Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan

PERINGATAN! Jangan Pajang Nama Ibu / Bapak di Facebook

Facebook telah mengubah cara komunikasi orang di era modern. Lewat Facebook pula seseorang bisa mengekspresikan dirinya dengan postingan status atau foto.

Tapi, dewasa ini Facebook juga menjadi target utama para penjahat dunia maya dan dunia nyata. Banyak sindikat pencuri rumah kosong yang memanfaatkan Facebook untuk memantau sasarannya. Bila seseorang menuliskan status sedang tidak berada di rumah maka para pencuri akan segera meluncur ke rumah si pemilik akun tersebut.

Bahaya Facebook lainnya, justru terjadi di dunia maya. Pasalnya banyak pencuri identitas yang dapat membobol kartu kredit atau rekening bank seorang pengguna Facebook.

Terkait hal itu, Credit.com, seperti dilansir New York Times, Kamis (14/10/2010), mengungkapkan beberapa hal yang tak boleh ditampilkan di Facebook.

Salah satu hal yang tak bisa ditampilkan di Facebook adalah nama ibu kandung. Sebab nama ibu kandung sangat diperlukan dalam melakukan transaksi kartu kredit tertentu. Penjahat cyber bisa membobol kartu kredit orang lain bila mengetahui nama ibu kandung korban pembobolan. Selain itu, situs-situs tertentu juga kerap menanyakan nama gadis Ibu pengguna untuk verifikasi keamanan.

Data-data sensitif lainnya adalah tanggal lahir anak. Dengan tak menampilkan identitas anak, pengguna dapat membantu menyimpan informasi sensitif anak Anda dari pencuri identitas potensial.

Sumber:http://unikboss.blogspot.com/2010/10/peringatan-jangan-pajang-nama-ibubapak.html

Istri Hamil, Suami Jangan Bengong


Ketika seorang ibu mengandung janin dalam rahimnya, benarkah hanya sang ibu yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sang janin? Tentu tidak. Tuhan telah menentukan keberadaan nyawa si janin atas usaha dari dua manusia, ibu dan ayahnya. Kepada mereka berdualah Tuhan menitipkan amanat yang sangat berat itu. Sayangnya, lebih banyak ayah yang kurang menyadari tanggung jawabnya selama kurun waktu kehamilan tersebut. Penyebab utamanya, karena mereka tak mengalami beban itu secara langsung.

Jadilah selama sembilan bulan dalam kandungan ibu, janin sebenarnya lebih banyak yatim secara psikologis, karena tak mendapat perhatian dari ayahnya. Setelah si orok terlahir, dapat dilihat mata, dapat dipeluk dan dicium, barulah tumbuh kesadaran suami bahwa ia adalah seorang ayah! Sungguh, sebuah kesadaran yang terlambat. Dan yang rugi bukan saja si janin, tapi juga ayahnya. Berikut di antara kewajiban ayah terhadap calon bayinya.

Kebutuhan Fisik
Orang tua tak boleh meremehkan faktor pemenuhan kebutuhan fisik janin. Pertumbuhan sel-sel otak, kualitas pertumbuhan badan serta tulang, sudah mulai ditentukan semenjak masa janin. Jangan sampai orang tua menyesal kemudian, saat menemui rendahnya kualitas pertumbuhan bayinya gara-gara lalai mempertahankan kebutuhan gizi di masa ini.

Secara kuantitas saja, ibu perlu makan lebih banyak dari biasanya untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Belum lagi masalah kualitas, di mana makanan yang masuk harus cukup kandungan protein, vitamin, serta zat-zat gizi lainnya. Dan kewajiban ayahlah untuk menyediakan semua kebutuhan pangan ibu demi pertumbuhan janin tersebut.

Ayah harus rela memberikan kebutuhan ini, walau itu berarti ia harus menyediakan makanan berkualitas bagi istrinya dua kali lebih banyak dari biasanya. Jika hanya ada sepotong, tak ada salahnya ayah mengalah untuk memberikannya kepada ibu, karena akan bermanfaat untuk dua orang. Jangan pula lupa memberikan kebutuhan tambahan vitamin, penambah darah, serta kalsium bagi ibu. Ayah yang bijaksana akan rajin mengontrol pola makan ibu hamil, menyediakan makanan ekstra berkualitas dan memberikan motivasi kepada istrinya untuk rajin mengkonsumsi makanan-makanan bergizi tersebut.

