Tampilkan postingan dengan label Earth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Earth. Tampilkan semua postingan

Hollow Earth Theory - Benarkah Bumi Kita Berongga Di Dalamnya ?


Ada banyak Legenda dari berbagai wilayah di dunia yang menceritakan mengenai adanya dunia lain di dalam perut bumi. Tidak banyak yang menaruh perhatian terhadap legenda-legenda ini sampai seorang ilmuwan ternama mengangkatnya ke dalam forum-forum sains.

Ide kalau bumi kita memiliki rongga sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Legenda dunia bawah tanah

Pada masa Sumeria kuno, dunia bawah tanah sudah pernah disinggung dalam Epic of Gilgamesh. Di Babylonia, ada kisah mengenai turunnya Ishtar ke dunia bawah tanah. Dalam buku Mesir Kuno "Egyptian book of the Dead", dunia di bawah tanah juga disinggung berkali-kali.

Dalam legenda suku Indian Hopi, bahkan ada panduan bagi kita untuk bisa masuk ke dalam perut bumi yang berongga. Menurut suku ini, dunia yang kita diami adalah dunia keempat. Tiga dunia lainnya berada di dalam perut bumi dan salah satu pintunya berada di antara ngarai-ngarai raksasa Colorado.

Mungkin yang paling menarik dari semuanya adalah legenda Tibet mengenai Agharta yang secara harfiah berarti "Kerajaan bawah tanah di pusat bumi dimana raja dunia memerintah".

Menarik, karena masyarakat Tibet menggambarkannya dengan cukup lengkap. Bahkan menurut mereka, kerajaan Shambhala yang misterius juga berada di dalam perut bumi.

Pantas, tidak ada yang bisa menemukannya.

Setelah cukup lama dikenal di dalam legenda-legenda kuno masyarakat dunia, ide bahwa bumi ini memiliki rongga mulai mendapat tempat di dunia sains modern.

Hollow Earth dalam Sains
Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, Plato memang telah menyinggung adanya lorong-lorong bawah tanah yang membentuk struktur bumi. Namun, pandangan ini baru mendapatkan perhatian ketika dicetuskan oleh ilmuwan ternama bernama Edmund Halley.

Edmund Halley (1656-1742) adalah seorang astronom Inggris yang secara tepat berhasil mengkalkulasi orbit komet yang melewati bumi setiap 76 tahun. Kita mengenalnya sebagai komet Halley.

Ia mencetuskan ide mengenai hollow earth pada tahun 1692. Menurutnya, di bawah kerak bumi yang setebal 500 kaki, ada ruang berongga yang di dalamnya memiliki atmosfer yang mendukung kehidupan.

Bagi kita yang mendengarnya, mungkin mengira Halley terjebak ke dalam pseudo science yang mendasarkan teorinya pada legenda semata. Namun, ternyata ia punya alasan sains yang cukup masuk akal.

Bahkan ia menuangkannya ke dalam sebuah paper yang memiliki judul cukup panjang, yaitu: "An account of the cause of the change of the variation of the magnetical needle with an hypothesis of the structure of the internal parts of the earth: as it was proposed to the Royal Society in one of their later meetings".

Teori ini diambil oleh Halley karena ia menemukan adanya variasi-variasi di dalam medan magnet bumi. Salah satunya, menurutnya, adalah medan magnet yang berasal dari bola di dalam perut bumi. Ini membuatnya berkesimpulan kalau ada empat bola konsentris berongga di dalam perut bumi. Bola-bola berongga ini memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan.


Menurutnya, Aurora borealis yang sering terlihat di kutub sebenarnya adalah gas bercahaya di dalam perut bumi yang berhasil lolos dari lapisan tipis kerak bumi di wilayah kutub.

Teori yang diajukan oleh Halley kemudian diadopsi oleh ilmuwan ternama lainnya, seorang ahli matematika bernama Leonhard Euler (1707-1783) dan John Leslie (1766-1832).

