Tampilkan postingan dengan label Asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asli. Tampilkan semua postingan

Inilah Wajah Asli Bulan : Lebih Bopeng !

Kata-kata rayuan 'wajahmu cantik seperti Bulan' sudah lama tidak mempan. Semua orang tahu, Bulan tak sehalus dan cemerlang kelihatannya.

Kini, studi terbaru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) -- berdasarkan pengamatan satelit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) -- menguak wajah Bulan yang sesungguhnya. Lebih bopeng!

Bulan diketahui dibombardir asteroid atau komet kala satelit Bumi itu masih berusia muda. Peta topografi Bulan terbaru yang dikeluarkan NASA menunjukkan, permukaan Bulan lebih kompleks dan parah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hasil pengamatan satelit Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) ini muncul dalam tiga makalah yang dimuat dalam jurnal, Science edisi 17 September 2010.

Ilmuwan untuk kali pertamanya membuat katalog kawah besar di Bulan. Para ilmuwan juga telah membuat studi detail soal mineral Bulan, serta mengidentifikasikan area dengan komposisi kaya silika yang tak biasa.

"Untuk kali pertamanya, kita benar-benar mendeteksi seberapa kompleks permukaan Bulan," kata ilmuwan Jet Propulsion Laboratory NASA, Benjamin T. Greenhagen, seperti dimuat Space.com.  "Ada sedikit pergeseran paradigma," tambah dia.

Berdasarkan data satelit, para ilmuwan memetakan kawah Bulan -- termasuk 5.185 kawah besar yang berdiameter 20 kilometer, bahkan lebih lebar.

Data ini adalah jendela ke masa lalu Bulan -- mengungkapkan bagian mana dari bulan yang paling bopeng, mana permukaan bulan yang lebih tua, dan area mana yang telah ditutupi material baru sebagai hasil proses vulkanik. Para ilmuwan menemukan, area Bulan yang berusia lebih tua, salah satunya, dekat dengan sisi selatan.

Salah satu fitur kawah adalah South Pole-Aitken, yang diduga merupakan cekungan paling tua di Bulan. Itu bisa adalah petunjuk unik tentang sejarah bulan, dan cerita tentang awal tata surya  pada umumnya.

"Temuan itu memberitahu kita tentang saat-saat tata surya kita masih bayi," kata pemimpin studi, James W. Head III yang juga seorang ahli geologi planet di Brown University.

"Jelas kita dapat mencari tahu dan belajar lebih banyak dengan misi di masa depan, menggunakan robot atau sebaliknya Ada begitu banyak yang harus dilakukan.."

Seperti dimuat situs Telegraph, bukti yang ditemukan di Bulan mendukung anggapan bahwa Bulan dan Bumi secara terus menerus dibombardir asteroid besar sekitar 3,9 miliar juga tahun lalu.
 
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg

Cara Membedakan Foto Asli Dengan Rekayasa


Foto sandra dewi, asli atau rekayasa?
Sekarang banyak sekali foto-foto syur tersebar di Internet. Bagaimana cara membedakan itu foto asli atau rekayasa? Lima tahun lalu, saya melihat foto-foto porno Siti Nurhaliza di Internet, waktu ini saya tidak tahu sama sekali kalau foto itu bisa direkayasa. Dalam hati saya, kok bisa ya Siti Nurhaliza yang suka melantunkan tembang-tembang Islami berpose begitu? Sebenarnya ada cara-cara sederhana untuk mengetahui beda foto asli atau rekayasa. Jika tips ini sudah tersebar ke masyarakat luas, tentu foto Sandra Dewi tidak akan heboh banget seperti sekarang. Sandra Dewi pun tidak perlu menangis, karena orang-orang yang melihat fotonya yang vulgar akan langsung bilang, “ah ini rekayasa saja”. Berikut ini tips-tips untuk membedakan foto asli dan rekayasa.
1. Meta data
Untuk membaca meta data sebuah file gambar, Anda bisa menggunakan Adobe Photoshop. Buka menu File -> File Info. Dalam foto yang asli bidikan kamera, ada informasi yang dapat dibaca di bagian Camera Data. Jika foto ini hasil rekayasa, biasanya tidak ada informasi Camera data. Foto yang asli dan bertanggung jawab, juga menyertakan data IPTC, History, dan Origin. Meskipun dengan meta data kita bisa mengetahui foto yang asli atau bukan, sebuah foto hasil rekayasa juga bisa dimasukkan meta data yang mirip foto yang asli.
Foto asli atau rekayasa  berbeda dalam meta data
2. Sumber cahaya yang berbeda
Pada foto yang asli, sumber cahaya datang dari satu arah dan sama. Misalnya sama-sama cahaya matahari atau lampu. Intensitas cahaya yang berbeda antar bagian juga menunjukkan foto tersebut hasil rekayasa.
Foto asli dan rekayasa berbeda dalam arah cahaya
Misalnya dalam potongan foto di atas, terlihat cahaya datang tepat dari depan mengenai wajah, cahaya datang dari atas mengenai bantal. Kemudian ada bayang-bayang di bantal yang menandakan cahaya berasal dari samping kiri. Arah sumber cahaya yang berbeda-beda ini menyimpulkan bahwa foto ini adalah rekayasa.
3. Pola yang tidak sama
Sebuah foto asli dalam format JPG, seharusnya memiliki pola yang sama baik itu di bagian wajah, tubuh, atau background. Pola ini dapat dilihat jika foto tersebut di zoom hingga kelihatan piksel-pikselnya. Dalam contoh ini, pola wajah terlihat sangat halus, dan pola background terlihat sangat kasar.
Foto asli dan rekayasa  berbeda dalam pola
4. Efek blur
Dengan menggunakan Adobe Photoshop atau software pengolah gambar yang lain, zoom sebuah foto hingga setiap satu piksel kelihatan jelas (misalnya zoom 1000%). Piksel-piksel yang baur, menunjukkan foto itu telah direkayasa dengan efek blur. Contoh berikut ini menunjukkan bahwa daerah 1 adalah asli, sedangkan daerah 2 adalah rekayasa.
Foto asli dan rekayasa  dilihat dari efek blur
5. Perbatasan yang tidak sempurna
Foto hasil rekayasa yang merupakan gabungan dua buah foto atau lebih, misalnya wajahnya milik artis tertentu tetapi tubuhnya milik orang lain, memiliki perbatasan (sambungan) yang kurang sempurna (misalnya di bagian leher atau dagu, badan dengan background).
Foto  rekayasa tidak sempurna dalam sambungan
6. Perbedaan warna kulit
Foto Jihan Fahira ini menunjukkan foto rekayasa, Karena perbedaan warna kulit antara wajah dengan leher atau tubuh. Juga berbeda dari arah datang cahaya dan intensitas cahaya.
Foto rekayasa berbeda  dalam warna kulit
7. Proporsi tubuh
Foto asli, selalu memberikan proporsi tubuh yang ideal, misalnya perbandingan kepala dengan leher, perbandingan kepala dengan badan. Jika orang yang merekayasa foto kurang terampil, perbandingan yang ada tidak natural.
8. Logika
Meskipun kita telah menggunakan teknik-teknik di atas atau yang lebih canggih (analisis histogram, error level, dan gray level) untuk menyelidiki suatu foto itu asli atau rekayasa, jika orang yang merekayasa foto tersebut sangat mahir, hasil fotonya kelihatan benar-benar asli dan natural. Dalam kasus ini kita menggunakan logika sebagai manusia, misalnya:
  1. Tidak mungkin RS telanjang di depan kamera, jika Anda melihat foto tersebut, pasti itu foto rekayasa.
  2. Siti Nurhaliza memiliki bentuk tubuh yang ideal, jika Anda melihatnya berbeda dalam beberapa foto, berati salah satu dari foto itu adalah rekayasa.
  3. Tidak mungkin Artika Sari Dewi berada di ruang ganti bersama dengan waria.Source

Minuman Keras Asli Fermentasi Hewan Beracun


Apakah anda seorang penikmat minuman beralkohol? klo iya apakah anda pernah mencoba minuman terkeras di dunia yg bahan bakunya sangat aneh ini? bahkan menurut sumber campuran kandungan alkohol dan fermentasi hewan berbisa ini bisa menghasilkan asam yg keras dan sensasi luar biasa tersendiri bagi peminumnya.. anda ingin coba?
















only-top-artikel.blogspot.com

Wajah Asli Personel Band Yang Suka Bertopeng

1. BERZEKER




2. BUCKETHEAD




3. DAFTPUNK



4. GWAR




5. LORDI




6. STRAIGHTJACKETS




7. MUSHROOMHEAD




8. SLIPKNOT




9. THE RESIDENTS




10. KUBURAN




11. KISS




 





source: http://feedprxy.google.com/~r/trov/~3/mclCA5O5esQ/11-wajah-asli-grup-musik-dunia-yang.html

Rokok BB Asli Buatan Indonesia !

