Tampilkan postingan dengan label Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negeri. Tampilkan semua postingan

54 Hal Unik Di Negeri Sakura Jepang


  1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
  2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
  3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
  4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
  5. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
  6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”. 
  7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
  8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
  9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
  10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
  11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
  12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
  13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
  14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
  15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
  16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik
  17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda. 
  18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
  19. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
  20. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
  21. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
  22. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
  23. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
  24. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”. 
  25. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
  26. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
  27. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
  28. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
  29. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
  30. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
  31. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
  32. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
  33. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
  34. Di Jepang sulit mencari mesin ketik
  35. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda. 
  36. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
  37. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara”
  38. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)
  39. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)
  40. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.
  41. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
  42. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”. 
  43. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : “family name anda apa ? “, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.
  44. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.
  45. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
  46. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak
  47. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
  48. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
  49. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
  50. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak)
  51. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.
  52. Di Jepang sulit mencari mesin ketik
  53. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda. 
  54. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang “made in Indonesia”. Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka “tujuh”.
http://lintasberitaonline.blogspot.com/2010/09/54-hal-unik-di-negeri-sakura-jepang.html

Seandainya Kepolisian RI Berani Melakukan Ini, Dijamin Negeri Kita Aman


Meksiko pecat 10% anggota polisi

Kepolisian federal di Meksiko memecat hampir 10% anggotanya dalam upaya memerangi korupsi.

Tiga ribu dua ratus anggota polisi itu dipecat karena tidak melakukan tugas mereka dengan baik atau terkait korupsi atau kejahatan terorganisasi, kata Komisaris Kepolisian Federal Facundo Rosas.

Rosas mengatakan, lebih dari 1.000 anggota polisi yang lain menghadapi sidang disipliner dan kemungkinan juga akan diberhentikan.

Dia mengatakan mereka yang dipecat tidak akan dibolehkan lagi bekerja sebagai polisi di tingkat lokal, negara bagian maupun tingkat federal.

Lebih dari 4.500 anggota polisi sudah dipecat sejak bulan Mei, kata Rosas, dan banyak diantara mereka didakwa melakukan kejahatan.

Dalam jumpa pers, Rosas mengatakan sebagian dari mereka dituduh oleh bawahan mereka memiliki kaitan dengan kartel narkoba di Kota Juarez, kota yang paling penuh kekerasan di Meksiko.
Tahap pertama

Rosas mengatakan pemecatan ini hanyalah tahap pertama perombakan dalam jajaran kepolisian Meksiko.

Tidak lama setelah mulai menjabat, Presiden Felipe Calderon melancarkan perang besar terhadap kartel-kartel narkoba.

Di banyak daerah di negara itu dia mengerahkan tentara untuk melawan geng-geng penyelundup narkoba walaupun ditentang oleh para pengecamnya.

Tetapi Rosas mengatakan kepolisian federal juga ikut berpran dalam perang melawan obat-obat terlarang.

Dia menambahkan PHK yang sedang berlangsung ini adalah bagian dari strategi untuk membersihkan korps kepolisian dari korupsi dan membuat 34.500 anggotanya lebih bisa diandalkan, karena mereka merupakan bagian integral dari aparat keamanan negara itu.

Perang melawan kartel-kartel narkoba sudah memakan 25.000 korban jiwa sejak Calderon berkuasa tahun 2006.

POLRI ?

POLRI ga mesti melakukan seperti yg meksiko lakukan kalo mmg dirasa tidak perlu melakukan hal tersebut, paling tidak SEMANGAT dalam hal pemberantasan korupsinya patut dicontoh. POLRI harus segera melakukan tindakan nyata/kongkrit dalam memberantas serta mencegah praktek korupsi yg terjadi di institusinya.