Bedanya, Euler menolak ide adanya beberapa bola konsentris seperti yang diajukan Halley dan menggantikannya dengan satu bola berongga yang memiliki matahari berdiameter 600 mil yang menyediakan cahaya dan panas untuk peradaban luar biasa yang hidup disana.


Di lain pihak, John Leslie memang memiliki pendapat yang mirip dengan Euler. Bedanya, ia percaya kalau matahari yang ada di dalam bola berongga itu ada dua, bukan satu. Ia memberi keduanya nama Pluto dan Proserpine.

Lalu, teori hollow earth kembali diadopsi oleh John Cleves Symmes (1780) yang sampai akhir hayatnya memperjuangkan teori ini tanpa kenal lelah.

Symmes adalah mantan tentara dan pengusaha. Ia juga percaya kalau bumi ini memiliki rongga dan jalan masuk menuju rongga itu berada di kutub utara dan selatan. Ia memperkirakan jalan masuk ini memiliki lebar 4.000 mil dan 6.000 mil.


Perjuangan Symmes bahkan sampai membuatnya berhasil melobi kongres Amerika sehingga presiden Amerika saat, John Quincy Adams, menyetujui pendanaan ekspedisi menuju Antartika. Namun, sebelum sempat dikucurkan, presiden berikutnya, Andrew Jackson, membekukan pendanaan itu.

Ekspedisi mencari pintu Hollow Earth
Setelah kematian Symmes, salah seorang pengikutnya yang bernama Jeremiah Reynolds, berhasil meyakinkan pemerintah Amerika untuk melakukan ekspedisi ke Antartika pada tahun 1838.

Memang para penjelajah tidak menemukan lubang raksasa disana, namun mereka menemukan bukti kalau Antartika bukan cuma sekedar wilayah es, melainkan benua bumi yang ke-7.

Teori Hollow Earth kembali mendapat perhatian pada tahun 1846 karena adanya penemuan bangkai utuh seekor Mammoth di Siberia.

Dalam tubuh mammoth itu ditemukan tanaman yang belum tercerna. Ini menunjukkan kalau hewan ini mati dengan tiba-tiba ketika sedang makan. Beberapa orang percaya kalau makhluk itu awalnya hidup di wilayah hangat di dalam hollow earth. Lalu, tanpa sengaja tersesat keluar lewat lubang di kutub utara. Ketika bertemu dengan wilayah dingin, hewan ini mati seketika.

Tentu saja, ini cuma teori yang tidak bisa dibuktikan. Tapi paling tidak penemuan ini membuat antusiasme mengenai Hollow earth terus berkembang hingga menarik perhatian Jules Verne, seorang penulis fiksi sains.

Pada tahun 1864, ia menerbitkan buku berjudul Journey to the Center of the Earth yang menceritakan mengenai sebuah lubang di Islandia yang menuju ke dalam perut bumi.

Pada tahun 1869, teori Hollow earth mulai berkembang menjadi semakin mengada-ngada.

Cyrus Teed dan Hollow Earth

Cyrus Reed Teed, seorang herbalis dan alkemis, mengaku kalau ia mendapatkan penglihatan mengenai seorang wanita yang memberitahukan kepadanya kalau ia berasal dari dalam rongga di dalam perut bumi.

Penglihatan ini cukup mempengaruhi hidup Teed. Empat puluh tahun berikutnya, ia mempromosikan ide ini ke seluruh dunia. Bahkan ia mendirikan sebuah sekte bernama Koreshans yang pengajarannya berkisar kepada dunia Hollow Earth.

Tidak sampai disitu, Teed kemudian memperkenalkan modifikasi baru dari teori hollow earth yang sering disebut Concave Sphere. Menurutnya, KITA-lah yang sedang hidup di dalam rongga bumi. Jadi, ada manusia lain yang hidup di dunia atas.


