Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan

PRODUK BARU : Tabung Elpiji Premium Pertamina (Lebih Aman)


PT Pertamina (Persero) telah meluncurkan dua produk elpiji non subsidi baru yaitu elpiji ukuran 9 kilogram dan 14 Kg. Dua produk baru ini merupakan jenis yang 'premium' karena harganya lebih mahal, namun dengan jaminan pelayanan yang lebih optimal.

http://www.detikfinance.com/images/content/2010/08/30/461/Tabung-Elpiji1.jpg

Ini adalah tabung elpiji 14 kg. Tabung elpiji yang memiliki dua katup pengamanan di bagian atas dan bawah ini baru dijual di wilayah Jabodetabek.

http://www.detikfinance.com/images/content/2010/08/30/461/Tabung-Elpiji2.jpg

Tabung elpiji ini didesain untuk menjamin keamanan pemiliknya. Untuk tabung ukuran 14 Kg, Pertamina menjual dengan harga Rp 110.000 per tabung, sementara untuk ukuran 9 kg sekitar Rp 70.000 per tabung. (Dok Pertamina).
 
http://jelajahunik.blogspot.com/2010/09/produk-baru-tabung-elpiji-premium.html

Produk Masa Depan Apple 2014



Entah benar atau tidak, barang kali iya, barangkali juga bukan, yang jelas Apple telah menjadi terdepat dalam merajai kemajuan dunia elektronik
 
http://lintasforum.blogspot.com/2010/08/produk-masa-depan-apple-2014.html

Produk Baru "Minum Susu Anjing" Ehm.... Lezatnya.....

Wow...gimana rasanya ya..
tapi benar teman ada koq orang yang minum susu anjing.
penasaran kan ingin liat..yuk mari saksikan.....gak hoax koq....asli punya nih susunya....
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
Gimana ada yang tertarik biar dipesan nih...murah koq....harganya....kalau mau tinggal pesan langsung diteguk....

http://anaxmuda.blogspot.com/2010/08/produk-baru-minum-susu-anjing.html

Produk Elektronik 2010 Polytron Hemat Energi


Produk Elektronik 2010 Polytron Hemat Energi. Penjualan eletronik yang terus menanjak menghadirkan optimisme tersendiri bagi para produsen produk elektronik. Data dari Electronic Marketer Club (EMC) menyebut, nilai penjualan barang elektronika selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 5,806 triliun atau meningkat 32,25% ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Logo Polytron
Santo Kadarusman, Public Relation & Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi, produsen Polytron bilang tren peningkatan penjualan itu masih akan terus terjadi sepanjang tahun 2010 ini. Ia menyebutkan, suku bunga kredit yang tengah melandai membuat minat dan daya beli masyarakat pun membaik. "Konsumen Polytron memanfaatkan momen tersebut untuk membeli berbagai produk elektronik hemat energi," ujar Santo.

Ia menyebutkan, isu kenaikan tarif dasar listrik (TDL) membuat sebagian besar konsumen kini beralih ke produk-produk hemat energi.

Wajar jika Polytron sebagai salah satu merek asli Indonesia ini gencar memproduksi perangkat elektronik dengan daya konsumsi listrik yang semakin rendah. "Beda beberapa watt dan mampu menghemat lima ribuan Rupiah per bulan saja konsumen pasti akan berminat," cetus Santo.

Santo menambahkan minat menyerap produk elektronik di kuartal I 2010 ini juga terus didukung dengan makin agresifnya lembaga pembiayaan kredit elektronik. "Tak cuma membiayai otomotif, lembaga pembiayaan seperti FIF, Adira, dan BCA Finance kini terus mengucurkan cicilan ringan untuk elektronik," terang Santo. 
kontan.co.id

Produk-Produk UNIK dari Apple

Apple Macintosh pertama diperkenalkan oleh Ridley Scott televisi komersial, '1984.
Apple datang dibundel dengan dua aplikasi yang dirancang untuk memamerkan user interface : MacWrite dan MacPaint.




