Tampilkan postingan dengan label Sering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sering. Tampilkan semua postingan

10 Benda Kotor Yang Sering Kita Pakai

Tanpa disadari, banyak benda di sekitar kita yang berpotensi menjadi sarang
bakteri dan tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit. Diantara semua
benda yang sering dipegang, ada 10 benda paling kotor yang cukup
membahayakan kesehatan meski sebenarnya tampak bersih.

Seperti dikutip dari Health, berikut ini 10 benda paling
kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang

semua orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri
di dalamnya.
Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New York, sekitar
135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.


2. Tombol lampu

Biasanya orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling
sering bersentuhan dengan tombol lampu.
Bakteri sangat senang hidup di area yang banyak disentuh oleh banyak orang
itu.
Menurut ahli sanitasi, dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217
bakteri yang bisa berpindah dari tangank e tangan.

3. Keyboard komputer

Sebuah studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di
keyboard komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet.
Untuk itu sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus
pembersih keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.

4. Handphone/ponsel

Ponsel adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.
Akibat tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan
bakteri untuk menetap.
Bakteri suka menempel pada ponsel karena temperaturnya yang hangat dan cocok
untuk pertumbuhannya.
Untuk menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel
yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri
menempel di wajah dan tangan Anda.

5. Tempat duduk toilet

Meski terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang
terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya virus,
bakteri dan penyakit-penyakit tertentu.
Data statistik menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan
tempat duduk toiletnya.

6. Kereta belanja

Berbelanja menggunakan kerete belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan,
tapi menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung
bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih banyak
daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.

7. Remote control

Seberapa sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak
membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri
lainnya bisa masuk ke dalam tubuh.
Jangan biarkan remote control menjadi ancaman saat Anda sedang asyik
menonton TV.

8. Bak mandi

Bak mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan.
Ketika ada seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi
staphylococcus, infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit
kulit, baru disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.
Percaya atau tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih
berbahaya daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet.
Membersihkan bak mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang
tidak diinginkan.

9. Wastafel dapur

Dapur adalah tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya,
apalagi bagian wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada
setiap inci wastafel.
Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan setengah cangkir
baking soda dan setengah cangkir cuka.
Setelah itu, jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang
bersih dan higienis.

10. Spons untuk mencuci

Alat untuk mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan
tempat berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan
pori-pori yang kecil.
Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri dari barang ini adalah
dengan memanaskannya dalam microwave selama 60 detik.
Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang, tapi sekedar
mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk benda-benda kecil yang
kerap kita anggap remeh.

http://jelajahunik.blogspot.com/2010/09/10-benda-kotor-yang-sering-kita-pakai.html

Tanda-Tanda Stres Yang Sering Terabaikan

Jakarta–Stres akibat rutinitas bekerja seringkali tidak disadari, hingga akhirnya menumpuk lalu menjadi penyakit. Padahal tanda-tanda stres bisa dikenali dari hal-hal sepele yang sering terlupakan.

Seperti dikutip dari Health24, Selasa (7/9), hal-hal kecil yang bisa menandakan sudah waktunya seseorang harus beristirahat di antaranya adalah sebagai berikut.

* Tidak tenang
Mudah lupa, tidak percaya diri dan tidak bisa fokus pada satu pekerjaan bisa menandakan bahwa seseorang tengah dilanda stres. Jika menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya hentikan aktivitas sejenak lalu beristirahatlah sembari minum secangkir teh hangat.

* Sering menguap
Jika tidak mengantuk tetapi rasanya ingin menguap sepanjang hari, itu tandanya sedang dilanda stres. Tanpa disadari, stres memicu pernapasan dangkal sehingga orang jadi sering menguap untuk mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

* Berkeringat sepanjang hari
Stres memicu pelepasan hormon catecholamine yang membuat darah menjadi lebih kental, sehingga tekanannya meningkat dan tubuh menjadi mudah berkeringat. Jika dibiarkan, lama-lama kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan kematian lebih awal.

* Bau badan
Karena menjadi sering berkeringat, wajar jika seseorang yang sedang dilanda stres juga akan bermasalah dengan bau badan. Masalah ini bisa diatasi dengan deodoran serta mandi lebih sering, namun akan lebih baik jika dicari dulu penyebab stres yang sesungguhnya lalu diatasi sampai tuntas.