Tidak ada Lubang di Kutub
Pada awal abad ke-20, transportasi sangat minim. Wilayah kutub belum terjelajahi dengan sepenuhnya. Karena itu, tentu saja teori Hollow Earth akan menjadi sangat susah dibantah.

Tapi, semuanya berubah ketika penerbang Richard E.Byrd (1888-1957) berhasil melakukan penerbangan melintasi kutub utara dan selatan. Ia tidak menemukan adanya lubang raksasa seperti yang dipercaya para penganut teori Hollow earth.

Pada abad 20. kutub utara dan selatan bukan lagi wilayah yang misterius. Transportasi yang lebih maju dan satelit yang secara teratur menghasilkan citra bumi dari luar angkasa sebenarnya sudah bisa menjelaskan kalau di kutub utara dan selatan, tidak terdapat lubang menuju Hollow Earth.

Hollow Earth dan UFO

Walaupun begitu, teori ini masih saja menarik perhatian banyak orang. Bahkan, mereka mulai mengaitkannya dengan fenomena UFO. Contohnya Ernst Zundel yang menulis buku berjudul UFOs - Nazi Secret Weapons?.

Ia mengklaim kalau Hitler dan batalyon terakhirnya berhasil lari ke Argentina dengan sebuah kapal selam, lalu mendirikan sebuah markas untuk piring terbang di sebuah lubang di kutub selatan yang mengarah ke dalam perut bumi. Zundel juga percaya kalau Nazi berasal dari ras terpisah yang berasal dari dalam perut bumi. Sepertinya Zundel memiliki pandangan yang sama dengan Hitler.
Pandangan ini mungkin muncul karena pada tahun 1940an, Hitler yang menjadi sangat tertarik dengan ide mengenai Hollow Earth disebut pernah mengirim ekspedisi menuju Rugen, salah satu pulau di Baltic, walaupun tidak membawa hasil.

Ray Palmer adalah penulis lain yang mengkaitkan antara Hollow earth dengan piring terbang. Pada tahun 1940an, bersama Richard Shaver, ia berspekulasi: 'Karena UFO sering terlihat di langit bumi sepanjang sejarah, maka pastilah UFO-UFO tersebut berasal dari bumi'.

Jadi, menurut mereka, UFO tersebut sebenarnya berasal dari dalam perut bumi yang berongga. Shaver bahkan mengaku pernah tinggal bersama orang-orang dari dalam perut bumi. Pandangan ini membuat keduanya dikenal sebagai bapak gerakan ufology modern. Tentu saja teori ini akan sangat sulit dibuktikan. Tetapi, tetap saja banyak orang lain yang masih percaya adanya rongga di dalam perut bumi.

Beberapa bahkan mengaku pernah masuk kedalamnya. Ada yang bilang kalau mereka mencapai rongga di dalam perut bumi lewat gua-gua purba atau lubang pertambangan kuno. Ada lagi yang berteori kalau segitiga bermuda adalah jalan masuk menuju rongga di dalam perut bumi.

Sebagian percaya kalau pintu masuk yang sebenarnya bukan di wilayah kutub, melainkan di wilayah lainnya di dunia seperti Gunung Shasta di California, Gua Mammoth di Kentucky atau pegunungan Himalaya di Tibet.

Gunung Shasta

Pada tahun 1993, Katharina Wilson menulis sebuah buku berjudul The Alien Jigsaw. Dalam bukunya, ia menceritakan mengenai pengalamannya diculik oleh alien dan dibawa ke dunia bawah tanah. Buku serupa juga pernah ditulis tahun 1995 oleh Timothy Good yang menceritakan pengalamannya dibawa ke markas UFO di dalam tanah.

Ketika Halley dan Euler merumuskan teori Hollow Earth, tidak ada yang menganggapnya mengada-ngada. Soalnya, para ilmuwan itu hidup di abad ke-17 dimana ilmu pengetahuan mengenai struktur bumi belum sempurna. Lagipula, banyak wilayah bumi yang belum terjelajahi. Tapi, ketika sains modern mulai berkembang, kitapun tahu kalau bumi ini tidak berongga.