Kasih Sayang dan Perhatian

Penelitian membuktikan, janin dalam kandungan sudah bisa merasakan sentuhan kasih sayang orang tua yang mengelus perut bundanya. Ia pun dapat menikmati suara lembut penuh kasih yang diperdengarkan orang tuanya di dekat perut ibu. Para ahli mengatakan, kelak setelah lahir, bayi akan lebih aktif merespons jenis suara yang kerap ia dengar semasa dalam rahim tersebut.
Memang, sentuhan kasih sayang dari ibu sudah cukup memenuhi kebutuhan kasih sayang bagi si janin. Namun penting diingat, bahwa untuk bisa memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada janinnya, si ibu membutuhkan suasana kejiwaan yang tenang dan bahagia. Ibu yang tertekan dan stres tak akan bisa memberikan perhatian dan kasih sayangnya secara optimal kepada janin. Di sinilah suami akan mengambil peran besar dalam turut menjaga kesehatan kejiwaan istrinya agar tetap stabil, tenang, dan bahagia. Sebagai orang terdekat yang menjadi belahan jiwa bagi istri, ia bisa menjadi penentu kesehatan jiwa si istri.

Suami harus bisa memberikan perhatian penuh kepada masalah kehamilan istrinya. Misalnya saling berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi pekan demi pekan, bersama-sama mencari informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak dari media cetak maupun dengan bertukar pengalaman, menemani istri memeriksakan kehamilan setiap bulan, mendiskusikan rencana-rencana ke depan bagi calon bayi, hingga menyempatkan diri secara rutin mengelus perut istrinya sambil mengucapkan kalimat kasih sayang.

Akan lebih baik jika suami memberikan hak-hak istimewa kepada istrinya semasa hamil. Bukankah istrinya sedang mengalami perjuangan berat demi keluarga mereka? Suami bisa memilihkan hak-hak istimewa yang mendukung perkembangan kesehatan janin. Misalnya, dengan memberikan makanan ekstra bergizi, memberikan uang belanja tambahan, atau membelikan sebanyak mungkin buku dan majalah yang memuat informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak.

Hal lain yang penting diingat, bahwa dalam proses kehamilan terjadi perubahan kadar hormon yang bisa memberikan pengaruh besar pada kebanyakan wanita hamil, di mana emosi mereka menjadi lebih labil. Ditambah lagi dengan beban fisik yang tak ringan, wajar jika mereka lebih banyak membutuhkan perhatian dibanding sebelum hamil.

Pendidikan

Pendidikan sudah bisa diterima manusia semenjak masih dalam kandungan. Ayah dan ibu punya kewajiban sama untuk memberikan pendidikan ini. Karena janin berusia tujuh bulan sudah mulai terangsang mendengar suara-suara di sekitar perut ibu, maka orang tua bisa memperdengarkan sesuatu untuknya.

Suara-suara lembut yang mengasah rasa keindahan, merangsang pertumbuhan otak dan kecerdasan, juga diupayakan sering diperdengarkan kepada si janin.

Proses Kelahiran

Suami yang bertanggung jawab pun tak akan kalah repot dan tegangnya dalam mempersiapkan saat-saat kelahiran janin, dibanding sang istri. Banyak sekali yang harus dilakukan suami untuk mempersiapkan masa genting ini, seperti menyediakan biaya persalinan, kebutuhan hidup calon bayi, pemulihan kesehatan ibu, hingga persiapan aqiqah calon bayi.

Selanjutnya, suami pun bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan mental istri untuk melahirkan. Harus diingat bahwa ini adalah saat perjuangan hidup dan mati istri bagi keluarganya. Suami harus banyak memberikan perhatian, dorongan, serta motivasi kepada istrinya menghadapi masa sulit ini. Beberapa cara bisa ditempuh, seperti mengikutkan istri ke dalam kelas pelatihan pranatal (pendidikan pra kelahiran) yang banyak diselenggarakan di rumah sakit, hingga turut menemani proses kelahiran itu sendiri.

Adalah satu hal yang sangat positif, jika suami bisa ikut hadir saat proses kelahiran. Kehadiran suami ini, walau sekadar menemani, memegang tangan istri dan membisikkan kata-kata penghibur kepada istri, akan memberikan dorongan kekuatan mental ekstra bagi istri. Walaupun tak dapat mengurangi rasa sakit, namun kekuatan mental yang diperoleh istri akan membuatnya lebih kuat menahan sakit, yang pada akhirnya akan mempermudah proses kelahiran.