Pada tahun 1991, Apple meluncurkan PowerBook 100. Itu adalah komputer portabel pertama dengan keyboard di belakang sandaran tangan, dan sebuah trackball di depan keyboard.





Pada tahun 1993, Apple menciptakan MessagePad pertama, yang dikenal sebagai 'Newton. " Itu adalah salah satu asisten pribadi digital. Menggunakan baterai AAA dan memiliki buku alamat, kalender, catatan, dan dapat digunakan untuk faks dan email.





IMac, diluncurkan pada tahun 1998, adalah komputer Apple untuk milenium baru. Ini dirancang dengan internet dan dilengkapi 2 USB ports. Casing terbaru dibuat dengan plastik transparan.





Beebentuk kubus 8x8x8, Power Macintosh G4 Cube adalah produk yang terjun ke dalam pasar bisnis. Terdiri dari 450 MHz G4 processor, 20 GB hard drive, modem 56 kbps dan 64 MB RAM.





Diumumkan pada tahun 2001, iPod Apple pertama bersaing ke pasar musik digital. Desain yang lebih tipis, lebih ringan, dan versi yang lebih murah pada tahun 2004 dengan sebuah klik roda.



Diumumkan pada tahun 2007, Apple iPhone adalah ponsel pertama. Dengan layar sentuh dan pemutar MP3. Ini termasuk versi kustom Safari yang memungkinkan browsing penuh dari web dan terpadu akses ke YouTube dan Google Maps.




MacBook Pro diperkenalkan pada tahun 2008. Memiliki gaya iMac glass screen, air-style surface, dan tidak ada tombol trackpad. Menggunakan Intel Core 2 Duo processor 2.4GHz dan berjalan pada 2.53GHz dan 320 GB hard drive. Juga menyimpan hingga 4GB RAM.



iPad diluncurkan oleh Steve Jobs pada tahun 2010 untuk 'menjembatani kesenjangan antara laptop dan ponsel'. Diaktifkan oleh 1GHz chip A4 Apple 16GB ke 64GB flash penyimpanan dan bekerja dengan Wi-Fi dan 3G. Tablet layar sentuh ini dirancang untuk menjelajahi web, menonton film, membaca buku dan berbagi foto.



sumber :http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/index.html

10 KEYBOARD MASA LALU


1. IBM PCjr (1984)

INILAH 10 Keyboard Masa Lalu Yang Dianggap Produk Gagal !! (+pic)

Spoiler for pic:


Keyboard pertama yang dikapalkan IBM tetap merupakan yang terburuk sepanjang masa. Salah satu model tanpa kabel yang pernah ada, ia memerlukan supply batterai untuk dapat beroperasi. IBM menciptakan keyboard Chiclet ini dengan plastic keras yang tidak memungkinkan huruf dicetak diatasnya (sebagai gantinya, huruf, nomor, dan simbol dicetak diatas font diatas setiap tombol). Para wartawan dengan cepat memperkirakan bahwa produk ini akan dihentikan dalam jangka waktu satu tahun. Namun anehnya, IBM juga memperkenalkan keyboard dengan 101 tombol yang disebut dengan "Model M" -- yang oleh sebagian orang disebut sebagai keyboard terbaik - di tahun 1984.


2. Commodore PET 2001 (1977)


Spoiler for pic:


Pelopor computer Commodore mulai menciptakan keyboard buruk saat PET dikeluarkan untuk pertama kalinya taun 1977. PET memiliki tombol space yang kecil bukannya tombol spacebar besar yang keberadaanya sangatlah penting. Ditambah lagi anda tidak akan tau kapan anda berhasil menekan sebuah tombol, karena membran yang tipis.


3. Mattel Aquarius (1983)


Spoiler for pic:


Mattel dengan "pintarnya" menempatkan tombol Reset yang dapat menyebabkan kecelakaan saat pengetikan. Ditambah lagi penempatakn tombol Return yang aneh menjadikannya keyboard terburuk yang pernah ada.