* Penyalahgunaan zat adiktif
Tidak selalu berwujud alkohol dan narkotika, kopi dan rokok juga merupakan zat adiktif yang paling sering dijadikan pelarian ketika stres melanda. Zat-zat tersebut memang bisa membuat rileks, namun hati-hati karena bisa menyebabkan adiksi atau kecanduan.

* Mulut kering
Stres menyebabkan pelepasan air liur berkurang, sehingga menyebabkan mulut kering, bau napas tidak sedap dan berbagai masalah mulut lainnya. Kondisi ini hanya bisa diatasi degnan minum air putih banyak-banyak.

* Nyeri otot
Saat berada dalam tekanan psikis, otot akan berkontraksi lebih kuat sehingga sering berakhir dengan rasa nyeri terutama pada punggung bagian bawah. Lakukan peregangan sesering mungkin, jika perlu istirahatkan dengan merebahkan diri sejenak di sofa.

Sakit kepala
Tekanan darah yang meningkat serta kontraksi otot di mana-mana pada akhirnya akan berdampak ke saraf otak. Kepala terasa nyeri, sehingga butuh relaksasi berupa mandi air panas atau pijat untuk meredakannya.

* Batuk
Melemahnya daya tahan tubuh karena stres menyebabkan sering batuk meski tidak sedang terserang flu. Gelisah juga dapat memicu iritasi lambung yang dicirikan dengan masuk angin, nyeri dada serta diare.

* Rambut berketombe
Daya tahan tubuh yang melemah juga berdampak pada kulit kepala. Sedikit saja lengah, infeksi jamur mejadi lebih mudah menyebabkan ketombe saat sedang dilanda stres.

* Kaki gelisah
Keseimbangan kimiawi dalam tubuh terganggu selama stres, sehingga gerakan kaki menjadi tidak terkontrol terutama saat tidur. Kaki rasanya tidak mau diam, selalu bergerak dan kadang-kadang ingin menendang.

Solopos.com

Ternyata Ngunyah Permen Karet Bikin Sering Kentut ?


http://4.bp.blogspot.com/_t_QOIHD4LEk/TG4ypqAdAsI/AAAAAAAABtg/M4u-gNlhDn8/s400/akwkxsay.jpg

Mengunyah permen karet memang bisa mengusir rasa bosan dan ngantuk. Tapi, tahukah Anda bahwa terlalu sering mengunyah permen karet bisa menyebabkan kita sering kentut?

Ketika mengunyah permen karet, tanpa sadar akan lebih banyak menelan dan sebagian besar yang ditelan adalah udara. Selain itu, pemanis buatan, seperti sorbitol yang biasa dipakai pada permen karet, juga bisa menimbulkan gas di perut.

Menurut Fred Cicetti, praktisi kesehatan, kebanyakan orang memproduksi sekitar setengah galon gas setiap hari. Oksigen, karbondioksida dan nitrogen yang berasal dari udara yang tertelan merupakan bagian terbesar dari kentut. Hasil fermentasi makanan di usus juga akan memproduksi hidrogen dan metana.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSPzE_-4yuA1rw4SaBVkUvSbWZtI2RCWzd7xm4-Cb05e9IH6T8LysXqMb0p_1pAPXTEZn67HSaAB6UGsfM6Aibw94FeOcJry0mNFjMmH9dBgBmJbL5aNaYxVFvM20EPJV1EKAJ-_AKPa5w/s400/Kentut_api.jpg

Bau tidak sedap dari kentut merupakan akibat dari sisa gas, seperti hidrogen sulfida dan senyawa-senyawa lain yang diproduksi dari hasil pembusukan makanan di usus.

Manusia mengeluarkan gas lewat dua cara, yakni saat bersendawa dan mengeluarkan gas atau kentut. Ketika kita menelan udara dan tidak keluar saat bersendawa, udara itu akan turun melewati usus dan keluar lewat rektum. Separuh dari gas yang keluar lewat rektum berasal dari udara yang tertelan.
 
www.jeffssite.net

Empat Akibat Sering Menghirup Uap Bensin

Jakarta–Berhati-hatilah jika Anda sering menghirup uap bensin. Tak hanya petugas pom bensin yang kena dampaknya, menghirup uap bensin pada saat mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga berdampak pada kesehatan.

Mencium bau bensin yang menyengat tentunya tak bisa terelakkan. Tapi menurut Wisconsin Department of Health Services, menghirup uap gas yang terjadi selama mengisi bahan bakar dapat meningkatkan masalah kesehatan pada seseorang. Bahaya kesehatan tersebut bisa berefek jangka pendek dan jangka panjang.