Struktur Bumi yang Sebenarnya
Bagaimana kita bisa yakin kalau bumi ini tidak berongga?

Ada beberapa argumen, misalnya, walaupun kita tidak pernah melihat isi perut bumi, namun kita bisa "melihatnya" dengan menggunakan vibrasi (umumnya lewat gempa bumi) yang bergerak dari ujung bumi yang satu ke yang lain. Dengan menggunakan metode ini, para geologis bisa menggambarkan kondisi struktur bumi yang sebenarnya. Dari sini kita tahu kalau bumi ini memiliki inti dan kerak bumi, tanpa rongga tentu saja.

Jika bumi ini berongga, maka ia akan memberikan hasil yang berbeda dalam pengamatan seismik.

Lalu, kita juga tahu kalau di bawah kerak bumi, terdapat batu-batuan panas cair yang bernama magma. Ini bisa terjadi karena suhu akan menjadi semakin tinggi sesuai dengan kedalaman. Pada kedalaman sekitar 100 kilometer, suhu di dalam perut bumi diperkirakan sebesar 1.200 derajat celcius.

Magma ini bisa keluar menuju permukaan bumi lewat gunung-gunung api di seluruh dunia. Magma yang keluar dari perut bumi disebut dengan Lava. Kalau ada rongga di dalam perut bumi, Bagaimana menjelaskan pengaruh suhu yang tinggi ini terhadap rongga tersebut?

Struktur bumi yang kita kenal sekarang juga terlihat ketika manusia membuat lubang ke dalam perut bumi. Lubang terdalam yang dibuat oleh manusia saat ini adalah lubang yang terdapat di Sovyet. Dalamnya 12,3 kilometer. Sampai sejauh ini apa yang diamati dari pengeboran itu masih sesuai dengan ilmu geologi yang dikenal saat ini.

Jadi, kita tidak pernah menemukan lubang raksasa di kutub. Kita juga tidak punya bukti kalau bumi ini berongga dan ada matahari yang menyertainya. Sekarang, bahkan dengan mudah kita dapat mengakses google earth dan melihat sendiri kondisi di kutub atau tempat-tempat lain di dunia.

Karena itu, boleh dibilang, setelah hampir 400 tahun sejak diajukan oleh Halley, teori Hollow Earth telah berpindah tempat dari dunia sains menuju dunia pseudo sains.

 
 
 
sumber : http://misteri-us.blogspot.com/2010/04/hollow-earth-theory-benarkah-bumi-kita.html

Google Earth Kuak Makam Pesawat Terbang Terbesar Di Dunia




Google Earth untuk kali pertama mengekspos foto satelit dengan resolusi tinggi "makam pesawat" terbesar dunia, membeberkan kepada dunia foto spektakuler ini.

Hampir 4.000 buah pesawat purna pakai terdiri dari: pesawat pembom model B-52, pesawat tempur F-14, pesawat penyerang A-10 dan lain sebagainya yang pernah merajai angkasa, kini bagaikan bala tentara terakota Kaisar Qin (baca: Chin), berjejer di "tanah pemakaman" gurun pasir yang terletak di negara bagian Arizona, barat daya AS. Konon, pesawat-pesawat yang digelar tersebut bernilai sekitar 35 milyar dollar AS.

Menurut laporan BBC edisi bahasa Inggris, "makam pesawat" terletak di pangkalan udara AS, Davis Monthan Air Force Base, di Kota Tucson-Arizona itu seluas 10,5 km2, setara dengan 1.430 buah lapangan sepak bola, dan telah dianggap sebagai "pemakaman" pesawat militer terbesar di dunia, juga adalah satu-satunya tempat berlabuhnya pesawat purna pakai.

