Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Kos Murah Gratis Listrik Air


gambar dicolong dari IFP
Belum lagi kalo diiming-imingi fasilitas lengkap, kenyamanan yang memuaskan, menjanjikan kenikmatan yang menggoda, siapa yang gag akan ngiler ama kalimat kos murah gratis listrik air. Begitu juga aku, yang lagi emang lagi nyari kos murah gratis listrik air.

Segala hal pasti ada akhir. Gitu juga nasibku di Asrama Putra Universitas Udayana Bukit Jimbaran. Gag terasa udah 3 tahun lebih aku beratap di kamar ini. Enggan sebenernya buat ninggalin, bukan karena udah terlanjur sayang, tapi....aku gag ngerti caranya nyari kos.

Dari awal kuliah, pertama kali merantau aku udah diem di asrama. Gag pernah sekali pun nyari kos. karena asrama lama bakal di renovasi, sedangkan Rusunawa (rumah susun mahasiswa dan warga) yang ditawarin fasilitasnya juga gag beda ama kos, aku putuskan buat nyari kos.

Semua kos sekarang rata-rata 3jt/tahun. Udah berhari-hari, tiap pagi-siang-malem, aku pantengin tipi nonton acaranya mbak Feni Rose, tapi dia gag pernah ngebahas kos-kosan murah. Ampe aku tau kalo dia cuma ngebahas apartemen di daerah JABODETABEK yang harganya akan naek seminggu kemudian.

Pilihan terakhir adalah kos di Denpasar. Dengan mengambil resiko menempuh jarak 30 menit perjalanan ke kampus, jadi musti bangun pagi-pagi, gag bisa sewaktu-waktu ke kampus kalo ada urusan, dan yang paling parah...gag ada wifi gratis lagi yang isi colokan.:(

Ampe sekarang aku belom take action nyari kos, padahal tanggal 9 aku harus cabut.
 
http://feedproxy.google.com/~r/separonyolong/~3/b7fvXRw3gO8/kos-murah-gratis-listrik-air.html