HAhaha… nggak ada kata lain selain kata GOKIL untuk rakok asli Indonesia yang satu ini. Langsung liat aja deh >
 



http://gokilonline.com/rokok-bb-asli-buatan-indonesia/

Bagaimana Mengetahui Email Palsu atau Asli?

JAKARTA - Beredarnya email yang meminta orang meneruskan pesan untuk mendapat iPhone gratis diyakini palsu dan bisa berbahaya. Lalu bagaimana cara membedakan email palsu dan asli?.

Menurut pakar keamanan ITB Agung Harsoyo jenis pengiriman email berantai seperti itu bisa digolongkan undian, karena ada hadiah yang akan didapatkan. Untuk melihat benar tidaknya undian tersebut, maka dapat diketahui dari keberadaan pihak ketiga selaku penjamin legalitas.

“Jika sebuah perusahaan atau pihak melakukan undian, pasti ada pihak ketiga yang mengawasi. Misalnya yang berkaitan dengan legalitas. Sesuatu itu harus dapat diverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.

Agung Harsono mengatakan jika informasi itu benar dari Apple dan kemudian tidak memberikan hadiah maka dapat dituntut secara hukum. Bentuk undian seperti ini juga dapat menjadi gambaran bagaimana perilaku internet masyarakat Indonesia yang ingin cara mudah dalam mendapatkan sesuatu.

“Ini saya rasa cuma ulah iseng. Kemungkinan besar 50% masyarakat sudah mengerti bahwa ini berita bohong. Tapi masih ada yang percaya dan memiliki harapan untuk mendapatkan hadiah dengan cara mudah. Saya sedikit menyayangkan soal ini. biasanya, easy come, easy go,” kata CEO vaksin.com Alfons Tanujaya.

Namun, Alfons mengatakan tersebarnya email itu juga ada sisi positifnya. Fenomena itu bisa dilihat oleh pihak marketing untuk memasarkan produk dengan cara undian, jika dirasakan budaya itu masih populer di masyarakat.

Ia menegaskan kecil sekali kemungkinan perusahaan besar akan memberikan hadiah dengan cara yang gampang, karena Apple bisa mengalami kerugian besar.

“Saya pikir bisa bangkrut kalau ini benar. Kan gampang sekali. Cuma tinggal kirim ke 20 orang atau 100 orang semua bisa mengirim. Terus, jika benar, bayangkan berapa banyak pihak Apple harus mengirim iPod sebagai hadiah. Emang mereka tidak rugi?”.

Sebuah email menyebar akhir pekan lalu yang menyebut Apple akan membagi iPhone 3G gratis. Email itu mencatut Apple Corporation yang berkantor pusat di Cupertino akan membuka kantor pemasaran di Jakarta.

“Produk yang kami pasarkan adalah Hand Phone tipe iPhone3G yang dilengkapi dengan teknologi GPS, Wi-Fi, bluetooth, video-audio, camera-photo, 16GB flash drive capacity, dll. Details produk kami silakan kunjungi: http://www.apple.com/iphone/specs.html,” sebut email itu.

Email itu juga menyatakan untuk peluncuran perdana di Indonesia, maka Apple akan memberikan secara gratis produk terbaru HP iPhone3G. Dengan memberikan iPhone3G itu, Apple berharap akan mendapatkan umpan balik yang berharga dari pelanggan dan mendapatkan efek promosi berantai yang besar.

Namun email itu menyuruh penerima email untuk memfoward pesan kepada 20 orang teman. Setelah dua minggu pengiriman, maka akan menerima sebuah iPhone3G.

Jika memforward ke 40 orang, maka akan menerima dua produk 1 buah iPhone3G dan 1 buah iPod classic berkapasitas 120GB.