4. Timex Sinclair 1000 (1982)


Spoiler for pic:


Timex Sinclair 1000 menembus batas baru saat PC memasuki pasar retail di A.S dengan harga $100, anda tidak akan mendapatkan banyak: hanya display hitam-putih, tanpa suara, 2KB RAM dan keyboard kecil yang kecil dan rata. Sehubungan dengan ukurannya yang kecil, Sinclair membuat skema perintah BASIC keyword untuk setiap tombol, jadi pengguna hanya perlu menekan satu tombol (P untuk Print), tujuannya tentu saja untuk memudahkan. Namun saat anda menekan tombol tanpa maksud menggunakan basic command, anda akan gila dibuatnya.


5. Atari 400 (1979)


Spoiler for pic:


Tombol Atari 400 sepenuhnya rata, jadi pengguna tidak akan tau jika ia telah sukses menekan sebuah tombol. Keyboard Atari 400 diuntungkan dengan penempatan layout standar, namun tombol Break yang berbahaya terletak disebelah kanan tombol Backspace. Untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir, disarankan untuk berhati-hati.


6. Tandy TRS-80 Micro Color Computer MC-10 (1983)


Spoiler for pic:


Tandy pasti cemburu dengan kesuksesan Spartan Timex Sinclair 1000 saat ia meluncurkan MC-10 tahun 1983, yang desainnya tidak mementingkan minimalisasi. Untuk hampir setiap pekerjaan, komputer yang lebih besar (seperti TRS-80 Color Computer) akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Keyboard MC-10 secara mengejutkan sangat responsive untuk ukuran keyboard Chiclet. Sayangnya banyak tombol yang memiliki 4 fungsi yang berbeda secara bersamaan. Dan secara layout, ia memiliki 4 kekurangan: tombol Break ada ditempat dimana seharusnya tombol Backspace, tidak ada tombol Backspace, tidak ada tombol shift disebelah kiri, dan satu tombol shift mencerminkan fungsi tombol diseberangnya. Namun setidaknya ia kali ini memiliki tombol spacebar.

7. Texas Instruments TI-99/4 (1979)

Spoiler for pic:


Dengan diluncurkannya TI-99/4 pada tahun 1979, pelopor sirkuit terintegrasi - Texas Instrument membuat langkah dengan masuk ke pasar komputer rumahan dengan harga $1150 per paket yang mencakup monitor khusus dan keyboard Chiclet yang tampak seperti kalkulator. Yang paling mengganggu dari keyboard ini adalah fungsi tombol Shift-Q yang akan menghentikan semua program dan mematikan komputer. Banyak yang menghilangkan pekerjaan sehari penuh hanya karena ingin membuat huruf Q kapital.

8. Commodore PET 2001-32-N (1978)


Spoiler for pic:


Banyak pengkritik yang merevisi ucapannya saat Commodore PET (model 2001-32-N) diluncurkan sebagai update dari keyboard Commodore PET yang pertama. Namun untuk satu hal, desainnya masih menempatkan tombol Run/Stop disebelah tombol Return. Dan sebagai tambahan, ia masih tidak memiliki tombol Backspace.

9. Timex Sinclair 2068 (1983)


Spoiler for pic:


Dalam rangka memperbaiki Sinclair ZX untuk pasar A.S, Timex malah meluncurkan produk jelek Timex Sinclair 2068. Menggunakan keyboard 2068 tanpa training yang cukup, sama dengan mengetik dalam keadaan mabuk atau mengetik dengan mata tertutup. Beberapa tombol memiliki 6 fungsi yang berbeda. Dan yang paling parah adalah ia tidak memiliki tombol backspace. Apakah para penciptanya berasumsi bahwa pengetik tidak akan melakukan kesalahan?