Bensin atau petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada) merupakan bahan bakar yang dibuat dari minyak mentah yang dimurnikan dan biasanya digunakan untuk bahan bakar mobil, kapal atau sepeda motor.

Sebagian besar orang akan merasa pusing bila lama-lama berada di tempat pengisian bahan bakar. Selain karena baunya yang menyengat, bensin juga mengandung beberapa zat kimia yang berbahaya.

Dilansir dari Livestrong, Senin (26/7), Empat dampak kesehatan serius jika sering menghirup uap bensin:

1. Pusing
Menghirup uap bensin dapat membuat orang pusing, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun. Efek ini akan meningkat lagi ketika seseorang menghirup asap hasil pembakaran bensin. Pusing dapat menyebabkan gangguan koordinasi yang membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mengemudi.

2. Kanker
Menurut Wisconsin Department of Human Services bensin mengandung zat kimia yang disebut benzene. Zat ini telah dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan leukemia (kanker darah). Bahkan Canadian Centre for Occupational Health and Safety telah mengidentifikan adanya ethylene dibromide dalam bensin dan telah terbukti sebagai karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

3. Kerusakan sistem saraf
Selain dapat menyebabkan kanker, menghirup uap bensin dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf seseorang. Hal ini akan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan pesan ke otak. Selan itu, juga dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk menterjemahkan sinyal dan mengkoordinasikan tubuh untuk merespon sinyal tersebut. Semakin sering dan semakin banyak seseorang menghirup uap bensin, maka kerusakan akan semakin besar.

4. Kematian mendadak (Sudden Sniffing Death)
New South Wales Department of Education melaporkan ada korban yang meninggal secara tiba-tiba karena sengaja dan terbiasa menghirup uap dari bensin. Kondisi seperti ini disebut dengan sudden sniffing death.

Hal ini terjadi karena dengan menghirup uap bensin dapat merangsang saraf dalam tubuh, yang dapat memperlambat detak jantung dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Faktor lain yang dapat menyebabkan kematian inhalasi adalah ledakan, api dan tersedak yang berakibat fatal.

dtc/ tiw

Sering Kencing Malam? Resiko Kematian Lebih Tinggi






APAKAH
Anda termasuk orang yang sering kencing di malam hari? Bila ya, waspadalah. Sebab, kebiasaan tersebut bisa jadi pertanda adanya penyakit serius sedang menghampiri Anda.

Orang yang sering buang air kecil pada malam hari rupanya mempunyai risiko tinggi yang berujung pada kematian. Meskipun orang bersangkutan baru saja sembuh dari kondisi kronis. Penelitian ini berdasarkan studi terbaru yang dilakukan para ahli dunia baru-baru ini. Penelitian ini menjabarkan bahwa kebiasaan buang air kecil di malam hari, merupakan kondisi medis yang diperkirakan menjadi penyebab kematian di kalangan orang dewasa maupun kalangan lanjut usia.

Studi tentang hal ini pertama kali dilakukan oleh peneliti New England Research Institute di Watertown, Massachusetts. Para peneliti tersebut memeriksa rekam kesehatan pada sedikitnya 16.000 pria dan wanita pada usia 20 tahun ke atas. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang bangun di malam hari dan buang air kecil sebanyak dua kali atau lebih, mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dibanding orang yang buang air kecil kurang dari dua kali pada malam hari.

Hubungan antara kebiasaan buang air kecil dan risiko kematian ini terutama dapat terjadi pada penderita diabetes dan penyakit kardiovaskular. Risiko kematian akan hal ini juga sangat tinggi pada orang yang berusia antara 20 tahun sampai 64 tahun, ketimbang orang yang berusia 65 tahun ke atas.

“Pada orang muda yang mengaku sering mengalami buang air kecil di malam hari, mempunyai risiko kematian dua kali lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki kebiasaan ini. Sementara orang dewasa yang intens buang air kecil pada malam hari, memiliki risiko kematian sebesar 20–30 persen lebih tinggi,” papar peneliti dari New England Research Institutes, Varant Kupelian seperti dikutip dari laman healthday.com.

Varant menguji data dari Third National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES III) yang dilakukan antara tahun 1988 dan 1994. Termasuk data sertifikat kematian yang terdapat pada indeks kematian nasional hingga sepanjang Desember 2000.