Ia dijuluki "Rumah Tulang" (Bone House). Sejak bercokol di pangkalan udara Davis Monthan pada 60 tahun lalu, tak henti-hentinya pesawat yang pensiun "beristirahat dengan tenang" di atas bidang tanah tersebut.

Pemilihan pangkalan udara Davis Monthan Kota Tucson sebagai lokasi "Makam", disebabkan wilayah tersebut cukup tinggi dari permukaan laut dan tanahnya kering kerontang, ditambah lagi kelembaban udara yang tinggi, dengan demikian penempatan pesawat di ruang terbuka tidak mengalami pelapukan terlalu cepat.

Saat ini, lebih dari 4.000 buah pesawat pensiunan "berbaring" di sana, nyaris mencakup seluruh model pesawat militer yang dipergunakan setelah Perang Dunia II.

Dari foto Google Earth bisa disaksikan pesawat pembom B-52 andalan pasukan AS sewaktu perang dingin yang mulai pensiun pada 90-an abad lalu, pesawat tempur jenis F-14 yang dipensiunkan dari angkatan udara AS sejak 2006 dan pesawat pembom model B-1 serta pesawat penyerang A-10 dan lain-lain.

Sebagian besar pesawat yang berlabuh di dalam "Makam pesawat" itu milik pihak pemerintah dan militer AS. "Sebagian pesawat milik museum angkasa yang berbeda," seorang jubir pangkalan yang tak mau disebut namanya mengatakan: "Sebagian milik museum negeri angkatan udara AS, sebagian lagi milik museum negeri penerbangan angkatan laut."

Staf tersebut menjelaskan, selama 25 tahun ini, lebih dari 1/5 jumlah pesawat di dalam "makam" bila melalui perawatan akan dapat terbang ke angkasa lagi. Pada 2005, para petugas menggunakan ulang berbagai spare part dengan jumlah melebihi 19.000 potong, telah menghemat sekitar 568 juta dollar AS. Makam pesawat juga merupakan markas Resimen pemeliharaan dan pembaharuan No.309.

Makam pesawat spektakuler tersebut juga diincar oleh para sutradara Hollywood. Film Transformers 2: Revenge of the Fallen pernah shooting di tempat tersebut. (The Epoch Times/whs)
__________________

 
 
 
sumber : http://forum.detik.com/showthread.php?t=182390

Heboh!! Dua Objek Putih Misterius Di Atas Klaten Tertangkap Google Earth

Saya mendapat pertanyaan menarik. Email di bawah ini berasal dari Rizka Wibowo (middlefinger_slo@yahoo.com). Isinya mengenai objek putih besar yang tertangkap Google Earth melayang di atas kota Klaten.


Hallo bang enigma...
Nama gw Rizka n beberapa hari yang lalu gw nyoba surfing di Google Earth and akhirnya gw menemukan 2 benda yang sangat (bagi Gw) misterius..


Benda ini terlihat seperti terbang diatas kota ini (Klaten- Jateng). Bentuknya agak unik dan aneh, yang satu panjang dan yang satu pendek.



white image 1


White image 2

Persamaan diantara keduanya adalah benda ini sama-sama memantulkan cahaya yang sangat terang apabila dibandingkan dengan pantulan dari benda/bangunan apapun disekitarnya. Kemudian benda ini seperti menuju pada arah yang sama, dan kedua benda ini apabila dizoom sama-sama memiliki bayangan disekitarnya....

Gw bingung n sampai gw liat blog lu..nah, gw pengen sharing ama lu mengenai apa sebenarnya benda ini?


Apalagi benda ini menurut gw BUKAN MERUPAKAN BANGUNAN dan apabila dibandingkan dengan bawahnya, benda ini menimpa dan mengambang di atas bangunan-bangunan lain di kota tersebut.


Kira-kira bisa menjelaskan gak?


