Tampilkan postingan dengan label Pun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pun. Tampilkan semua postingan

Cape Deh.. Jadi Presiden, Bermain Gitar Pun Di-Kritik

Nasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada para pejabat dan petugas penanggulangan bencana alam pasca-letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, agar jangan berkecil hati dengan kritik media massa ternyata juga harus ditujukan kepada dirinya.
Pasalnya, Presiden mengaku mendapat kritik pedas saat ingin menghibur para pengungsi bencana alam dengan cara bermain gitar.
"Waktu itu saya bermalam di tempat pengungsian dan ikut bermain gitar untuk menghibur penduduk di lokasi penampungan bencana alam, tetapi ternyata saya dikritik pedas di Jakarta. Saya dinilai tidak semestinya orang sedang susah, tetapi bermain gitar," ungkapnya saat memberikan pengarahan di Pendopo Kabupaten Tanah Karo, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumut, Senin (6/9/2010) siang.
Menurut Presiden, sebenarnya ia bertujuan baik. "Kita tahu dalam situasi seperti ini memang menghadapi situasi yang tidak mudah, tetapi tidak apa-apa. Teruskan bekerja melayani rakyat," tambah Presiden.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Presiden juga menyatakan, teruskan bekerja meskipun penanganan pengungsi dinilai masih kurang baik.
Dalam catatan Kompas, foto Presiden Yudhoyono tengah bermain gitar di antara para menteri di tendanya di lokasi pengungsian pasca-letusan Gunung Merapi pernah dikirimkan fotografer kepresidenan kepada media massa pada tahun 2006.
Foto-foto tersebut kemudian dimuat sejumlah media massa, termasuk Kompas. Selanjutnya, foto tersebut disambut dengan berbagai kritik. Bahkan, informasi yang beredar hingga kini, fotografer kepresidenan, yang memotret dan mengirimkan foto Presiden bermain gitar bersama sejumlah menterinya kepada media massa, mendapat teguran dari Istana.
 
http://feeds2.feedburner.com/blogspot/Uyxg

Kaskus Pun Di Klaim Milik Malaysia

Setelah saya jalan-jalan keliling mencari berita mengenai memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia, eh ketemu forum Malingsia ini yang menurut ane sudah terlalu buat hubungan kedua negara tambah memanas terutama di dunia maya ini...Mungkin ini cuma sekedar iseng bagi yang posting, tapi keisengan tersebut menurut ane sudah menggambarkan mental orang - orang Malingsia yang Emang Maling?
Dari Mulai Klaim Tarian, Klaim Batik, Klaim Pulau, Klaim Batas Wilayah, Wasit Indonesia di Pukul Polisi Malaysia, sampai sekarang Petugas Laut kita di tangkap...ehm maunya opo yah??

Langsung simak aja beberapa cuplikan dari Forum Malingsia


Mau tau Alamat Forum nya???
 
http://sirremojr.blogspot.com/2010/08/kaskus-pun-di-klaim-milik-malaysia.html

Jika Saya Orang Indonesia, Saya Pun Akan Membenci Malaysia (Pengakuan Blogger Malaysia)


http://www.equator-news.com/uploads/berita/dir14052010/img14052010191711.jpg
Dalam sebuah blog di situs Star Online, muncul tulisan dari seorang beridentitas malaysiamanaboleh.

Pemerintah menyadari mereka memperlakukan buruk orang Indonesia. Mengapa memelintir cerita dan menganggap kita tak tahu apa-apa?

Saya menyarankan warga Malaysia memosisikan diri sebagai orang Indonesia agar bisa memahami perasaan 235 juta jiwa orang Indonesia. Para buruh migran di Malaysia sering menerima perlakuan buruk oleh majikan mereka. Buruh migran yang menjadi korban pun tidak mendapat perlindungan hukum dari aparat hukum Malaysia yang seharusnya melindungi mereka.

Keadaan menjadi lebih buruk karena pemerintah dan media membuat stigma buruk terhadap pekerja asing. Citra buruk itu melekat sedemikian rupa.

Dalam banyak hal, kebanyakan orang Malaysia selalu menghubungkan buruh migran sebagai orang Indonesia bergaji murah, berpendidikan rendah, banyak terlibat kejahatan sehingga tidak perlu dihormati serta bermental pemeras.