Namun yang aneh pengirim email meminta akan email di copy/Cc ke applecorpjkt@mail2europe.com dengan alasan agar Apple bisa mengetahui orang yang telah memforward pesan. Supaya meyakinkan, email itu mencatut Julia Christvanie, Regional Sales Manager Apple Corporation – Jakarta Office Sudirman Square Office Tower Tower B Lt 23 JI Jend Sudirman Kav 45-46 Jakarta Selatan 12930 Email: applecorpjkt@mail2europe.com[ito]

Djoko Pasiro, Penemu Listrik Tenaga Gravitasi [Orang Indonesia ASLI]

Lebih Dekat dengan Djoko Pasiro, sang Penemu Listrik Tenaga Gravitasi (1)
Eksperimen Sejak 1980-an, Habiskan Rp 65 Juta

Semula, Djoko Pasiro mungkin bukan siapa-siapa. Dia hanya tukang servis barang-barang elektronik. Namun, sejak dia menemukan listrik tenaga gravitasi namanya mulai dikenal. Dan, kini dia mulai banyak diperhitungkan.


MENYANDANG predikat sebagai lulusan STM (jurusan elektronik), Djoko-sapaan akrabnya-mungkin tidak bisa membanggakan diri. Sebab, dia hanya lulusan pendidikan menengah yang cenderung dipandang sebelah mata.


Tapi, siapa sangka jika di balik itu tersimpan potensi besar pada diri Djoko. Dia bukan saja mampu mengaplikasikan ilmunya saat didapat dari bangku sekolah dulu (sekitar tahun 1987), namun lebih dari itu Djoko juga punya kemampuan terpendam.


Tak heran, sampai-sampai Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebutnya sebagai mutiara terpendam. Hal itu seakan semakin dibenarkan dengan sikap Djoko yang kalem dan santun. Kesederhanaan juga sangat tampak dalam kesehariannya.


Tinggal di sebuah gang dengan rumah apa adanya, tak membuat Djoko mati kreatifitas. Dari rumahnya yang terlihat (maaf) kumuh, dia mampu melahirkan ide-ide teknologi terapan. Dari tempat tinggal sederhananya itu pula dia mampu bereksperimen sebuah teknologi.


Dari keterangannya, Djoko lahir di Pontianak 40 tahun silam. Ketika itu, orang tuanya yang anggota polisi memang bertugas di Pontianak selama beberapa tahun. "Tapi, saya kecil sampai besar di Pamekasan," tuturnya kalem.


Djoko mengakui, sejak kecil memang suka dengan elektronika dan mesin. Itu dibuktikan dengan keberaniannya sejak SD mengotak-atik barang-barang elektronik milik keluarganya.


"Sejak kecil sudah penasaran dengan lampu sepeda pancal yang menempel pada roda. Menurut saya ketika itu, bagaimana bisa hanya dengan alat pemutar sederhana bisa menjadi lampu," katanya.


Bakatnya mulai makin terlihat ketika Djoko masuk usia SMP. Ketika itu, dia makin sering mengotak-atik barang elektronik seperti radio, TV, dan lainnya. "Sejak STM saya sudah bisa menyervis radio maupun TV. Sejak itu pula saya mengenal banyak ilmu elektro," ungkapnya.


"Bahkan, guru saya di STM saja sering membawa TV ke rumah untuk diperbaiki. Itu karena mungkin melihat bakat saya," imbuhnya.


Pada saat kelas 2 STM, Djoko mengaku sudah bisa merangkai parabola manual. "Ketika itu memang yang ada hanya manual. Digital itu kan baru-baru ini," terangnya.


Puncaknya ketika lulus STM. Keinginannya untuk mengembangkan teknologi semakin menjadi. Termasuk, dalam menjawab rasa penasarannya melihat lampu sepeda pancal yang digerakkan hanya dengan pemutar sederhana saat SD.


"Sejak akhir 80-an saya mulai berpikir tentang mekanik gravitasi. Tapi sering terkendala. Sebab, saya juga harus melayani servis elektronik dan mesin warga yang datang," katanya.


Meski sibuk dengan pekerjaan sebagai tukang servis, Djoko tetap berpikir tentang bagaimana caranya membuat energi dengan gravitasi. "Bertahun-tahun saya tinggalkan eksperimen. Baru pada akhir 1990-an saya mulai mencoba lagi," tuturnya.


Dan, pada 2004 silam, Djoko mulai bereksperimen dengan banyak teknologi. Salah satunya membuat mobil listrik. Ketika itu dia menjalin kerjasama dengan salah satu sekolah teknik di Sampang.