Berdasarkan komen2 agan, ada yg bilang bahwa sebenarnya POLRI sudah melaksanakan pembersihan di institusinya, hanya saja, supaya perubahannya terlihat signifikan oleh masyarakat, maka perlu usaha extra luar biasa dari jajaran pimpinan POLRI supaya POLRI menjadi lebih baik..., terutama yg berkenaan KORUPSI, baik korupsi tingkat tinggi ataupun kelas teri (pungli2).

gw ga memungkiri, begitu banyak polisi yg bener2 profesional dalam tugasnya. oleh karenanya gw berharap POLRI bisa benar2 mereformasi diri dgn totalitas sebagai salahsatu bentuk 'penghargaan' kepada mrk yg tlh bekerja profesional. pasti mereka yg bersih akan 'sakit hati' bila kinerja mrk dikotori oleh oknum2 tdk bertanggungjawab.
karena nila setitik, rusak susu sebelanga 

http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/seandainya-kepolisian-ri-berani.html

Seandainya Kepolisian RI Berani Melakukan Ini, Dijamin Negeri Kita Aman


Meksiko pecat 10% anggota polisi

Kepolisian federal di Meksiko memecat hampir 10% anggotanya dalam upaya memerangi korupsi.

Tiga ribu dua ratus anggota polisi itu dipecat karena tidak melakukan tugas mereka dengan baik atau terkait korupsi atau kejahatan terorganisasi, kata Komisaris Kepolisian Federal Facundo Rosas.

Rosas mengatakan, lebih dari 1.000 anggota polisi yang lain menghadapi sidang disipliner dan kemungkinan juga akan diberhentikan.

Dia mengatakan mereka yang dipecat tidak akan dibolehkan lagi bekerja sebagai polisi di tingkat lokal, negara bagian maupun tingkat federal.

Lebih dari 4.500 anggota polisi sudah dipecat sejak bulan Mei, kata Rosas, dan banyak diantara mereka didakwa melakukan kejahatan.

Dalam jumpa pers, Rosas mengatakan sebagian dari mereka dituduh oleh bawahan mereka memiliki kaitan dengan kartel narkoba di Kota Juarez, kota yang paling penuh kekerasan di Meksiko.
Tahap pertama

Rosas mengatakan pemecatan ini hanyalah tahap pertama perombakan dalam jajaran kepolisian Meksiko.

Tidak lama setelah mulai menjabat, Presiden Felipe Calderon melancarkan perang besar terhadap kartel-kartel narkoba.

Di banyak daerah di negara itu dia mengerahkan tentara untuk melawan geng-geng penyelundup narkoba walaupun ditentang oleh para pengecamnya.

Tetapi Rosas mengatakan kepolisian federal juga ikut berpran dalam perang melawan obat-obat terlarang.

Dia menambahkan PHK yang sedang berlangsung ini adalah bagian dari strategi untuk membersihkan korps kepolisian dari korupsi dan membuat 34.500 anggotanya lebih bisa diandalkan, karena mereka merupakan bagian integral dari aparat keamanan negara itu.

Perang melawan kartel-kartel narkoba sudah memakan 25.000 korban jiwa sejak Calderon berkuasa tahun 2006.

POLRI ?

POLRI ga mesti melakukan seperti yg meksiko lakukan kalo mmg dirasa tidak perlu melakukan hal tersebut, paling tidak SEMANGAT dalam hal pemberantasan korupsinya patut dicontoh. POLRI harus segera melakukan tindakan nyata/kongkrit dalam memberantas serta mencegah praktek korupsi yg terjadi di institusinya.