Photo Spektakuler, Tanaman Di Setrum Listrik

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFtuZVscFtB-YT_V6ghzagLF78299NDYejgkHSZzdZuaBkb_R-rxAgqRxxvWdCylN9L9Xmc6v65Hm62RMUrIy0Ova2n8-emqILxDWf76So9mCm7PXietMDSrAjVdPyDUBNHyVa1CafX4HH/s1600/robert_buelteman_01.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh283RExhr3qw3hBn_5BcbI8_PNIPcibNTgPHiuxfsAHlRM0ltuaDx6hdFicOm3ME_YKNGtEEJhO7HbJocXEvEWcfP4gljPlidxH7qP3rgrxlQ5wtnW12jHqyNdw7bgI1YSrO_bpoYOPbV_/s1600/robert_buelteman_02.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLQkrU9Co2P74BL4hHkarlgcuUwgjYLzjEl1S_SERNl2HLnBWQtHEZgdhsiS7hpKWT37Afp6uI2ik1yO0HG_8kby_HIh59qBputIS9X9wombcng3y_UXOrF0b18KBETtORXj6M9AAQ8LHa/s1600/robert_buelteman_03.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0JVd45ZweJfhcgfZMOJq_3tAP2nCEyCifZ4HcGiPEDyqw30IZTiG1QH06njzXYKS0wux026XnUma8uDuJPY9TasMJuADYztPKXILVU7FYNG8wu4wfI_QvsQrtdAFdq_124lp86oUxr6ql/s1600/robert_buelteman_04.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBR8Rj_6nLUnX6tT5OyefkvPCgRVBqtFrLmJtqDYaHmr3uJXATUYcYcDlAFGFUtMSuQTYd-QuURoIcHSnvVIe3Ja_bGWRIlM61hqthEQYmnVm7d4h5cu8IdpSqSxPvS9FUepQrdDFHBdLI/s1600/robert_buelteman_05.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggceRfluwzmZnzxdcB9dB3qStNT81QnKz_80BZFUfqcXZH5MemE6h7FymZyTaTjbqu5XFYkThhQcTEelkQYxqPAvX4Mi-xa4rqR190FCXRlfuE3AZMFEM2lS9mcBZ-YE0cvQSTr2ipgT-N/s1600/robert_buelteman_06.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtt2HAkYugLkAyshiGXdXqeTrEk56dR7Yymc9axyfm1n11LvuKjfKgpDxa6p9xFinebYsKY30BTZDRxIOjBsLueT3EAw_oVM_vv0UiGiuo4BPs6INEyaZAzA52XoxapAZ8EpQClWhiAxxn/s1600/robert_buelteman_07.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP2y78chXbcG_B43HDKRmFl0QdrIjYAat8DejALOlCX2cVGSaoNkC8_EPP-ee6dOyozLp21S-GDsfGnoA-K08Y5iX7uAG2KLzW8D3pbGH3SNroIYFYvNKj5XzWNbNV4vtmkLNZTkLg20SM/s1600/robert_buelteman_08.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMGVVtX-Ia3_GoKeHmccxXFh4pgL5rzCKPQrU9O1HXEPBrqUuBgeEYBDIHHeravQDngxYOPyjx57C6KnwhS29JGHgVejioAPa8zxBwo7i2Z_WtchPgCMT4wLfph_hCYT0MugEn6jnpLLyd/s1600/robert_buelteman_09.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUA0VWwlzQJqFvWWp6V1rg7epJM2eFAm1XFF-HUjnYt2v7fjVDWOWnXJoEdXhsGeYNDx6YBN-XxRkU_kJkDRSDFt1LqCGTOD22RG0zbKuLCWn7Mr-wLqQgHaA0kEYBge35sYFSVruFoZWs/s1600/robert_buelteman_10.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT3KQC4CiEe3cp-X46pkdRThxHb0j-taQO_MPb-0IM_6bW05LGH5oP86SKD9843yTel5eMWp9wllm4nliMr5VdKBR7ugD7-Qc-Yoh2n3BkZu4Edp8iLSsecQHA-FFSdCYHv2Zqe5nKwuIs/s1600/robert_buelteman_11.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFc51cR_dWQX0ApUrGDjlin-hX8x6ZOVpXv0zO5vbw-J7LfTzUol3Q23QSs1IkxmmbSuMXoiiUz-OZF3uznKJtwMwPHNWoAOVd-BgUM3uN0bkhTeI9hKBKLA4DJ9-3SbM_46UWs8m9M8vA/s1600/robert_buelteman_12.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoqdteERR4ifeRRTO4LG8tMZUIELbC3qOrONmV8zRnyWzKv4Ma5NIwulfVk9n3FQs-wmdRXAtVGY-aVtMt0ahylMmjRwvhll9Jze3TKMdU02R-gcFy-qRhMFoxcxF41Ug70_EXgI4pKme9/s1600/robert_buelteman_13.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq1CF3uWgpA2FefPBKc4spB8HxRzvXV1ZKt6XPvOLKVLnzyl1Lut0oUuPp6YKrfjQeaG9mRr73EgOQMG6et2xQYHjYGBCRIeg_Flq4CGf7THYb8Q5QYJqvjvB_cmO-Qf0QU6sb7BZo0TgY/s1600/robert_buelteman_14.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDSLvT9UnZee83eeNZXrWoFaJq8HCNgSGMEqQQLw8Pgrey4-K2cQVTqfev_MwCoeIRsoRYUL1cyud_u-GZ3qXKXzkHgd_e1T8PlgbWaSf4Io1mFTSJusKhxkX3dEWEzifNggAJGxYkYdEZ/s1600/robert_buelteman_15.jpg

source: http://unic77.blogspot.com/2010/09/nyata-gan-keunikan-tanaman-yang.html

Alat Pengendali Listrik Secara Otomatis Via SMS Karya Anak BANGSA




Quote:
Mematikan dan menghidupkan listrik tidak perlu menggunakan sistem manual, karena semuanya sudah bisa dilakukan hanya melalui pesan singkat atau SMS (short massage service) hasil temuan seorang mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Penemu nya adalah Muhammad Farrizar Andrijasa,25, mahasiswa semester 8 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Dari hasil riset dan penelitiannya, ia menciptakan alat pengendali listrik secara otomatis.

