Tampilkan postingan dengan label Narsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narsis. Tampilkan semua postingan

Orang Narsis Punya Bakat Curang

http://ilikesunflower.files.wordpress.com/2010/05/monyet-narsis-udah-dong-nyet-jangan-ngaca-mulu.jpg
Kata narsis sering digunakan sebagai istilah untuk menyebut orang yang 'gila foto' dan membanggakan diri sendiri. Padahal, narsis merupakan penyakit mental yang si penderitanya lebih mungkin memiliki bakat untuk berbuat curang.

Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Dan sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa orang dengan karakter narsis memiliki kecenderungan untuk berbuat curang, baik pada tugas dan nyontek ujian sekolah.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang narsis termotivasi untuk menipu dan berbuat curang karena sifatnya yang selalu ingin pamer kepada orang lain. Orang narsis juga tidak pernah merasa bersalah dengan tindakannya.

"Orang narsis benar-benar ingin dikagumi oleh orang lain. Saat menjadi pelajar, ia selalu ingin mendapat nilai bagus dengan cara apapun termasuk berbuat curang dengan menyontek," kata Amy Brunell, penulis studi dan asisten profesor psikologi di Ohio State University di Newark, dilansir Medindia.

Menurut Brunell, orang narsis cenderung lebih egois, melebih-lebihkan bakat dan kemampuannya serta kurangnya rasa empati kepada orang lain.

"Narsisis (sebutan untuk orang narsis) merasa perlu untuk mempertahankan citra diri yang positif dan mereka kadang-kadang akan menyisihkan kekhawatiran etis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan," jelas Brunell lebih lanjut.

Studi yang dilakukan tim Brunell melibatkan 199 mahasiswa. Pada studi ini, peneliti mengukur tingkat narsisme dengan memilih pernyataan yang paling menggambarkan sifat partisipan.

Misalnya, partisipan dapat memilih antara 'saya tidak lebih baik atau tidak lebih buruk daripada kebanyakan orang' atau 'saya berpikir saya orang yang spesial'.

Peneliti juga mengukur tingkat 'harga diri' partisipan dan menanyakan seberapa sering partisipan berbuat curang dengan menyontek pada saat mengerjakan tugas atau ujian sekolah selama satu tahun terakhir.

"Kami menemukan bahwa salah satu bagian yang lebih berbahaya dari narsisisme-eksibisionisme (keinginan untuk pamer dan menjadi pusat perhatian) adalah terkait dengan kecurangan, dalam hal ini kecurangan akademik," jelas Brunell.

Brunell mengatakan, keinginan untuk memamerkan diri benar-benar membuat orang dengan karakter narsisme lebih mungkin untuk melakukan tindakan curang.

Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online di jurnal Personality and Individual Differences.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :
  1. Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
  2. Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
  3. Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
  4. Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
  5. Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
  6. Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
  7. Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
  8. Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
  9. Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
  10. Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah

Sumber:http://www.detikhealth.com/read/2010/12/06/094914/1509650/763/orang-narsis-punya-bakat-curang?ld991103763

Jumlah Orang Narsis Di Indonesia Menurut GOOGLE

Semenjak situs-situs jejaring sosial macam Facebook bermunculan di Internet, semenjak itulah muncul jiwa-jiwa narsisme di sana. Tapi tahukah anda berapa jumlah orang Indonesia narsis di Internet menurut Google? Mari bandingkan juga dengan orang yang mawas diri.




Source

Foto Narsis Nenek Umur 70 Tahun Gemparkan Cina


Seorang wanita tua berumur 70 tahun, telah menggemparkan China bagaikan badai, setelah beberapa foto nya muncul di forum Cina.

Mungkin terlihat aneh untuk wanita seusianya untuk bertindak konyol seperti itu, tetapi menurut Sun Linchong, cucu perempuannya, dan orang di belakang kamera, nenek ini sangat luar biasa terbuka dan positif dengan hal-hal baru. Bersama-sama mereka menyiapkan beberapa alat peraga dan mengambil foto lucu, hanya untuk tertawa.

Ketika upload foto set pertama dilakukan, Sun Linchong tidak tahu neneknya akan menjadi heboh di internet Cina, tetapi orang-orang yang pernah melihatnya langsung terpesona. Sekarang duo ini secara teratur meng-upload foto lucu yang tampaknya mengingatkan pemirsa, nenek yang mereka cintai.







Jangan Narsis di Facebook Atau Bakal Kena Banned !!


Jika Anda menjadi salah satu dari 350 juta pengguna Facebook, mungkin Anda sempat melihat perubahan dari profil teman Anda, yang mengganti foto profil dengan gambar selebritis, karakter kartun, muppet, dan figure lainnya. Hal tersebut dikarenakan sebuah virus yang bernama “Doppelganger Week” yang ada di situs jejaring social tersebut. Untuk berpartisipasi, user hanya perlu mengubah profile picture user dengan sebuah gambar selebriti atau figure artis lainnya.

Tidak ada yang pasti darimana dan siapa yang memulai Doppelganger Week tersebut. Namun, dengan mengganti foto profil dengan gambar selebritis, maka dapat melanggar ToS Facebook, Dalam term of service Facebook disebutkan, “Anda tidak boleh memposting content atau tindakan apapun di Facebook yang melanggar atau memicu kekerasan terhadap hak orang lain atau melanggar hukum, maka Facebook dapat menghapus content atau informasi yang diposting user di Facebook jika pihaknya mempercayai bahwa hal itu telah melanggar Statement ToS Facebook, kecuali jika user sendiri memang artis atau user membeli lisensi dari foto tersebut.

Untuk pengguna Facebook yang ingin dunia tahu bahwa dirinya mirip dengan artis, maka tampaknya belum ada niat untuk menarik foto Doppelganger Week.




sumber :
http://www.fobita.com/2010/02/03/jangan-narsis-di-facebook-atau-bakal-kena-banned/