"Contoh mobil listriknya sudah jalan dan pernah dicoba di area Monumen Arek Lancor. Namun karena konsensus tidak jelas, akhirnya saya hentikan. Bahkan, ketika itu sudah sampai dikirim ke Jakarta oleh sekolah tersebut untuk dikembangkan di Depdiknas," terangnya.


Dari pembuatan mobil listrik inilah muncul ide Djoko membuat teknologi baru agar menghasilkan energi. "Sejak itu memang saya konsentrasi menciptakan energi mekanik gravitasi. Upaya itu butuh kesabaran. Sebab, baru sekitar 2008 berhasil. Dan, ketika itu sudah ada teman mengupayakan pengembangan ke Jogjakarta. Tapi gagal karena saya dirugikan," ungkapnya.


Djoko mengakui, untuk bisa menghasilkan energi listrik tenaga mekanik gravitasi tak terhitung biaya yang sudah keluar. "Seingat saya, sampai akhirnya sukses tak kurang dari Rp 65 juta habis. Itu hanya untuk biaya eksperimen," tuturnya.

Lebih Dekat dengan Djoko Pasiro, Sang Penemu Listrik Tenaga Gravitasi (2-Habis)
Buat Helikopter dari Mesin Vespa, Tekuni Filosofi Einstein



Djoko Pasiro tidak pernah puas dengan suatu karya. Dia tidak hanya bereksperimen tenaga listrik tenaga gravitasi saja. Ada banyak karya lain yang pernah dan sedang dikembangkan. Apa saja?

BAGI orang yang baru kali pertama bertemu, Djoko terkesan kurang meyakinkan. Namun, ketika dia mulai bicara soal sebuah temuan dan karya berbasis teknologi, kemampuan dan kelebihannya mulai tampak.

Begitu pula kesan pertama saat Djoko bertemu Bupati Pamekasan Kholilurrahman pada Senin 2 Februari lalu. Penampilannya yang kalem dan sederhana sempat membuat sejumlah wartawan melihat sebelah mata. Namun, itu tidak berlangsung lama.

Ketika bapak dua anak itu mulai mengenalkan temuannya, dia terlihat meyakinkan. Djoko juga tidak segan untuk menjelaskan dengan bahasa teori yang ilmiah. Seperti dengan penjelasan yang sedikit berbau fisika.

Bahkan, dia juga tak segan berbicara secara teoritik tekstual. Sejumlah wartawan sampai kebingungan sendiri saat Djoko menjelaskan temuannya itu. "Sedikit banyak saya tahu rumus-rumus fisika modern, " ujarnya sambil melirik bupati.

Dari penjelasannya kepada wartawan, Djoko mengaku tidak hanya mengembangkan tenaga listrik gravitasi. Dia juga tengah dan akan terus mengembangkan sejumlah temuan. Misalnya, pembuatan kompor tanpa BBM (bahan bakar minyak), mobil listrik, micro helikopter hingga kapal layang.

Namun, dari sekian garapannya Djoko masih konsentrasi pada pengembangan penemuan energi listrik tenaga grativitasi. "Lainnya hanya bersifat pengembangan. Semua itu sudah pernah uji coba dan hanya bergantung kepada modal saja. Kalau punya modal, kapan saja bisa buat, " terangnya.

Pembuatan kompor tanpa BBM, misalnya. Menurut Djoko, cara kerjanya sangat sederhanya, mirip-mirip dengan energi listrik tenaga gravitasi. "Secara prinsip hampir sama, yakni mengandalkan kumparan untuk mengubah energi listrik menjadi energi panas, " katanya.

Sedangkan mobil listrik, micro helikopter, dan kapal layang diakui juga sudah pernah diujicobakan. "Untuk mobil listrik yang pernah kerjasama dengan salah satu STM di Sampang itu. Begitu juga helikopter. Ini juga sudah pernah uji coba di Batuan, Sumenep, dua tahun lalu, " ungkapnya.

Ditanya secara mendalam tentang cara kerja micro helikopter, Djoko secara gamblang memberikan penjelasan. Menurut dia, pembuatannya memang cukup rumit. Sebab, harus menggunakan rotor khusus yang fleksibel.

"Helikopter itu kan kekuatannya pada rotor. Rotor yang bisa mengangkat badan, membelokkan bodi, dan maju mundur maupun turun naik, " terangnya.