Mengenai keterlibatan suami pada proses kelahiran yang sekarang mulai banyak disadari orang ini, para ahli mengatakan bahwa selain bermanfaat untuk istri, inipun bermanfaat bagi suami sendiri. Ketika suami menyaksikan kesakitan yang diderita istri, perjuangan beratnya melawan maut, maka kelak suami akan lebih mampu menghargai dan memahami perasaan istrinya. Selain itu akan tumbuh perasaan khusus dalam hati suami terhadap sang bayi, sehingga akan lebih mengakrabkan ikatan batin antara ayah dan anak. Dan tentang rumor dampak negatif yang menyebutkan bahwa

kehadiran suami saat kelahiran dapat membuatnya impoten, itu hanya kasus langka yang mungkin terjadi pada satu dari sejuta suami.
http://www.dechacare.com/Istri-Hamil-Suami-Jangan-Bengong-I402.html

Jangan Meminjam Gunting Kuku SEMBARANGAN !!


Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B,C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

"Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia," ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario's Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:

1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).


Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya.



Jangan Pernah Memotong Ayam di Depan Seekor Monyet



Seorang pria yang menyelamatkan seekor monyet yang hanya memiliki satu tangan dan satu kaki telah mendapatkan balasan dari sang monyet. Semua ayamnya mati dibunuh monyet itu.

Li Chun, dari desa Menghai, Propinsi Yunnan, mengatakan bahwa monyet tersebut sudah menjadi bagian dari keluarganya semenjak dia dirawat hingga sehat.

Hewan tersebut menjadi sangat berbakti kepada keluarga itu dengan melakukan pekerjaan di rumah, tapi dia juga meniru apa yang dilakukan oleh Li.

Ketika hewan mamalia itu melihat Li memecahkan telur untuk memasak dia pun pergi ke kandang ayam dan menghancurkan telur yang ia dapatkan.

Saat Li menyembelih seekor ayam, monyet tersebut menirunya dengan membunuh 80 ayam lainnya, seperti dilansir orange.co.uk.

'Semenjak itu, pada saat tidak diawasi, dia langsung lompat ke kandang ayam, lalu membunuh ayam-ayam itu, tidak perduli besar atau kecil, dia mencoba menarik mereka semua,' ujar Li.

'Rekornya saat ini mencapai sembilan ayam dalam satu hari. Pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan pernah menyembelih ayam di depan seekor monyet,' lanjutnya.

Li menemukan monyet yang cidera serius itudi dalam hutan sekira satu tahun yang lalu pada saat dia melompat ke keranjangnya.

Dia melihat tangan bagian kanan dan kaki bagian kirinya sudah membusuk dan dia akhirnya membawa monyet itu ke rumah dan langsung memotong bagian tubuhnya yang rusak serta memberinya pengobatan.

Dia merawat hewan primata itu hingga kembali sehat, dengan cepat monyet itu pun pulih dan bisa membantu kegiatan di rumah.

Hewan itu membantu Li merawat anak anjingnya dan bahkan menghapus air mata Li ketika ayahnya meninggal dunia.

'Dia duduk di sebelah saya dan menjulurkan tangannya untuk menghapus air mata dari wajah saya. Dia menepuk lembut wajah dan kepala saya, dan memandang saya dengan simpati yang mendalam,' pungkasnya.


only-top-artikel.blogspot.com

BAHAYA!! Jangan Anggap Remeh Gigi Berlubang


Bila gigi anda berlubang atau mengalami karies gigi seharusnya patut untuk lebih berhati-hati, apalagi bila anda memunyai penyakit diabetes. Sebab bagi orang yang berpenyakit diabetes, bila dalam dirinya terjadi infeksi gigi dan gusi bisa merembet pada efek negatif pada bagia tubuh lainnya.

"Jangan dianggap remeh, bila pertahanan lokal dalam gigi lemah. Infeksi itu bisa terbawa ke dalam tubuh melalui sel darah, bisa ke klep jantung,pembuluh darah dan pada ibu hamil bisa ke plasenta janin, " demikian dikatakan dr. Tengku Bahdar Djohan dari Rumah Sakit Bintaro Internasional kepada Waspada Online seusai Diskusi Kesehatan terkait kesehatan gigi di Jakarta, Jumat (3/7).

Makanya dia menyarankan bagi orang-orang yang memiliki gigi berlubang untuk lebih hati-hati dan selalu periksakan gigi ke dokter gigi. Hal ini sebagai bentuk pencegahan agar tidak berlanjut ke tingkat lebih serius. "Bagi penderita diabetes yang memunyai gigi berlubang periksakan bisa 3-6 bulan sekali," ujar Tengku.

