Tampilkan postingan dengan label Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Operasi. Tampilkan semua postingan

Pria Ini Hobi Operasi Ganti Kelamin

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/11/8/seks1.JPG

http://www.tribunnews.com/foto/berita/2010/11/8/seks3.JPG

Seorang pria asal Inggris dan dikenal jutawan di bidang properti bernama Charles Kane segera menikah. Namun, yang bikin heboh adalah ia sempat melakukan operasi dan menjadi perempuan sebelum memastikan untuk kembali menjadi seorang pria.


Perempuan yang akan dinikahinya bernama Victoria Emms berusia 28 tahun sementara Kane berusia 50 tahun. Emms menegaskan jika calon suaminya adalah laki-laki tulen meski sebelumnya sempat memutuskan menjadi perempuan.


Terlahir dengan nama Sam Hashimi, pebisnis yang sudah dua kali cerai ini memutuskan melakuka operasi kelamin pada tahun 1987 dan ia mengubah nama menjadi Samantha Kane. Ia menghabiskan uang sebesar 100 ribu poundsterling ( Rp 1,4 miliar) untuk operasi kosmetik dan memutihkan gigi serta memastikan diri ia bisa menarik perhatian laki-laki.


Namun, setelah 7 tahun menjadi perempuan pada tahun 2004 ia menyatakan jika melakukan kesalahan dan membuatnya mengakhiri pernikahan 12 tahun dan menjauh dari anaknya. Lima tahun kemudian, Kane menghabiskan 25 ribu poundsterling ( Rp 359 juta) untuk melakukan operasi plastik di klinik di London agar bisa membuatnya menjadi laki-laki. Implan payudara dilepas dan organ laki-lakinya kembali dibuat yang diambil dari kulit tubuhnya meski ia tidak bisa menjadi laki-laki tulen seperti sedia kala karena penis tak bisa kembali utuh sebagai laki-laki.


Katanya, saat menjadi perempuan ia tak suka hormon yang berubah, gampang moody, dan seks yang tak memuaskan.


http://ruang-unikz.blogspot.com/2010/11/pria-ini-hobi-operasi-ganti-kelamin.html 

Dokter Melakukan Operasi Tersusah Di Dunia Hanya Berdasarkan Instruksi Lewat SMS


Seorang dokter di Inggris mengadakan operasi besar hanya dengan bantuan SMS dari kolega nya sesama dokter.


David Nott, seorang dokter sukarelawan di Inggris, menyelamatkan nyawa seoarang remaja berusia 16 tahun ketika dia sedang bertugas 24 jam di rumah sakit Medecins Sans Frontieres (MSF) di Rutshuru.

Lengan pasien nya yang hanya berumur 16 tahun tersebut sudah hampir hilang semuanya dan dalam keadaan infeksi parah. Dr. Nott, 52 tahun, tau bahwa anak tersebut dalam keadaan kritis dengan kesempatan hidup yang hanya 2 atau 3 hari.


Anak yang tersebut tersebut tidak diketahui secara pasti bagaimana lukanya terjadi tetapi ada yang mengatakan bahwa sang anak di gigit oleh kuda nil ketika memancing.


Dr. Nott tau bahwa dia harus melakukan operasi amputasi yang besar dan susah yang dia sendiri tidak pernah melakukan nya. Operasi seperti itu hanya pernah dilakukan 10 kali salama ini di Inggris. Maka Dr. Nott pun mengontak Profesor Meirion Thomas dari London's Royal Marsden Hospital yang sudah pernah melakukan operasi tersebut. Sang dokter kemudian membalas nya dan memberikan instruksi langkah demi langkah lewat SMS Ponsel dan Dr. Nott pun mengikuti langkah tersebut dan operasi tersebut berhasil!! Dr. Nott berhasil menyelamatkan nyawa anak berumur 16 tahun dengan instruksi melalui SMS di HP. Wah....benar-benar luar biasa ya.
sumber :http://www.melonproperty.com/blog/in/dokter-melakukan-operas-dengan-sms-hp-jual-rumah#

Payudara Jadi Empat Setelah Operasi





Memiliki bentuk payudara indah adalah dambaan setiap wanita. Saat bra atau penyangga payudara tak lagi menunjang, sebagian wanita nekat melakukan bedah plastik demi menyempurnakan bentuknya.