Bentuk pengendalian yang ditawarkan oleh alat ini berupa pengaktifan dan penonaktifan perangkat-perangkat listrik dan elektronik yang berada di dalam rumah, misalkan, lampu, kipas angin, televisi, AC, dan alat elektronik lainnya. Syaratnya maksimal 3 ampere atau sekitar 660 watt. Tapi, semua masih bisa disiasati tergantung dari pemakaian. Untuk sementara memang masih sebesar itu.

Dengan menggunakan alat ini, seorang pemilik rumah dapat mematikan, menghidupkan, atau melihat status aktif maupun nonaktif dari perangkat-perangkat listrik dan elektronik yang ada di rumah hanya dengan mengirimkan SMS ke suatu nomor dengan format tertentu. Aplikasi ini, lanjut dia, dibangun dengan menggunakan bahasa pemograman Microsoft Visual Basic 6.0. Sedangkan untuk melakukan kendali terhadap perangkat listrik atau elektonik dilakukan dengan bantuan Mikrokontroler AVR ATMEGA 16.

Biayanya juga murah, penggunaannya mudah dan hampir semua wargat memiliki handphone. Maka sangat wajar kalau memakai layanan melalui SMS,mikrokontroler ATMEGA 16 yang digunakan merupakan mikrokontroler produksi Atmel yang kompatible dengan mikrokontroler Intel 8051.

Mikrokontroler jenis ini cukup pas digunakan percobaan meski harus ditambah komponen-komponen lainnya seperti kristal 12 Mhz, konektro db-25, pcb matrix, resistor, kapasitor yang kira - kira hanya menghabiskan dana sekitar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu.


Sistem Kerja Pengendali Listrik Via SMS

Sistem ini bekerja menyalakan dan mematikan lampu sesuai perintah SMS yang dikirim melalui handphone ke sebuah mikrokontroler dengan menggunakan kabel UART.

"Kemudian, oleh mikrokontroler, perintah ini akan dibaca dengan bantuan driver relay. Setelah itu, dibaca oleh mikrokontroler dengan bantuan sensor, maka mikrokontroler akan menyalakan atau mematikan lampu sesuai perintah sms yang dikirim," terang putra bungsu dari empat bersaudara tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan, di antaranya apabila ada penundaan pengiriman pesan oleh provider penyedia layanan seluler maka sistem tidak akan merespon sampai pesan tersampaikan.

Di samping itu, apabila sambungan listrik terputus membuat PC server mati maka sistem akan mempertahankan kondisi lampu terakhir sebelum PC server mati. Sedangkan, untuk ponsel yang mendukung dijadikan server hampir bisa semua merk, rinciannya antara lain memiliki konektivitas kabel data, mampu membuat koneksi permanen dengan PC server dan mendukung AT Command dan mode teks. Untuk kartu provider bisa menggunakan semua jenis kartu GSM. Berdasarkan beberapa pengujian yang telah dilakukan, tingkat keberhasilan sistem mencapai 95%.Source

Kami Kecewa Pelayanan PLN (Perusahaan Listrik Negara)

Berbagai kecaman yang ditujukan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) belakangan kian marak saja, seiring dengan makin seringnya PLN melakukan pemadaman listrik bergilir. Masyarakat seperti marah terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat PLN. Tepatnya 7 November 2009, lahir sebuah bentuk kekecewaan masyarakat dalam media grup di facebook. Tak sedikit yang menyela bahwa PLN bukan lagi Perusaan Listrik Negara, melainkan Perusahaan Lilin Negara.


Grup ini bernama Surat Kepada SBY: Kami Kecewa Pelayanan PLN. Didirikan oleh seorang pebisnis UKM di bidang IT yang bernama M. Faiz Syughli dan bertujuan menyampaikan langsung keluhan-keluhan masyarakat kepada SBY. Sebab, SBY dianggap paling bertanggung jawab atas masalah kelistrikan yang sedang terjadi. Sampai saat ini jumlah anggotanya terus meningkat, hingga mencapai angka 9.668 dan bahkan termasuk angka tertinggi diantara grup sejenis.

Keseriusan grup ini tidak hanya sejauh wall mereka yang dipenuhi dengan luapan emosi para pelanggan PLN. Namun kedepan sang pendiri akan mencoba untuk melakukan dialog, dengan membawa beberapa pesan dinding terpilih yang dianggap bagus dan mewakili aspirasi masyarakat. Dalam dialog nanti rencananya juga akan diboyong bersama grup facebook bernama Energi Alternative Untuk Indonesia. Dengan harapan di masa yang akan datang akan dapat ditemukan solusi bagi salah satu permasalahan bangsa ini.

