Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

34 Desa Berada Dalam Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung


Sebanyak 34 desa yang tersebar di empat Kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) berada dalam zona bahaya letusan Gunung Sinabung. Sebagian besar penduduk desa tersebut sudah dievakuasi menuju lokasi-lokasi pengungsian.
Data yang diperoleh dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Hingga Minggu (29/8/2010) malam, menyebutkan, keseluruhan desa tersebut terbagi dalam tiga zona bahaya letusan.
Zona pertama disebut sebagai Siaga I. Kawasan ini berada dalam radius enam kilometer dari pusat letusan Gunung Sinabung. Terdapat 12 desa dalam zona tersebut. Yakni Desa Sigarang-garang, Sukanalu, Bekerah, Simacem, Gamber, Sukameriah, Kutarakyat, Kutagunggung, Naman, Kutambelin, Kebayaken dan Desa Guru Kinayan.
Sementara zona kedua disebut daerah rawan I, yang lokasinya sudah lebih dari enam kilometer. Terdapat 10 desa yang masuk zona ini. Yakni Desa Silandi, Berastepu, Kuta Tengah, Sukandebi, Sukatepu, Ndeskati, Gungpinto, Payung, Perbaji dan Desa Nardinding.
Sementara zona ketiga disebut Rawan II. Terdapat 12 desa yang masuk dalam zona tersebut. Yakni Desa Ujung Teran, Cinta Rakyat, Torong, Ujung Payung, Rimo Kayu, Batukarang, Kuta Tonggal, Cimbang, Temburun Tiganderet, Tanjung Morawa dan Desa Kutambaru.
Sebagian besar penduduk desa-desa tersebut, sudah dievakuasi dan ditempatkan pada lokasi-lokasi penampungan pengungsian yang terdapat di Kecamatan Kabanjahe, Berastagi dan beberapa daerah lainnya.
Hingga saat ini jmumlah warga yang mengungsi akibat meletusnya gunung Sinabung tersebut mencapai 18.665 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus naik jika situasi tidak kunjung membaik.

Sumber : Detik.com

Keindahan Desa Diatas Air di Negeri Tetangga Malaysia




Sipadan Water Village adalah sebuah resort indah dibangun dengan desain arsitektur Bajau. Bagian dari Pulau Pulau Mabul juga rumah bagi kelompok nelayan Bajau yang telah membangun rumah-rumah jerami tradisional mereka. Laut Bajau, suku satu-satunya di dunia gipsi laut, nomaden menghabiskan kehidupan mereka di atas air. Selama bertahun-tahun, beberapa telah memasuki transisi dari laut nomaden ke kehidupan desa menetap di lokasi bekas pelabuhan besar seperti Pulau Mabul.

Seluruh resor yang dibangun diatas air panggung terbuat dari Kayu Belian biasa disebut kayu besi, diletakkan di dalam titik tertentu sehingga untuk meminimalkan kerusakan pada terumbu karang yang ada. Dalam desain, Sipadan Desa Air telah mencapai dekat utopia dalam tata letak over-the air-nya, akomodasi pondok indah air dengan bunga-bunga trotoar, sangat siap Benua Asia dan masakan, dan sempurna dan layanan menarik.



Sipadan Water Village adalah salah satu pelopor dalam pengembangan rekreasi menyelam dan manajemen resor di Pulau Mabul Island. Yang dikelola Sabah Tan Sri Datuk Haji Panglima Sakaran Bin Dandai, secara resmi membuka resor pada tanggal 29 Desember 1995.



Sipadan Water Village terletak di Malaysia (dekat sekali dengan negara kita)


























Source