Tampilkan postingan dengan label Tendangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tendangan. Tampilkan semua postingan

Kiper Indonesia Yang Pernah Menahan Tendangan Pinalti Pele

http://bolaindo.files.wordpress.com/2009/09/72721_ronny_pasla_thumb_300_225.jpg


Quote:
Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April 1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966 sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu memulai karir sepak bolanya dari Medan.

Spoiler for Ronny Pasla:
http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/THmr2nelkxI/AAAAAAAADhg/RiBlydB6iSs/s1600/7mhv1sne.jpg


Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan. Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).

Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI) juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967), Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara Pesta Sukan Singapura (1972).

Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny berdarah Manado yang dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974).

Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5021192

Mesin 'Tendangan Geledek' Diboyong ke Afsel..


Tokyo - Dalam sebuah pertandingan tak jarang gol tercipta lewat sebuah tendangan yang melaju cepat tanpa bisa dihalau kiper lawan. Tendangan geledek macam itulah yang dimiliki sebuah mesin yang disiapkan untuk memeriahkan Piala Dunia 2010.

Sekitar 125 mil/jam atau 201 km/jam. Itulah laju bola hasil tendangan sebuah mesin yang lahir dari kreasi BP Castrol Jepang, sebagaimana artikel yang dilansir dari Cnet.

Mesin yang diklaim sebagai mesin tendangan bebas pertama di dunia ini sendiri diperkenalkan oleh Castrol, sponsor resmi untuk Piala Dunia 2010, di Tokyo, Jepang pada pekan ini.

Chairman BP Castrol Jepang Charles Postles melontarkan klaim bahwa mesin berukuran besar yang memiliki sebuah "lutut besi" untuk menyepak bola tersebut dapat menghasilkan kekuatan tendangan lebih dari 125 mil/jam.

"Cristiano Ronaldo menendang bola dengan kecepatan sekitar 130 km/jam dan mesin ini mampu menyepaknya sampai 200 km/jam, jadi sebuah rekor dunia baru," ucap Postles di Woodtv.

Untuk diketahui, sebuah artikel yang dimuat Guardian menyebutkan bahwa kecepatan tendangan yang menjadi rekor sebenarnya dibuat David Hirst. Saat bermain untuk Sheffield Wednesday tahun 1996, Hirst menghasilkan kecepatan 114 mil/jam (183 km/jam).

Apa pun, laju 200 km/jam yang dihasilkan mesin besutan Castrol tersebut jelas luar biasa. Rencananya, Castrol akan membawa mesin penendang ini ke Afrika Selatan untuk dipamerkan musim panas depan.

Ada yang berminat tes nyali dan jadi kipernya?



sumber : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/01/27/063002/1286701/439/mesin-tendangan-geledek-diboyong-ke-afsel