Pemahaman tersebut tidak benar sama sekali. Pandangan tersebut sangat bias dan diskriminatif. Banyak orang Indonesia yang berpendidikan tinggi ataupun menjadi pekerja migran eksekutif. Tentu saja, pekerja yang tidak terdidik akan mendapat bayaran rendah serta bekerja di negara lain seperti Malaysia.

Jumlah buruh migran di Malaysia mencapai 10 persen dari keseluruhan penduduk Malaysia. Tentu tidak heran jika 10 persen dari 100 persen angka kejahatan disumbangkan oleh pekerja asing. Di dalam media setiap hari juga muncul berita soal perampokan, pembunuhan, dan pemerkosaan yang dilakukan oleh warga Malaysia sendiri.

Jika saya orang Indonesia, saya pun akan membenci Malaysia.

Saya merasa lebih malu lagi karena Malaysia tidak mampu memahami bahwa buruh migran pun berhak atas perlindungan hukum dan hak asasinya perlu dijaga. Seorang bloger lain beridentitas PatrickJB adalah satu dari sekian banyak orang Malaysia berpandangan bias seperti itu, yang juga menulis di blog saya. Saya sedih karena orang-orang seperti itu ternyata ada.

Saya tidak akan merasa heran lagi jika Malaysia tak akan bisa menjadi tempat yang lebih baik. Karena realitas yang terjadi tidak hanya ada di hadapan saya. Kenyataan adalah realitas seperti itu adalah orang-orang seperti Anda. Realitasnya adalah Anda.

Blog ini juga dikomentari bahwa RELA (bagian aparat Malaysia) suka memeras. (ONG)

sumber:
kompas.com

Patah Tulang pun Bisa Mematikan


FRAKTUR atau patah tulang bisa juga mengancam jiwa penderita. Sekitar 20 persen di antara risiko kematian akibat patah tulang itu disebabkan fat embolism syndrome (FES)/sindrom embolisme lemak.



FES merupakan komplikasi pada fraktur. Menurut dr Erwien Isparnadi SpOT, kondisi itu disebabkan terurainya butiran lemak sebesar 10 mikrometer pada sumsum tulang. Butiran lemak itu lalu masuk ke pembuluh dan ikut dalam sirkulasi darah. Kebanyakan FES terjadi pada tungkai kaki yang mengalami trauma. Sebab, produksi sumsum tulang di daerah tersebut sangat tinggi. ''Tulang dengan rongga terbesar adalah tungkai. Tak heran bila produksi sumsumnya juga tinggi. Padahal, sumsum tulang mengandung 90 persen lemak,'' jelasnya.

Staf medis fungsional ortopedi RSU Haji Surabaya itu menuturkan, yang paling rentan mengalami komplikasi fraktur tersebut adalah mereka yang berada di kisaran usia 20-30 tahun. Sebab, pada usia itu, produksi lemak di tulang meningkat. Biasanya, komplikasi tersebut terjadi dalam 72 jam setelah trauma.

Tandanya? Ada berbagai gejala klinis saat seseorang terkena komplikasi FES. Bila yang terserang paru, penderita akan merasa sesak napas dan tubuhnya membiru. Bila lemak tulang mengalir ke otak, gejala yang muncul adalah sakit kepala, delirium (setengah sadar), mengantuk, dan dapat berlanjut ke koma. Bila jantung yang terserang, jantung akan berdetak cepat dan tekanan darah menurun.

Bukan hanya paru, otak, dan jantung, gejala komplikasi FES juga bisa muncul di kulit. ''Yakni, multiple petechial hemorrhages. Gejalanya, terjadi bintik merah pada kulit dada, ketiak, dan mata. Selain itu, ada bintik merah pada bola mata,'' terang Erwien.

Dalam kasus berat, besar kemungkinan terjadi acute respiratory distress syndrome (ARDS), sindrom kelainan pernapasan akut. Kalau kasus tersebut terjadi, pasien bisa meninggal dalam hitungan menit. Sebab, butiran lemak yang ikut dalam sirkulasi darah sudah mencapai otak dan paru.

Saat diadakan pemeriksaan toraks (dada) dan laboratorium, FES juga memperlihatkan pertanda khas FES. Dalam hasil foto toraks, ada gambaran snow storm atau badai salju pada paru. Biasanya, foto paru menghasilkan warna hitam. Itu berarti ada udara di dalamnya.

