips berikut ini agar bijak dalam meminjam:

1. Pinjam uang hanya pada saat Anda benar-benar membutuhkannya. Pastikan untuk meminjam uang sesuai kapasitas dan Anda yakin mampu mengembalikannya. Jika pinjaman ditujukan bukan untuk tujuan investasi, ada baiknya membatasi pinjaman di bawah kapasitas Anda untuk membayarnya.

2. Pastikan Anda memeriksa secara teliti dan menyeluruh setiap dokumen pinjaman, dan mengerti semua soal pembayaran. Jika bisa, hindari jangka waktu pembayaran yang terlalu panjang. Sebab, hal itu hanya akan membuat Anda terpaksa membayar lebih banyak uang.

3. Pastikan pula Anda telah memiliki rencana pembayaran yang matang sebelum mengajukan pinjaman. Selain itu, luangkan pula waktu untuk mempertimbangkan tingkat suku bunga dan berbagai biaya lainnya.

4. Sebelum menandatangani dokumen apa pun, pastikan Anda telah memahami semua persyaratan perjanjian. Jangan pula menandatangani dokumen kosong.

5. Usahakan untuk tidak meminjam dana dari satu perusahaan pemberi kredit, guna membayar utang yang lain. Berbicaralah kepada perusahaan pemberi kredit jika Anda mengalami kesulitan memenuhi pembayaran seperti yang telah disetujui. Source

Jangan Meminjam Gunting Kuku SEMBARANGAN !!


Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B,C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

"Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:

1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).


Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya.