Beberapa hari belakangan ini kita sering dikejutkan oleh berita-berita bunuh diri. Tidak sampai satu minggu, terdapat tiga kejadian bunuh diri sekaligus dan semuanya dilakukan di pusat-pusat keramaian. Diantara kejadian tersebut dilakukan oleh seorang wanita bernama Ice Juniar. Wanita berumur 24 tahun asal Palembang ini nekad melompat dari lantai lima pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta. Padahal ketika itu dia sedang berjalan-jalan bersama keluarganya. Kemudian kasus yang kedua terjadi di Senayan City, salah satu pusat perbelanjaan megah di Jakarta. Sang pelaku yang bernama Reno Fadillan Hakim (25 Tahun) melompat dari lantai lima gedung tersebut. Reno sempat dilarikan ke RS. Pelni, hingga akhirnya ia tewas dalam proses penyelamatan. Belum sempat kedua kasus tadi terselesaikan oleh pihak yang berwajib, Jumat pagi 4 Desember 2009, ditemukan sesosok jasad pria terkapar di depan lobby Mangga Dua Square. Belakangan diketahui nama pria tersebut adalah Richard Kurniawan. Dia diduga melakukan bunuh diri dengan cara yang sama dengan dua kasus sebelumnya, yaitu dengan terjun bebas dari lantai enam pusat perbelanjaan.
Dari hasil pantauan di media, ketiga kasus tersebut belum bisa dipastikan penyebab mengapa pelaku melakukan aksi bunuh diri. Polisi hingga saat ini masih berusaha menyelidikinya dan sejauh ini dari alat bukti yang ada, yaitu rekaman CCTV (kamera pemantau) bisa dipastikan ketiganya tewas akibat bunuh diri. Fenomena kejadian-kejadian di atas juga mendapat banyak tanggapan dari para psikolog dan mayoritas menyatakan, hal itu mungkin saja disebabkan karena stres dan depresi. Masalah-masalah sosial yang dianggap terlalu rumit, sehingga pelaku memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang mereka anggap paling mudah.