Banyak industri-industri rumah tangga atau UKM yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik yang dilakukan PLN. Grup ini juga mengharapkan dukungan dari semua kalangan agar dapat mencapai tujuannya.
 
 
http://caramelcoklat.blogspot.com/2009/11/kami-kecewa-pelayanan-pln-perusahaan.html

Mau Lihat LISTRIK 400.000 Volt Difoto seperti Apa?

Hiroshi Sugimoto applies electrical charges to film using a 400,000-volt Van De Graaff generator, and the results are downright stunning.

Sugimoto has a new exhibition of photographs called "Lightning Fields" on view at Fraenkel Gallery in San Francisco from 9/10 to 10/31. Go check it out if you're in the area! And for somewhat similar photos, check out Robert Buelteman's electrified flower photos. [PDN Photo of the Day via Kottke]

Albert P.Southwick Dokter Gigi Penemu Kursi Listrik

Selain menciptakan senapan mesin pertama, ternyata seorang dokter gigi yang lain menjadi penemu ide kursi listrik!! Namanya Dr. Albert P.Southwick, seorang dokter gigi yang juga insinyur dari New York.
http://www.hardydds.net/AlbertSouthwick.jpg

Inspirasi memang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Jika jaman dahulu kala Archimedes digosipkan menemukan bagaimana cara menghitung volume benda saat sedang asyik mandi, maka pada tahun 1881 pak dokter yang satu ini mendapat inspirasi saat menjadi saksi mata seorang pemabuk tua mati kesetrum listrik dari generator yang menyala. Ia begitu takjub melihat bagaimana orang tua tersebut mati dengan begitu cepat dan (terlihat) tanpa penderitaan sama sekali.
http://i643.photobucket.com/albums/uu159/psykopat_2009/Singsing_electricchair.jpg
Dr Southwick berkesimpulan bahwa listrik dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan untuk menghukuman mati para pesakitan. Bekerja sama dengan gurbernur New York saat itu, pak dokter memperjuangkan peng-legal-an hukuman mati dengan cara disetrum. Hukum pertama yang memperbolehkan penggunaan listrik sebagai hukuman mati berlaku efektif mulai pada tanggal 1 Januari 1889.
http://iwandahnial.files.wordpress.com/2008/10/eksekusi-2.jpg

Pada tanggal 6 Agustus 1890, jam 6 pagi waktu setempat, William Kemmler menjadi orang yang “beruntung” untuk dicatat oleh sejarah sebagai orang pertama yang dipanggang di kursi listrik. Ia didakwa membunuh kekasihnya dengan kapak. Namun sayangnya Kemmler tidak seberuntung pemabuk tua yang menjadi sumber inspirasi ide kursi listrik. Kemmler tidak langsung mati “dengan tenang”. Ia shock dulu selama 17 detik, namun masih tetap hidup.

http://scrapetv.com/News/News%20Pages/retractions/images/convict-in-electric-chair.jpg

Ternyata teknisi yang bertugas salah memprediksi voltase listrik yang diperlukan untuk membunuh seorang manusia. Voltase listrik akan ditingkatkan dua kali lipat dari 1000 volt menjadi 2000 volt. Sialnya, generator yang digunakan sebagai sumber listrik perlu di charge ulang!! Kemmler dibiarkan menunggu dalam keadaan gosong dan mengaduh kesakitan. Usaha penyetruman kedua berlangsung selama 1 menit dengan hasil akhir berupa Kemmler yang akhirnya mati, bau daging terbakar yang memenuhi ruangan dan asap yang mengepul dari kepala Kemmler.