Untuk bisa membuat micro helikopter, Djoko mengaku hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 5 juta. Itu digunakan untuk membeli mesin vespa baru, membuat baling-baling dari baja, kerangka dari besi khusus cor-coran, maupun panel. "Tapi, itu di luar biaya kerja lho, " katanya lalu tersenyum.

Apa yang mendasari Djoko bisa bereksperimen tentang teknologi? Menurutnya, teknologi bisa ditemukan dan dikembangkan sesuai kemampuan manusia. Itu bergantung kepada kemauan dan kerja keras dari masing-masing pribadi.

"Saya percaya semua upaya pasti akan menghasilkan sesuatu. Termasuk, dalam hal teknologi. Einstein (Albert Einstein,Red) saja sukses setelah gagal, tetapi terus berusaha, " ujarnya.

Djoko menambahkan, untuk pengembangan teknologi juga dibutuhkan biaya besar. Selain itu, diperlukan keseriusan untuk mengembangkannya. "Saya saja, biaya eksperimen itu tidak langsung dalam jumlah besar. Saya kumpulkan uang hasil servis bertahun-tahun baru sukses kembangkan energi listrik tenaga gravitasi," pungkasnya. (mat)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

PAMEKASAN, SELASA—Setelah pembangkit listrik Jodhipati buatan Djoko Suprapto, kini giliran pembangkit listrik tenaga gravitasi yang kini mulai membuat heboh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bahkan memastikan akan membantu pengurusan paten penemuan energi listrik tenaga gravitasi oleh Djoko Pasiro (40) warga Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan itu.

"Kami akan membantu mengurus semua kelengkapan administrasinya untuk mendapatkan hak paten atas temuan Pak Djoko ini," kata Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Pemkab, Drs. Abd Razak Bahman, Selasa (3/2).

Bahkan, kata mantan Kabag Kesra itu, Pemkab juga akan menyediakan dana khusus dari APBD. Sebab penemuan energi listrik tenaga gravitasi Djoko Pasiro tersebut juga merupakan aset bagi pemerintah daerah dan warga Madura pada umumnya.

"Kalau dimanfaatkan secara optimal dengan modal yang cukup, saya yakin di Madura, khususnya di Pamekasan tidak akan pernah kekurangan energi listrik," katanya.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Menurut Abd Razak Bahman, temuan Djoko Pasiro tersebut, memang murni merupakan temuan teknologi canggih, bukan rekayasa sebagaimana pernah terjadi di daerah lain. Hal itu setelah Pemkab dan Bupati Pamekasan meninjau langsung ke rumah Djoko Pasiro, Senin (2/2).

"Dari hasil kunjungan itulah bupati lalu memerintahkan kami untuk menguruskan hak paten hasil kekayaan intelektual Pak Siro ini. Sekaligus dengan dananya. Sebab dia sendiri merasa kesulitan untuk mengurusnya," katanya.

Temuan energi listrik tenaga gravitasi yang spektakuler warga Kelurahan Gladak Anyar itu, kini sudah dimanfaatkan penerangan kebutuhan listrik di rumahnya dan tetangga sekitar Djoko Pasiro di Kampung Patemun. Terkait penemuannya itu, Djoko menyatakan kesiapannya diuji secara ilmiah.

Bahkan warga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang servis elektronik itu juga mengaku pernah mempresentasikan penemuannya itu di Yogyakarta di sebuah lembaga penelitian teknologi. Bahkan ketika itu temuan Djoko tersebut sudah ditawar Rp5 miliar, tapi lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Pamekasan itu menolak dengan alasan ingin mengembangkannya di Madura.

"Dengan uang sejumlah itu saya bisa membeli rumah baru dan fasilitas lainnya, tapi saya tetap merasa rugi. Sebab saya seolah tidak punya temuan, karena menjadi milik orang lain," terangnya.

Menurut Djoko Pasiro, temuan itu merupakan hasil penelitian yang ia lakukan selama puluhan tahun, sejak belajar di bangku sekolah.

"Saya bersedia menjelaskan secara ilmiah dan mempraktekkan ke publik nantinya apabila temuan saya sudah memiliki hak cipta," katanya menjelaskan.

Selain akan menguruskan hak patennya, Pemkab juga berjanji akan membantu Djoko untuk mencarikan investor nantinya.