10. Commodore 64 (1982)


Spoiler for pic:


Commodore 64 setidaknya memiliki tiga kelemahan, secara visual ia membingungkan, dengan banyaknya simbol pada tiap tombol. Ia sangat tidak ergonomis sehingga menyulitkan pergelangan tangan bagi pengetik amatir. Dan layout dari keyboard yang jelek karena banyak peletakan banyak tombol kunci yang salah. Sebagai contoh, peletakan tombol Home/Clear disebelah kiri Delete (Backspace) sehingga membuat pengguna banyak sering mengirimkan kursor ke atas layar. 
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3373354

POLYTRON Ternyata PRODUK INDONESIA ASLI

Polytron dan Perjuangan Industri Nasional

MELIHAT atau mendengar merek Polytron, boleh jadi yang terbayangkan adalah produk elektronik dari luar negeri. Padahal, sesungguhnya Polytron lahir di Tanah Air, di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), yang kemudian menembus pasar Eropa, ASEAN, Timur Tengah, dan Australia. Bahkan, Polytron bisa dikatakan kini tinggal satu-satunya produk nasional-tanpa prinsipal-yang masih bertahan, setelah melalui perjuangan panjang dan gelombang pasang surutnya industri elektronik nasional. Kompas/andi suruji

Menurut yang punya merek, Polytron merupakan gabungan dua kata, yaitu poly yang berarti banyak, dan tron diambil dari kata elektronik. Jadi, Polytron diartikan sebagai kumpulan (banyak) elektronik. Barang elektronik, seperti produk audio, video, kulkas, mesin pengatur suhu udara (AC), dan pompa air merek Polytron sebenarnya lahir dari tangan putra-putri Indonesia di Kudus, Jateng, yang diakui pemiliknya kini menguasai 15 persen pangsa pasar produk elektronik nasional untuk produk sejenis.

Mengapa harus pakai merek Polytron yang seperti kebarat-baratan?

"Itu strategi bisnis. Waktu itu, kan masyarakat kita senang sekali dengan produk luar. Dan kami tidak berani mengiklankan produk kami. Sekarang kami sudah berani memberikan garansi dua sampai tiga tahun, karena kami yakin mutu produk kami," ujar Direktur Utama PT Hartono Istana Teknologi (HIT) J Arief Hartono yang memang turut membidani lahirnya industri ini.

Kisahnya, tanggal 16 Mei 1975, pemilik pabrik rokok PT Djarum mendirikan perusahaan bernama PT Indonesian Electronic & Engineering dengan modal disetor Rp 50 juta, untuk memproduksi barang elektronik. Waktu itu, perusahaan sejenis sudah banyak yang lahir dan boleh dikata sudah berkembang lebih dulu. Ini tantangan, sekaligus langkah revolusioner dari sebuah industri rokok yang melebarkan sayap bisnisnya ke industri elektronik. Apalagi, sejak awal, para pendirinya langsung mencanangkan, kelak industrinya ini harus mandiri, kendatipun tidak punya pengalaman di bidang industri elektronik. Tekad itu pula membuat pemilik usaha ini pun sejak awal enggan melibatkan modal asing. Karena itulah, perusahaan ini tidak memiliki prinsipal, sehingga perusahaan tidak perlu membayar royalti dari setiap unit produk yang dihasilkan dan dijualnya.

Setelah perusahaan berdiri, dua tahun kemudian, yakni 1977, direkrutlah 14 orang wanita yang ada di kota Kudus untuk dilatih menyolder demi keperluan perakitan komponen menjadi rangkaian suatu unit produk. Soalnya, mereka itu bukan berlatar belakang pendidikan teknik, melainkan lulusan SMEA dan SMA. Meskipun kemudian induk perusahaan, yakni PT Djarum, menempatkan empat orang teknisinya yang berlatar belakang pendidikan teknik ke perusahaan baru itu. Komponen-komponen radio kecil pun didatangkan dari Singapura untuk dijadikan bahan pelatihan bagi 14 wanita tersebut. Jadi dari tahapan inilah sebenarnya cikal bakal produk bermerek Polytron (juga beberapa merek lain seperti Digitec) berkembang setelah melalui berbagai hambatan dan tantangan. Ketekunan dan kemauan keras menjadi kunci suksesnya. "Ya, harus bagaimana. Kami ini kan latar belakangnya usaha rokok, tidak punya pengalaman di bidang elektronik. Mau tak mau harus belajar, belajar dan belajar," ujar Arief.