http://meanwhile.files.wordpress.com/2006/05/Electric-Chair.jpg

Beberapa kutipan tentang hukuman mati ini:
1. Westinghouse: “They would have done better using an axe”
2. Seorang reporter yang menyaksikan secara langsung: “An awful spectacle, far worse than hanging”
3. New York Herald: “Strong men fainted and fell like logs on the floor”
4. George Fell, asisten eksekutor: “The man never suffered a bit of pain”

dan terakhir….. quote dari pencetus ide kursi listrik, Alfred P. Southwick… “There is the culmination of ten years work and study!! We live in a higher civilization from this day.”
Entah apa yang dipelajari para dokter gigi di universitas sehingga mereka bisa menemukan ide untuk membuat senapan mesin dan kursi listrik. Yang pasti, mulai sekarang bebek gak bisa berpikir yang enggak-enggak begitu mendengar atau membaca kata “dokter gigi”.

http://cannonsgreatescapes.com/images/ElectricChairLg.jpg

Tidak sampai di sana, bebek mendapatkan iklan “mengerikan” yang seakan menjustifikasi anggapan ngawur bebek kalau dokter gigi mempunyai bakat alami menjadi seorang yang sadistis.

sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/04/albert-psouthwick-dokter-gigi-penemu.html

Djoko Pasiro, Penemu Listrik Tenaga Gravitasi [Orang Indonesia ASLI]

Lebih Dekat dengan Djoko Pasiro, sang Penemu Listrik Tenaga Gravitasi (1)
Eksperimen Sejak 1980-an, Habiskan Rp 65 Juta

Semula, Djoko Pasiro mungkin bukan siapa-siapa. Dia hanya tukang servis barang-barang elektronik. Namun, sejak dia menemukan listrik tenaga gravitasi namanya mulai dikenal. Dan, kini dia mulai banyak diperhitungkan.


MENYANDANG predikat sebagai lulusan STM (jurusan elektronik), Djoko-sapaan akrabnya-mungkin tidak bisa membanggakan diri. Sebab, dia hanya lulusan pendidikan menengah yang cenderung dipandang sebelah mata.


Tapi, siapa sangka jika di balik itu tersimpan potensi besar pada diri Djoko. Dia bukan saja mampu mengaplikasikan ilmunya saat didapat dari bangku sekolah dulu (sekitar tahun 1987), namun lebih dari itu Djoko juga punya kemampuan terpendam.


Tak heran, sampai-sampai Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebutnya sebagai mutiara terpendam. Hal itu seakan semakin dibenarkan dengan sikap Djoko yang kalem dan santun. Kesederhanaan juga sangat tampak dalam kesehariannya.


Tinggal di sebuah gang dengan rumah apa adanya, tak membuat Djoko mati kreatifitas. Dari rumahnya yang terlihat (maaf) kumuh, dia mampu melahirkan ide-ide teknologi terapan. Dari tempat tinggal sederhananya itu pula dia mampu bereksperimen sebuah teknologi.


Dari keterangannya, Djoko lahir di Pontianak 40 tahun silam. Ketika itu, orang tuanya yang anggota polisi memang bertugas di Pontianak selama beberapa tahun. "Tapi, saya kecil sampai besar di Pamekasan," tuturnya kalem.


Djoko mengakui, sejak kecil memang suka dengan elektronika dan mesin. Itu dibuktikan dengan keberaniannya sejak SD mengotak-atik barang-barang elektronik milik keluarganya.


"Sejak kecil sudah penasaran dengan lampu sepeda pancal yang menempel pada roda. Menurut saya ketika itu, bagaimana bisa hanya dengan alat pemutar sederhana bisa menjadi lampu," katanya.


Bakatnya mulai makin terlihat ketika Djoko masuk usia SMP. Ketika itu, dia makin sering mengotak-atik barang elektronik seperti radio, TV, dan lainnya. "Sejak STM saya sudah bisa menyervis radio maupun TV. Sejak itu pula saya mengenal banyak ilmu elektro," ungkapnya.


"Bahkan, guru saya di STM saja sering membawa TV ke rumah untuk diperbaiki. Itu karena mungkin melihat bakat saya," imbuhnya.


Pada saat kelas 2 STM, Djoko mengaku sudah bisa merangkai parabola manual. "Ketika itu memang yang ada hanya manual. Digital itu kan baru-baru ini," terangnya.


Puncaknya ketika lulus STM. Keinginannya untuk mengembangkan teknologi semakin menjadi. Termasuk, dalam menjawab rasa penasarannya melihat lampu sepeda pancal yang digerakkan hanya dengan pemutar sederhana saat SD.