''Pada penderita komplikasi FES, lemak tulang menyumbat gelembung paru sehingga tampak jelas warna keputihan pada hasil foto,'' jelas Erwien. Hasil laboratorium biasanya menunjukkan kadar hemoglobin menurun karena terkontaminasi lemak tulang. (ai/c12/soe)

sumber:jawapos



Source

Peringatan Hari Bumi 22 April : Bumi Berubah Cepat, Nyamuk Pun Ber-Evolusi


Bumi Berubah

Bumi sekarang ini telah berubah dengan cepat. Manusialah yang memicu perubahan ini dengan terus memproduksi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam aktifitas kesehariannya seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluoro-karbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6).

GRK menyebabkan radiasi sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh bumi ke luar angkasa terhambat karena dipantulkan kembali oleh GRK, akibatnya terjadi akumulasi panas di atmosfer bumi, inilah yang di sebut dengan efek Rumah Kaca. Disebut demikian karena peristiwanya serupa dengan yang terjadi dalam sebuah rumah kaca (green house) yang biasa digunakan pada kegiatan pertanian untuk menjaga suhu agar tanaman di dalamnya tetap hangat.

Meningkatnya konsentrasi GRK menyebabkan peningkatan pada radiasi matahari yang terperangkap dalam atmosfer bumi, akibatnya suhu rata-rata di seluruh permukaan bumi akan meningkat. Fenomena peningkatan suhu permukaan bumi ini disebut Pemanasan Global (Global Warming).

Meningkatnya suhu permukaan bumi akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan unsur-unsur iklim, seperti :
Naiknya suhu air laut
Naiknya penguapan di udara
Perubahan pada pola hujan dan tekanan udara
Sehingga pada akhirnya merubah pola iklim dunia, fenomena ini dikenal sebagai perubahan iklim


Perilaku Nyamuk


Perubahan iklim menyebabkan berbagai dampak serius yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Salah satunya adalah ancaman kesehatan. Curah hujan lebat apalagi diikuti banjir, dapat memperburuk sistem sanitasi yang belum memadai di banyak wilayah kumuh di berbagai daerah dan kota, sehingga dapat membuat masyarakat rawan terkena penyakit-penyakit yang menular lewat air seperti diare dan kolera.

Suhu tinggi dan kelembapan tinggi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan kelelahan akibat kepanasan terutama di kalangan masyarakat miskin kota dan para lansia. Suhu yang lebih tinggi juga membuat masa inkubasi nyamuk semakin pendek, nyamuk berkembang biak lebih cepat. Akibatnya penyakit yang dibawa oleh nyamuk semakin cepat menyebar. Kenaikan temperatur Bumi itu telah mengakibatkan ukuran larva dan nyamuk dewasa menjadi lebih kecil, yang berujung dengan pelipatgandaan frekuensi makan setiap nyamuk dan resiko penularan penyakit.

Bahkan menurut tim peneliti dari Johns Hopkins School of Public Health pada 1998 dikatakan bahwa peningkatan suhu global akan menjadikan Demam Berdarah Dengue (DBD)oleh nyamuk Aedes Aegepti dan Aedes Albopictus sebagai penyaki infeksi yang disebarkan serangga yang paling serius dan fatal di muka Bumi.

Menurut Centers For Disease Control and Prevention (CDC) yang berlokasi di Atlanta, Georgia, AS, demam dengue dan DBD disebabkan oleh virus serotype DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4 dimana satu type virus tidak menyebabkan imunitas terhadap type lainnya. Otomatis, manusia memiliki kemungkinan terkena demam dengue 4 kali sepanjang hidupnya. Berita buruknya, akan selalu muncul strain dan type baru dari virus tersebut sehingga kemungkinan menekan kecenderungan peningkatan aktivitas epidemi penyakit tersebut nyaris mustahil.

Faktor – Faktor Evolusi

Menurut pakar paleontologi dari Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Prof. Dr. H. Fachroel Aziz dalam disertasinya berjudul “Evolusi dan Paleontologi Vertebrata Indonesia: Perspektif Perubahan Iklim”, dikemukakan faktor-faktor yang memengaruhi mekanisme evolusi.

Pertama ialah mutasi. Dapat dilihat dalam bidang mikrobiologi modern yang ditunjukkan dengan kebalnya parasit malaria terhadap berbagai jenis obat-obatan, atau berbagai penyakit mikroorganisme yang menjadi kebal terhadap berbagai obat antibiotik.