Berdasarkan komen2 agan, ada yg bilang bahwa sebenarnya POLRI sudah melaksanakan pembersihan di institusinya, hanya saja, supaya perubahannya terlihat signifikan oleh masyarakat, maka perlu usaha extra luar biasa dari jajaran pimpinan POLRI supaya POLRI menjadi lebih baik..., terutama yg berkenaan KORUPSI, baik korupsi tingkat tinggi ataupun kelas teri (pungli2).

gw ga memungkiri, begitu banyak polisi yg bener2 profesional dalam tugasnya. oleh karenanya gw berharap POLRI bisa benar2 mereformasi diri dgn totalitas sebagai salahsatu bentuk 'penghargaan' kepada mrk yg tlh bekerja profesional. pasti mereka yg bersih akan 'sakit hati' bila kinerja mrk dikotori oleh oknum2 tdk bertanggungjawab.
karena nila setitik, rusak susu sebelanga 

http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/seandainya-kepolisian-ri-berani.html

8 Proyek Luar Negeri Punya Pesan Memerangi Panas Dunia


1. CO2 Cubes


Di dirikan pada 7 Desember, 2009 pukul 17:30 di Tycho Brahe Planetarium di Copenhagen, CO2 Cubes: adalah pameran seni multimedia hidup yang bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang perubahan iklim dan untuk mendapatkan solusi yang berkelanjutan. Cube CO2 dibangun dengan ukuran yang besar satu metrik ton CO2 (1 ton CO2 = 8m ³). Terdiri atas sebuah bangunan tiga lantai. Proyek interaktif ini mendidik orang untuk mencegah karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer yang diakibatkan aktivitas manusia.
2. Ice Bear Sculpture


Dalam upaya untuk mengirimkan pesan yang kuat pada perubahan iklim, Mark Coreth, seorang pematung master hewan bergerak, mengukir patung beruang berukuran 1,8 meter di Kongens Nytory Square di Kopenhagen, Denmark. Dikenal sebagai Ice Bear, proyek ini akan berusaha untuk mencerahkan pemikiran orang tentang bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim mempengaruhi penduduk Arktik. Tinggi patung beruang kutub akan cocok dengan ketipisan rata-rata laut es mengambang (seperti diungkapkan oleh Catlin Arktik Survey) di Samudra Arktik tepat.

3. Treehugger Project


Seniman Agnieszka Gradzik dan Wiktor Szostalo menggunakan bahan organik untuk membuat anyaman-orang yang memeluk pohon. Huggers ini secara harfiah berarti populasi dunia. Beberapa orang menemukan memeluk pohon kesepian di pameran “Pohon Lonely, Lonely People”, sementara yang lain menunggu kesempatan mereka untuk menunjukkan kasih mereka kepada pohon sendirian.

4. The Melting Men


The Melting Man oleh seniman Nele Azevedo Brazil digambarkan bagaimana topi glasial di Greenland dan Antartika cepat menghilang. Ditempatkan pada lapangan Gendarmenmarkt pusat, Berlin, patung adalah spesimen seni perubahan iklim.

5. Living Light


Sebuah façade bangunan futuristik dikenal sebagai Living Light adalah paviliun outdoor permanen di Taman Perdamaian, di Stadion Piala Dunia di Seoul, Korea. Tidak hanya menampilkan kualitas udara di wilayah ini, tetapi juga menggambarkan jika suatu hari akan lebih baik atau lebih buruk daripada hari yang sama pada tahun lalu. Desainer Soo-in Yang dan David Benjamin telah melakukan pekerjaan yang patut dipuji dalam menciptakan ini permata dari patung.

6. Solar Peace Sculpture


Fred Georges baru-baru ini men disain model 8,75 kaki (2,6 meter) dari Solar Peace Sculpture di FOX Hotel, terletak di Jarmers Plads 3, di Kopenhagen pada 10-20 Desember 2009. Di mana patung yang asli adalah sebuah raksasa 50 kaki (15,24 meter) menunjukkan barel minyak, panel surya, dan pusat media interaktif, replika menirukan mantan sepenuhnya.

7. The Cloud


Struktur yang sangat besar ini terdiri dari kolom pusat filigri, hasil perlombaan Olimpiade dan nomor penonton di Taman Olimpiade. The Cloud, yang disusun oleh tim internasional arsitek, seniman dan insinyur, akan menampilkan menara interlocked yang mempunyai tinggi 400 kaki. Didukung dengan berbagai gelembung plastik solar powered, yang benar-benar off-grid-struktur akan menjadi sebuah dek observasi dan taman juga. Itu shortlisted dalam kompetisi yang diatur oleh Walikota London Boris Johnson.