"Kami berharap, kalaupun nanti sudah ada investor setelah ada hak paten, pengembangan lebih lanjut tetap di Pamekasan. Sehingga, kalau harus diproduksi masal, pabriknya harus di sini," kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

Menurut Djoko Pasiro, pihaknya sudah menyiapkan tujuh tipe dari temuannya itu dan semuanya sudah dihitung secara ilmiah. Masing-masing tipe menunjukkan besarnya watt yang akan dihasilkan. Yakni antara 2.500 watt untuk hingga ribuan megawatt dengan biaya sekitar Rp 15 juta hingga ratusan juta rupiah bergantung pada tipe masing-masing.

"Kalau tipe yang menghasilkan 2.500 watt seperti yang sudah saya coba itu hanya Rp15 juta. Tapi kalo hingga tipe yang ribuan megawatt tentunya kisaran ratusan juta," terangnya.

POLYTRON Ternyata PRODUK INDONESIA ASLI

Polytron dan Perjuangan Industri Nasional

MELIHAT atau mendengar merek Polytron, boleh jadi yang terbayangkan adalah produk elektronik dari luar negeri. Padahal, sesungguhnya Polytron lahir di Tanah Air, di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), yang kemudian menembus pasar Eropa, ASEAN, Timur Tengah, dan Australia. Bahkan, Polytron bisa dikatakan kini tinggal satu-satunya produk nasional-tanpa prinsipal-yang masih bertahan, setelah melalui perjuangan panjang dan gelombang pasang surutnya industri elektronik nasional. Kompas/andi suruji

Menurut yang punya merek, Polytron merupakan gabungan dua kata, yaitu poly yang berarti banyak, dan tron diambil dari kata elektronik. Jadi, Polytron diartikan sebagai kumpulan (banyak) elektronik. Barang elektronik, seperti produk audio, video, kulkas, mesin pengatur suhu udara (AC), dan pompa air merek Polytron sebenarnya lahir dari tangan putra-putri Indonesia di Kudus, Jateng, yang diakui pemiliknya kini menguasai 15 persen pangsa pasar produk elektronik nasional untuk produk sejenis.

Mengapa harus pakai merek Polytron yang seperti kebarat-baratan?

"Itu strategi bisnis. Waktu itu, kan masyarakat kita senang sekali dengan produk luar. Dan kami tidak berani mengiklankan produk kami. Sekarang kami sudah berani memberikan garansi dua sampai tiga tahun, karena kami yakin mutu produk kami," ujar Direktur Utama PT Hartono Istana Teknologi (HIT) J Arief Hartono yang memang turut membidani lahirnya industri ini.

Kisahnya, tanggal 16 Mei 1975, pemilik pabrik rokok PT Djarum mendirikan perusahaan bernama PT Indonesian Electronic & Engineering dengan modal disetor Rp 50 juta, untuk memproduksi barang elektronik. Waktu itu, perusahaan sejenis sudah banyak yang lahir dan boleh dikata sudah berkembang lebih dulu. Ini tantangan, sekaligus langkah revolusioner dari sebuah industri rokok yang melebarkan sayap bisnisnya ke industri elektronik. Apalagi, sejak awal, para pendirinya langsung mencanangkan, kelak industrinya ini harus mandiri, kendatipun tidak punya pengalaman di bidang industri elektronik. Tekad itu pula membuat pemilik usaha ini pun sejak awal enggan melibatkan modal asing. Karena itulah, perusahaan ini tidak memiliki prinsipal, sehingga perusahaan tidak perlu membayar royalti dari setiap unit produk yang dihasilkan dan dijualnya.

Setelah perusahaan berdiri, dua tahun kemudian, yakni 1977, direkrutlah 14 orang wanita yang ada di kota Kudus untuk dilatih menyolder demi keperluan perakitan komponen menjadi rangkaian suatu unit produk. Soalnya, mereka itu bukan berlatar belakang pendidikan teknik, melainkan lulusan SMEA dan SMA. Meskipun kemudian induk perusahaan, yakni PT Djarum, menempatkan empat orang teknisinya yang berlatar belakang pendidikan teknik ke perusahaan baru itu. Komponen-komponen radio kecil pun didatangkan dari Singapura untuk dijadikan bahan pelatihan bagi 14 wanita tersebut. Jadi dari tahapan inilah sebenarnya cikal bakal produk bermerek Polytron (juga beberapa merek lain seperti Digitec) berkembang setelah melalui berbagai hambatan dan tantangan. Ketekunan dan kemauan keras menjadi kunci suksesnya. "Ya, harus bagaimana. Kami ini kan latar belakangnya usaha rokok, tidak punya pengalaman di bidang elektronik. Mau tak mau harus belajar, belajar dan belajar," ujar Arief.

