Weleh weleh olah raga apa tuh yak...
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Olahraga Nikmat Para Siswa & Siswi di Jepang
Carwyn James, Siswa Dengan Rekor Kehadiran 100% Selama 13 Tahun
Remaja yang berasal dari Pembrokeshire ini membuat rekor menjadi siswa yang selama bersekolah 13 tahun masuk 100%.
Carwyn James (18), setelah lulus berencana akan melanjutkan ke universitas dengan mengambil jurusan arsitektur.
Rekor yang didapatnya merupakan keturunan dari keluarga, ibunya Anne juga tidak pernah membolos sekolah, begitupun neneknya Nellie.
Adiknya yang paling kecil Aled juga tampaknya akan melanjutkan tradisi ini, hingga saat ini pun dia belum pernah membolos.
Dewan kota Pembrokeshire mengatakan bahwa tiga generasi dengan kehadiran 100% merupakan rekor bagi negara tersebut.
Carwyn yang memulai sekolahnya di Ysgol Gynradd Crymych mengatakan bahwa dia beruntung atas kesehatannya.
"Saya menyukai sekolah karena suasananya, yang menurut saya itu unik. Sangat menyenangkan melihat teman setiap hari, dan ketika sudah kelas enam lebih banyak guru yang menjadi teman. Sekolah merupakan tempat yang menyenangkan," ujarnya.
Carwyn dibesarkan dikeluarga peternak di Crymych. Ayahnya meninggal saat usianya masih kecil dan kini dia membantu untuk merawat ibunya.
Sumber:http://zonapencarian.blogspot.com/2010/08/carwyn-james-siswa-dengan-rekor.html
Sumber:http://zonapencarian.blogspot.com/2010/08/carwyn-james-siswa-dengan-rekor.html
Siswa Banyak Tak Lulus, Kepala Diknas Dicopot
MEDAN - Pejabat Walikota Medan, Syamsul Arifin menyatakan akan segera mengganti Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Ini menyusul banyaknya siswa SMU yang tak lulus Ujian Nasional.
"Kepala Dinas Pendidikan akan segera diganti. Itu sudah pasti," kata Syamsul Arifin, Selasa (27/4) di Medan.
Dikatakan, saat ini ada 4.800 atau 3,9% dari 123.985 siswa SMU/madrasah Aliyah (MA) peseta UN di Sumut tidak lulus.
Selain mengganti kepala dinas, sejumlah kepala sekolah juga akan dimutasi. Sedangkan kepada siswa, Syamsul minta lebih banyak belajar. Sebab, kegagalan yang dilami banyak siswa dalam UN antara lain akibat kurangnya kesadaran siswa untuk belajar.
"Siswa harus punya kesadaran dan orangtua juga jangan memaksakan anak-anaknya. Kalau tidak mampu, toh masih ada sekolah lain atau sekolah kejuruan lain," ujar Syamsul.[*/ims]
"Kepala Dinas Pendidikan akan segera diganti. Itu sudah pasti," kata Syamsul Arifin, Selasa (27/4) di Medan.
Dikatakan, saat ini ada 4.800 atau 3,9% dari 123.985 siswa SMU/madrasah Aliyah (MA) peseta UN di Sumut tidak lulus.
Selain mengganti kepala dinas, sejumlah kepala sekolah juga akan dimutasi. Sedangkan kepada siswa, Syamsul minta lebih banyak belajar. Sebab, kegagalan yang dilami banyak siswa dalam UN antara lain akibat kurangnya kesadaran siswa untuk belajar.
"Siswa harus punya kesadaran dan orangtua juga jangan memaksakan anak-anaknya. Kalau tidak mampu, toh masih ada sekolah lain atau sekolah kejuruan lain," ujar Syamsul.[*/ims]
http://radarmingguonline.blogspot.com/2010/04/siswa-banyak-tak-lulus-kepala-diknas.html
Gawat Semua Siswa SMK PGRI Ambon TIDAK LULUS
Berita Lampung Semua Siswa SMK PGRI Ambon Tak Lulus ; Ke-21 murid kelas tiga SMK Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Ambon harus mengulang ujian nasional. Pasalnya, nilai yang mereka peroleh saat ujian nasional belum mencukupi standar kelulusan.Sebanyak 21 peserta ujian nasional ini merupakan bagian dari 796 siswa kelas III SMA/SMK/MA di Ambon yang harus mengulang ujian nasional yang akan dilaksanakan mulai tanggal 10 Mei mendatang. Adapun jumlah semua peserta ujian nasional adalah 6.160 siswa.
Pengumuman kelulusan ujian nasional di SMK PGRI dilakukan pukul 17.00 WIT, bersamaan dengan pengumuman kelulusan ujian nasional di 44 SMA/SMK/MA lainnya. Pengumuman kelulusan di SMK PGRI dilakukan sendiri oleh Ketua Panitia Ujian Nasional Kota Ambon Jan Lawalata dan Kepala SMK PGRI R Mual.