Dalam kelompok studi yang terdiri atas 15.988 pria dan wanita, kebiasaan buang air kecil pada pria sebanyak 15,5 persen sedangkan pada wanita 21 persen dan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Varant menyatakan, seringnya buang air kecil bisa menjadi pertanda bahwa orang bersangkutan tengah mengalami penyakit yang tidak terdeteksi atau perkembangan dari penyakit kronis. Ditambahkannya, kebiasaan buang air kecil ketika tengah tertidur dapat pula berisiko pada penyakit lain. Umpamanya kerapuhan tulang yang terjadi ketika orang hendak bangun dari tempat tidur untuk pergi ke kamar kecil.

Penelitian yang hampir serupa berkaitan dengan kondisi ini juga pernah dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran di Universitas Tohoku, Sendai. Peneliti menguji sebuah kelompok yang bermukim di perkotaan yang berada di utara Jepang. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut sama dengan yang penelitian yang dijalani tim di Amerika Serikat.

Kali ini para ahli di Jepang menguji kesehatan 788 pria dan wanita dengan kisaran usia 70 tahun lebih. Peneliti juga merekam data kematian orang-orang tersebut selama lima tahun. Salah seorang peneliti, Dr Haruo Nakagawa, menemukan peningkatan risiko kematian yang tinggi terjadi pada orang-orang lanjut usia tersebut dengan seringnya kebiasaan buang air kecil di malam hari yang mereka alami. Kondisi ini sudah termasuk memperkirakan penyebab kematian lain yang mungkin terjadi di luar kebiasaan itu.

Dr Haruo kemudian menyimpulkan bahwa semakin sering kebiasaan buang air kecil ini terjadi, maka orang yang bersangkutan mempunyai risiko kematian yang juga semakin tinggi.

“Kedua penelitian ini menunjukkan hubungan yang sama, yakni antara frekuensi buang air kecil dan tingginya risiko kematian,” kata Haruo. Lebih lanjut Haruo mengatakan, langkah selanjutnya adalah mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab hubungan ini.

“Pesan yang perlu disampaikan kepada pasien adalah jangan lantas menjadi panik ketika Anda termasuk orang yang sering buang air kecil di malam hari,” kata Dr Tomas L Griebling selaku wakil kepala Departemen Urologi di Universitas Kansas, Kansas City. Yang perlu dilakukan, ungkap Tomas, adalah mengatakan keluhan ini kepada dokter Anda. Sebab, mungkin saja Anda mengidap penyakit yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Kebiasaan buang air kecil ini terutama terjadi pada perokok ataupun mantan perokok. Bagi Anda yang merokok, sepertinya semakin banyak alasan untuk berhenti. Penelitian menunjukkan, tidak merokok dapat meningkatkan kesehatan saluran kencing termasuk kesehatan seksual lelaki. Dalam salah satu penelitian, peneliti melakukan survei kepada lebih dari 2.000 orang wanita bangsa Finlandia dengan usia mulai dari 18 sampai 79 tahun tentang kebiasaan merokok dan kesehatan saluran kencing mereka.

Peneliti menemukan bahwa perokok dan mantan perokok 1,8 sampai 2,7 kali lebih sering buang air kecil secara mendadak dan 1,7 hingga 3,0 kali harus buang air kecil secara rutin, daripada orang yang tidak pernah merokok.

Dalam studi yang dilakukan secara terpisah, peneliti menguji sebanyak 178 pria di Rumah Sakit VA di North Carolina. Setelah menyesuaikan dengan faktor lain seperti usia dan ras, peneliti menemukan bahwa responden yang giat olahraga terbukti mempunyai fungsi seksual yang lebih baik ketimbang yang tidak atau jarang berolahraga.“Dari fakta-fakta yang dibeberkan ini,tentunya kita semakin paham akan pentingnya berhenti merokok dan mulai berolahraga secara rutin,” kata Dr Anthony Y Smith. 


source: okezone.com

Aksi Selebritis Dunia yang Diam-Diam Sering ke Indonesia


Robert Pattinson nunggu bis

Shakira nyari tambahan dari saweran

Jlo nongkrong di warteg

Mr.Gay Internasional bersama Mr.Maho Indonesia


Keanu Reeves Ngojek


Beckham buka terselubung di pos ronda


Miley Cyrus Narik Becak


Stephen Chow Ke-gep dagang VCD bokep bajakan



Sharukh Khan Dagang Cendol


Rowan Atkinson (Mr.Bean) liburan di Pantai Ancol

Jacky Chan di harco Glodok

Jason Mraz ngamen di kereta

sumber: kaskus.us