Kedua adalah adaptasi. Mekanisme proses evolusi juga dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi organisme itu sendiri. Sebenarnya, untuk dapat melihat perubahan evolusi diperlukan ratusan generasi dalam populasi yang berkesinambungan. Untuk mikroorganisme, dalam waktu satu atau beberapa tahun saja, kita telah dapat melihat berbagai perubahan genetis secara nyata.

Ketiga adalah isolasi. Isolasi berperan dalam perubahan genetis dan dapat pula melahirkan spesies yang berbeda. Secara singkat, dalam satu populasi spesies fauna yang sama dapat dibagi dalam dua atau lebih populasi. Selanjutnya populasi tersebut akan mudah berkembang menjadi dua atau lebih spesies yang berbeda secara nyata, ketika populasi itu terpisah dalam isolasi genetis untuk jangka waktu yang lama.

Keempat adalah iklim. Hal ini tercermin saat Bumi berada pada zaman es, ketika air laut dalam jumlah besar membeku di sekitar kutub bumi. Zaman Es ini berdampak drastis sekali terhadap iklim lokal, yang secara umum menyebabkan iklim menjadi lebih kering dan lebih dingin. Hal ini tercermin pada himpunan fosil fauna yang ditemukan di Jawa. Sekarang iklim berubah, ketika es yang membeku di kutub tersebut mulai mencair.

Epilog


Pelajaran yang bisa diambil di Hari Bumi sekarang ini adalah kita harus meningkatkan kehati-hatian di dalam menangani kasus kesehatan yang berkaitan dengan organisme, seperti demam berdarah di atas. Apalagi telah menjadi peristiwa rutin tahunan, penyakit demam berdarah dan malaria yang muncul di sekitar kita.

Kiranya penting sekali adanya pendidikan publik dan penelitian yang lebih lengkap mengenai interaksi antara organisme dan lingkungan sekitarnya, termasuk manusia. Langkah ini perlu diambil sehingga penanganan terhadap organisme penyebab penyakit bisa mengurangi resiko perubahan organisme tersebut menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Dan masyarakatpun mengerti tindakan apa yang harus diambil.

Videonya:




foto-foto peringatan hari bumi di bebagai daerah
di medan


dimedan


di medan


dibali

Quote:


Diperingati dengan ekspedisi ke gunung jayawijaya


Ekspedisi “7 Summits” Peringati Hari Bumi di Jayawijaya


Ekspedisi 7 Summits Peringati Hari Bumi di Jayawijaya. Memperingati Hari Bumi bisa bermacam – macam caranya, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi “7 Summits” yang melakukan ekspedisi ke Pegunungan Jayawijaya.

Tim ekspedisi “7 Summits” yang terdiri atas para pendaki gunung dari Wanadri akan memperingati Hari Bumi pada 22 April di bentangan es Nggapulu (Puncak Soekarno), salah satu puncak Pegunungan Jayawijaya.

“Tim Alpha akan bermalam di Nggapulu pada ketinggian 4700m di atas permukaan laut, besok (Kamis-red) akan bergabung Tim Bravo yang berada di camp di Lembah Danau Danau di ketinggian 4200m,” kata Andri Joanhan, sekretaris tim saat dihubungi di Bandung, Rabu.

Tim Ekspedisi “7 Summits” tersebut terdiri atas Tim Alpha dan Tim Bravo yang masing-masing beranggotakan 12 orang pendaki.

Menurut rencana, peringatan Hari Bumi dari salah satu puncak tertinggi di dunia tersebut akan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi Metro TV.

Andri mengatakan, dalam peringatan Hari Bumi tersebut akan dibahas isu-isu lingkungan yang saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat, di antaranya masalah pemanasan global.

Sehari sebelumnya, aktivis lingkungan Iwan Abdulrachman yang ikut dalam ekspedisi tersebut, secara khusus menggelar semacan konser di Lembah Danau Danau.

“Memang istilahnya konser meski sebenarnya para penonton hanya para pendaki dan digelar di atas gunung,” kata Andri mengomentari pertujukan Iwan Abdulrachman yang populer dengan panggilan Abah Iwan itu.

Ekspedisi ke Pegunungan Jayawijaya dengan puncak tertinggi Cartensz Pyramid atau yang disebut juga Ndugu-Ndugu (4.884m) adalah bagian pertama dari rencana pendakian ke tujuh puncak tertinggi di dunia.

Demi Sebuah Foto, Nyawa Pun Gak Jadi Masalah

haduh haduh .... demi sebuah foto .. nyawa pun ngga masalah kali yaa....


Photographer