8. The Canary Project


Proyek Canary ingin menyampaikan pesan tentang perubahan iklim dengan menggunakan media seni dari segala jenis. Memanfaatkan cara visual, seperti fotografi profesional, performance art, fashion dan desain grafis, organisasi nirlaba vokal menyebar pesan hijau pada perubahan iklim.
 
http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/8-proyek-luar-negeri-punya-pesan.html

Keindahan Desa Diatas Air di Negeri Tetangga Malaysia




Sipadan Water Village adalah sebuah resort indah dibangun dengan desain arsitektur Bajau. Bagian dari Pulau Pulau Mabul juga rumah bagi kelompok nelayan Bajau yang telah membangun rumah-rumah jerami tradisional mereka. Laut Bajau, suku satu-satunya di dunia gipsi laut, nomaden menghabiskan kehidupan mereka di atas air. Selama bertahun-tahun, beberapa telah memasuki transisi dari laut nomaden ke kehidupan desa menetap di lokasi bekas pelabuhan besar seperti Pulau Mabul.

Seluruh resor yang dibangun diatas air panggung terbuat dari Kayu Belian biasa disebut kayu besi, diletakkan di dalam titik tertentu sehingga untuk meminimalkan kerusakan pada terumbu karang yang ada. Dalam desain, Sipadan Desa Air telah mencapai dekat utopia dalam tata letak over-the air-nya, akomodasi pondok indah air dengan bunga-bunga trotoar, sangat siap Benua Asia dan masakan, dan sempurna dan layanan menarik.



Sipadan Water Village adalah salah satu pelopor dalam pengembangan rekreasi menyelam dan manajemen resor di Pulau Mabul Island. Yang dikelola Sabah Tan Sri Datuk Haji Panglima Sakaran Bin Dandai, secara resmi membuka resor pada tanggal 29 Desember 1995.



Sipadan Water Village terletak di Malaysia (dekat sekali dengan negara kita)


























Source

Kembaran Tapi Bukan Kandung Selebritis Dalam Dan Luar Negeri

Spoiler for kembar:
VS


Ronaldo & Edwin
Spoiler for kembar:
VS


Mark Wahlberg & Matt Dammon
Spoiler for kembar:
VS


AA Gym & AA Jimmi
Spoiler for kembar:
VS


Teuku Wisnu & Yossi Project Pop
Spoiler for kembar:
VS


Ariel Peterpan & Rizki The Titans & Baim Wong
Spoiler for kembar:
VS VS


Agnes Monica & Tika AFI
Spoiler for kembar:
VS


Mey Chan RATU & Gisella Indonesian IDOL
Spoiler for kembar:
VS


Ronaldikin & Ronaldinho
Spoiler for kembar:
VS


KIPLI & Ronaldinho jr. (ronaldinho waktu masi bocah)
Spoiler for kembar:
VS


Luna Maya & Mischa Barton
Spoiler for kembar:
VS


Djibril Cisse & Kofi Annan
Spoiler for kembar:
VS


Mark Westlife & Robin van Persie (Belanda)
Spoiler for kembar:
VS


Indro Warkop & BIG Show
Spoiler for kembar:
VS


Amien Rais & Andriy shevchenko
Spoiler for kembar:
VS


Din Syamsudin (Politisi) & Carlo Ancelotti
Spoiler for kembar:
VS


Tamara Bleszynski & Claire Danes
Spoiler for kembar:
VS


Duncan James (personil BLUE) & Brad Pitt
Spoiler for kembar:
VS


Demi Moore & Salma Hayek
Spoiler for kembar:
VS


Vin Diesel & Chris Daughtry (American IDOL)
Spoiler for kembar:
VS


Afgan & Jonathan Mulya
Spoiler for kembar:
VS


Jeremy Thomas & Luis Figo
Spoiler for kembar:
vS