"Sejak akhir 80-an saya mulai berpikir tentang mekanik gravitasi. Tapi sering terkendala. Sebab, saya juga harus melayani servis elektronik dan mesin warga yang datang," katanya.


Meski sibuk dengan pekerjaan sebagai tukang servis, Djoko tetap berpikir tentang bagaimana caranya membuat energi dengan gravitasi. "Bertahun-tahun saya tinggalkan eksperimen. Baru pada akhir 1990-an saya mulai mencoba lagi," tuturnya.


Dan, pada 2004 silam, Djoko mulai bereksperimen dengan banyak teknologi. Salah satunya membuat mobil listrik. Ketika itu dia menjalin kerjasama dengan salah satu sekolah teknik di Sampang.


"Contoh mobil listriknya sudah jalan dan pernah dicoba di area Monumen Arek Lancor. Namun karena konsensus tidak jelas, akhirnya saya hentikan. Bahkan, ketika itu sudah sampai dikirim ke Jakarta oleh sekolah tersebut untuk dikembangkan di Depdiknas," terangnya.


Dari pembuatan mobil listrik inilah muncul ide Djoko membuat teknologi baru agar menghasilkan energi. "Sejak itu memang saya konsentrasi menciptakan energi mekanik gravitasi. Upaya itu butuh kesabaran. Sebab, baru sekitar 2008 berhasil. Dan, ketika itu sudah ada teman mengupayakan pengembangan ke Jogjakarta. Tapi gagal karena saya dirugikan," ungkapnya.


Djoko mengakui, untuk bisa menghasilkan energi listrik tenaga mekanik gravitasi tak terhitung biaya yang sudah keluar. "Seingat saya, sampai akhirnya sukses tak kurang dari Rp 65 juta habis. Itu hanya untuk biaya eksperimen," tuturnya.

Lebih Dekat dengan Djoko Pasiro, Sang Penemu Listrik Tenaga Gravitasi (2-Habis)
Buat Helikopter dari Mesin Vespa, Tekuni Filosofi Einstein



Djoko Pasiro tidak pernah puas dengan suatu karya. Dia tidak hanya bereksperimen tenaga listrik tenaga gravitasi saja. Ada banyak karya lain yang pernah dan sedang dikembangkan. Apa saja?

BAGI orang yang baru kali pertama bertemu, Djoko terkesan kurang meyakinkan. Namun, ketika dia mulai bicara soal sebuah temuan dan karya berbasis teknologi, kemampuan dan kelebihannya mulai tampak.

Begitu pula kesan pertama saat Djoko bertemu Bupati Pamekasan Kholilurrahman pada Senin 2 Februari lalu. Penampilannya yang kalem dan sederhana sempat membuat sejumlah wartawan melihat sebelah mata. Namun, itu tidak berlangsung lama.

Ketika bapak dua anak itu mulai mengenalkan temuannya, dia terlihat meyakinkan. Djoko juga tidak segan untuk menjelaskan dengan bahasa teori yang ilmiah. Seperti dengan penjelasan yang sedikit berbau fisika.

Bahkan, dia juga tak segan berbicara secara teoritik tekstual. Sejumlah wartawan sampai kebingungan sendiri saat Djoko menjelaskan temuannya itu. "Sedikit banyak saya tahu rumus-rumus fisika modern, " ujarnya sambil melirik bupati.

Dari penjelasannya kepada wartawan, Djoko mengaku tidak hanya mengembangkan tenaga listrik gravitasi. Dia juga tengah dan akan terus mengembangkan sejumlah temuan. Misalnya, pembuatan kompor tanpa BBM (bahan bakar minyak), mobil listrik, micro helikopter hingga kapal layang.

Namun, dari sekian garapannya Djoko masih konsentrasi pada pengembangan penemuan energi listrik tenaga grativitasi. "Lainnya hanya bersifat pengembangan. Semua itu sudah pernah uji coba dan hanya bergantung kepada modal saja. Kalau punya modal, kapan saja bisa buat, " terangnya.

Pembuatan kompor tanpa BBM, misalnya. Menurut Djoko, cara kerjanya sangat sederhanya, mirip-mirip dengan energi listrik tenaga gravitasi. "Secara prinsip hampir sama, yakni mengandalkan kumparan untuk mengubah energi listrik menjadi energi panas, " katanya.

