Tampilkan postingan dengan label Keramaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keramaian. Tampilkan semua postingan

Cara Ampuh Menyamarkan Suara Kentut di Keramaian

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menyamarkan bunyi kentut.
Jadi kalau anda sudah ga kuat nahan, udah kebelet bisa pake cara-cara seperti dibawah ini :
1. Pura-pura dorong meja
Saat anda kebelet ingin kentut. Anda bisa mencari sebuah meja didekat anda. Kalau bisa sih carinya yang rada berat. Kenapa? karena pertama meja yang berat bisa menimbulkan suara yang keras bila didorong yang kedua bisa melatih otot tangan anda agar semakin kuat. Jadi kalau anda sering kentut, otot anda bisa sekalian terlatih.Nah, saat anda temukan meja coba dorong meja itu pas sekali saat anda mengeluarkan kentut. Jadinya suara kentut anda bisa tersamarkan oleh suara gesekan antara meja dengan lantai. Untuk pengaturan timing yang tepat bisa anda latih sendiri di rumah, disaat waktu senggang. PERHATIAN ! Tips ini jangan dipakai apabila bunyi kentut anda tidak berbunyi 'pret' namun 'tiuuuuut'

2. Teknik bersin ala ninja
Teknik ini sangatlah rahasia. Teknik sudah dipraktekan sejak ribuan tahun yang lalu oleh para ninja-ninja dan tetap menjadi rahasia setidaknya sebelum anda membaca artikel ini. Teknik bersin ala ninja ini pertama kali dipraktekkan oleh kaisar ajinomoto (tanpa bermaksud menyebutkan merek tertentu) kaisar ketiga saat masa keemasan klan ninja hokage. Baiklah, itu sejarahnya tadi tapi bagaimana caranya?

Saat anda mau kentut anda bisa mengambil benang atau bulu apapun dari baju atau rambut juga bisa. kemudian benang tersebut dipakai untuk menggelitiki hidung anda, tahan rasa geli sampai waktu yang ditunggu-tunggu itu datang . bersinlah tepat disaat anda mengeluarkan kentut. Bunyi bersin yang keras sangat dianjurkan. Bahkan kaisar Ajinomoto mencontohkan bersin yang sangat keras hingga posisi badannya menjadi nungging, niscaya kentut pun akan semakin mudah dan menyenangkan.

3. Pura-pura memperagakan sulap didepan teman anda
Mungkin saat anda mau kentut anda sedang berada ditengah-tengah teman anda. Wah gawat tuh, kalau kentut bisa langsung tiba-tiba dijauhin. Gini caranya, anda bisa berkata pada teman anda, ' Eh aku punya alat musik baru . . . nih liat yah '.

Lalu anda menyelipkan tangan anda diantara ketiak anda lalu gerak-gerakkan tangan layaknya burung lagi terbang. saat tangan dikepit, keluarkan kentut anda. Anda bisa berimprovisasi dengan membuat nada-nada 'indah'. Sehingga teman anda lebih fokus ke musiknya daripada bunyinya gitu. Tentunya, memilih audience yang tepat adalah penting ! karena ga semua orang bisa tertipu dengan cara ini kalau temen-temen punya tips yang lebih baik bisa di share.
 
http://fenz-capri.blogspot.com/2010/09/cara-ampuh-menyamarkan-suara-kentut-di.html

Fenomena Bunuh Diri Di Pusat Keramaian

Beberapa hari belakangan ini kita sering dikejutkan oleh berita-berita bunuh diri. Tidak sampai satu minggu, terdapat tiga kejadian bunuh diri sekaligus dan semuanya dilakukan di pusat-pusat keramaian. Diantara kejadian tersebut dilakukan oleh seorang wanita bernama Ice Juniar. Wanita berumur 24 tahun asal Palembang ini nekad melompat dari lantai lima pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta. Padahal ketika itu dia sedang berjalan-jalan bersama keluarganya.

Kemudian kasus yang kedua terjadi di Senayan City, salah satu pusat perbelanjaan megah di Jakarta. Sang pelaku yang bernama Reno Fadillan Hakim (25 Tahun) melompat dari lantai lima gedung tersebut. Reno sempat dilarikan ke RS. Pelni, hingga akhirnya ia tewas dalam proses penyelamatan. Belum sempat kedua kasus tadi terselesaikan oleh pihak yang berwajib, Jumat pagi 4 Desember 2009, ditemukan sesosok jasad pria terkapar di depan lobby Mangga Dua Square. Belakangan diketahui nama pria tersebut adalah Richard Kurniawan. Dia diduga melakukan bunuh diri dengan cara yang sama dengan dua kasus sebelumnya, yaitu dengan terjun bebas dari lantai enam pusat perbelanjaan.

Dari hasil pantauan di media, ketiga kasus tersebut belum bisa dipastikan penyebab mengapa pelaku melakukan aksi bunuh diri. Polisi hingga saat ini masih berusaha menyelidikinya dan sejauh ini dari alat bukti yang ada, yaitu rekaman CCTV (kamera pemantau) bisa dipastikan ketiganya tewas akibat bunuh diri. Fenomena kejadian-kejadian di atas juga mendapat banyak tanggapan dari para psikolog dan mayoritas menyatakan, hal itu mungkin saja disebabkan karena stres dan depresi. Masalah-masalah sosial yang dianggap terlalu rumit, sehingga pelaku memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang mereka anggap paling mudah.