DI tahun 1977 itu pula, perusahaan mulai mengembangkan produk televisi dengan mendatangkan komponen-komponen dari Belgia. Itu bersamaan dengan alih teknologi dari Philips-MBLE Belgia. Di pabriknya di Kudus, komponen-komponen itu dirakit untuk diproduksi secara massal. Itulah produk televisi pertama yang mereka lepas ke pasar domestik, menandai sejarah baru kelompok usaha ini, dengan memunculkan merek Polytron. "Akan tetapi, kami gagal karena pasarnya tidak ada," tutur Arief. "Sudah televisinya besar, perlu ditambah lagi salon atau kotak. Semakin besarlah televisi itu," kata Arief lagi. Suka duka mengembangkan industri elektronik ini juga dirasakan saat barang dipasarkan ke toko-toko di Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya. "Enggak ada toko yang mau menerima barang kami. Kadang-kadang pega-wai penjual (sales) kami malah disuruh si pemilik toko untuk mengantar barang, padahal kehadirannya di toko itu untuk menjelaskan produk kami kepada calon pembeli. Kami tidak punya brosur, sehingga produk harus diangkut ke toko untuk diperlihatkan dan dijelaskan kepada calon pembeli. Banyak orang yang melihat produk kami pun tidak mau. Bahkan, ada teman saya sendiri yang cuma mau menerima saya bertemu, tetapi tidak mau membicarakan produk kami. Ya, begitulah perjuangan kami. Saya alami sendiri yang namanya diusir pemilik toko," tutur Arief. Gagal tak berarti harus putus asa. Justru kegagalan itu menjadi cambuk untuk meraih keberhasilan dengan mencoba dan terus mencoba lagi. "Ya, memang kami orang rokok mau belajar elektronik, enggak bisa sekali jadi dong," katanya lagi.

Setir dibanting, dan arah haluan pun berubah. Dibeli lagi komponen-komponen produk-produk televisi dari Hongkong. Mulailah dirakit TV hitam-putih 20 inci. Saat yang sama, perusahaan mulai membentuk lembaga riset dan pengembangan yang kemudian membuat PT Hartono Istana Electronics (tahun 2000 berubah nama menjadi PT Hartono Istana Teknologi) menjadi manufacturer yang menciptakan sendiri disain produknya (self design product).

Meski demikian, produk lain juga dicoba, seperti memproduksi radio compo yang kemudian berkembang ke produksi audio yang semakin tinggi mutunya dengan sasaran kelas atas. Dengan bekerja sama dengan perusahaan televisi Salora, diakui Arief, perusahaan asal Finlandia yang kemudian terkenal dengan merek Nokia itu, cukup membantu dan membimbing Polytron dalam hal alih teknologi.
HIT kemudian berhasil mengembangkan teknologi hemat energi (40 watt) untuk TV warna 17, 20 dan 26 inci yang menjadikan merek Polytron semakin luas dikenal masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, televisi yang semula dengan daya listrik 40 watt, diubah menjadi 20 watt. "Saya kira ini yang pertama di dunia," ujar Arief bangga.
Usia perusahaan belum cukup 10 tahun, ketika sudah bisa meluncurkan produk hasil disain sendiri.

Sampai kini sudah belasan produknya dipatenkan, baik di dalam maupun di luar negeri. Di tahun 1990, pangsa pasar produk TV warna audionya menjadi nomor satu di Indonesia. Pasar ekspor kemudian dijajal. Akan tetapi, Polytron tidak langsung berkibar dengan mereknya sendiri. Soalnya, buyer di Jerman hanya mau menerima produk Polytron itu kalau "bajunya" diganti sesuai keinginan buyer. "Padahal itu bulit-up, utuh produk kami. Mereka cuma ganti merek, seperti Cancer, Condor dan lain-lain," kata Arief.

Ini produk-produknya
Spoiler for produk polytron:


Yang ini TV ane nih udah ada slot mmc ama fdnya, nonton film tinggal colokin fd aja.
Spoiler for lsidi:
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3360731