Sedangkan mobil listrik, micro helikopter, dan kapal layang diakui juga sudah pernah diujicobakan. "Untuk mobil listrik yang pernah kerjasama dengan salah satu STM di Sampang itu. Begitu juga helikopter. Ini juga sudah pernah uji coba di Batuan, Sumenep, dua tahun lalu, " ungkapnya.

Ditanya secara mendalam tentang cara kerja micro helikopter, Djoko secara gamblang memberikan penjelasan. Menurut dia, pembuatannya memang cukup rumit. Sebab, harus menggunakan rotor khusus yang fleksibel.

"Helikopter itu kan kekuatannya pada rotor. Rotor yang bisa mengangkat badan, membelokkan bodi, dan maju mundur maupun turun naik, " terangnya.

Untuk bisa membuat micro helikopter, Djoko mengaku hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta. Itu digunakan untuk membeli mesin vespa baru, membuat baling-baling dari baja, kerangka dari besi khusus cor-coran, maupun panel. "Tapi, itu di luar biaya kerja lho, " katanya lalu tersenyum.

Apa yang mendasari Djoko bisa bereksperimen tentang teknologi? Menurutnya, teknologi bisa ditemukan dan dikembangkan sesuai kemampuan manusia. Itu bergantung kepada kemauan dan kerja keras dari masing-masing pribadi.

"Saya percaya semua upaya pasti akan menghasilkan sesuatu. Termasuk, dalam hal teknologi. Einstein (Albert Einstein,Red) saja sukses setelah gagal, tetapi terus berusaha, " ujarnya.

Djoko menambahkan, untuk pengembangan teknologi juga dibutuhkan biaya besar. Selain itu, diperlukan keseriusan untuk mengembangkannya. "Saya saja, biaya eksperimen itu tidak langsung dalam jumlah besar. Saya kumpulkan uang hasil servis bertahun-tahun baru sukses kembangkan energi listrik tenaga gravitasi," pungkasnya. (mat)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

PAMEKASAN, SELASA—Setelah pembangkit listrik Jodhipati buatan Djoko Suprapto, kini giliran pembangkit listrik tenaga gravitasi yang kini mulai membuat heboh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bahkan memastikan akan membantu pengurusan paten penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko Pasiro (40) warga Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan itu.

"Kami akan membantu mengurus semua kelengkapan administrasinya untuk mendapatkan hak paten atas temuan Pak Djoko ini," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Pemkab, Drs. Abd Razak Bahman, Selasa (3/2).

Bahkan, kata mantan Kabag Kesra itu, Pemkab juga akan menyediakan dana khusus dari APBD. Sebab penemuan energi listrik tenaga gravitasi Djoko Pasiro tersebut juga merupakan aset bagi pemerintah daerah dan warga Madura pada umumnya.

"Kalau dimanfaatkan secara optimal dengan modal yang cukup, saya yakin di Madura, khususnya di Pamekasan tidak akan pernah kekurangan energi listrik," katanya.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Menurut Abd Razak Bahman, temuan Djoko Pasiro tersebut, memang murni merupakan temuan teknologi canggih, bukan rekayasa sebagaimana pernah terjadi di daerah lain. Hal itu setelah Pemkab dan Bupati Pamekasan meninjau langsung ke rumah Djoko Pasiro, Senin (2/2).

"Dari hasil kunjungan itulah bupati lalu memerintahkan kami untuk menguruskan hak paten hasil kekayaan intelektual Pak Siro ini. Sekaligus dengan dananya. Sebab dia sendiri merasa kesulitan untuk mengurusnya," katanya.

Temuan energi listrik tenaga gravitasi yang spektakuler warga Kelurahan Gladak Anyar itu, kini sudah dimanfaatkan penerangan kebutuhan listrik di rumahnya dan tetangga sekitar Djoko Pasiro di Kampung Patemun. Terkait penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya diuji secara ilmiah.

Bahkan warga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik itu juga mengaku pernah mempresentasikan penemuannya itu di Yogyakarta di sebuah lembaga penelitian teknologi. Bahkan ketika itu temuan Djoko tersebut sudah ditawar Rp5 miliar, tapi lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Pamekasan itu menolak dengan alasan ingin mengembangkannya di Madura.

