Tampilkan postingan dengan label Keyboard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keyboard. Tampilkan semua postingan

Kata Terpanjang di Keyboard

keyboard2
Anda sering bekerja menggunakan komputer? Pasti tidak asing lagi dengan yang namanya keyboard. Apabila keyboard anda bertipe QWERTY,coba perhatikan. Kata terpanjang yang bisa di hasilkan oleh satu baris huruf di keyboard adalah ”TYPEWRITTER ”

http://ceritaunik.com/2009/08/kata-terpanjang-di-keyboard/

ALASAN POSISI HURUF Pada KeyBoard



Pernahkah agan bertanya, mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa “QWERTYUIOP” dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti “ABCDEFGH” dan seterusnya? Mungkin sebagian dari agan sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau agan belum tahu ane copas di sini.

Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

Berdasar pengalaman mereka, akhirnya disusunlah keyboard yang sengaja dipersulit dan dibuat tidak efisien agar keyboard tidak mudah jammed. Desain mesin ketik itu kemudian dijual ke Remington untuk diproduksi secara massal tahun 1873. Susunannya terbagi dalam empat baris, baris teratas berupa “23456789-”, baris kedua “QWE.TYIUOP”, baris ketiga “XDFGHJKLM”, dan baris terbawah “AX&CVBN?;R”.

Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang pesat dan masalah tombol keyboard yang sering macet sudah teratasi dengan desain mekanik yang lebih baik. Sejumlah desain keyboard alternatif juga muncul di pasaran. Salah satu yang cukup populer adalah Dvorak Simplified Keyboard (DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun 1936. Desain itu diklaim merupakan desain yang lebih efisien, cepat, dan egronomis.

QWERTY sebenarnya punya banyak kelemahan seperti membuat tangan kiri Anda overload terutama ketika menulis dalam bahasa Inggris (hal serupa saya rasakan ketika menulis dalam bahasa Indonesia). QWERTY juga membuat kelingking Anda overload. Penelitian menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak merata sehingga jari Anda harus menyeberang dari baris ke baris—-bila dihitung jari tukang ketik tipikal akan berjalan lebih dari 20 mil per hari dibandingkan dengan DSK yang hanya 1 mil.

Sayangnya, orang tetap ogah berpaling dari desain “QWERTY” kendati desain tersebut bukan merupakan desain yang terbaik. Sekalipun teknologi sudah bisa mengatasi problem tombol yang nge-jam, orang tetap bertahan dengan desain “QWERTY” bukannya desain lain yang lebih superior. Alih-alih, QWERTY malah dinobatkan menjadi standar internasional di tahun 1966.

Hal yang sama juga terjadi di Microsoft Windows. Kita tentu tahu bahwa Windows bukanlah sistem operasi terbaik, entah itu dari segi keamanan, kemudahan, kinerja, sampai soal keindahan. Namun, karena penetrasi pasar Windows sudah begitu deras, orang mulai terbiasa menggunakan Windows dan sistem operasi tersebut menjadi terstandardisasi.

Apakah tidak ada yang lebih baik dari Windows? Tentu saja tidak. Namun orang perlu pikir-pikir beberapa kali sebelum berpaling dari standar tersebut. Mereka harus menghadapi barrier seperti faktor biaya, isu kompatibilitas, proses pembelajaran, faktor waktu, dan masih banyak lagi. Akibatnya jumlah mereka yang setia jauh lebih besar daripada yang murtad. Inilah yang menjadikan Windows atau QWERTY kemudian menjadi standar—-kendati mereka bukan yang terbaik.

Dalam dunia ilmiah, fenomena ini dijelaskan sebagai konsep path dependency dan network externality. Intinya, inovasi tidak menghasilkan outcome yang out of the blue, tetapi merupakan perkembangan yang bisa diprediksi dari yang sudah-sudah. Selain itu, value dari inovasi tersebut akan makin tinggi bila digunakan oleh makin banyak orang. Pada tahap tertentu, inovasi tersebut akan menjadi standar yang digunakan oleh umum.

sumber:kaskus.us


10 KEYBOARD MASA LALU


1. IBM PCjr (1984)

INILAH 10 Keyboard Masa Lalu Yang Dianggap Produk Gagal !! (+pic)

Spoiler for pic:


Keyboard pertama yang dikapalkan IBM tetap merupakan yang terburuk sepanjang masa. Salah satu model tanpa kabel yang pernah ada, ia memerlukan supply batterai untuk dapat beroperasi. IBM menciptakan keyboard Chiclet ini dengan plastic keras yang tidak memungkinkan huruf dicetak diatasnya (sebagai gantinya, huruf, nomor, dan simbol dicetak diatas font diatas setiap tombol). Para wartawan dengan cepat memperkirakan bahwa produk ini akan dihentikan dalam jangka waktu satu tahun. Namun anehnya, IBM juga memperkenalkan keyboard dengan 101 tombol yang disebut dengan "Model M" -- yang oleh sebagian orang disebut sebagai keyboard terbaik - di tahun 1984.