Seperti yang dilakukan Maria Alaimo, 40, pada 2003. Wanita asal Staten Island, New York, itu rela mengeluarkan US$ 7.000 atau sekitar 70 juta untuk membuat payudaranya lebih berisi. Ia menjalani operasi plastik memperbesar payudara.

Namun, mimpinya memiliki payudara indah justru kandas di meja operasi. Kepercayaan dirinya pun hilang lantaran di dadanya kini tumbuh empat payudara. Dua gumpalan daging tumbuh di bawah payudara aslinya yang berukuran C.

Melalui pengacaranya, Michael J. Kuharski, ia menuding Dr. Ken Keith Berman yang menangani operasinya telah melakukan malapraktik. "Operasi itu membuat payudaranya menjadi empat," kata Kuharski, pengacara Alaimo, kepada hakim di pengadilan setempat, awal Maret 2010, seperti dikutip dari laman ABCnews.

Kepala bagian operasi plastik pusat kesehatan Universitas George Washington, Dr. Michael Olding, mengatakan, kasus Alaimo merupakan salah satu risiko akibat kegagalan operasi. Di dunia medis kasus semacam itu disebut sebagai double bubble. "Payudara implan tak menyatu, dan tumbuh di bawah atau di atas payudara asli," ujarnya.

Dr. Jeffrey Kenkel, juru bicara American Society for Aesthetic Plastic Surgery, menambahkan, kasus Alaimo harus menjadi pelajaran berharga, baik untuk para calon pasien, maupun dokter. Sebelum memutuskan operasi, pasien harus benar-benar paham mengenai risikonya. Dokter juga harus sangat berhati-hati menanganinya.
 