Tolong ya bro...n afterall thanks b4...oke


Catatan :

Pertama, screen shot di atas bukan hasil rekayasa. Saya sendiri telah mengkonfirmasinya dengan google earth dan kedua objek putih tersebut memang ada. Kalian juga bisa mengeceknya di kordinat di bawah ini :

White Image 1 : 7°42'19.88"S 110°35'58.15"E

White Image 2 : 7°42'36.10"S 110°36'7.75"E

Objek apakah itu ?

Jika kita membandingkannya dengan rumah di bawah, maka kita bisa menyimpulkan kedua objek tersebut berukuran besar. Melihat dari arah dan susunannya yang tidak beraturan, jelas objek tersebut bukan bagian dari bangunan di darat. Objek itu juga menutupi bangunan di bawahnya sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa objek putih tersebut berada di atas rumah-rumah, atau bisa kita sebut melayang/terbang di atas rumah.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah ada dua kapal induk raksasa tidak dikenal sedang terbang di atas kota Klaten ? Saya tidak bisa memastikannya. Tapi saya punya teori.

Sebelumnya, mari kita lihat beberapa fakta menarik mengenai kedua objek di foto itu. Pertama, kita akan melihat persamaan diantara kedua objek tersebut.

Kita tahu bahwa keduanya berwarna putih. Lalu keduanya memiliki lekuk yang mirip walaupun panjangnya berbeda. Keduanya sama-sama memiliki bagian ujung satu yang lebih gelap dibanding ujung lainnya. Keduanya juga memiliki bayangan yang kalau dalam film sci fi seperti perisai medan energi yang melindungi pesawat dari serangan musuh. Dan terakhir. Kedua objek tersebut sama-sama ada di atas Klaten dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Namun, ketika saya melihat dua gambar tersebut, saya merasa kalau itu bukan objek terbang tak dikenal. Jika gambar google earth ini adalah sebuah foto, maka bagi saya, dua objek putih tersebut terlihat seperti tumpahan cat putih.

Perkiraan saya, kedua objek putih tersebut adalah gambar satelit yang rusak.

Saya pernah membaca beberapa kasus dimana terdapat foto google earth yang rusak dan menimbulkan kesalahpahaman. Tapi memang saya tidak pernah tahu ada kasus kerusakan foto yang menyebabkan adanya objek putih seperti foto di atas. Biasanya kerusakan hanya berupa garis patah pada foto, warna yang tidak jelas, blur dan lain-lain.

Tapi bisa saja ini contoh kerusakan yang baru. Bukti lain yang membuat saya semakin yakin adalah : saya juga menemukan dua objek putih mirip di sekitar kota Klaten. Saya beri nama White Image 3 dan White Image 4. Ini kordinatnya :

White Image 3 : 7°42'42.22"S 110°36'43.58"E
White Image 4 : 7°42'36.21"S 110°36'36.87"E


Saya berusaha mengambil screen shot masing-masing image dari jarak dekat, namun sepertinya fotonya blur sehingga kalian harus puas dengan foto jarak jauh tersebut. Tapi kalian bisa mengeceknya sendiri lewat google earth lewat kordinat yang sudah saya berikan di atas.

Jika saya menyatukan keempat objek putih tersebut, maka susunannya akan menjadi sebagai berikut.


Dua objek putih yang saya temukan juga memiliki karakteristik sama, yaitu memiliki bayangan perisai medan energi yang juga dimiliki White Image 1 dan 2. Karena itu saya semakin yakin kalau objek-objek putih tersebut adalah foto yang rusak.

Tapi, ini tentu saja hanya perkiraan. Karena saya tidak mengerti cara kerja google earth menampilkan foto bumi, maka saya tidak bisa memastikannya.

Lalu, saya memutuskan untuk menggunakan cara pemecahan yang lebih akurat.

Yang saya maksud adalah dengan langsung bertanya kepada sang pembuat Google Earth, yaitu Google sendiri. Mereka mengerti seluk beluk software yang mereka buat, pasti mereka lebih mengerti soal ini.