Masalah gigi berlubang ini, lanjutnya, tidak hanya berhenti di abses gigi yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri di rongga syaraf/pulpa gigi. Sebab bisa terjadi ancaman fokal infeksi. "Yaitu infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di tempat lain," tambahnya.

Menurut Tengku, racun dan sisa kotoran maupun mikroba yang memicu infeksi tersebut bila abses gigi tidak terobat, penyakit komplikasi berbahaya bisa terjadi. Misalnya selain gigi tanggal, juga mediastinitis (peradangan pada dada), sepsis (peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi), facial cellulitis, Ludwig's angina (penyebaran infeksi ke jaringan lunak, osteomyelitis of the jaw (penyebaran infeksi ke tulang rahang gigi) dan lainnya yang bisa menyebabkan abses otak, endocraditis (peradangan dari lapisan jantung, jantung otot, dan katup jantung) dan pneumonia (radang paru-paru).

Jangan Pernah Membunuh Ular Hitam !!!

Kenapa? Karena ular hitam ini memakan ular-ular beracun yang bisa membahayakan manusia..Nah jika dirimu tidak mau dijadikan alat latihan ular derik, maka biarkan ular hitam ini yang menangani si ular derik. Ular ini tahan terhadap bisa berbagai jenis ular berbahaya. Jadi perlawanan mati-matian si ular derik, akan berakhir dengan kematiannya..


sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/JCpEFRLzleU/jangan-pernah-membunuh-ular-hitam.html

Jangan Makan Ikan Koan Aneh Yang Ekornya Berbentuk S

Wang Xianyu yang tinggal di jalan Xing Qiaunan kota Chengdu, Propinsi Sichuan China memperlihatkan ke tetangganya tentang "kado istimewa" yang dia diterima selama Tahun Baru – seekor ikan koan aneh yang ekornya berbentuk S.
Menurut harian pagi “Tian Hu”, pada hari kedua Tahun Baru, Wang Xian-yu membawa alat pancing ke Heilongtan untuk memancing. Kira-kira jam 13.00 siang, seekor ikan koan berhasil dipancingnya. Wang Xian-yu berdiri melihat, rupanya adalah ikan koan yang beratnya 1,5 Kg, panjangnya lebih dari 20 cm, tetapi anehnya ekor ikan koan tersebut berbentuk huruf S!

Seorang ahli akuatik Zhang Zhicheng di kota Chengdu mengatakan, logam berat dan bahan beracun yang berlebihan dalam air, membuat ikan itu sendiri kekurangan gizi, cacat bawaan dan kawin sedarah dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang belakang ikan.

Alasan deformasi ikan bentuk aneh ini mesti menunggu departemen terkait untuk mengidentifikasi, barulah dapat mengetahuinya, dia sarankan lebih baik jangan makan ikan sejenis ini. (erabaru.or.id/lim)

Jangan Narsis di Facebook Atau Bakal Kena Banned !!


Jika Anda menjadi salah satu dari 350 juta pengguna Facebook, mungkin Anda sempat melihat perubahan dari profil teman Anda, yang mengganti foto profil dengan gambar selebritis, karakter kartun, muppet, dan figure lainnya. Hal tersebut dikarenakan sebuah virus yang bernama “Doppelganger Week” yang ada di situs jejaring social tersebut. Untuk berpartisipasi, user hanya perlu mengubah profile picture user dengan sebuah gambar selebriti atau figure artis lainnya.

Tidak ada yang pasti darimana dan siapa yang memulai Doppelganger Week tersebut. Namun, dengan mengganti foto profil dengan gambar selebritis, maka dapat melanggar ToS Facebook, Dalam term of service Facebook disebutkan, “Anda tidak boleh memposting content atau tindakan apapun di Facebook yang melanggar atau memicu kekerasan terhadap hak orang lain atau melanggar hukum, maka Facebook dapat menghapus content atau informasi yang diposting user di Facebook jika pihaknya mempercayai bahwa hal itu telah melanggar Statement ToS Facebook, kecuali jika user sendiri memang artis atau user membeli lisensi dari foto tersebut.

Untuk pengguna Facebook yang ingin dunia tahu bahwa dirinya mirip dengan artis, maka tampaknya belum ada niat untuk menarik foto Doppelganger Week.




sumber :
http://www.fobita.com/2010/02/03/jangan-narsis-di-facebook-atau-bakal-kena-banned/