DI tahun 1977 itu pula, perusahaan mulai mengembangkan produk televisi dengan mendatangkan komponen-komponen dari Belgia. Itu bersamaan dengan alih teknologi dari Philips-MBLE Belgia. Di pabriknya di Kudus, komponen-komponen itu dirakit untuk diproduksi secara massal. Itulah produk televisi pertama yang mereka lepas ke pasar domestik, menandai sejarah baru kelompok usaha ini, dengan memunculkan merek Polytron. "Akan tetapi, kami gagal karena pasarnya tidak ada," tutur Arief. "Sudah televisinya besar, perlu ditambah lagi salon atau kotak. Semakin besarlah televisi itu," kata Arief lagi. Suka duka mengembangkan industri elektronik ini juga dirasakan saat barang dipasarkan ke toko-toko di Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya. "Enggak ada toko yang mau menerima barang kami. Kadang-kadang pega-wai penjual (sales) kami malah disuruh si pemilik toko untuk mengantar barang, padahal kehadirannya di toko itu untuk menjelaskan produk kami kepada calon pembeli. Kami tidak punya brosur, sehingga produk harus diangkut ke toko untuk diperlihatkan dan dijelaskan kepada calon pembeli. Banyak orang yang melihat produk kami pun tidak mau. Bahkan, ada teman saya sendiri yang cuma mau menerima saya bertemu, tetapi tidak mau membicarakan produk kami. Ya, begitulah perjuangan kami. Saya alami sendiri yang namanya diusir pemilik toko," tutur Arief. Gagal tak berarti harus putus asa. Justru kegagalan itu menjadi cambuk untuk meraih keberhasilan dengan mencoba dan terus mencoba lagi. "Ya, memang kami orang rokok mau belajar elektronik, enggak bisa sekali jadi dong," katanya lagi.

Setir dibanting, dan arah haluan pun berubah. Dibeli lagi komponen-komponen produk-produk televisi dari Hongkong. Mulailah dirakit TV hitam-putih 20 inci. Saat yang sama, perusahaan mulai membentuk lembaga riset dan pengembangan yang kemudian membuat PT Hartono Istana Electronics (tahun 2000 berubah nama menjadi PT Hartono Istana Teknologi) menjadi manufacturer yang menciptakan sendiri disain produknya (self design product).

Meski demikian, produk lain juga dicoba, seperti memproduksi radio compo yang kemudian berkembang ke produksi audio yang semakin tinggi mutunya dengan sasaran kelas atas. Dengan bekerja sama dengan perusahaan televisi Salora, diakui Arief, perusahaan asal Finlandia yang kemudian terkenal dengan merek Nokia itu, cukup membantu dan membimbing Polytron dalam hal alih teknologi.
HIT kemudian berhasil mengembangkan teknologi hemat energi (40 watt) untuk TV warna 17, 20 dan 26 inci yang menjadikan merek Polytron semakin luas dikenal masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, televisi yang semula dengan daya listrik 40 watt, diubah menjadi 20 watt. "Saya kira ini yang pertama di dunia," ujar Arief bangga.
Usia perusahaan belum cukup 10 tahun, ketika sudah bisa meluncurkan produk hasil disain sendiri.

Sampai kini sudah belasan produknya dipatenkan, baik di dalam maupun di luar negeri. Di tahun 1990, pangsa pasar produk TV warna audionya menjadi nomor satu di Indonesia. Pasar ekspor kemudian dijajal. Akan tetapi, Polytron tidak langsung berkibar dengan mereknya sendiri. Soalnya, buyer di Jerman hanya mau menerima produk Polytron itu kalau "bajunya" diganti sesuai keinginan buyer. "Padahal itu bulit-up, utuh produk kami. Mereka cuma ganti merek, seperti Cancer, Condor dan lain-lain," kata Arief.

Ini produk-produknya
Spoiler for produk polytron:


Yang ini TV ane nih udah ada slot mmc ama fdnya, nonton film tinggal colokin fd aja.
Spoiler for lsidi:
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3360731