Jadi, pada jam 11 malam kemarin. saya mengirim dua email mengenai persoalan ini. Satu kepada google earth support center, dan satu lagi kepada google earth blog, sebuah blog yang membahas seluk beluk google earth (walaupun tidak terafiliasi langsung dengan goole).

Pagi ini, ketika saya memeriksa inbox email, saya menemukan keduanya telah memberikan email balasan.

Email pertama, datang dari earth.support@google.com

Laporan saya telah diterima dengan nomor laporan #609097673. Tapi, jawaban yang diberikan sepertinya hanya merupakan jawaban standar perusahaan dan diberikan oleh sistem komputer otomatis dengan kalimat yang itu-itu saja. Namun, ada kalimat yang menarik dari jawaban itu, yaitu :

"We're aware that the imagery for some areas may appear blurry, contain cloud coverage, appear slightly discolored or out of focus. We strive to provide the clearest data possible so it's likely that better resolution data is currently unavailable from our data providers. Once it becomes available, we'll surely update our database."

Jadi, google juga menyadari adanya kemungkinan gambar rusak yang dideskripsikannya dengan kata : "blurry, contain cloud coverage, appear slightly discolored or out of focus".

Sedangkan dari Google earth blog, saya mendapatkan jawaban dari Mickey Mellen (mickey@gearthblog.com). Kali ini, yang menjawab memang manusia, bukan sistem komputer.

Ini foto Mickey Mallen. Dalam google earth blog disebutkan bahwa Mickey telah terlibat dalam google earth sejak diluncurkan pertama kali. Ia juga pendiri dari Google Earth Hacks dan Digital Earth Blog. Jadi, paling tidak Mickey cukup mengerti soal Google Earth.


Ini jawaban dari Mickey :

"My best guess that it's just a distorted image of some kind. It might be a bad reflection off of something. It's hard to say for sure..."

"Perkiraan terbaik saya, itu adalah gambar sesuatu yang terganggu, mungkin juga refleksi buruk dari sesuatu. Susah untuk mengatakannya dengan pasti..."

Ternyata Mickey juga tidak yakin. Saya kira Mickey pasti juga kebingungan karena ia menggunakan kata "some kind" dan "something" dalam sebuah kalimat singkat. Mungkin ia memang belum pernah melihat kerusakan foto yang seperti ini.

Tapi, paling tidak, perkiraan Mickey sama dengan saya, yaitu gangguan pada foto/gambar. Walaupun kita berdua tidak bisa memastikan bagaimana kedua gangguan itu bisa tercipta.

Just a theory.

Hari Bumi 22 April, Earth Day

Hari Bumi atau Earth Day yang di peringati setiap tanggal 22 April adalah saat yang tepat bagi manusia untuk sadar akan kelestarian bumi. Bersikap santun kepada alam, karena alam merupakan ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan untuk kelangsungan hidup manusia kelak. Seperti yang kita tahu bahwa alam mulai berbicara ketika musibah melanda di mana-mana. Gempa bumi yang telah terjadi di berbagai negara yang merenggut tidak sedkit manusia menjadi korban didalamnya. Kebanjiran, Tanah Longsor dan lain sebagainya adalah salah satu tanda bahwa bumi yang kita tempati ini sudah rapuh dan tua.



Dalam Wikipedia menjelaskan tentang pengertian Hari Bumi sebagai berikut :
Hari Buni diperingati pada tanggal 22 April secara Internasional Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator USA Gaylord Nelson tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan selatan. PBB sendiri merayakan hari bumi pada 20 Maret sebuah trdisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat diatas katulistiwa yang sering disebut Maret Equinox.

Nah semoga saja ditahun 2010 ini manusia lebih bijak dan santun kepada alam. Mulailah melestarikan alam dari sekarang untuk kehidupan anak cucu kita nanti. Semoga saja kerusakan alam tidak terjadi kembali. Selamat Hari Bumi sedunia :)