2. Commodore PET 2001 (1977)


Spoiler for pic:


Pelopor computer Commodore mulai menciptakan keyboard buruk saat PET dikeluarkan untuk pertama kalinya taun 1977. PET memiliki tombol space yang kecil bukannya tombol spacebar besar yang keberadaanya sangatlah penting. Ditambah lagi anda tidak akan tau kapan anda berhasil menekan sebuah tombol, karena membran yang tipis.


3. Mattel Aquarius (1983)


Spoiler for pic:


Mattel dengan "pintarnya" menempatkan tombol Reset yang dapat menyebabkan kecelakaan saat pengetikan. Ditambah lagi penempatakn tombol Return yang aneh menjadikannya keyboard terburuk yang pernah ada.


4. Timex Sinclair 1000 (1982)


Spoiler for pic:


Timex Sinclair 1000 menembus batas baru saat PC memasuki pasar retail di A.S dengan harga $100, anda tidak akan mendapatkan banyak: hanya display hitam-putih, tanpa suara, 2KB RAM dan keyboard kecil yang kecil dan rata. Sehubungan dengan ukurannya yang kecil, Sinclair membuat skema perintah BASIC keyword untuk setiap tombol, jadi pengguna hanya perlu menekan satu tombol (P untuk Print), tujuannya tentu saja untuk memudahkan. Namun saat anda menekan tombol tanpa maksud menggunakan basic command, anda akan gila dibuatnya.


5. Atari 400 (1979)


Spoiler for pic:


Tombol Atari 400 sepenuhnya rata, jadi pengguna tidak akan tau jika ia telah sukses menekan sebuah tombol. Keyboard Atari 400 diuntungkan dengan penempatan layout standar, namun tombol Break yang berbahaya terletak disebelah kanan tombol Backspace. Untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, disarankan untuk berhati-hati.


6. Tandy TRS-80 Micro Color Computer MC-10 (1983)


Spoiler for pic:


Tandy pasti cemburu dengan kesuksesan Spartan Timex Sinclair 1000 saat ia meluncurkan MC-10 tahun 1983, yang desainnya tidak mementingkan minimalisasi. Untuk hampir setiap pekerjaan, komputer yang lebih besar (seperti TRS-80 Color Computer) akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Keyboard MC-10 secara mengejutkan sangat responsive untuk ukuran keyboard Chiclet. Sayangnya banyak tombol yang memiliki 4 fungsi yang berbeda secara bersamaan. Dan secara layout, ia memiliki 4 kekurangan: tombol Break ada ditempat dimana seharusnya tombol Backspace, tidak ada tombol Backspace, tidak ada tombol shift disebelah kiri, dan satu tombol shift mencerminkan fungsi tombol diseberangnya. Namun setidaknya ia kali ini memiliki tombol spacebar.

7. Texas Instruments TI-99/4 (1979)

Spoiler for pic:


Dengan diluncurkannya TI-99/4 pada tahun 1979, pelopor sirkuit terintegrasi - Texas Instrument membuat langkah dengan masuk ke pasar komputer rumahan dengan harga $1150 per paket yang mencakup monitor khusus dan keyboard Chiclet yang tampak seperti kalkulator. Yang paling mengganggu dari keyboard ini adalah fungsi tombol Shift-Q yang akan menghentikan semua program dan mematikan komputer. Banyak yang menghilangkan pekerjaan sehari penuh hanya karena ingin membuat huruf Q kapital.

8. Commodore PET 2001-32-N (1978)


Spoiler for pic:


Banyak pengkritik yang merevisi ucapannya saat Commodore PET (model 2001-32-N) diluncurkan sebagai update dari keyboard Commodore PET yang pertama. Namun untuk satu hal, desainnya masih menempatkan tombol Run/Stop disebelah tombol Return. Dan sebagai tambahan, ia masih tidak memiliki tombol Backspace.

9. Timex Sinclair 2068 (1983)


Spoiler for pic:


Dalam rangka memperbaiki Sinclair ZX untuk pasar A.S, Timex malah meluncurkan produk jelek Timex Sinclair 2068. Menggunakan keyboard 2068 tanpa training yang cukup, sama dengan mengetik dalam keadaan mabuk atau mengetik dengan mata tertutup. Beberapa tombol memiliki 6 fungsi yang berbeda. Dan yang paling parah adalah ia tidak memiliki tombol backspace. Apakah para penciptanya berasumsi bahwa pengetik tidak akan melakukan kesalahan?

10. Commodore 64 (1982)


Spoiler for pic:


Commodore 64 setidaknya memiliki tiga kelemahan, secara visual ia membingungkan, dengan banyaknya simbol pada tiap tombol. Ia sangat tidak ergonomis sehingga menyulitkan pergelangan tangan bagi pengetik amatir. Dan layout dari keyboard yang jelek karena banyak peletakan banyak tombol kunci yang salah. Sebagai contoh, peletakan tombol Home/Clear disebelah kiri Delete (Backspace) sehingga membuat pengguna banyak sering mengirimkan kursor ke atas layar. 
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3373354