 
Sumber • VIVAnews

Ternyata Wanita Arab Lebih Memilih Operasi Selaput Dara Di Paris

TEMPO Interaktif, Paris -Karena melanggar tabu, wanita Arab dan negara-negara di Timur Tengah lebih memilih operasi selaput dara di Prancis.
Wanita-wanita ini telah melakukan hubungan seks di luar nikah dan jika ketahuan, mereka menghadapi risiko dikucilkan lingkungan mereka sendiri atau bahkan dibunuh.
Dengan tekanan sosial yang begitu besar bahkan beberapa wanita sampai bunuh diri.
Mereka melakukan operasi selaput dara karena ingin memastikan ada darah yang tertumpah di sprei tempat tidur di malam pertama perkawinan.
Mereka bersedia mengeluarkan uang sekitar 2.000 euro atau sekitar Rp 24 juta untuk operasi pembedahan yang dapat mengembalikan keperawanan mereka.
Sonia yang tidak ingin identitas aslinya diketahui, misalnya, pergi ke klinik Dr Marc Abecassis di Paris yang melakukan pembedahan untuk menyambung kembali selaput daranya.
“Semula saya sempat berpikir untuk bunuh diri setelah melakukan hubungan seks pertama kali,” kata dia, “Tapi sekarang saya melihat ada jalan keluar.”
Sonia adalah mahasiswi muda berambut cokelat yang sedang belajar seni di sebuah akademi di Paris. Walaupun lahir di Prancis, hidup Sonia sangat kental dengan budaya dan tradisi Arab dan dia tumbuh di bawah pengawasan keluarga besar Arab yang tradisional.
Ia mengatakan tak akan pernah membeberkan rahasia ini ke siapa pun, khususnya kepada calon suaminya nanti. “Saya mengangap ini adalah kehidupan seks saya dan saya tidak perlu memberitahu siapa pun soal ini,” kata dia. “Kaum pria lah yang membuat saya berbohong soal ini,” Sonia menambahkan.
Dr Abecassis melakukan bedah menyambung selaput dara atau disebut juga sebagai “hymenoplasty” paling tidak dua sampai tiga kali seminggu. Proses menyambung kembali selaput dara memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan bius lokal. Dia mengatakan rata-rata pasiennya berumur 25 tahun dan mereka berasal dari semua kelas sosial.
Walaupun pembedahan ini dilakukan di seluruh dunia, Dr Abecassis adalah satu dari sedikit ahli bedah keturunan Arab yang mau berbicara secara terbuka mengenai hal ini.
Beberapa wanita datang ke klinik dia karena mereka memerlukan sertifikat perawan sebagai syarat untuk menikah. “Dia bisa menghadapi bahaya karena kadang-kadang ini adalah masalah tradisi dan keluarga,” kata Dr Abecassis. “Saya yakin kami sebagai dokter tak berhak menentukan apapun bagi dia atau menghakimi dia.”
Pabrik-pabrik Cina memimpin dalam industri ini, sekarang ada pilihan non bedah yang tersedia di pasaran. Satu situs internet menjual selaput dara palsu hanya sekitar US$20 atau sekitar Rp 200 ribu. Selaput dara buatan Cina ini terbuat dari bahan elastis yang diisi dengan darah palsu. Begitu dimasukkan ke dalam vagina, wanita penggunanya bisa kembali perawan, begitu klaim perusahaan pembuatnya.
Tapi ini bukan pilihan bagi Nadia. Sebagai anak perempuan yang tumbuh di daerah pedesaan Libanon, dia jatuh cinta dan kemudian kehilangan keperawanannya. “Saya sangat khawatir keluarga saya akan tahu khususnya karena mereka tidak merestui hubungan saya,” kata dia. “Saya takut mereka mungkin akan membunuh saya.”
Setelah berhubungan selama tujuh tahun, keluarga pacarnya ingin anak laki-laki mereka menikahi wanita lain. Nadia berusaha bunuh diri. “Saya minum sebotol Panadol dan sebotol bahan pembersih,” kata dia. “Saya tenggak dan berkata, ‘inilah akhirnya’.” Nadia sekarang berumur 40 tahun dan baru mengetahui soal bedah selaput dara sekitar enam tahun lalu.
Dia sekarang sudah menikah dan punya dua anak. Bagi dia malam pertamanya adalah siksaan yang panjang. “Saya tidak tidur sepanjang malam. Saya menangis,” kata dia. “Saya sangat takut tapi suami saya tidak curiga sama sekali.” Itu adalah rahasia Nadia yang akan dibawanya hingga ke liang kubur. “Saya siap untuk merahasiakan ini sampai mati,” kata dia. “Hanya Tuhan yang akan tahu soal ini.”
Tapi bukan hanya generasi yang lebih tua yang menerima pandangan tradisional soal hubungan seks sebelum nikah ketika memilih seorang istri. Ketika orang menunggu darah tertumpah di kain seprei, itu adalah tradisi budaya, tidak ada hubungannya dengan hukum Syariah
Noor adalah seorang profesional yang bekerja di Damaskus. Dia bisa disebut mewakili kamu muda Suriah dalam masyarakat yang sekuler. Tapi walaupun Noor mengatakan dia percaya pada persamaan hak wanita, di bawah sikapnya yang liberal terletak sikap konservatif yang sudah berurat berakar.
“Saya kenal beberapa wanita yang menjalani bedah ini dan pada malam pertama perkawinan mereka, suami mereka mengetahui,” kata dia. “Mereka sadar istri mereka tidaklah perawan. Walaupun mungkin nanti masyarakat sudah menerima ini, saya tetap akan menolak menikahi wanita seperti ini.”
Para ulama Muslim dengan cepat mengatakan masalah keperawanan itu bukan masalah agama. “Kita harus ingat bahwa ketika orang menunggu darah tertumpah di kain seprei, itu adalah tradisi budaya,” kata ulama Suriah, Sheikh Mohammad Habash. “Ini tidak ada hubungannya dengan hukum Syariah.”
Masyarakat Kristen di Timur Tengah seringkali sangat kuat kepercayaannya bahwa perempuan harus perawan ketika menikah.
Penulis masalah-masalah sosial Arab, Sana Al Khayat yakin seluruh persoalan ini lebih pada soal “kontrol” diri wanita itu sendiri.
Weleh…Weleh…Weleh
:lol: 