Orangtua atau anggota keluarga yang mendampingi 21 murid kelas III tersebut sontak kaget saat mengetahui anak-anak mereka harus mengulang ujian nasional. Beberapa anak itu pun terlihat langsung menangis.
Lawalata dan R Mual kemudian meyakinkan para murid bahwa mereka hanya disuruh mengulang ujian nasional, bukan tidak lulus ujian nasional. "Belajar lebih ditingkatkan, orangtua pun harus memerhatikan anak-anaknya dan membimbing mereka," ujar Lawalata. Antoni Atuany, kakak dari Inte Yelin Atuany, salah satu peserta ujian nasional di SMK PGRI, mengatakan bahwa adiknya sudah belajar intensif menjelang ujian nasional. "Lampu listrik padam, adik saya masih belajar, kok hasilnya harus mengulang? Orangtua yang ada di Seram bisa kecewa kalau tahu anaknya harus mengulang ujian," ujarnya.
R Mual tidak heran kalau ternyata murid-muridnya harus mengulang ujian nasional. "Mereka sudah berusaha, tetapi ternyata hasilnya belum memuaskan. Kami akan tingkatkan lagi pemberian pelajaran kepada mereka agar bisa lulus saat ujian ulang nanti," tambahnya. Selain di SMK PGRI, kondisi di SMKN 2 Ambon pun hampir serupa. Dari 122 peserta ujian, 121 murid di antaranya dinyatakan harus mengulang.
Wah! 5.426 Siswa di Jakarta Tidak Lulus
Kematian Michael Jackson Berhasil Diungkap Oleh Siswa Bogor
Misteri kematian penyanyi pop legendaris Amerika Serikat, Michael Jackson, diungkap oleh siswa kelas I SMAN 1 Bogor, Oki Novendra. Oki mengungkap penyebab kematian Jacko (panggilan Michael Jackson) lewat perhitungan matematika dengan menggunakan rumus sederhana diffensial (turunan, red).
Penyebab kematian Jacko itu diungkap Oki saat mempresentasikan hasil penelitiannya pada International Conference Young Scientists ke-17 di Grand Bali Beach, Sanur, Bali, kemarin. Oki mengatakan, kematian Jacko erat kaitannya dengan dosis obat yang sering dikonsumsinya.
Dia menjelaskan, parameter differensial itu ditentukan oleh dosis dan waktu. Penggunaan dosis obat harus konstan digunakan dengan jadwal yang teratur, tidak bisa berubah melebihi standar yang telah ditetapkan.
“Malah dosis penggunaan obat itu harus menurun. Logikanya, obat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, begitu juga dengan dosisnya,” ujar Oki ketika dihubungi Radar Bogor, tadi malam. Oki menganalisa, Jacko memakai obat dengan dosis yang tinggi (overdosis), terutama saat tampil di panggung. Cara tersebut dilakukan salah satu anggota Jackson Five itu agar bisa prima di hadapan penggemarnya.
“Jadi, dengan adanya hubungan antara dosis dan waktu terhadap penggunaan obat, bisa diminimalisir ketergantungan terhadap obat itu,” terang Oki, pria kelahiran 6 Oktober 1993. Hasil penelitiannya itu, Oki memperoleh penjelasan side effect (efek samping, red) obat Demerol yang dikonsumsi Jacko.
“Bahkan, saya mendapat rumus aman untuk menghitung dosis obat yang wajar dikonsumsi dalam darah,” jelas siswa peraih medali perak Olimpiade Matematika di Singapura pada 2009 itu.
Penelitian eksak yang dilakukan Oki dianggap sebagai karya yang luar biasa. Humas SMAN 1 Bogor Elyati Marlen menuturkan, prestasi dan kegiatan Oki di sekolah terbilang berbeda dari yang lainnya. “Selain secara akademik, di kegiatan ilmiah remaja juga dia aktif,” ujar Elyati.
Berkat berbagai prestasi yang diraih Oki, sekolah memberi apresiasi yakni membebaskan biaya pendidikan mulai dari dana sumbangan pokok, biaya kegiatan penelitian, dan kegiatan yang terkait belajar mengajar pada tahun ajaran 2009/2010.
Rencananya Kepala SMAN 1 Bogor Agus Suherman juga akan memberi apresiasi yang sama kepada Oki pada tahun ajaran 2010/2011, yakni kembali menggratiskan biaya pendidikan. “Itu berkat keikutsertaannya kembali membawa nama negara Indonesia dalam ajang internasional,” jelas Elyati.
sumber: http://klipberita.com/klip-iptek/8098-siswa-bogor-ungkap-kematian-michael-jackson.html