"Dengan uang sejumlah itu saya bisa membeli rumah baru dan fasilitas lainnya, tapi saya tetap merasa rugi. Sebab saya seolah tidak punya temuan, karena menjadi milik orang lain," terangnya.

Menurut Djoko Pasiro, temuan itu merupakan hasil penelitian yang ia lakukan selama puluhan tahun, sejak belajar di bangku sekolah.

"Saya bersedia menjelaskan secara ilmiah dan mempraktekkan ke publik nantinya apabila temuan saya sudah memiliki hak cipta," katanya menjelaskan.

Selain akan menguruskan hak patennya, Pemkab juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor nantinya.

"Kami berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten, pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus diproduksi masal, pabriknya harus di sini," kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

Menurut Djoko Pasiro, pihaknya sudah menyiapkan tujuh tipe dari temuannya itu dan semuanya sudah dihitung secara ilmiah. Masing-masing tipe menunjukkan besarnya watt yang akan dihasilkan. Yakni antara 2.500 watt untuk hingga ribuan megawatt dengan biaya sekitar Rp 15 juta hingga ratusan juta rupiah bergantung pada tipe masing-masing.

"Kalau tipe yang menghasilkan 2.500 watt seperti yang sudah saya coba itu hanya Rp15 juta. Tapi kalo hingga tipe yang ribuan megawatt tentunya kisaran ratusan juta," terangnya.

Stadion Dengan Listrik 100 % Dari PLTS !!!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAerk7TahCXZr2XhqU0lQ6PcGXAHLOrm6CtRG7gvbVQRiaxN9T5Dhr5MCqtWVAz0LIDG3xjyyRoEsc-uLTp_Tx2esnpGFyH1iCxCNIdUpUmDRoyKVhyOwZOFf9yLZdfsccPqO4OOpArn4/s1600/Stadion+Dengan+Listrik+100+Persen+Dari+PLTS.jpg

Stadion yang berada di Taiwan ini memanfaatkan energi surya untuk menghasilkan listrik. Seluruh kebutuhan listrik di stadion ini 100 persen berasal dari PLTS (pembangkit listrik tenaga surya).

Ribuan Panel Surya Ditempatkan Pada Atap Untuk Mengubah Sinar Matahari Menjadi Listrik

Atap seluas 14.155 meter persegi itu dimanfaatkan untuk penempatan 8.844 panel surya, dan cukup untuk memberi listrik bagi 3.300 lampu dan dua layar raksasa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFqfwppJc9b6eF2vZs1YxAJWbtMZwdFch35GtVemd_FGlK7hyI8W04a4t6PzzziJysC5cOib3CnqW3txPKKho94gLYDyRcN3WTJJs0G0Cq0A0EmiFXzzTZa7nB_NiyGYTUb7roF8OZcN0/s1600/Energi+Listrik+Yang+Dihasilkan+Dari+Matahari+Mampu+Menghidupkan+Ribuan+Lampu+Dan+Dua+Layar+Raksasa.jpg

Stadion ini telah digunakan di tahun 2009 lalu untuk digunakan pada hajatan olah raga dunia, di mana cabang-cabang olah raga yang tidak diakomodasi oleh Olimpiade akan dipertandingkan di sini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzRuesiRk0D_u8ZNC42UZOpH8aLlDVz-ZO1F9dhsNxLjzrQQtdHvvkkeIAi05ZNDZbTCEdw2SClVHETl2xxTpqKslhlASRUNP7NzRuvcVSEpQAmAY7zcIs8zB2OQCoMekYlxlA8w7eiz4/s1600/Stadion+Ini+Mampu+Menghidupi+3300+Lampu+Dari+Sinar+Matahari.jpg

Stadion ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1,14 juta KWh, dan mampu mencegah pelepasan 660 ton karbon dioksida ke atmosfir setiap tahunnya. Pada saat stadion ini tidak digunakan, energi listriknya digunakan sebagai cadangan energi listrik untuk disalurkan pada jaringan listrik kota bila dibutuhkan.



sumber: http://fotounikaneh.blogspot.com/2010/01/stadion-dengan-listrik-100-persen-dari.html