Sumber : Tempo Interaktif

HOT PICT !! Inilah Proses Operasi Ganti Kelamin

Inilah Proses Operasi ganti kelamin
Operasi Mengubah Jenis Kelamin

Pertama uretra dipasang kateter

Kulit Penis dan Skrotum Dikupas


Testis Di Potong


Menanggalkan sebagain kulit Skortum


Memendekkan Uretra



Jaringan Erektil di Potong



Saraf Penis dipisahkan

Saraf harus dipertahankan untuk memungkinkan terjadinya Orgasme

Sekarang, operasi pemisahan sudah lengkap

Rongga Vagina dibentuk


Sisa penis dipotong


Sisa penis dan jaringan di masukkan kedalam

Pembentukan alur vagina
Stent dimasukkan untuk mengatasi penyempitan kembali

Zat khusus di semprotkan

Menyambung kulit skrotum dengan kulit perut


Terahir, pembentukan labia dan Klitoris


sumber: http://masih-berharap.blogspot.com/2010/04/inilah-proses-operasi-ganti-kelamin.html

Yang Mungkin dan Tak Mungkin Dalam Operasi Ganti Kelamin

Operasi ganti kelamin bisa saja mengubah bentuk kelamin dari pria menjadi wanita atau dari wanita menjadi pria. Tetapi meski bentuk kelamin berubah, ada beberapa faktor alami yang tidak didapat. Apa saja yang mungkin dan tak mungkin dilakukan setelah operasi ganti kelamin?

Jenis kelamin merupakan identitas penting yang menentukan faktor biologis, psikologis dan sosial seseorang. Setiap orang dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Operasi pergantian kelamin kini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki gangguan jenis kelamin tapi juga orang-orang yang sadar ingin mengubah kelaminnya.

Kasus kelamin ganda (ambigous genitalia) misalnya membuat beberapa anak-anak terlahir dengan kelamin yang tidak sempurna. Si anak disangka pria atau wanita namun seiring pertumbuhan usia, baru ketahuan jelas bentuk kelamin aslinya. Satu-satunya cara dilakukan operasi sesuai dengan kromosom yang dimilikinya perempuan atau lelaki.

Tapi ada juga sebagian orang yang ingin berganti kelamin dengan kesadaran sendiri alias transeksual. Orang trans seksual adalah bentuk gangguan identitas jenis kelamin (dysphoria gender) yakni ketika seseorang yang memiliki anatomi seks normal tetapi ingin berganti jenis kelamin berlawanan dengan jenis kelamin ketika dilahirkan.

Tidak ada batasan usia untuk melakukan operasi pergantian kelamin. Umumnya pasien datang untuk operasi pada usia remaja atau dewasa muda. Kelompok usia ini adalah saat seksualitas mulai mewujudkan diri secara fisik, tidak hanya secara psikologis dan emosional.

Operasi pergantian kelamin adalah istilah untuk prosedur perubahan fisik dan fungsi seksual seseorang. Operasi ini meliputi rekonstruksi genital.

Pada wanita dilakukan konstruksi bedah vagina dan pada pria konstruksi penis (metoidioplasty). Ada pula prosedur medis tambahan yang diperlukan seperti orchiectomy (pengangkatan testis) atau vaginectomy (pengangkatan sebagian atau keseluruhan vagina).

Ada juga pembedahan non-genital seperti mastektomi (pengangkatan payudara wanita) dan rekonstruksi dada (pembentukan kontur dada laki-laki) atau histerektomi (operasi pengangkatan kandungan, rahim dan uterus) dan salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium).

Seperti dilansir dari andrology.com, Rabu (7/4/2010), ada yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan setelah operasi pergantian kelamin yaitu:

Operasi kelamin dari wanita ke pria
1. Ereksi yang memuaskan mungkin terjadi dengan bantuan inflatable prostheses (alat tiup) atau pompa penis, yang memberi bentuk kaku pada penis.
2. Ejakulasi tidak mungkin terjadi. Karena tidak ada cairan spermatik pada pasien operasi pergantian kelamin. Testis, vesikula seminalis dan kelenjar prostat juga tidak ada.
3. Melakukan hubungan seks dengan wanita mungkin terjadi. Kepuasan ada di penis dan pikiran.
4. Pembuahan tidak mungkin karena tidak ada produksi sperma.

Operasi kelamin dari pria ke wanita
1. Menstruasi tidak mungkin karena tidak ada rahim dan tidak ada ovarium.
2. Orgasme mungkin karena ada sensasi erotis dan komponen mental juga utuh.
3. Menyusui umumnya tidak mungkin.

Biasanya operasi pergantian kelamin disertai dengan terapi hormon. Terapi ini membantu mengembangkan karakteristik seksual sekunder, karena operasi pergantian kelamin hanya menyediakan karakteristik seksual primer.